Dalam mengelola suatu perusahaan, sudah pasti adanya aliran kas atau uang keluar dan masuk, catatan tentang keluar masuk barang maupun kehilangan serta terdapat data tentang inventori perusahaan.
Dalam hal pembukuan, setidaknya ada dua jenis pembukuan yang kerap perusahaan gunakan yakni single entry dan double entry. Pada artikel kali ini akan membahas tentang perbedaan kedua hal tersebut.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa itu Single Entry dan Double Entry System
Single Entry System
Single Entry System adalah metode pembukuan di mana setiap transaksi dicatat hanya satu kali. Pencatatan berfokus pada arus kas, sehingga setiap penerimaan dicatat sebagai kas masuk dan setiap pembayaran sebagai kas keluar. Sistem ini sederhana dan mudah digunakan.
Metode ini umumnya dipakai untuk melaporkan hasil usaha seperti laporan laba rugi, terutama dalam memantau penerimaan dan pengeluaran tunai. Karena hanya berbasis kas, pencatatannya tidak mencerminkan kondisi keuangan secara menyeluruh.
Catatan terkait aset dan kewajiban biasanya dipisahkan dari buku kas utama. Dalam praktiknya, sistem ini menggunakan kolom khusus untuk sumber dan penggunaan kas, serta menampilkan saldo awal dan saldo akhir periode.
Aplikasi pembukuan untuk single entry seperti ini biasanya berguna untuk melaporkan hasil usaha, seperti laporan laba-rugi.
Double Entry System
Pada konsep sistem double entry, setiap transaksi akan menghasilkan dua efek yang harus diperhitungkan yang dikenal sebagai prinsip dualitas. Efek pertama adalah kolom kredit dan kedua adalah kolom debit, yang mana kedua kolom tersebut harus memiliki total nilai yang sama atau seimbang.
Setiap akun akan mempunyai posisi normal pada kedua sisi kolom. Kolom debit akan tercata ketika ada kondisi aset atau adanya peningkatan biaya dan kolom kredit akan terisi ketika terjadi ekuitas atau aset yang mengalami peningkatan.
Prinsip ini berarti walaupun perusahaan mengeluarkan uang dari akun perusahaan, maka perusahaan akan mendapatkan sesuatu sebagai imbalan.
Bagaimana Cara Kerja Pembukuan Single Entry System dan Double Entry System
Cara kerja pembukuan single entry dan double entry berbeda tergantung dari jenis bisnis yang dijalankan. Dibawah ini adalah contoh pembukuan menggunakan single entry system:

Sedangkan dibawah ini adalah contoh double entry system:

Perbedaan Single Entry System dan Double Entry System
Single entry dan double entry adalah dua cara dasar pembukuan transaksi keuangan yang ada pada dunia akuntansi, perbedaan keduanya sebagai berikut:
| Single Entry | Double Entry | |
|---|---|---|
| Fokus Pencatatan | Hanya mencatat penerimaan dan pengeluaran kas tanpa rincian aset atau kewajiban. | Mencatat seluruh elemen keuangan seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. |
| Alasan Digunakan | Dipilih karena sederhana dan praktis untuk bisnis kecil dengan transaksi terbatas. | Digunakan untuk memenuhi kebutuhan laporan keuangan lengkap dan transparansi bisnis. |
| Keunggulan | Mudah diterapkan, tidak memerlukan pemahaman akuntansi mendalam, dan hemat waktu. | Lebih akurat, memudahkan pelacakan transaksi, serta mendukung proses audit. |
| Kesesuaian Skala Bisnis | Cocok untuk usaha kecil atau kepemilikan tunggal tanpa kebutuhan audit eksternal. | Cocok untuk perusahaan menengah dan besar dengan utang, piutang, dan pengawasan pihak lain. |
| Keterbatasan | Tidak memberikan gambaran keuangan menyeluruh dan kurang cocok untuk kebutuhan pajak atau audit. | Lebih kompleks dan membutuhkan sistem serta pemahaman akuntansi yang lebih baik. |
Implementasi Sistem Pembukuan Single Entry dan Double Entry di Indonesia
Beberapa UMKM mikro di Bandung menggunakan sistem Single Entry untuk mencatat arus kas sederhana. Studi menunjukkan bahwa meskipun pencatatan sering kurang terstruktur, penggunaan Single Entry mampu meningkatkan ketepatan arus kas dan mempermudah pelaporan keuangan sederhana pada usaha kecil.
Sebaliknya, praktik Double Entry diterapkan oleh pelaku UMKM di Surakarta, di mana pembukuan ganda membantu meningkatkan transparansi dan pengawasan transaksi. Implementasi metode ini, bila digabungkan dengan pemasaran digital, terbukti dapat membantu dalam memahami kondisi keuangan dan mendorong pertumbuhan omzet.
Sumber:
- Single-Entry Financial Accounting Literacy for Micro-Enterprises: Case Study on Micro Knitwear Business in Bandung City
- PENERAPAN MODEL PEMBUKUAN DOUBLE ENTRY DAN PEMASARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN OMZET TRANSAKSI PADA INDUSTRI LILIN REPLIKA DI JOYOSURAN SURAKARTA
Baca Juga : 5 Tips Pembukuan yang Efisien untuk Setiap Pemilik Bisnis
Kesimpulan
Single Entry dan Double Entry merupakan dua metode dasar pembukuan dengan tingkat kompleksitas yang berbeda. Single Entry berfokus pada pencatatan arus kas masuk dan keluar, sehingga lebih sederhana namun kurang memberikan gambaran keuangan menyeluruh.
Sebaliknya, Double Entry mencatat setiap transaksi pada sisi debit dan kredit sehingga menghasilkan laporan keuangan yang lebih lengkap dan seimbang. Metode ini lebih akurat untuk memantau aset, kewajiban, serta kinerja keuangan bisnis secara keseluruhan.
Pemilihan metode pembukuan sebaiknya disesuaikan dengan skala dan kebutuhan bisnis. Usaha kecil dengan transaksi sederhana dapat menggunakan Single Entry, sedangkan bisnis yang berkembang dan memerlukan transparansi tinggi lebih disarankan menggunakan Double Entry.





