Sales growth digunakan untuk melihat seberapa besar peningkatan penjualan dalam periode tertentu. Dengan membandingkan data dari waktu ke waktu, bisnis bisa memahami arah pertumbuhan, mengevaluasi performa tim, dan membaca respons pasar secara lebih objektif.
Angka pertumbuhan penjualan juga sering menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis, mulai dari perencanaan target hingga alokasi sumber daya. Ketika data tersaji dengan jelas, perusahaan lebih mudah mengenali pola, peluang, maupun area yang perlu diperbaiki.
Namun dalam praktiknya, proses memantau sales growth bisa terhambat jika data penjualan tersebar atau pencatatannya belum konsisten. Kondisi ini membuat analisis berjalan lebih lambat dan respons terhadap perubahan pasar kurang optimal—padahal kecepatan sering kali menentukan hasil.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Memahami Pertumbuhan Penjualan dalam Bisnis
Sales growth adalah pertumbuhan penjualan dalam jangka waktu tertentu yang sudah perusahaan tetapkan sebelumnya, termasuk mengukur pertumbuhan dari tahun ke tahun sebagai indikator kinerja tim sales dan marketing.
Tujuan sales growth adalah untuk membantu perusahaan mempertimbangkan strategi pengembangan dan perencanaan bisnis. Selain itu, terdapat dua jenis sales growth yaitu positif dan negatif. Sales growth positif apabila angka penjualan lebih tinggi daripada sebelumnya.
Dengan angka yang positif, tentu saja keuangan perusahaan menjadi lebih baik dan pengambil keputusan lebih mungkin untuk menentukan strategi bisnis yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Sales growth negatif adalah pendapat periode saat ini lebih kecil apabila dibandingkan dengan pendapatan di periode sebelumnya.
Rumus dan Cara Mengukur Kenaikan Penjualan
Perusahaan harus menghitung sales growth secara rutin untuk mengetahui tingkat pendapatan dari hasil penjualan dan operasi perusahaan. Caranya adalah dengan mengurangi jumlah penjualan di periode ini dengan periode sebelumnya, kemudian membaginya dengan penjualan di periode sebelumnya.
Kemudian kalikan dengan 100. Berikut adalah rumus untuk menghitungnya:
(Penjualan periode ini – Penjualan periode sebelumnya)
atau
(Penjualan periode ini X 100)
Perusahaan besar mendapatkan hasil yang baik apabila tingkat sales growth minimal mencapai 5-10%. Sedangkan untuk perusahaan kecil dan rintisan pertumbuhan penjualan minimal adalah 10%. Seperti UMKM dan startup mengharapkan angka 10% untuk menghasilkan tingkat penjualan yang positif.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Performa Penjualan
Setiap perusahaan memiliki nilai dari tingkat penjualannya masing-masing. Terlebih lagi untuk perusahaan kecil dan besar. Maka dalam menginterpretasikan tingkat penjualan suatu perusahaan tidak dapat melakukannya dengan membandingkan dengan perusahaan lain.
Perusahaan cukup membandingkan tingkat penjualan periode saat ini dan periode sebelumnya. Faktor-faktor yang mepengaruhi tingkat penjualan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Ukuran perusahaan
Besar kecilnya perusahaan menentukan tingkat penjualan. Meskipun terdapat kemungkinan pertumbuhan penjualan suatu perusahaan besar dan UMKM memiliki persentase yang sama tetapi sudah jelas pendapatan yang mereka terima akan berbeda.
Contohnya, UMKM memiliki pendapatan sebesar 50 juta di periode ini dan 30 juta di periode sebelumnya. Artinya angka sales growth sebesar 20%. Sedangkan perusahaan besar memiliki pendapatan sebesar 800 juta di periode sebelumnya dan di periode ini memiliki pendapatan sebesar 900 juta.
Maka sales growth perusahaan tersebut hanyalah di angka 10%. Meskipun persentase sales growth perusahaan besar hanya 10% lebih kecil dari nilai tingkat penjualan UMKM tetapi jumlah uang perusahaan besar lebih banyak. Kesimpulannya, persentase sales growth sangat tergantung dari ukuran perusahaan.
2. Target penjualan
Setiap perusahaan memiliki sasaran pencapaian penjualan yang berbeda-beda. Terdapat perusahaan yang memiliki target penjualan harus selalu naik ataupun tetap stabil dalam periode waktu tertentu. Hal ini juga sesuai dengan kebutuhan setiap perusahaan.
Perusahaan yang memiliki target penjualan meningkat biasanya memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam waktu cepat atau lainnya. Sedangkan perusahaan yang memiliki target penjualan stabil biasanya karena ingin mempertahankan tingkat penjualan yang sudah bagus dengan strategi pemasaran dan penjualan yang masih sama dan tidak mengalami perubahan.
3. Kompetitor
Kompetitor memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pertumbuhan penjualan suatu perusahaan. Jika bisnis yang Anda jalankan belum memiliki kompetitor kemungkinan mendapatkan persentase sales growth yang tinggi akan lebih besar.
Sama halnya dengan bisnis yang memiliki kompetitor tetapi kompetitor tersebut masih memiliki performa yang kurang baik. Namun, jika kompetitor Anda memiliki performa yang bagus dapat menjadi penurunan penjualan bisnis Anda.
Sehingga, perusahaan harus memperhatikan kompetitor dengan melakukan analisis agar tetap bisa bertahan dalam persaingan.
Baca juga: 20 Rekomendasi Software CRM Terbaik Indonesia 2024
Alasan Pertumbuhan Penjualan Menjadi Indikator Penting
Sales growth adalah salah satu indikator yang dapat menentukan perkembangan suatu perusahaan. Perusahaan dapat menilai keberhasilan penggunaan strategi bisnis yang sesuai.
Sales growth positif menandakan bahwa strategi dan peraturan yang digunakan berarti cukup berhasil. Sedangkan sales growth negatif menjadi petunjuk bagi suatu perusahaan untuk menggunakan strategi lama dan mengevaluasi kesalahan dari faktor internal dan faktor eksternal.
Sales growth positif juga menjadi petunjuk kondisi pasar yang sedang baik. Hal ini dapat perusahaan manfaatkan untuk meningkatkan harga saham perusahaan.
Perusahaan juga dapat terus berkembang dan bersaing apabila terus meningkatkan aset dan menambah produk yang ada. Untuk mempertahankan agar tingkat penjualan yang bagus perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan karyawan.
Baca Juga: Mengenal Kompetitor dalam Bisnis dan Strategi Menghadapinya
Strategi Mendorong Kenaikan Penjualan Secara Berkelanjutan
Perusahaan memerlukan berbagai macam strategi yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan. Hal ini tentunya untuk meningkatkan penjualan dan memperhatikan perkembangannya.
Berikut adalah tips meningkatkan sales growth:
1. Menyelaraskan sales dan marketing
Penjualan adalah hal vital dalam bisnis. Penjualan yang meningkat akan memberikan dampak positif yang baik untuk bisnis. Cara yang pertama untuk meningkatkan penjualan adalah menyelaraskan sales dan strategis pemasaran usaha.
2. Menambah rangkaian produk
Strategi dengan menambah rangkaian produk dapat perusahaan lakukan. Contohnya perusahaan konveksi dapat menambah variasi jenis produk yang tadinya hanya produksi kaos menjadi sweater, hoodie, dan jaket.
Apabila perusahaan sudah memiliki reputasi yang baik dalam produk kaos maka produk baru lainnya akan membuat konsumen lebih senang dan meningkatkan brand and customer loyalty.
3. Investasi di customer acquisition
Customer acquisition adalah proses penarikan pelanggan baru lebih dekat ke dalam bisnis. Proses customer acquisition harus sistematis dan relevan dengan tren terkini. Tujuannya adalah untuk mendatangkan konsumen yang tepat dan berpotensi tinggi.
4. Memperluas jaringan penjualan
Jaringan penjualan saat ini sudah semakin berkembang. Tidak hanya dapat menjual produk secara langsung tetapi perusahaan juga dapat menggunakan berbagai platform online.
Salah satu strategi dengan memperluas jaringan penjualan maka akan meningkatkan kemungkinan pelanggan bertambah pesat yang mempengaruhi sales.
5. Fokus ke kekuatan bisnis
Strategi terakhir adalah dengan fokus dalam kekuatan bisnis yang Anda miliki. Keunikan dan kelebihan bisnis yang Anda jalani akan meyumbang sales yang besar. Melalui pasar yang sudah ada dan orang-orang yang sudah mengenal produk bisnis tersebut akan menjadi pelanggan tetap.
Untuk mendorong sales growth, memahami tingkat penjualan produk dibandingkan dengan jumlah stok yang tersedia sangat penting karena metrik ini menunjukkan seberapa efektif produk terserap pasar, sekaligus membantu mengoptimalkan strategi penjualan dan pengelolaan persediaan.
| Strategi | Manfaat Utama |
|---|---|
| Menyelaraskan Sales & Marketing | Meningkatkan arah dan konsistensi penjualan. |
| Menambah Rangkaian Produk | Meningkatkan loyalitas pelanggan dan nilai merek. |
| Investasi di Customer Acquisition | Mendapatkan pelanggan baru yang potensial. |
| Memperluas Jaringan Penjualan | Membuka peluang lebih besar baik online maupun offline. |
| Fokus pada Kekuatan Bisnis | Memaksimalkan diferensiasi untuk mempertahankan pelanggan tetap. |
Kesimpulan
Sales growth menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan arah dan strategi bisnis. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan penjualan, perusahaan dapat mengevaluasi kinerja sekaligus menyesuaikan langkah untuk menghadapi dinamika pasar.
Dalam praktiknya, peningkatan penjualan memerlukan dukungan proses yang memungkinkan identifikasi peluang dan pemantauan kinerja secara berkelanjutan. Sistem CRM sering digunakan untuk membantu tim sales mengelola prospek, aktivitas penjualan, serta data secara terpusat.
Melalui data yang lebih terstruktur dan mudah dianalisis, perusahaan dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan relevan. Untuk menggali pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis, perusahaan juga dapat memanfaatkan konsultasi gratis sebagai tahap awal sebelum menentukan strategi yang digunakan.
Pertanyaan Seputar Sales Growth
-
Apa yang dimaksud dengan sales growth?
Sales growth adalah ukuran untuk melihat pertumbuhan penjualan dalam periode tertentu, biasanya dengan membandingkan pendapatan saat ini dengan periode sebelumnya. Metrik ini membantu bisnis memahami apakah penjualan sedang meningkat, stagnan, atau menurun.
-
Mengapa sales growth penting bagi bisnis?
Sales growth memberi gambaran tentang kesehatan bisnis secara keseluruhan. Pertumbuhan yang konsisten menunjukkan strategi penjualan berjalan efektif, sementara pertumbuhan yang melambat bisa menjadi sinyal perlunya evaluasi pada produk, pasar, atau proses penjualan.
-
Faktor apa saja yang memengaruhi sales growth?
Beberapa faktor yang sering berpengaruh antara lain kualitas produk, strategi harga, efektivitas tim sales, kondisi pasar, serta kemampuan perusahaan membaca kebutuhan pelanggan.




