CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Metode Akuntansi Kas dan Akrual dalam Bisnis

Diterbitkan:

Pencatatan akuntansi sering menjadi tantangan bagi perusahaan karena kesalahan kecil dapat menimbulkan dampak besar pada laporan keuangan. Tanpa metode pencatatan akuntansi yang tepat, data finansial sulit diandalkan untuk mendukung keputusan bisnis.

Banyak bisnis masih menggunakan metode pencatatan dalam akuntansi secara manual, yang rentan menimbulkan human error dan keterlambatan laporan. Sehingga manajemen telat melihat arus kas, piutang, hingga beban yang sebenarnya.

Solusinya, perusahaan perlu menentukan metode pencatatan yang paling sesuai, yaitu metode kas atau metode akrual. Dengan metode yang tepat, pencatatan jadi lebih konsisten, laporan lebih cepat dibaca, dan keputusan bisnis bisa diambil berdasarkan angka yang benar.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Key Takeaways

      Apa itu Metode Pencatatan Akuntansi Berbasis Kas?

      metode akuntansi kas

      Metode pencatatan akuntansi berbasis kas adalah pencatatan transaksi keuangan hanya pada saat uang kas masuk atau keluar dari perusahaan. Dalam metode ini, pendapatan dicatat ketika uang kas diterima, dan biaya dicatat ketika uang kas dibayar.

      Contoh sederhana dari penggunaan metode ini adalah ketika perusahaan menjual produk atau jasa dan menerima pembayaran secara tunai, maka pendapatan akan dicatat pada saat uang kas diterima. Demikian pula, ketika perusahaan membayar biaya operasional dengan uang kas, maka mencatat biaya tersebut pada saat pembayaran uang kas.

      Meskipun pencatatan akuntansi berbasis kas cukup sederhana, namun metode ini memiliki kelemahan dalam hal menghasilkan laporan keuangan yang kurang akurat. Ini karena tidak adanya pengakuan atas transaksi yang belum diuangkan dan sulitnya membedakan antara pendapatan dari penjualan kredit yang dihasilkan. 

      Apa itu Metode Pencatatan Akuntansi Berbasis Akrual?

      metode akuntansi akrual

      Metode pencatatan akuntansi berbasis akrual adalah metode yang mencatat transaksi saat kejadian ekonomi terjadi, bukan saat kas diterima atau dibayarkan. Jadi, pendapatan diakui saat penjualan/jasa diberikan, sedangkan biaya dicatat saat kewajiban muncul.

      Contohnya, ketika perusahaan melakukan penjualan kredit, pendapatan dicatat pada tanggal penjualan meskipun pembayaran belum masuk. Begitu juga saat perusahaan menerima faktur pembelian dari pemasok, biaya dicatat saat faktur diterima, bukan saat dibayar.

      Berikut cara kerja metode pencatatan akuntansi berbasis akrual:

      • Pencatatan pendapatan: Pendapatan dicatat ketika terjadi penjualan atau hak atas jasa sudah diperoleh, baik penjualan tunai maupun kredit, meskipun kas belum diterima.

      • Pencatatan biaya: Biaya dicatat saat beban atau kewajiban muncul (misalnya biaya operasional, pembelian barang/jasa), meskipun pembayaran belum dilakukan.

      • Pencatatan piutang dan utang: Piutang dicatat ketika terjadi penjualan kredit, sedangkan utang dicatat ketika perusahaan menerima tagihan/faktur dari pemasok atau vendor.

      • Penyesuaian akhir periode: Di akhir bulan/tahun, perusahaan melakukan penyesuaian atas transaksi yang sudah terjadi tetapi belum tercatat atau perlu diselaraskan nilainya, seperti piutang/utang, persediaan, penyusutan aset tetap, dan penyesuaian lainnya.

      • Penyusunan laporan keuangan: Setelah penyesuaian selesai, perusahaan menyusun laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas berdasarkan angka yang sudah diperbarui.

      Metode akrual membuat laporan lebih mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya, tetapi penerapannya cenderung lebih kompleks dan perlu pencatatan yang rapi.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Perbedaan Metode Kas dan Akrual

      Berikut adalah perbedaan antara metode pencatatan akuntansi berbasis kas (cash basis) dan berbasis akrual (accrual basis):

      Aspek Metode Kas Metode Akrual
      Waktu pencatatan Transaksi dicatat saat kas diterima atau dibayarkan. Transaksi dicatat saat terjadi, meski kas belum diterima/dibayar.
      Keakuratan Kurang menggambarkan kondisi keuangan sebenarnya karena hanya mengikuti pergerakan kas. Lebih mencerminkan kinerja keuangan karena mengakui pendapatan dan beban saat terjadi.
      Kemudahan penggunaan Lebih sederhana dan mudah diterapkan, terutama untuk bisnis kecil. Lebih kompleks dan butuh pemahaman akuntansi yang lebih rapi.
      Arus kas Lebih jelas untuk memantau arus kas karena pencatatan mengikuti kas masuk/keluar. Tidak langsung menunjukkan arus kas karena transaksi diakui meski kas belum bergerak.
      Analisis tren Kurang mendukung analisis tren karena data bisa “lompat” mengikuti kas. Lebih kuat untuk analisis tren karena pencatatan konsisten sesuai periode terjadinya transaksi.

      Perbedaan ini membuat metode kas lebih cocok untuk kebutuhan pencatatan sederhana dan pemantauan kas harian. Sementara itu, metode akrual lebih tepat untuk perusahaan yang butuh laporan keuangan yang lebih representatif untuk evaluasi kinerja dan pengambilan keputusan.

      Contoh Penerapan Metode Kas dan Akrual

      Contoh penerapan metode kas

      1. Penjualan kredit
      PT Sinar Jaya menjual barang senilai Rp10.000.000 pada 10/02/26, tetapi pelanggan baru membayar 25/02/26.
      Pencatatan: Pendapatan baru dicatat pada 25/02/26 saat uang diterima.

      2. Biaya listrik belum dibayar
      Tagihan listrik Februari Rp2.000.000 diterima 28/02/26, dibayar 05/03/26.
      Pencatatan: Beban listrik baru dicatat pada 05/03/26 saat kas keluar.

      Contoh penerapan metode akrual

      1. Penjualan kredit
      PT Sinar Jaya menjual barang senilai Rp10.000.000 pada 10/02/26, pelanggan membayar 25/02/26.
      Pencatatan: Pendapatan dicatat pada 10/02/26 saat penjualan terjadi, dan muncul piutang usaha.

      2. Biaya listrik belum dibayar
      Tagihan listrik Februari Rp2.000.000 diterima 28/02/26, dibayar 05/03/26.
      Pencatatan: Beban listrik dicatat pada Februari saat kewajiban muncul, dan tercatat sebagai utang sampai dibayar.

      Tantangan Metode Kas dan Akrual

      Menggunakan metode pencatatan basis kas dan basis akrual memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah beberapa masalah yang mungkin muncul dengan menggunakan kedua metode tersebut:

      Basis kas:

      Keterlambatan informasi

        • Masalah: Pencatatan basis kas mencatat transaksi ketika kas diterima atau dibayarkan. Hal ini dapat menghasilkan informasi yang terlambat, tidak memberikan gambaran waktu yang akurat tentang kinerja keuangan.

      Kurang akurat untuk pemantauan jangka panjang

          • Masalah: Metode kas mungkin kurang akurat untuk pemantauan jangka panjang, terutama jika perusahaan ingin melihat kinerja keuangan yang mencakup seluruh siklus hidup transaksi.

      Ketidakpastian arus kas

        • Masalah: Kesulitan memprediksi arus kas di masa depan karena informasi hanya dicatat saat uang bergerak, bukan pada saat transaksi terjadi.

      Basis akrual:

      Utang yang tidak terlihat

        • Masalah: Basis akrual mencatat transaksi saat terjadi, bahkan jika uang belum diterima atau dibayarkan. Ini dapat menyebabkan ketidakpastian mengenai ketersediaan kas sebenarnya.

      Kompleksitas pencatatan

        • Masalah: Memerlukan pencatatan yang lebih kompleks dan pemahaman yang mendalam tentang prinsip akuntansi. Ini bisa menjadi tantangan terutama untuk bisnis kecil yang mungkin tidak memiliki sumber daya atau keahlian akuntansi yang memadai.

      Kesulitan penilaian keuangan

        • Masalah: Mengukur keuangan perusahaan bisa menjadi lebih sulit karena pendapatan dan biaya dicatat segera, bahkan jika pembayaran atau penerimaan uangnya tertunda.

      Pertimbangan pajak

        • Masalah: Beberapa negara mungkin mengharuskan perusahaan untuk membayar pajak atas pendapatan yang diakui, bahkan jika uangnya belum diterima.

      Metode mana yang Cocok untuk Bisnis Anda?

       

      metode-akuntansi-yang-cocok

      Pemilihan metode pencatatan yang cocok untuk bisnis Anda tergantung pada jenis bisnis dan tujuan. Berikut adalah beberapa pertimbangan untuk memilih pencatatan akuntansi yang tepat untuk bisnis Anda:

      1. Ukuran bisnis: Jika bisnis Anda kecil, pencatatan akuntansi berbasis kas mungkin lebih cocok, karena lebih sederhana dan mudah untuk diimplementasikan. Namun, jika bisnis Anda besar dan kompleks, pencatatan akuntansi berbasis akrual mungkin lebih tepat, karena memberikan informasi yang lebih akurat tentang kinerja keuangan perusahaan.
      2. Jenis bisnis: Jika bisnis Anda bergerak dalam bidang jasa, pencatatan akuntansi berbasis akrual mungkin lebih cocok, karena memperoleh pendapatan pada saat jasa tersebut diberikan. Namun, jika bisnis Anda bergerak dalam bidang perdagangan, pencatatan akuntansi berbasis kas lebih cocok, karena transaksi berlangsung pada saat menerima uang kas.
      3. Tujuan informasi keuangan: Jika tujuan informasi keuangan adalah untuk melacak arus kas, maka pencatatan akuntansi berbasis kas lebih tepat. Namun, jika tujuan informasi keuangan adalah untuk melacak kinerja bisnis dari waktu ke waktu, akuntansi berbasis akrual lebih cocok.
      4. Pemenuhan persyaratan perpajakan: Pihak pajak sering kali mengharuskan bisnis untuk menggunakan pencatatan akuntansi berbasis akrual untuk memenuhi persyaratan perpajakan.

      Dalam memilih metode pencatatan akuntansi, sebaiknya juga mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan tenaga akuntansi atau keuangan Anda untuk menerapkannya. Penting untuk mencari saran dari akuntan keuangan yang berpengalaman untuk membantu memilih pencatatan akuntansi yang tepat untuk bisnis Anda.

      Baca juga : 12 Aplikasi Laporan Penjualan Terbaik untuk Bisnis

      Expert's Review

      “Pencatatan berbasis akrual yang rumit dapat dipermudah lewat otomatisasi dan integrasi sistem, sehingga laporan keuangan perusahaan lebih cepat dan akurat.”

      — Jennifer Santoso, CA, CFA, CPA, Head of Finance and Accounting

      Kesimpulan

      Metode kas dan metode akrual sama-sama digunakan untuk mencatat transaksi, tetapi berbeda pada waktu pengakuan pendapatan dan biaya. Metode kas mencatat saat kas bergerak, sedangkan metode akrual mencatat saat transaksi terjadi.

      Pemilihan metode perlu disesuaikan dengan skala bisnis, pola transaksi, kebutuhan laporan, serta ketentuan perpajakan yang berlaku. Dengan metode yang tepat, perusahaan dapat membaca arus kas, piutang, utang, dan beban secara lebih jelas.

      Agar laporan tidak telat dan minim koreksi, perusahaan perlu menjaga konsistensi pencatatan dan memastikan bukti transaksi tercatat pada periode yang benar. Langkah ini membantu laporan lebih cepat disusun dan lebih kuat sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan.

      FAQ

      • Kapan bisnis sebaiknya menggunakan metode kas dibanding metode akrual?

        Metode kas lebih sesuai untuk bisnis kecil dengan transaksi sederhana yang fokus memantau kas masuk dan kas keluar harian. Metode akrual lebih tepat ketika bisnis mulai banyak transaksi kredit, butuh laporan kinerja per periode yang lebih representatif, atau harus mengikuti ketentuan pelaporan dan perpajakan tertentu.

      • Apa dampak metode kas dan akrual terhadap laporan laba rugi, neraca, dan arus kas?

        Pada metode kas, laba rugi sangat dipengaruhi waktu pembayaran sehingga angka pendapatan dan beban bisa terlihat “naik-turun” mengikuti kas. Pada metode akrual, laba rugi lebih mencerminkan kinerja periode berjalan karena pendapatan dan beban diakui saat terjadi, sementara neraca akan menampilkan piutang dan utang lebih jelas. Untuk arus kas, metode kas lebih langsung terbaca, sedangkan metode akrual tetap memerlukan laporan arus kas terpisah untuk melihat pergerakan kas sebenarnya.

      • Bagaimana cara mencatat penjualan kredit dan tagihan vendor pada metode kas vs akrual?

        Pada metode kas, penjualan kredit baru dicatat sebagai pendapatan saat pembayaran diterima, dan tagihan vendor baru dicatat sebagai biaya saat dibayar. Pada metode akrual, penjualan kredit dicatat sebagai pendapatan saat transaksi terjadi dan muncul piutang, sedangkan tagihan vendor dicatat sebagai biaya saat kewajiban muncul dan tercatat sebagai utang hingga dilunasi.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya