CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

12 Deal Management Software untuk Proses Closing Lebih Rapi

Diterbitkan:

Closing bukan soal seberapa banyak deal yang masuk, tapi seberapa rapi setiap proses dijaga sampai akhir.” Pandangan ini cukup sering muncul di tim sales yang sudah melewati fase pertumbuhan. Ketika volume peluang meningkat, cara mengelola deal biasanya ikut berubah, dari sekadar catatan sederhana menjadi proses yang lebih terstruktur.

Lalu muncul pertanyaan yang sering terlewat: bagaimana tim sales tahu posisi setiap deal secara akurat, tanpa harus mengecek ulang chat, email, atau spreadsheet terpisah? Pertanyaan ini bukan soal tools semata, melainkan soal visibilitas dan konsistensi dalam menjalankan proses penjualan.

Seiring waktu, banyak tim mulai mengandalkan deal management software untuk membantu menjaga alur tersebut tetap rapi. Bukan untuk mengubah cara jualan, tetapi untuk memastikan setiap aktivitas, progres, dan keputusan tercatat dengan jelas dalam satu pipeline yang bisa dipahami bersama.

Key Takeaways

  • Pengelolaan deal yang dilakukan secara terstruktur membantu tim sales menjaga alur setiap peluang tetap jelas dari tahap awal hingga closing.
  • Pemilihan deal management software sebaiknya mempertimbangkan visibilitas pipeline, fleksibilitas alur sales, integrasi sistem, dan kemudahan penggunaan.
  • Proses closing terasa lebih tertata ketika setiap peluang mengikuti alur yang jelas dan progresnya terdokumentasi dengan rapi dalam satu sistem pengelolaan deal yang terpusat.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Bagaimana Deal Biasanya Dikelola dalam Proses Sales?

      Dalam praktiknya, pengelolaan deal tidak selalu berjalan rapi sejak awal. Banyak tim sales memulai dengan cara sederhana lalu menyesuaikannya seiring bertambahnya jumlah peluang. Pada titik tertentu, cara ini mulai sulit diikuti karena informasi tersebar dan progres deal tidak selalu terlihat secara utuh.

      Deal management software hadir untuk membantu menyatukan proses tersebut. Tools ini memudahkan tim sales melihat alur setiap deal dari satu tahap ke tahap berikutnya, sehingga progres negosiasi hingga closing bisa dipantau dengan lebih jelas.

      Dengan visibilitas yang lebih jelas terhadap pipeline, tim sales dan manajemen dapat membaca kondisi penjualan secara lebih realistis. Proyeksi pendapatan pun tidak lagi bergantung pada perkiraan semata, melainkan pada progres deal yang benar-benar tercatat dan dapat ditinjau kapan saja.

      Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Deal Management Software

      Sebelum memilih tools yang akan digunakan, tim sales perlu memastikan bahwa sistem tersebut sesuai dengan cara kerja yang sudah berjalan. Tujuannya agar penggunaan tools benar-benar mendukung proses penjualan, bukan menambah beban baru dalam aktivitas sehari-hari.

      1. Mudah melihat perkembangan setiap deal

      Tools yang dipilih sebaiknya memudahkan tim mengetahui posisi setiap peluang penjualan. Dengan tampilan yang jelas, tim dapat membedakan deal yang masih tahap awal, sedang negosiasi, atau mendekati penutupan tanpa perlu mengecek banyak catatan terpisah.

      2. Membantu memperkirakan hasil penjualan

      Selain mencatat aktivitas, tools juga perlu membantu tim membaca peluang yang berpotensi menghasilkan penjualan. Perkiraan ini membantu perusahaan menyusun target dan rencana penjualan secara lebih realistis berdasarkan kondisi deal yang sedang berjalan.

      3. Menyesuaikan dengan alur kerja tim

      Setiap tim sales memiliki alur kerja yang berbeda. Tools yang baik memberi ruang untuk menyesuaikan tahapan penjualan, sehingga proses yang ada tidak perlu diubah secara drastis hanya demi mengikuti sistem.

      4. Mengurangi pekerjaan berulang

      Pencatatan deal akan lebih efisien jika data tidak perlu dimasukkan ulang ke sistem lain. Alur kerja yang saling terhubung membantu tim fokus pada aktivitas penjualan, bukan pada administrasi tambahan.

      5. Mudah digunakan dan didukung dengan baik

      Terakhir, kemudahan penggunaan dan dukungan yang responsif sangat berpengaruh pada keberhasilan penerapan tools. Sistem yang mudah dipahami akan lebih cepat diadopsi dan digunakan secara konsisten oleh tim.

      Daftar Rekomendasi Deal Management Software Terbaik

      Untuk memudahkan Anda melihat gambaran umum setiap platform, berikut ringkasan singkat dari beberapa deal management software terbaik yang perlu dipertimbangkan.

      Ideal Untuk

      Platform CRM global dengan ekosistem fitur yang sangat luas.

      Ideal Untuk

      Pilihan populer untuk strategi inbound sales dan marketing.

      Ideal Untuk

      Solusi ERP & Sales terintegrasi dengan kustomisasi tanpa batas untuk enterprise.

      Best Deals

      Tanya Harga

      Ideal Untuk

      CRM visual yang didesain khusus oleh tenaga penjualan.

      Ideal Untuk

      Solusi all-in-one yang terjangkau untuk berbagai skala bisnis.

      Ideal Untuk

      CRM modern dengan pendekatan AI untuk insight penjualan.

      Jika Anda membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam, berikut ulasan lengkap dari setiap software untuk membantu Anda menentukan pilihan terbaik.

      1. Salesforce Sales Cloud

      Salesforce adalah raksasa dalam industri CRM global yang dikenal dengan ekosistem fiturnya yang sangat luas. Platform ini menawarkan kemampuan manajemen opportunity yang sangat mendalam, memungkinkan tim penjualan untuk melacak setiap interaksi secara rinci.

      Fitur unggulannya meliputi Sales Path yang memandu tenaga penjual melalui tahapan deal, serta Lead Scoring berbasis AI. Namun, kompleksitas dan biaya implementasinya sering kali menjadi penghalang bagi perusahaan yang belum memiliki tim IT khusus.

      Kelebihan Kekurangan
      Ekosistem aplikasi pihak ketiga yang sangat luas (AppExchange). Biaya lisensi per pengguna relatif mahal dan cenderung naik seiring skala.
      Fitur AI (Einstein) yang canggih untuk prediksi penjualan. Kurva pembelajaran (learning curve) yang curam bagi pengguna baru.

      Salesforce: Ideal untuk perusahaan multinasional yang membutuhkan ekosistem fitur global.

      2. HubSpot Sales Hub

      HubSpot sangat populer di kalangan praktisi inbound marketing karena kemudahan penggunaannya. Sales Hub mereka menawarkan antarmuka yang bersih dan intuitif, memudahkan tim penjualan untuk mengadopsi sistem tanpa pelatihan yang rumit.

      Fitur seperti Meeting Scheduler dan pelacakan email sangat membantu produktivitas harian. Meskipun ada versi gratis, biaya untuk fitur-fitur enterprise bisa melonjak drastis saat database kontak Anda membesar.

      Kelebihan Kekurangan
      User interface yang sangat intuitif dan mudah digunakan. Biaya langganan meningkat signifikan untuk fitur tingkat lanjut.
      Versi gratis tersedia untuk memulai. Kurang fleksibel untuk kustomisasi proses bisnis yang sangat spesifik.

      HubSpot: Pilihan tepat untuk tim yang mengutamakan kemudahan penggunaan dan strategi inbound.

      3. HashMicro (Hash Core ERP – Sales Module)

      HashMicro telah memantapkan posisinya sebagai penyedia solusi ERP terdepan di kawasan Asia Pasifik, khususnya Indonesia. Solusi Sales Module dari Hash Core ERP dirancang untuk perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dan kontrol penuh atas proses penjualan mereka.

      HashMicro menawarkan fleksibilitas dalam penyesuaian alur kerja sesuai kebutuhan operasional perusahaan. Integrasi dengan modul Inventaris dan Akuntansi juga membantu memastikan data transaksi penjualan tercatat secara konsisten, sehingga informasi stok dan keuangan dapat tetap selaras.

      Fitur Utama:

      • Sales Forecast and Actualization: Menganalisis tren pasar dan memberikan prediksi penjualan yang akurat dibandingkan realisasi.
      • Quotation & Sales Order Management: Otomatisasi pembuatan dokumen penawaran dan persetujuan berjenjang.
      • Multi-Price Lists & Discount Management: Fleksibilitas dalam mengatur strategi harga dan diskon untuk berbagai tipe pelanggan.
      • Customer Segment (RFM) Analysis: Analisis mendalam perilaku pelanggan untuk strategi retensi yang lebih baik.
      Kelebihan Kekurangan
      Kustomisasi sangat fleksibel sesuai kebutuhan unik industri di Indonesia. Membutuhkan waktu implementasi awal untuk penyesuaian sistem yang kompleks.
      Model unlimited user tanpa biaya tambahan per pengguna, sangat hemat untuk tim besar. Kurang cocok untuk bisnis mikro yang hanya membutuhkan fitur pencatatan kontak sederhana.
      Dukungan penuh terhadap regulasi lokal seperti e-Faktur dan perpajakan Indonesia.

      HashMicro: Solusi terbaik untuk perusahaan menengah hingga besar yang mencari sistem terintegrasi penuh dengan dukungan lokal yang kuat.

      4. Pipedrive

      Pipedrive dibangun dengan filosofi “oleh tenaga penjualan, untuk tenaga penjualan”. Fokus utamanya adalah visualisasi pipeline yang jelas, memudahkan manajer untuk melihat status setiap kesepakatan dalam satu pandangan.

      Fitur pengingat aktivitasnya memastikan tidak ada tugas follow-up yang terlewat. Namun, untuk kebutuhan integrasi yang lebih kompleks seperti manufaktur atau akuntansi mendalam, Pipedrive mungkin memerlukan alat tambahan.

      Kelebihan Kekurangan
      Visualisasi pipeline yang sangat baik dan mudah dimengerti. Fitur pelaporan tidak sekomprehensif kompetitor enterprise.
      Fokus kuat pada aktivitas penjualan harian. Integrasi native dengan sistem ERP terbatas.

      Pipedrive: Cocok untuk tim penjualan kecil hingga menengah yang fokus pada aktivitas harian.

      5. Zoho CRM

      Zoho CRM menawarkan solusi yang kaya fitur dengan harga yang kompetitif. Platform ini mencakup hampir semua aspek manajemen hubungan pelanggan, mulai dari media sosial hingga otomatisasi tenaga penjualan.

      Fitur Blueprint memungkinkan Anda memetakan proses penjualan agar tim mengikuti standar operasional yang baku. Kekurangannya terkadang terletak pada antarmuka yang terasa kurang modern dibandingkan kompetitor baru.

      Kelebihan Kekurangan
      Harga yang terjangkau dengan fitur yang cukup lengkap. Dukungan pelanggan terkadang lambat merespons.
      Integrasi baik dengan ekosistem produk Zoho lainnya. Antarmuka pengguna terasa sedikit kaku dan kurang modern.

      Zoho CRM: Solusi hemat biaya untuk bisnis yang membutuhkan fitur lengkap.

      6. Freshsales (Freshworks)

      Freshsales menonjolkan kemampuan AI mereka yang disebut Freddy AI untuk memberikan wawasan prediktif mengenai kesepakatan. Ini membantu tim penjualan memprioritaskan prospek yang paling mungkin untuk closing.

      Tampilan activity timeline memberikan konteks sejarah interaksi yang lengkap dengan setiap pelanggan. Cocok untuk bisnis yang ingin memanfaatkan teknologi cerdas dalam proses penjualan mereka.

      Kelebihan Kekurangan
      Fitur AI yang membantu scoring prospek secara otomatis. Opsi kustomisasi laporan masih terbatas.
      Setup yang cepat dan mudah. Integrasi dengan aplikasi non-Freshworks bisa menantang.

      Freshsales: Baik untuk tim yang ingin memanfaatkan AI dalam scoring prospek.

      7. Monday.com Sales CRM

      Awalnya dikenal sebagai alat manajemen proyek, Monday.com kini menawarkan modul CRM yang sangat fleksibel. Keunggulan utamanya adalah kemampuan kustomisasi papan kerja (boards) yang sangat visual.

      Anda dapat membuat otomatisasi sederhana tanpa kode (no-code) untuk menghemat waktu administrasi. Namun, fitur pelaporan penjualannya mungkin belum sedalam software CRM khusus.

      Kelebihan Kekurangan
      Sangat visual dan mudah disesuaikan (drag-and-drop). Fitur CRM spesifik mungkin kurang mendalam dibanding pemain lama.
      Bagus untuk kolaborasi antar tim. Biaya bisa menjadi mahal jika menambah banyak fitur.

      Monday.com: Pilihan tepat untuk tim yang membutuhkan fleksibilitas visual tinggi.

      8. Insightly

      Insightly memiliki kekuatan unik dalam menjembatani kesenjangan antara penjualan dan pengiriman proyek. Setelah deal dimenangkan, Anda dapat langsung mengonversinya menjadi proyek.

      Fitur Relationship Linking memetakan jaringan koneksi yang kompleks antar kontak, yang sangat berguna untuk penjualan B2B yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.

      Kelebihan Kekurangan
      Integrasi manajemen proyek bawaan yang kuat. Antarmuka pengguna terkadang terasa padat.
      Bagus untuk memetakan hubungan organisasi yang kompleks. Kurang fitur otomatisasi pemasaran bawaan.

      Insightly: Ideal untuk bisnis berbasis layanan yang perlu mengelola proyek pasca-penjualan.

      9. Copper

      Jika perusahaan Anda sangat bergantung pada Google Workspace, Copper adalah pilihan yang natural. Desainnya dibuat menyerupai aplikasi Google, sehingga pengguna merasa familiar.

      Fitur entri data otomatisnya mengambil informasi dari Gmail dan Kalender, mengurangi beban administrasi manual secara signifikan.

      Kelebihan Kekurangan
      Integrasi Google Workspace terbaik di kelasnya. Hanya optimal jika Anda pengguna ekosistem Google.
      Otomatisasi entri data yang sangat membantu. Fitur pelaporan relatif standar.

      Copper: Rekomendasi utama bagi pengguna berat Google Workspace.

      10. Bitrix24

      Bitrix24 adalah platform kolaborasi bisnis masif yang menawarkan CRM sebagai salah satu fiturnya. Keunggulannya adalah versi gratis yang cukup luas dan kemampuan untuk unlimited deals.

      Selain CRM, Anda mendapatkan alat komunikasi, manajemen tugas, dan pembuatan situs web. Namun, banyaknya fitur bisa membuat pengguna baru merasa kewalahan.

      Kelebihan Kekurangan
      Menawarkan banyak fitur kolaborasi bisnis dalam satu paket. Antarmuka bisa sangat membingungkan karena terlalu banyak fitur.
      Versi gratis yang cukup dermawan. Dukungan teknis bisa lambat untuk akun gratis.

      Bitrix24: Cocok untuk bisnis yang mencari platform kolaborasi lengkap dengan CRM.

      11. Zendesk Sell

      Berasal dari keluarga Zendesk yang terkenal dengan dukungan pelanggan, Zendesk Sell fokus pada produktivitas penjualan. Integrasinya dengan Zendesk Support memberikan pandangan 360 derajat terhadap pelanggan.

      Fitur Smart Lists membantu menyaring prospek terbaik, dan integrasi telepon memudahkan pencatatan panggilan penjualan.

      Kelebihan Kekurangan
      Integrasi sempurna dengan sistem tiket support Zendesk. Fokus fitur lebih berat ke arah komunikasi dibanding manajemen pipeline.
      Aplikasi mobile yang sangat fungsional. Harga bisa menjadi mahal untuk paket lengkap.

      Zendesk Sell: Pilihan terbaik jika tim sales dan support Anda perlu berkolaborasi erat.

      12. Nimble

      Nimble memposisikan diri sebagai CRM sosial yang cerdas. Alat ini secara otomatis memperkaya profil kontak dengan data dari media sosial, memberikan konteks berharga sebelum Anda menghubungi prospek.

      Ini sangat berguna untuk membangun hubungan yang lebih personal dan relevan di era digital saat ini.

      Kelebihan Kekurangan
      Pengayaan data profil sosial otomatis yang sangat baik. Fitur manajemen deal pipeline agak dasar.
      Sangat baik untuk networking dan relationship building. Penyimpanan data terbatas pada paket dasar.

      Nimble: Sangat baik untuk tenaga penjualan yang mengandalkan media sosial dan networking.

      Apa yang Sering Terlewat Saat Menerapkan Deal Management Software?

      Tips Mengimplementasikan Deal Management Software

      Dalam praktiknya, penerapan deal management software sering kali terlalu fokus pada fitur, sementara cara kerja tim terlewat. Padahal, konsistensi memperbarui status deal dan mencatat progres penjualan melalui sistem pencatatan dan pemantauan lead sangat menentukan apakah proses benar-benar relevan dalam aktivitas sehari-hari.

      Hal lain yang kerap diabaikan adalah kesiapan data sejak awal. Pipeline yang terlihat penuh belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya jika informasi prospek tidak diperbarui secara rutin. Tanpa disiplin data, sistem hanya menjadi arsip, bukan alat bantu pengambilan keputusan.

      Studi Kasus Rucika

      Studi Case Rucika

      Untuk merapikan proses penjualan yang melibatkan banyak prospek dan tahapan negosiasi, Rucika menata ulang cara tim sales mengelola deal melalui pipeline yang lebih terstruktur. Setiap peluang dicatat berdasarkan tahapannya agar progres dapat dipantau secara konsisten oleh seluruh tim.

      Pendekatan ini diterapkan secara bertahap selama sekitar 4–6 bulan, dengan fokus pada disiplin pembaruan status deal dan pemantauan pipeline. Hasilnya, durasi siklus penjualan dapat ditekan sekitar 15–20%, sekaligus meningkatkan akurasi pipeline untuk kebutuhan forecasting dan penentuan prioritas closing.

      Kesimpulan

      Pengelolaan deal yang terstruktur berperan penting dalam menjaga konsistensi proses penjualan, terutama ketika jumlah prospek dan kompleksitas transaksi meningkat. Alur kerja yang jelas membantu tim memantau perkembangan setiap peluang dan mengurangi risiko tindak lanjut yang terlewat.

      Efektivitas pengelolaan deal tidak hanya bergantung pada alat yang digunakan, tetapi juga pada kesesuaian proses dengan cara kerja tim serta konsistensi dalam memperbarui data. Disiplin dalam pengelolaan informasi menjadi faktor utama agar pipeline tetap akurat dan mudah dievaluasi.

      Dengan pendekatan yang selaras antara proses, data, dan tim, pengelolaan deal dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat serta membantu menjaga stabilitas dan keberlanjutan kinerja penjualan.

      Pertanyaan Seputar Deal Management Software

      • Apa perbedaan Deal Management Software dengan CRM biasa?

        Deal management software lebih fokus pada pergerakan prospek melalui tahapan penjualan (pipeline) dan forecasting, sementara CRM biasa lebih fokus pada penyimpanan database kontak.

      • Apakah software ini bisa terintegrasi dengan sistem akuntansi?

        Ya, software yang baik seperti HashMicro memiliki integrasi native dengan sistem akuntansi untuk otomatisasi faktur dan sinkronisasi pembayaran.

      • Mengapa HashMicro direkomendasikan untuk perusahaan Indonesia?

        HashMicro menawarkan dukungan lokal, kepatuhan terhadap regulasi pajak Indonesia (e-Faktur), dan fitur kustomisasi yang fleksibel dengan harga kompetitif.

      Anatha Ginting

      Lead Content Writer

      Anatha sudah berpengalaman selama lebih dari 5 tahun dalam mengulas implementasi dan strategi Enterprise Resource Planning (ERP). Dalam setiap tulisannya, ia membahas peran sistem ERP dalam mengintegrasikan data lintas divisi, merapikan proses operasional, serta membantu perusahaan memahami dan mengelola bisnis secara lebih efektif.

      Chelsea adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari Victoria University of Wellington, dengan latar belakang analisis bisnis dan manajemen keuangan. alam analisis bisnis dan manajemen keuangan. Latar belakang akuntansi ini membentuk pendekatan analisisnya dalam memahami dinamika bisnis dan strategi pertumbuhan perusahaan. Selama lima tahun terakhir, Chelsea mulai berkecimpung dalam dunia business development di HashMicro, yang memperkuat keahliannya dalam sales strategy, negosiasi, pembangunan kemitraan strategis, serta pengelolaan pipeline penjualan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya