Dalam dunia bisnis, perhitungan biaya rata-rata, atau average cost, sangat penting untuk menentukan harga jual produk yang dapat memberikan keuntungan dan tetap mampu bersaing di pasar yang kompleks. Selain itu, biaya total rata-rata juga bisa membantu perusahaan dalam mengendalikan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.
Sayangnya, penghitungan average cost secara manual rentan mengalami human-error. Akibatnya, harga jual produk yang ditentukan juga salah dan keuntungan yang diperoleh menjadi tidak optimal.
Key Takeaway
|
Daftar Isi:
Apa itu Average Cost?
Average cost adalah biaya produksi atau biaya total rata-rata yang diperoleh dari pembagian total biaya dengan jumlah output. Perhitungan biaya rata-rata ini berperan penting dalam pengambilan keputusan penetapan harga produk sekaligus mendukung pengendalian stok untuk operasional perusahaan, agar biaya persediaan tetap seimbang dengan tingkat produksi dan penjualan.
Biaya rata-rata terdiri dari dua jenis biaya, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya produksi yang tidak berubah meskipun jumlah pabrikasi meningkat atau menurun. Salah satu contohnya adalah biaya sewa gedung atau biaya gaji karyawan.
Sementara itu, biaya variabel adalah biaya produksi yang berubah tergantung pada jumlah output produksi. Contohnya seperti biaya tenaga kerja harian dan biaya bahan baku.
Manfaat Menggunakan Metode Average Cost
Menghitung average cost sebelum menetapkan harga jual produk bisa memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh:
- Menentukan harga produk dengan lebih tepat: Dengan mengetahui biaya rata-rata per unit, perusahaan lebih mudah menetapkan harga jual yang sesuai dan kompetitif di pasar.
- Mengukur pengeluaran per unit barang: Biaya rata-rata membantu perusahaan memahami berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk setiap unit produk yang diproduksi.
- Mengurangi risiko kerugian: Perusahaan dapat meminimalisasi kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi sehingga risiko kerugian bisa ditekan.
- Mendukung pencapaian laba penjualan: Dengan perhitungan biaya yang lebih akurat, perusahaan dapat merencanakan margin keuntungan dari setiap produk yang dijual.
- Memberikan keuntungan jangka panjang: Penerapan average cost secara konsisten membantu perusahaan menjaga stabilitas keuangan dan memperoleh keuntungan berkelanjutan.
Mengapa Menghitung Average Cost itu Penting?
Perusahaan akan mengalami kerugian finansial, jika harga jual produk yang perusahaan terapkan di bawah biaya rata-rata. Selain itu, pemahaman terhadap biaya rata-rata juga membantu dalam memahami bagaimana biaya produksi dapat berfluktuasi seiring dengan permintaan musiman dan efisiensi produksi.
Maka dari itu, pentingnya memahami konsep biaya total rata-rata terletak pada keputusan penetapan harga yang perusahaan ambil. Dengan menghitung biaya total rata-rata, perusahaan dapat menormalisasi atau meratakan biaya per unit produksi secara keseluruhan.
Rumus Average Cost
Berikut ini adalah rumus untuk menghitung biaya total rata-rata.
Rumus:
Average Cost (AC) = TC/Q
AC = Avarage Cost
TQ = Total Biaya Produksi
Q = Jumlah Unit Produksi Keseluruhan
Jadi, angka biaya total rata-rata (average cost) diperoleh dari membagi total biaya produksi (TC) dengan jumlah unit yang diproduksi (Q).
Sebagai contoh, misalkan diketahui nilai unsur-unsur perhitungan berikut:
Total biaya produksi (TC): Rp2.000.000.000
Jumlah unit yang diproduksi (Q): 2.000 unit
Menurut rumus di atas, nilai average cost dapat dihitung sebagai berikut:
Average Cost (AC) = TC / Q
= Rp2.000.000.000 / 2.000
= Rp1.000.000
Maka, didapatlah angka average cost yaitu Rp1.000.000 per unit.
Keuntungan dan Kerugian Metode Average Cost

Keuntungan utama dari menghitung biaya rata-rata yaitu perusahaan dapat menghindari kesulitan dalam melacak biaya individual dari setiap unit. Namun, metode ini tidak cocok untuk semua bisnis, terutama bagi perusahaan yang menangani barang atau jenis barang yang unik seperti barang antik atau perhiasan.
Selain itu, metode ini tidak cocok digunakan ketika biaya produksi cenderung naik atau turun karena laporan keuangan tidak akurat jika biaya selama periode tersebut fluktuatif.
Tetapi, metode biaya rata-rata bisa menjadi solusi bagi perusahaan dalam perencanaan jangka panjang dan pembuatan anggaran keuangan usaha, terutama ketika didukung oleh sistem akuntansi perusahaan yang mampu mengelola data biaya bahan baku secara lebih efisien.
Strategi Mengatur Average Cost agar Perhitungan Stok Konsisten
Mengatur biaya rata-rata secara konsisten penting agar nilai persediaan dan HPP tetap selaras saat transaksi padat dan harga beli berubah. Dampaknya, selisih stok berkurang, koreksi jurnal tidak sering terjadi, dan laporan keuangan lebih stabil.
Mulailah dari pencatatan penerimaan barang yang sesuai mencakup kuantitas, harga unit, diskon, dan ongkir. Dengan aplikasi integrasi akuntansi, data pembelian, persediaan, dan jurnal dapat tersinkron otomatis sehingga pembaruan average cost lebih rapi dan minim kesalahan input.
Agar hasilnya tetap konsisten, lakukan rekonsiliasi kartu stok dengan pencatatan akuntansi, tinjau retur serta transaksi backdated, dan tetapkan cut-off akhir periode dengan jelas.
Dalam praktiknya, Morin telah mempercayakan HashMicro untuk mendukung pengelolaan average cost agar perhitungan stok tetap konsisten dan mudah dipantau.
Kesimpulan
Perhitungan biaya rata-rata yang konsisten membantu bisnis menetapkan harga jual lebih rasional karena nilai persediaan dan HPP tercatat jelas. Saat proses masih manual dan data tersebar selisih stok serta perubahan biaya sering terlambat terbaca, sehingga keputusan harga dan margin jadi kurang akurat.
Karena itu, banyak perusahaan mulai merapikan perhitungan biaya rata-rata melalui sistem akuntansi yang terintegrasi, agar pembelian, persediaan, dan jurnal saling tersinkron otomatis. Pendekatan ini membuat pembaruan average cost lebih stabil, meminimalkan salah input, dan mempercepat pelaporan saat transaksi tinggi.
Jika Anda ingin memastikan metode yang paling tepat untuk alur persediaan dan kebutuhan bisnis Anda, Anda dapat menjadwalkan konsultasi untuk membahas kondisi operasional saat ini serta opsi solusi yang paling relevan.
Pertanyaan Seputar Average Cost
-
Apa yang dimaksud TC, TFC, dan TVC?
Biaya total/total cost (TC) adalah jumlah dari semua biaya yang diperlukan. Total fixed cost (TFC) adalah jumlah biaya untuk sumber daya tetap (fixed input). Fixed costs tidak berubah sejalan peningkatan produk. Total variable cost (TVC) adalah jumlah biaya untuk sumber daya yang bersifat variabel.
-
Kapan metode average cost paling cocok digunakan?
Metode ini cocok untuk bisnis dengan barang yang relatif homogen atau sulit dibedakan per batch, serta ketika harga beli sering berubah sehingga perusahaan butuh nilai persediaan yang lebih stabil.
-
Apa perbedaan average cost dengan FIFO?
Average cost menggunakan biaya rata-rata untuk menentukan nilai persediaan dan HPP, sedangkan FIFO menggunakan biaya barang yang pertama masuk sebagai dasar penjualan atau pengeluaran stok terlebih dahulu.






