Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tahun 2024, jumlah perselisihan hubungan industrial yang dilaporkan mencapai 7.540 kasus, di mana isu pengupahan menjadi salah satu faktor yang kerap muncul. Hal ini menunjukkan bahwa proses perhitungan gaji masih menjadi perhatian penting dalam praktik ketenagakerjaan.
Perhitungan gaji tidak selalu bersifat sederhana, terutama ketika karyawan tidak bekerja penuh dalam satu bulan. Kondisi seperti karyawan baru masuk, resign di tengah periode, atau perubahan status kerja membuat perusahaan perlu menerapkan perhitungan gaji secara prorata.
Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara menghitung gaji karyawan bulanan dan prorata menjadi penting. Dengan metode perhitungan yang jelas, proses penggajian dapat dilakukan secara lebih konsisten dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Peraturan UU yang Mengatur Gaji Karyawan
Sebelum memahami cara menghitung gaji karyawan, penting untuk mengetahui dasar hukum yang mengatur pembayaran gaji di Indonesia. Peraturan perundang-undangan ini menjadi pedoman bagi perusahaan untuk memastikan pengelolaan gaji sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Dikutip dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), regulasi mengenai gaji karyawan diatur dalam Peraturan Pemerintahan Nomor 36 tahun 2021. Regulasi ini mengatur kebijakan pengupahan yang mencakup penetapan upah berdasarkan waktu atau hasil, struktur dan skala upah, upah minimum, perlindungan upah, serta sanksi administratif dan peran dewan pengupahan.
Adapun, sanksi administratif yang akan diterima jika perusahaan mengabaikan kewajibannya dapat berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.
Cara Menentukan Gaji Karyawan
Menentukan besaran gaji yang nantinya akan diterima karyawan memang tidak bisa dikatakan mudah, tetapi tetap bisa Anda lakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Di bawah ini kami sajikan beberapa faktor yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda menentukan gaji karyawan:
1. Mengacu pada peraturan perundang-undangan
Hal pertama dan yang paling penting untuk Anda lakukan dalam menentukan gaji karyawan adalah memastikan penghitungan gaji sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti upah minimum provinsi (UMP) atau kabupaten/kota (UMK). Hal ini penting untuk melindungi hak karyawan dan menjaga kepatuhan hukum.
2. Pertimbangkan struktur dan skala upah
Selanjutnya, Anda dapat menentukan struktur gaji berdasarkan jabatan, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, serta tanggung jawab yang nantinya akan diemban oleh calon karyawan. Struktur dan skala upah ini harus ditetapkan secara transparan dan adil untuk mencegah ketidakpuasan di antara karyawan.
3. Evaluasi standar industri
Untuk membantu Anda menentukan gaji, Anda bisa membandingkan upah yang ditawarkan dengan standar pasar atau industri dengan posisi yang serupa. Penyesuaian ini membantu perusahaan tetap kompetitif dalam menarik dan mempertahankan karyawan berkualitas.
4. Pertimbangkan kompetensi yang dimiliki karyawan
Dalam proses perekrutan karyawan, Anda pasti sudah mengetahui riwayat pengalaman professional pelamar. Hal ini juga bisa menjadi variabel yang membantu Anda menentukan besaran upah.
5. Perhitungkan beban kerja dan risiko
Untuk pekerjaan dengan tingkat risiko atau beban kerja tinggi, berikan kompensasi tambahan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap tanggung jawab yang lebih besar. Penyesuaian ini tidak hanya meningkatkan motivasi karyawan, tetapi juga membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten di posisi-posisi yang krusial.
6. Masukkan komponen pendukung gaji
Terakhir, hal yang perlu Anda perhatikan dalam menentukan gaji adalah menyertakan komponen pendukung seperti tunjangan makan, transportasi, kesehatan, atau bonus kinerja. Komponen ini memberikan insentif tambahan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.
Kehadiran software payroll untuk perhitugan gaji bisa membantu perusahaan dalam menentukan gaji setiap karyawannya karena perhitungan dilakukan secara otomatis dan cepat dibandingkan perhitungan manual.
Cara Menghitung Gaji Karyawan Bulanan Tetap dan Tidak Tetap dan Contohnya
Menghitung gaji karyawan bulanan memerlukan pemahaman tentang status karyawan, yaitu apakah mereka karyawan tetap atau tidak tetap. Berikut adalah penjelasan cara menghitung kedua jenis gaji tersebut:
1. Gaji karyawan bulanan tetap
Karyawan tetap biasanya memiliki gaji pokok yang dibayarkan setiap bulan, dengan komponen tambahan seperti tunjangan, potongan, dan bonus. Perhitungan gaji karyawan tetap dilakukan berdasarkan kontrak kerja dan struktur upah perusahaan.
Rumus Umum:
Contoh Perhitungan:
- Gaji Pokok: Rp6.000.000
- Tunjangan Transportasi: Rp500.000
- Tunjangan Makan: Rp500.000
- Potongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan: Rp300.000
Karyawan tetap akan menerima gaji bersih sebesar Rp6.700.000 dalam sebulan.
2. Gaji karyawan bulanan tidak tetap
Karyawan tidak tetap dihitung berdasarkan jam kerja, jumlah hari kerja, atau hasil produksi. Perhitungan gaji ini lebih fleksibel, bergantung pada kebijakan perusahaan.
Rumus Umum (Berbasis Hari Kerja):
Rumus Umum (Berbasis Hasil):
Contoh Perhitungan (Berbasis Hari Kerja):
- Upah Harian: Rp200.000
- Jumlah Hari Kerja dalam Sebulan: 20 hari
Gaji=200.000×20=Rp4.000.000
Contoh Perhitungan (Berbasis Hasil Produksi):
- Jumlah Produksi: 50 unit
- Upah Per Unit: Rp50.000
Gaji=50×50.000=Rp2.500.000
Cara Menghitung Gaji Prorata dan Contohnya
Gaji prorata adalah gaji yang dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah hari kerja seorang karyawan dalam periode tertentu, seperti karyawan baru yang mulai bekerja di tengah bulan atau karyawan yang mengambil cuti tidak berbayar.
Berikut langkah-langkah cara menghitung gaji prorata:
1. Tentukan gaji bulanan karyawan
Sebelum melakukan perhitungan gaji prorata, Anda harus mengetahui terlebih dahulu besaran gaji bulanan karyawan. Contohnya, Andi memiliki jumlah besaran upah bulanan sebesar Rp6.000.000, maka angka ini akan menjadi dasar perhitungan.
2. Hitung jumlah hari kerja dalam sebulan
Selanjutnya, Anda harus menghitung jumlah hari kerja yang dipenuhi oleh karyawan dalam bulan tersebut. Biasanya, perusahaan menggunakan jumlah hari kalender (30 atau 31 hari) atau hari kerja efektif (22 hari kerja dalam sebulan) sebagai acuan.
3. Tentukan jumlah hari kerja yang dijalani karyawan
Hitung jumlah hari kerja yang dijalani karyawan dalam bulan tersebut. Misalnya, jika Andai mulai bekerja pada tanggal 15 bulan itu, maka karyawan hanya bekerja selama 16 hari dalam bulan dengan 31 hari.
4. Gunakan rumus gaji prorata
Untuk melakukan penghitungan gaji prorata, Anda bisa menggunakan rumus di bawah ini:
5. Contoh perhitungan
Berikut kami sajikan contoh dari perhitungan gaji prorata yang bisa Anda contoh
- Gaji Bulanan: Rp6.000.000
- Jumlah Hari Kalender: 31 hari
- Jumlah Hari Kerja Karyawan: 16 hari
Dengan demikian, gaji prorata yang diterima Andi dalam bulan itu adalah Rp3.096.774.
Tips Mengelola Perhitungan Gaji Karyawan yang Efisien dan Efektif
Berikut di bawah ini adalah beberapa tips pengelolaan gaji karyawan yang bisa Anda terapkan agar berjalan secara efisien
1. Terapkan struktur dan skala upah yang jelas
Struktur dan skala upah yang transparan sangat penting untuk menciptakan keadilan di antara karyawan. Penetapan ini harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti jabatan, tingkat pengalaman, tanggung jawab, dan standar industri.
Dengan adanya struktur yang jelas, karyawan dapat memahami dasar perhitungan gaji mereka, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan terhadap manajemen perusahaan yang mengelola upah yang mereka terima.
2. Catat absensi dan lembur dengan akurat
Pencatatan absensi dan lembur yang akurat sangat penting untuk memastikan bahwa gaji karyawan Anda dapat terhitung dengan benar. Menggunakan sistem absensi digital atau perangkat biometrik yang terintegrasi dengan software penggajian dapat meminimalkan risiko kesalahan dan manipulasi data.
Dengan data absensi yang tepat, Anda dapat selangkah lebih mudah dalam menghitung dan mengelola gaji, lembur, atau potongan yang berkaitan dengan jumlah kerja setiap individu karyawan.
3. Komunikasikan kebijakan penggajian dengan jelas
Komunikasi yang lancar adalah kunci utama dalam produktivitas bisnis, salah satunya adalah pengelolaan gaji. Agar pengelolaan gaji bisa lebih tepat, Anda perlu berkomunikasi dengan karyawan agar mereka memahami bagaimana gaji mereka dihitung dan komponen apa saja yang memengaruhinya.
Adapun, komunikasi yang dilakukan antara manajemen dan karyawan harus mencakup pembahasan mengenai penjelasan tentang tunjangan, bonus, potongan, atau pajak, membantu mencegah kesalahpahaman dan konflik.
4. Sediakan laporan penggajian yang transparan
Slip gaji yang rinci dan transparan adalah salah satu cara untuk menunjukkan profesionalisme perusahaan. Slip ini harus mencakup semua komponen gaji, seperti gaji pokok, tunjangan, potongan, dan pajak, sehingga karyawan dapat memahami setiap detail perhitungan. Dengan laporan yang jelas, perusahaan dapat menghindari pertanyaan atau keluhan terkait penggajian.
5. Gunakan software penggajian otomatis
Menggunakan software penggajian otomatis membantu perusahaan menyederhanakan proses perhitungan gaji, termasuk komponen pajak, tunjangan, potongan, dan lembur. Dengan sistem yang terotomatisasi, proses penggajian dapat dilakukan lebih konsisten dan efisien.
Salah satu klien HashMicro, McDonald’s, memanfaatkan platform pengelolaan SDM terpadu untuk menyatukan data karyawan, absensi, dan penggajian dalam satu alur yang konsisten. Pendekatan ini juga banyak diterapkan oleh perusahaan di Indonesia agar data lintas fungsi tetap selaras dan mudah ditelusuri.
Kesimpulan
Perhitungan gaji karyawan, baik bulanan maupun prorata, memerlukan pemahaman yang tepat agar hasilnya konsisten dan transparan. Dengan metode yang jelas, perusahaan dapat meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus menjaga kejelasan hak karyawan.
Dalam praktiknya, pengelolaan penggajian sering kali berkaitan dengan sistem pencatatan data karyawan dan absensi. Untuk memahami pendekatan yang paling sesuai, perusahaan dapat memulai diskusi awal tanpa biaya guna meninjau alur pengelolaan SDM dan penggajian yang sedang berjalan.
Pada akhirnya, perhitungan gaji yang rapi dan terstruktur membantu mendukung operasional perusahaan secara keseluruhan. Proses penggajian yang jelas juga memudahkan koordinasi internal serta meningkatkan kepercayaan antara perusahaan dan karyawan.
Pertanyaan Seputar Cara Menghitung Gaji Karyawan
-
Apa itu biaya prorata?
Biaya prorata adalah biaya yang dihitung secara proporsional berdasarkan penggunaan, durasi, atau bagian tertentu dari suatu periode. Metode ini sering digunakan untuk membagi biaya secara adil, seperti dalam penghitungan gaji karyawan yang bekerja sebagian bulan, alokasi biaya sewa, atau tagihan utilitas yang hanya digunakan sebagian waktu.
-
Apa itu cut off gaji?
Cut off gaji adalah batas waktu atau periode akhir pengumpulan data kehadiran, lembur, dan komponen lainnya yang digunakan untuk menghitung gaji karyawan dalam satu siklus penggajian.
-
Payroll itu apa?
Payroll adalah proses pengelolaan pembayaran gaji karyawan yang mencakup perhitungan gaji pokok, tunjangan, potongan, pajak, hingga bonus. Payroll juga melibatkan pencatatan data kehadiran, lembur, dan absensi untuk memastikan setiap karyawan menerima gaji yang sesuai.






