Laporan proyek konstruksi adalah dokumen yang mencatat progres kerja, biaya, dan kendala proyek secara terukur. Jika laporan terlambat atau tidak akurat, itu bisa jadi bom waktu: jadwal molor, biaya melonjak, dan keputusan penting diambil tanpa data yang solid.
Yang lebih mengejutkan, banyak perusahaan masih mengandalkan metode manual yang rawan salah. Bahkan ketika sudah memakai software, laporan proyek bisa tetap berantakan karena sistemnya tidak terintegrasi dan pencatatannya tidak konsisten, sehingga manajer proyek sulit memantau kondisi secara real-time.
Karena itu, semakin banyak perusahaan beralih ke software konstruksi otomatis yang benar-benar terstruktur dan terukur. Simak panduan lengkap berikut ini untuk memahami faktor laporan proyek yang ideal, format yang tepat, serta contoh laporan proyek konstruksi yang bisa langsung diterapkan.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Laporan Proyek?
Laporan kerja proyek adalah dokumen resmi yang mencatat progres pekerjaan, realisasi biaya, deviasi jadwal, serta kendala lapangan dalam periode tertentu (harian/mingguan/bulanan).
Dokumen ini membantu manajer proyek dan pemangku kepentingan memantau apakah proyek berjalan sesuai rencana, sekaligus menentukan tindakan korektif saat muncul risiko.
Karena prosesnya sering melibatkan banyak data dan rekap, pengerjaan laporan pekerjaan konstruksi akan lebih efisien bila didukung aplikasi kontraktor bangunan yang terintegrasi dengan sistem perusahaan.
Fungsi dan Manfaat Laporan Proyek Konstruksi
Laporan proyek disusun dengan beberapa tujuan dan manfaat utama, antara lain:
1. Menyatukan Update Proyek ke Semua Pihak
Laporan harian proyek dan laporan progres proyek berisikan schedule performance index yang akurat untuk menyamakan informasi ke owner, konsultan, dan internal tim tanpa beda versi. Update seperti pekerjaan selesai, hambatan, dan rencana esok hari menjadi lebih jelas, sehingga koordinasi lapangan–kantor lebih cepat dan minim miss.
2. Mengunci Deviasi Jadwal Lebih Cepat
Laporan progres proyek memudahkan perbandingan rencana vs realisasi (milestone, kurva-S, target mingguan). Begitu ada slip, penyebabnya bisa ditandai spesifik: material terlambat, cuaca, akses lokasi, atau tenaga kerja; sebelum keterlambatan makin melebar.
3. Mengontrol Biaya dari Aktivitas Harian
Melalui catatan pemakaian material, jam kerja, alat, dan pekerjaan tambah/kurang, tim bisa memantau realisasi biaya sejak awal. Ini membantu mendeteksi potensi cost overrun, lalu menyesuaikan strategi (prioritas pekerjaan, metode, atau jadwal pengadaan) sebelum biaya terbuang sia-sia.
4. Menjaga Mutu lewat Laporan Quality Control
Laporan quality control mencatat inspeksi, hasil uji, punch list, dan item rework yang harus ditutup. Dengan rekap bukti yang rapi, tim lapangan lebih mudah memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi, mengurangi pekerjaan ulang, dan menjaga kualitas saat serah terima.
5. Memperkuat Klaim dan Mengurangi Risiko Sengketa
Dokumentasi harian: foto, progres terukur, instruksi lapangan, hingga kendala yang terjadi, bisa jadi dasar saat ada dispute tentang keterlambatan atau pembayaran. Data yang konsisten membuat proses klarifikasi lebih cepat, karena tiap kejadian punya bukti dan timeline.
6. Jadi Referensi untuk Proyek Berikutnya
Catatan risiko, bottleneck, performa vendor/subkon, dan produktivitas aktual bisa dipakai sebagai baseline estimasi proyek selanjutnya. Hasilnya, perencanaan makin realistis, mulai dari durasi kerja, kebutuhan tenaga, sampai strategi pengadaan; tanpa mengulang kesalahan yang sama.
Jenis-jenis Laporan Proyek
Laporan proyek tersedia dalam berbagai format dan setiap jenisnya punya fokus yang berbeda. Berikut beberapa jenis laporan proyek yang paling umum digunakan di perusahaan Indonesia, terutama untuk memantau pekerjaan berjalan.
1. Ringkasan Status Proyek
Ringkasan status memberi gambaran kondisi proyek pada periode tertentu (mingguan/bulanan). Umumnya berisi highlight progres, isu paling kritis, keputusan yang dibutuhkan, serta rencana tindak lanjut. Laporan ini membantu manajemen dan klien memahami situasi tanpa perlu rapat terlalu sering.
2. Laporan Kemajuan Proyek (Progress Report)
Laporan kemajuan proyek menampilkan perkembangan pekerjaan secara terukur berdasarkan tugas, work package, atau milestone. Isinya biasanya mencakup persentase penyelesaian, aktivitas yang selesai, pekerjaan yang tertunda, dan target periode berikutnya.
Jenis laporan ini penting untuk memantau deviasi jadwal dan menyusun prioritas kerja tim lapangan.
3. Laporan Biaya Proyek (Budget vs Actual)
Laporan biaya proyek membandingkan anggaran dengan realisasi biaya yang sudah keluar, seperti material, tenaga kerja, sewa alat, subkon, dan overhead. Selain itu, laporan manajemen keuangan proyek sering dilengkapi proyeksi biaya sampai proyek selesai untuk mendeteksi potensi cost overrun lebih awal.
Untuk mendukung perhitungan biaya yang lebih rapi, perusahaan dapat merujuk ke laporan harga pokok produksi.
Contoh lainnya adalah untuk metode pencatatan material seperti laporan biaya produksi metode FIFO agar valuasi material proyek lebih konsisten.
4. Catatan Pelacakan Waktu (Timesheet)
Catatan pelacakan waktu merangkum durasi kerja yang dihabiskan untuk aktivitas tertentu, biasanya per orang/posisi dan per pekerjaan. Datanya berasal dari timesheet, catatan harian, atau sistem internal.
Informasi ini berguna untuk menghitung biaya tenaga kerja, menilai produktivitas, dan memastikan jam kerja sesuai rencana.
5. Rekap Sumber Daya (Resource Report)
Rekap sumber daya memetakan ketersediaan dan pemakaian resource seperti tenaga kerja, material, peralatan, dan anggaran selama proyek berlangsung. Laporan ini membantu memastikan kebutuhan operasional tersedia sesuai jadwal dan kapasitas tim tetap seimbang.
Dalam proyek multi-lokasi atau pekerjaan paralel, resource report penting untuk mencegah kekurangan material/alat yang memicu keterlambatan.
6. Dokumen Risiko dan Mitigasi (Risk Register)
Dokumen risiko mencatat risiko yang berpotensi mengganggu target waktu, biaya, atau kualitas, lengkap dengan tingkat kemungkinan, dampak, pemilik risiko, dan rencana mitigasi.
Dengan risk register yang rutin diperbarui, tim dapat bersikap proaktif dan menurunkan peluang masalah berulang di lapangan.
Cara Membuat Laporan Pekerjaan Proyek
6 Langkah Menyusun Laporan Proyek yang Rapi dan Terukur
Cocok untuk laporan harian/mingguan/bulanan: progres, biaya, jadwal, mutu, dan risiko, agar keputusan lebih menguntungkan.
![]()
Laporan harian proyek maupun yang bulanan berperan penting dalam mengarahkan proyek menuju keberhasilan pembangunan melalui dokumen RKS. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat laporan pekerjaan proyek:
1. Tentukan tujuan dan ruang lingkup laporan
Tentukan fokus utama laporan. Apakah untuk pemantauan progres, kontrol biaya, atau identifikasi dan mitigasi risiko? Keputusan ini akan menentukan data yang perlu dikumpulkan serta format laporan yang digunakan.
2. Mengumpulkan data yang relevan
Setelah tujuan jelas, himpun site diary/harian, progres fisik, man-hours, BoQ vs realisasi, pemakaian material dan alat, mutasi kas/bank, serta dokumentasi foto. Jangan lupa catat kendala atau isu yang muncul di lapangan.
3. Menganalisis data
Berbekal data lengkap, tinjau metrik kunci (biaya, waktu, mutu, keselamatan) dan bandingkan dengan rencana. Jika menggunakan EVM, perbarui PV/EV/AC lalu hitung CPI dan SPI untuk merangkum kinerja.
Dengan software konstruksi, Anda dapat melakukan analisis metrik proyek secara lebih cepat dan akurat. Sistem ini menyajikan dashboard interaktif yang memudahkan pemantauan anggaran, sehingga keputusan bisa tepat sasaran.
Tahukah Anda?
Kelola proyek lebih pasti dengan AI di Hash Construction Software: analisis laporan, rencanakan anggaran, rekonsiliasi bank, pantau stok, dan kawal proses budgeting–billing.
Dapatkan demo gratis sekarang!
4. Susun dengan struktur yang jelas
Setelah metrik terbaca, kemas laporan secara konsisten. Minimal memuat ringkasan eksekutif, progres (%) per pekerjaan atau bill of quantities (BoQ), deviasi dan penyebabnya, rencana tindak lanjut, serta lampiran (foto, berita acara, kurva-S, dsb.).
5. Gunakan visualisasi seperlunya
Agar informasi cepat dipahami, sajikan kurva-S, tabel progres, dan diagram sederhana. Batasi jumlah visual agar fokus tetap pada informasi utama.
6. Melakukan review dan validasi
Terakhir, cek konsistensi angka dengan lampiran, lakukan peer review/approval (PM/QS/engineer), dan koreksi istilah teknis. Perlakukan laporan sebagai deliverable proyek, dan pastikan akurat sebelum dibagikan ke pemangku kepentingan.
Catatan: Untuk mempercepat analisis dan menjaga format tetap konsisten, pertimbangkan software konstruksi yang mendukung dashboard, penjadwalan, dan kontrol biaya.
Laporan Proyek Konstruksi Lebih Terkendali
Pantau progres, biaya, dan kebutuhan material dalam satu sistem terintegrasi. Coba demo gratis HashMicro untuk melihat alur pelaporan yang lebih rapi dan mudah ditelusuri.
Format Laporan Kerja Proyek
Sebelum melihat contoh laporan pekerjaan konstruksi, tim perlu menyepakati formatnya dulu agar pencatatan konsisten. Format yang rapi membantu laporan progres proyek pembangunan lebih mudah dibaca, dicek, dan direkap dari harian ke mingguan hingga bulanan.
Elemen wajib yang sebaiknya ada di semua laporan proyek
- Identitas laporan: nama proyek, lokasi, kontraktor, periode laporan, PIC/penyusun
- Progres: progres hari/minggu/bulan + progres kumulatif (bila ada)
- Aktivitas utama: pekerjaan yang dilakukan dan area/zone
- Sumber daya: tenaga kerja, material, dan alat yang digunakan
- Deviasi & kendala: hambatan, penyebab, dan dampaknya ke jadwal/biaya
- Tindak lanjut: rencana kerja berikutnya + kebutuhan support
- Lampiran: foto, berita acara, kurva-S, approval/ttd
Download Contoh Laporan Kerja Proyek (Harian, Mingguan, dan Bulanan)
Kami menyediakan contoh laporan pekerjaan proyek konstruksi dalam format Excel yang bisa Anda download dan pakai langsung.
Template ini dirancang agar pencatatan progres, resource, dan kendala lapangan lebih terstruktur, baik untuk laporan harian, mingguan, maupun bulanan. Silakan download template laporan proyek Excel gratis di bawah ini.
1. Contoh laporan harian proyek

Contoh Laporan Harian Proyek
Laporan keuangan harian adalah laporan yang disusun oleh pihak dari kontraktor dengan jabatan pelaksana lapangan atau admin teknis. Para kontraktor harus terus mengisi format laporan harian proyek Excel setiap harinya pada akhir pengerjaan hari.
Berikut beberapa informasi penting yang perlu Anda masukkan agar laporan Anda lengkap:
- Nama dan alamat perusahaan yang mengerjakan proyek
- Nama serta lokasi proyek dilakukan
- Kondisi cuaca pada hari tersebut
- Jumlah pekerja yang hadir pada hari tersebut
- Bahan bangunan yang masuk pada hari tersebut dalam satuannya masing-masing
- Bahan bangunan yang Anda gunakan pada hari tersebut dalam satuannya masing-masing
- Jenis alat yang Anda gunakan dalam bekerja pada hari tersebut termasuk jumlah alat berat, alat pendukung, dan alat bantu.
- Informasi mengenai pekerjaan apa saja yang sedang Anda kerjakan atau lakukan pada hari tersebut
- Tanda tangan dari eksekutif atau pengawas
Berikut format singkat laporan harian proyek konstruksi:
- Identitas laporan: Memuat informasi dasar seperti nama proyek, lokasi, manajer proyek, dan periode laporan, agar mudah dikenali dan dipahami oleh pembaca.
- Ringkasan eksekutif: Gambaran umum tentang kemajuan proyek, pencapaian target, serta tantangan atau masalah yang dihadapi. Tujuannya agar pembaca cepat memahami inti laporan.
- Detail kegiatan: Merinci aktivitas yang dilakukan, pihak yang terlibat, sumber daya yang digunakan, dan kemajuan yang tercapai. Bisa ditambahkan gambar atau diagram untuk visualisasi.
- Masalah dan tantangan: Menjelaskan masalah yang dihadapi, seperti cuaca buruk atau keterlambatan pengiriman bahan, untuk perencanaan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan.
- Lampiran: Dokumen pendukung yang memberikan konteks tambahan atau dokumentasi lebih lanjut.
Agar proses pelaporan lebih cepat dan akurat, banyak kontraktor kini beralih ke sistem digital. Coba Hash Construction Software untuk bantu Anda menyusun laporan harian proyek dengan format baku, input otomatis, dan approval yang terdokumentasi.
2. Contoh laporan mingguan proyek

Contoh Laporan Proyek Mingguan
Laporan mingguan proyek harus lebih lengkap dari contoh laporan proyek harian. Format yang terdapat pada format laporan dokumentasi proyek excel mingguan biasanya mengikuti format yang terdapat di aplikasi RAB untuk item-item pekerjaan.
Terdapat beberapa isi dalam laporan mingguan proyek sebagai berikut:
- Volume RAB dan bobot yang terdapat pada masing-masing pekerjaan proyek
- Volume yang sudah Anda kerjakan pada minggu lalu, minggu ini, dan totalnya
- Bobot yang terdapat dalam persen pada masing-masing item pekerjaan
- Nilai kumulatif progres dalam bentuk persen pada minggu ini
3. Contoh laporan bulanan proyek

Contoh Laporan Proyek Bulanan
Laporan bulanan proyek adalah laporan pekerjaan konstruksi yang paling lengkap dan terdiri atas beberapa informasi penting yang dirangkum dalam satu buku. Contoh dokumen bulanan ini mencakup pelaporan progres atau bobot pekerjaan secara bulanan.
Berikut beberapa isi contoh laporan proyek konstruksi bulanan, yaitu:
- Data proyek seperti, nama agenda, nama kontraktor, lokasi, nomor kontak, tanggal kontrak, waktu pelaksanaan, dan sebagainya
- Lokasi pengerjaan, dalam dokumen ini harus berisikan tentang peta lokasi dan sketsa lokasi pekerjaan.
- Daftar staf pada proyek tersebut
- Daftar jenis alat yang digunakan serta jumlah alat tersebut
- Laporan progres akhir bulan
Masih banyak juga contoh laporan proyek yang lain, seperti:
- laporan keuangan proyek
- laporan quality control
- BOQ proyek konstruksi
- dan lain sebagainya.
Sayangnya, format laporan dokumentasi proyek excel yang berbentuk fisik seperti buku ataupun kertas rentan mengalami kerusakan ataupun kehilangan. Maka dari itu, penggunaan software konstruksi sangat disarankan untuk pengelolaan dokumen yang efektif.
Buat Laporan Kerja Proyek Lebih Mudah dengan HashMicro
Software Konstruksi HashMicro adalah sistem yang membantu perusahaan mengelola berbagai aspek proyek konstruksi secara efisien. Sistem ini mengintegrasikan manajemen proyek, akuntansi perusahaan konstruksi, dan pelacakan inventaris dalam satu platform.
HashMicro menyediakan demo gratis untuk membantu perusahaan memahami bagaimana solusi ini dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan Anda. Ini memungkinkan bisnis untuk mengevaluasi efektivitas sistem sebelum melakukan pembelian.
Berikut ini adalah fitur-fitur canggih yang ditawarkan software konstruksi dari HashMicro untuk mendukung operasional perusahaan konstruksi dan pembuatan laporan report pekerjaan proyek:
- RAB & S-Curve Plan vs Actual: Memvisualisasikan rencana anggaran/progres dan membandingkannya dengan realisasi lewat S-curve, sehingga deviasi biaya maupun jadwal cepat terlihat.
- Budgeting Mendalam per Komponen Biaya: Menyusun anggaran rinci berdasarkan material, alat/aset, petty cash, overhead, hingga subkontraktor agar kontrol biaya lebih presisi.
- Budget Carry Over: Membawa sisa anggaran yang tidak terpakai ke periode berikutnya, sehingga alokasi dana tetap rapi dan tidak hilang saat pergantian periode.
- Progress Tracking Berbasis BoQ & Volume Pekerjaan: Mencatat progres berdasarkan item BoQ, volume, dan bobot pekerjaan supaya laporan progres lebih terukur, bukan sekadar estimasi.
- Site Diary & Dokumentasi Lapangan (Foto + Catatan Kendala): Menyimpan catatan harian lapangan, cuaca, aktivitas, isu, serta dokumentasi foto sebagai bukti laporan dan histori proyek.
- Manajemen Material & Stok Proyek: Memantau material masuk/keluar, penggunaan di lapangan, dan ketersediaan stok agar kebutuhan material tidak telat dan laporan pemakaian lebih akurat.
- Real-Time Reporting & Dashboard Proyek: Menghasilkan laporan real-time (harian/mingguan/bulanan) dengan dashboard yang bisa disesuaikan untuk memantau biaya, progres, dan isu proyek lebih cepat.
Kesimpulan
Laporan proyek konstruksi bukan sekadar dokumen formal namun juga adalah alat krusial untuk memantau progres, mengontrol biaya, dan mengevaluasi kinerja tim secara menyeluruh. Tetapi tanpa sistem yang tepat, proses penyusunannya bisa memakan waktu dan rawan kesalahan.
Software Konstruksi HashMicro adalah solusi komprehensif yang dapat membuat dokumen pekerjaan proyek dengan cepat dan akurat. Aplikasi report pekerjaan ini mencakup fitur-fitur untuk membantu perusahaan mengelola kegiatan konstruksi secara efisien.
Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat sendiri bagaimana HashMicro dapat membantu transformasi konstruksi Anda menjadi lebih optimal. Coba demo gratis sekarang!
Pertanyaan Seputar Laporan Proyek
-
Apa itu laporan proyek dalam konteks perusahaan konstruksi?
Laporan dalam perusahaan konstruksi adalah dokumen yang menyajikan informasi terkait kemajuan, status, biaya, jadwal dan segala hal yang terkait dengan konstruksi yang sedang berlangsung. Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang perkembangan konstruksi kepada berbagai pemangku kepentingan.
-
Apa saja informasi penting dalam laporan pekerjaan konstruksi?
1. Kemajuan fisik proyek (seperti tahap konstruksi yang telah diselesaikan).
2. Rincian biaya dan anggaran yang telah dikeluarkan.
3. Perkembangan jadwal proyek.
4. Potensi risiko atau masalah yang mungkin muncul.
5. Pencapaian atau penundaan dalam target. -
Bagaimana frekuensi umum penyusunan laporan pekerjaan konstruksi?
Frekuensi penyusunan laporan dapat bervariasi, tetapi seringkali dilakukan mingguan, bulanan atau sesuai dengan tonggak-tonggak tertentu dalam proyek. Laporan rutin membantu dalam pemantauan progres dan memberikan visibilitas yang jelas tentang kinerja kegiatan.
-
Mengapa laporan konstruksi sangat penting?
Laporan ini penting karena:
1. Memberikan pemahaman yang jelas tentang kemajuan proyek kepada pemangku kepentingan.
2. Memungkinkan identifikasi risiko atau masalah yang mungkin mempengaruhi jadwal dan anggaran.
3. Memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat dan penyesuaian strategi jika diperlukan untuk memastikan kesuksesan proyek. -
Siapa yang biasanya menjadi pemangku kepentingan atau penerima laporan konstruksi?
Penerima laporan konstruksi bisa meliputi manajemen proyek, pemilik, klien, pihak keuangan, tim teknis, atau pihak lain yang terlibat untuk memahami status dan perkembangan proyek.








