Sejak perkenalannya di tahun 1990, tren dalam evolusi aplikasi ERP telah berkembang secara drastis. Pada tahun 1990-an, software ERP tidak skalabel dan fleksibel, sehingga memerlukan banyak modifikasi untuk terhubung dengan sistem lain. Namun, saat ini, banyak ERP telah terintegrasi dengan AI dan Machine Learning (ML) sejak awal.
Banyak perusahaan yang sedang meningkatkan aplikasi ERP mereka. Laporan Panorama Consulting Groups menemukan bahwa jumlah perusahaan yang menggunakan AI dengan ERP meningkat, dari 53.4% di 2024 ke 72.6% di 2025. Mereka juga melaporkan bahwa 83.7% dari responden telah menerapkan analitik prediktif secara signifikan atau moderat. Jadi, Anda harus tetap up-to-date dengan perkembangan ERP terkini.
Key Takeaways
ERP pertama kali muncul pada tahun 1990-an, di mana banyak perusahaan mulai menggunakannya. Pada tahun 2000-an, ERP II dan ERP berbasis internet menjadi populer. Satu dekade kemudian, cloud ERP dan SaaS menjadi tren.
Beberapa tren ERP saat ini adalah AI, big data analysis, blockchain, cloud ERP, custom ERP, ERP modular, green ERP, IoT, mobile ERP, dan vertical ERP.
Anda perlu memperbarui sistem, membersihkan data, dan mengaudit kinerja sistem secara rutin untuk mempersiapkan software ERP.
Daftar Isi:
Evolusi dalam Tren Sistem ERP

Sejak munculnya sistem ini di tahun 1990-an, ERP telah melewati beberapa tren penting. Berikut beberapa tren dalam evolusi aplikasi ERP:
1. 1990an
Istilah “ERP” pertama kali dicetuskan pada tahun 1990-an oleh Gartner. Konsep ini adalah perkembangan dari Material Requirement Planning (MRP) dan Manufacturing Resource Planning (MRP II). Sistem ERP mencakup banyak proses bisnis, seperti HR dan finansial. Karena itu, banyak perusahaan yang mengadopsinya di dekade ini.
Tren dekade ini: ERP system.
2. 2000an
Pada tahun 2000, Gartner menciptakan istilah “ERP II”. Jika dibandingkan dengan ERP di tahun 1990-an; konsep ini mencakup fungsi manajemen, seperti CRM (Customer Relationship Management) dan SRM (Supplier Relationship Management). Dekade ini juga menyaksikan munculnya ERP berbasis website.
Tren dekade ini: ERP II dan web-based ERP.
3. 2010an
Setelah cloud-based ERP system menjadi populer di akhir tahun 2000-an, adopsinya meningkat di tahun 2010-an. Banyak bisnis yang beralih dari ERP tradisional ke cloud-based ERP system. Biaya implementasi yang lebih rendah dan aksesibilitas yang lebih tinggi menarik perhatian bisnis kecil-menengah. Pada waktu yang sama, jumlah aplikasi ERP yang menawarkan SaaS (Software as a Service) meningkat.
Tren dekade ini: Cloud ERP dan SaaS.
4. 2020an – sekarang
Sekarang, tren ERP terkini adalah sistem ERP dengan smart technology. Dengan perkembangan AI, vendor mulai mengintegrasikan Natural Learning Processing (NLP) dan digital assistant (chatbot) ke dalam sistem ERP. Sama halnya dengan smart technology, seperti Internet of Thing (IoT) dan predictive analytics.
Tren dekade ini: smart ERP.
Tren Terkini Sistem ERP
Saat ini, terdapat banyak tren terkait aplikasi ERP. Meskipun sebagian besar dapat disederhanakan ke AI dan smart technology, sebenarnya ada lebih banyak lagi:
- AI: Software ERP yang memiliki built-in AI, seperti Machine Learning (ML). Melalui algoritmanya, sistem ini dapat membuat keputusan dan prediksi sendiri.
- Big data analytics: Sistem dengan kemampuan sistematis untuk memproses dan berbagai jenis data. Aplikasi ini dapat menganalisis informasi menggunakan descriptive, diagnostic, preventive dan prescriptive analytics.
- Blockchain: Sistem ERP yang terintegrasi dengan blockchain, sehingga Anda tidak dapat mengubah riwayatnya.
- Cloud ERP: ERP berbasis cloud. Berbeda dari ERP on-premise, vendor lah yang menghosting sistem ERP di servernya.
- Custom ERP: Sistem yang dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan dan melengkapi proses bisnis Anda. Jadi, perusahaan Anda memiliki kontrol penuh atasnya.
- ERP modular: Software yang dapat Anda bangun dari modul-modul yang tersedia.
- Green ERP: ERP eco-conscious, dengan keberlanjutan lingkungan dalam inti prosesnya. Software ini membantu Anda mengurangi dampak lingkungan dan mengelola limbah.
- IoT: ERP dengan fitur Internet of Thing (IoT). Dalam sistem ini, smart technology akan merekam data, lalu ERP akan mengelolanya.
- Mobile ERP: Aplikasi yang dapat diakses via perangkat seluler, di mana saja kapan saja.
- Vertical ERP: ERP software yang dirancang untuk industri tertentu. Anda dapat memodifikasi sistem ini agar standar dan regulasi spesifik industri terpenuhi.
Tren Masa Depan Sistem ERP
Di masa depan, ada beberapa tren ERP yang harus Anda perhatikan agar tetap up-to-date:
1. ERP dengan fokus ESG
Seiring meningkatnya perhatian terhadap ESG, perusahaan perlu menghubungkan ERP software dengan ESG framework. Software ini mencatat data lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan Anda secara otomatis. Dari situ, Anda dapat mengelola dampak perusahaan Anda via memantau ESG score dan mengaudit implementasi ESG.
2. Two-tier ERP
Two-tier ERP adalah strategi menjalankan dua sistem di dua tingkatan berbeda. Tingkat pertama merupakan software utama bisnis, sedangkan tingkat kedua adalah aplikasi ERP anak perusahaan atau kantor regional. Lewat sistem bertingkat ini, Anda dapat mengurangi biaya TCO. Karena itu, perusahaan cenderung menggunakan two-tier ERP selama ekspansi dan akuisisi bisnis lain.
3. Autonomous ERP
Autonomous ERP adalah sistem dengan built-in AI yang dapat mengambil keputusan sendiri. Pertama, AI belajar dari user dan data yang tersedia. Kemudian, agen ini akan mengotomatiskan tugas dan pengambilan tindakan, sehingga meminimalkan keterlibatan manusia dan mengefisiensikan operasional bisnis Anda.
Salah satu sistem yang dapat Anda pertimbangkan adalah HMX dari HashMicro. Software ini menggunakan Natural Learning Processing (NLP) dalam UX-nya dan memiliki karyawan AI virtual yang dapat mengotomatiskan tugas tanpa campur tangan manusia.
Tips Menyiapkan Sistem ERP untuk Masa Depan
Sebagai persiapan menghadapi tren di masa mendatang, Anda sebaiknya menerapkan tips-tips berikut pada sistem Anda:
1. Perbarui software secara rutin
Bersikap proaktif dan pastikan sistem Anda up-to-date dengan update terbaru. Kembangkan maintenance dan upgrade plan lebih dulu. Kemudian; lakukan pemeliharaan korektif, preventif, adaptif, dan preskriptif. Ini akan mengurangi downtime dan biaya maintenance.
2. Bersihkan data secara berkala
Lakukan data cleansing dengan rutin. Pertama, Anda perlu mengevaluasi data Anda. Lalu, standarkan format data dalam aplikasi ERP. Baru setelah ini, Anda dapat menghapus data yang duplikat dan melengkapi data yang hilang.
Catatan: Untuk mempermudah manajemen data, susun data protocol terlebih dulu dan backup data Anda secara teratur.
3. Audit kinerja sistem
Tinjau sistem ERP Anda dan pantau kinerjanya. Anda harus memeriksa kustomisasi dan integrasi software Anda untuk menjaga kesehatan sistem. Aspek lain yang perlu Anda fokuskan adalah:
- Kepatuhan sistem terhadap peraturan yang berlaku,
- Langkah-langkah keamanan sistem,
- Masalah dan tantangan umum terkait sistem,
- Pengalaman karyawan dengan sistem, dan
- Pengaruh sistem terhadap proses bisnis.
Macam-macam Sistem ERP di Indonesia
Sekarang, ada banyak produk ERP yang tersedia di Indonesia, baik dari vendor global maupun lokal. Beberapa di antaranya adalah SAP Business One/SAP S/4HANA, Oracle NetSuite, Microsoft Dynamics 365, Odoo, HashMicro, Accurate Online, Mekari Jurnal, Epicor, Infor CloudSuite, Acumatica, Ecount ERP, RUN System, Impact ERP, MASERP, Ukirama ERP, dan EQUIP ERP.
Untuk perusahaan besar, produk seperti SAP, Oracle NetSuite, dan Microsoft Dynamics 365 banyak digunakan karena mampu mendukung proses bisnis yang kompleks, terintegrasi, dan berskala besar. Sementara itu, software seperti Odoo, HashMicro, Accurate Online, Mekari Jurnal, Ecount ERP, dan beberapa ERP lokal lainnya sering menjadi pilihan karena fleksibel, mudah diimplementasikan, serta sesuai dengan kebutuhan bisnis di Indonesia.
Dengan banyaknya pilihan tersebut, perusahaan kini dapat memilih ERP berdasarkan skala bisnis, industri, kebutuhan fitur, dan anggaran. Kehadiran berbagai solusi ERP global dan lokal juga membuat bisnis di Indonesia memiliki lebih banyak opsi untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, dan mempersiapkan sistem yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
Kesimpulan
Perkembangan sistem ERP menunjukkan bahwa teknologi ini terus berevolusi mengikuti kebutuhan bisnis, mulai dari ERP tradisional, cloud ERP, hingga smart ERP yang didukung AI, IoT, dan analitik prediktif. Dengan memahami tren ini, perusahaan dapat lebih mudah menentukan sistem yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi dan integrasi operasional.
Sekarang, pilihan ERP di Indonesia juga semakin beragam, baik dari vendor global maupun lokal. Dengan sistem yang tepat, rutin diperbarui, data yang terkelola dengan baik, dan audit kinerja berkala, perusahaan dapat mempersiapkan bisnisnya agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi di masa depan.
Pertanyaan Seputar Tren dalam Evolusi Sistem ERP
-
Apa itu sistem ERP dan apa contohnya?
Sistem ERP adalah sistem yang menggabungkan berbagai proses bisnis dalam satu software. Aplikasi ini mencatat dan menyimpan data operasional dalam satu database terpusat. Contoh dari ERP adalah Epicor ERP, HashMicro ERP, Microsoft Dynamics 365, Odoo ERP, SAP S/4HANA, dan Zoho ERP.
-
Apa tujuan utama dari software ERP?
Aplikasi ERP bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya bisnis lewat integrasi aktivitas perusahaan. Sistem ini mengotomatiskan pencatatan dan tugas rutin lainnya. Anda dapat mengambil keputusan bisnis berbasis data, menggunakan data analitik dalam dashboard software.
-
ERP berkembang dari konsep apa?
ERP berkembang dari konsep Material Requirement Planning (MRP) dan Manufacturing Resource Planning (MRP II). MRP pertama muncul di tahun 1964, sementara MRP II baru muncul pada tahun 1980-an. MRP hanya mengelola material yang dibutuhkan untuk proses manufaktur. Sebaliknya, MRP II mengelola semua sumber daya produksi.
-
ERP mencakup modul apa saja?
ERP mencakup berbagai macam modul; tetapi yang paling umum adalah Customer Relationship Management (CRM), finance, Human Resource Management (HRM), inventory management, manufaktur, procurement, supply chain management, dan warehouse management.
-
Apakah sistem ERP sudah ketinggalan zaman?
Ya dan tidak. Software ERP pada umumnya masih relevan, tetapi aplikasi ERP yang usang akan ketinggalan zaman. Sistem ERP tradisional atau warisan memiliki kinerja yang rendah. Dibandingkan dengan sistem modern, kemampuan sistem lama untuk berintegrasi dengan teknologi lain terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali.






