CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Masih Sering Tertukar, Ini Perbedaan HRD dan Personalia di Perusahaan

Diterbitkan:

Di banyak perusahaan, istilah HRD dan personalia masih sering dipakai secara bergantian. Padahal, keduanya tidak sepenuhnya sama. Kebingungan ini wajar, terutama karena di Indonesia istilah “HRD” sering dipakai sebagai sebutan umum untuk tim HR.

Akibatnya, banyak orang mengira semua urusan SDM—mulai dari absensi sampai program pelatihan—masuk ke fungsi yang sama, padahal fokus kerjanya berbeda.

Memahami perbedaan HRD dan personalia penting bagi perusahaan yang ingin membagi tugas HR dengan lebih jelas, terutama saat jumlah karyawan bertambah dan proses kerja mulai kompleks

Key Takeaways

  • Personalia fokus pada administrasi kepegawaian seperti data karyawan, kontrak, absensi, cuti, dan dokumen pendukung payroll.
  • HRD fokus pada pengembangan SDM seperti pelatihan, penilaian kinerja, pengembangan karier, dan talent management.
  • Software HR membantu membagi kerja lebih jelas: personalia memakai fitur core HR dan workflow administrasi, sementara HRD memakai fitur performance, learning, dan analisis SDM.

    Daftar Isi:

      Daftar Isi

      Perbedaan HRD dan Personalia 

      hr-dan-personalia

      Meskipun sama-sama berkaitan dengan pengelolaan karyawan, HRD dan personalia memiliki fokus kerja yang berbeda. Personalia lebih banyak menangani administrasi kepegawaian dan ketertiban dokumen, sedangkan HRD berfokus pada pengembangan kualitas SDM.

      Berikut gambaran yang lebih jelas tentang pembagian tugas keduanya dalam praktik kerja sehari-hari:

      1. Pengelolaan data karyawan dan dokumen

      Personalia biasanya menjadi pihak yang mengelola data induk karyawan dan dokumen kepegawaian secara harian, seperti:

      • KTP, NPWP, KK, rekening bank
      • status karyawan (PKWT/PKWTT/magang)
      • jabatan, unit kerja, atasan langsung
      • tanggal masuk, masa kontrak, tanggal berakhir kontrak
      • surat pengangkatan, perpanjangan kontrak, mutasi, promosi, resign
      • dokumen administrasi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan

      Sementara itu, HRD biasanya tidak menangani pengarsipan dokumen satu per satu. HRD lebih memanfaatkan data tersebut untuk kebutuhan yang lebih strategis, misalnya:

      • melihat masa kerja karyawan untuk program pengembangan
      • memetakan kebutuhan pelatihan berdasarkan jabatan/divisi
      • membaca data mutasi/promosi untuk evaluasi talent pipeline

      2. Absensi, cuti, dan lembur

      Personalia umumnya menangani proses administrasi absensi, cuti, dan lembur dari awal sampai siap dipakai untuk payroll, seperti:

      • memantau kehadiran harian
      • memeriksa keterlambatan, pulang cepat, atau ketidakhadiran
      • memverifikasi pengajuan cuti dan lembur beserta approval atasan
      • merekap data bulanan untuk penggajian
      • menindaklanjuti data yang janggal (misalnya lupa check-in/out)

      Karena proses ini berkaitan langsung dengan penggajian dan hak karyawan, personalia perlu bekerja dengan deadline yang ketat, terutama mendekati periode payroll.

      HRD biasanya mulai terlibat ketika data absensi/lembur menunjukkan pola masalah yang lebih besar, misalnya:

      • keterlambatan tinggi di divisi tertentu
      • lembur berulang yang mengindikasikan beban kerja tidak seimbang
      • banyak cuti sakit dalam periode tertentu
      • penurunan disiplin yang berdampak ke performa tim

      3. Payroll dan administrasi kompensasi

      Dalam banyak perusahaan, personalia atau HR operations membantu menyiapkan data payroll seperti kehadiran, lembur, potongan, dan dokumen pendukung. Di beberapa perusahaan, proses hitung gaji dilakukan bersama tim payroll khusus atau finance.

      HRD lebih berperan pada sisi kebijakan dan evaluasi yang berkaitan dengan pengembangan SDM, misalnya dampak sistem penilaian kinerja terhadap skema penghargaan atau kebutuhan program retensi.

      4. Pelatihan dan pengembangan karyawan

      Area ini menjadi fokus utama HRD. HRD mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, menyusun program pengembangan, dan mengevaluasi efektivitas pelatihan agar kompetensi karyawan terus meningkat sesuai kebutuhan bisnis.

      Personalia biasanya hanya mendukung dari sisi administrasi, seperti jadwal, daftar peserta, dokumen pelatihan, atau pencatatan kehadiran training.

      5. Penilaian kinerja dan pengembangan karier

      HRD berperan lebih besar dalam menyusun kerangka penilaian kinerja, membantu proses review, serta mendorong pengembangan karier dan talent development. Tujuannya bukan hanya menilai, tetapi juga membantu karyawan berkembang.

      Personalia dapat mendukung proses ini dari sisi dokumentasi hasil evaluasi, pengarsipan form penilaian, dan administrasi tindak lanjut.

      Skill yang Dibutuhkan HRD dan Personalia

      Ringkasan Cepat: HRD vs Personalia
      Aspek HRD Personalia
      Fokus Pengembangan SDM Administrasi kepegawaian
      Kerja harian Pelatihan, appraisal, pengembangan karier Data karyawan, kontrak, absensi, cuti, lembur
      Output Program pengembangan & evaluasi kinerja Dokumen rapi & proses administrasi berjalan
      Contoh kasus Menyusun training plan / appraisal period Rekap absensi untuk payroll / update kontrak
      Tools yang dominan Performance, learning, talent Core HR, attendance, leave, payroll admin

      HRD dan personalia sama-sama bekerja di ranah sumber daya manusia, tetapi kompetensi yang paling dominan pada masing-masing fungsi biasanya berbeda.

      Skill yang Dibutuhkan dalam Fungsi Personalia

      Berikut adalah skill yang dibutuhkan oleh bagian personalia, antara lain:

      Berikut adalah skill yang dibutuhkan oleh bagian personalia:

      1. Ketelitian administrasi

      Mengecek dan menginput data absensi, cuti, lembur, kontrak kerja, perubahan status karyawan, serta data pendukung payroll secara akurat.

      2. Manajemen dokumen dan data

      Mengelola data induk karyawan, arsip kontrak, surat-menyurat HR, dokumen BPJS, dan dokumen kepegawaian agar rapi, terstruktur, dan mudah dicari.

      3. Pemahaman aturan ketenagakerjaan dan kebijakan perusahaan

      Memahami aturan kerja, jam kerja, cuti, lembur, status karyawan, serta prosedur internal perusahaan untuk menjalankan administrasi sesuai ketentuan.

      4. Disiplin proses dan manajemen waktu

      Menjalankan proses rutin sesuai jadwal, seperti rekap absensi sebelum payroll, pembaruan data, dan perpanjangan kontrak sebelum jatuh tempo.

      5. Komunikasi administratif yang jelas

      Menyampaikan informasi terkait dokumen, syarat pengajuan, status cuti/lembur, atau kebutuhan administrasi HR secara singkat dan jelas kepada karyawan maupun atasan.

      Skill yang Dibutuhkan dalam Fungsi HRD

      Berbeda dengan personalia yang lebih mengutamakan administrasi, skill HRD lebih terpaku pada empati dan kemampuan analisis yang tajam.

      Berikut adalah skill yang dibutuhkan dalam fungsi HRD:

      1. Komunikasi dan fasilitasi

      Memfasilitasi pelatihan, diskusi evaluasi, sosialisasi kebijakan, dan koordinasi lintas divisi dalam proses pengembangan karyawan.

      2. Analisis kebutuhan pengembangan karyawan

      Mengidentifikasi gap kompetensi berdasarkan jabatan, performa, target kerja, dan kebutuhan bisnis untuk menyusun program pengembangan yang tepat.

      3. Problem solving dan pengambilan keputusan

      Menganalisis isu terkait performa, engagement, turnover, atau kebutuhan pelatihan, lalu menyusun langkah tindak lanjut bersama atasan dan manajemen.

      4. Pemahaman manajemen kinerja

      Memahami alur appraisal, target kerja, feedback, evaluasi kompetensi, dan tindak lanjut pengembangan dalam proses penilaian karyawan.

      5. Empati dan active listening

      Mendengarkan masukan karyawan, memahami konteks masalah kerja, dan merespons dengan pendekatan yang profesional saat menangani isu people.

      Peran Software HR untuk HRD dan Personalia

      Software HR dipakai untuk dua kebutuhan yang berbeda: administrasi kepegawaian (personalia) dan pengembangan SDM (HRD). Karena itu, fitur yang dipakai dan tujuan penggunaannya juga berbeda.

      Peran Software HR untuk Fungsi Personalia

      smart kpi

      1. Database karyawan terpusat

      Menyimpan data induk karyawan dalam satu sistem, seperti identitas, jabatan, status kerja, kontrak, atasan langsung, dan riwayat administrasi.

      2. Administrasi absensi, cuti, dan lembur

      Mencatat kehadiran, pengajuan cuti, pengajuan lembur, serta rekap data bulanan untuk kebutuhan payroll.

      3. Persiapan data payroll

      Menyiapkan data pendukung penggajian seperti kehadiran, lembur, potongan, perubahan status karyawan, dan komponen administrasi lain, lalu biasanya dikelola dengan aplikasi payroll yang sudah ada kalkulator BPJS, tunjangan, dan lain sebagainya.

      4. Approval workflow administrasi HR

      Mengelola alur persetujuan untuk cuti, lembur, perubahan data, atau pengajuan administrasi lain dengan status yang bisa dipantau.

      5. Arsip dokumen dan riwayat administrasi

      Menyimpan kontrak kerja, surat keputusan, dokumen kepegawaian, serta riwayat perubahan data karyawan dalam satu tempat.

      6. Kebutuhan audit dan kepatuhan internal

      Menyiapkan laporan administrasi, riwayat persetujuan, dan bukti dokumen untuk pengecekan internal atau kebutuhan pelaporan.

      Peran Software HR untuk Fungsi HRD

      1. Performance appraisal

      Mengelola periode penilaian, form evaluasi, input penilaian atasan, rekap hasil, dan dokumentasi appraisal karyawan.

      2. Pencatatan pelatihan dan pengembangan

      Mencatat kebutuhan pelatihan, daftar peserta, riwayat training, serta progres pengembangan kompetensi karyawan.

      3. Talent mapping dan pengembangan karier

      Membantu pemetaan talent, rencana pengembangan karier, dan kebutuhan suksesi untuk posisi tertentu (terutama di perusahaan menengah-besar).

      4. Analisis data SDM

      Menyediakan data untuk membaca tren turnover, performa, partisipasi pelatihan, dan indikator SDM lain sebagai dasar evaluasi program.

      5. Dokumentasi tindak lanjut pengembangan

      Mencatat hasil evaluasi, rencana perbaikan, coaching plan, atau tindak lanjut pasca-penilaian/pelatihan.

      6. Employee self-service untuk proses HR

      Memberi akses karyawan untuk pengajuan, update data tertentu, atau melihat informasi HR sehingga tim HRD lebih fokus ke program pengembangan.

      Studi Kasus Deloitte dengan HRD dan Personalia yang Efektif

      Dalam case study Deloitte, sebuah institusi keuangan global (dijelaskan sebagai leading financial institution dengan lebih dari 100.000 karyawan global) memodernisasi layanan dengan integrasi software HR modern untuk mengurangi proses HR yang terfragmentasi dan email-based support.

      Masalah awal yang mereka hadapi sangat dekat dengan pekerjaan personalia/HR operations:

      • informasi HR tersebar di banyak tools/channel,
      • karyawan bingung harus menghubungi siapa,
      • banyak permintaan HR ditangani lewat email,
      • handoff antar tim tidak konsisten.

      Solusi yang diterapkan yaitu:

      • portal self-service HR terpusat,
      • case management yang terstruktur dan bisa ditrack,
      • integrasi dengan HCM untuk data karyawan yang konsisten,
      • otomatisasi 100+ layanan HR.

      Deloitte juga menyebut portal ini memungkinkan karyawan mengakses layanan HR dan mengelola hal seperti onboarding, learning, performance review, dan payroll tanpa harus selalu bergantung pada intervensi HR.

      Pada praktiknya, HRD dan personalia sering berjalan dalam satu tim, terutama di perusahaan yang masih berkembang. Meski begitu, perbedaan fokus keduanya tetap perlu dipahami agar tugas administratif, evaluasi kinerja, dan pengembangan karyawan tidak bercampur tanpa prioritas yang jelas.

      Pembagian peran yang tepat, ditambah dukungan sistem HR yang terintegrasi, membantu perusahaan mengelola proses kepegawaian dengan lebih terstruktur. Dengan begitu, tim HR dapat menjaga administrasi tetap tertib sekaligus menjalankan pengembangan SDM secara konsisten.

      FAQ Seputar HRD dan Personalia

      • Apakah HRD dan personalia itu sama?

        Tidak sama. Personalia berfokus pada administrasi kepegawaian seperti data karyawan, kontrak, absensi, dan dokumen payroll, sedangkan HRD berfokus pada pengembangan SDM seperti pelatihan, penilaian kinerja, dan pengembangan karier.

      • Mengapa istilah HRD sering digunakan untuk semua fungsi HR?

        Di Indonesia, istilah HRD sering dipakai sebagai sebutan umum untuk departemen HR. Secara konsep, HRD lebih tepat merujuk pada Human Resource Development, yaitu fungsi pengembangan karyawan, bukan seluruh administrasi kepegawaian.

      • Apakah payroll termasuk tugas HRD?

        Payroll biasanya dikelola oleh personalia atau HR Operations, terutama pada tahap pengumpulan dan verifikasi data. HRD lebih terlibat pada kebijakan kompensasi dan kaitannya dengan evaluasi kinerja atau program retensi.

      • Apakah perusahaan kecil perlu memisahkan HRD dan personalia?

        Tidak selalu. Di perusahaan kecil, satu orang HR sering menangani fungsi personalia dan HRD sekaligus. Pemisahan biasanya mulai dilakukan saat jumlah karyawan bertambah dan proses kerja semakin kompleks.

      Nur Fi'llia Nugrahani

      Content Writer

      Nuri adalah seorang spesialis dalam bidang inventory management dengan pengalaman 3 tahun. Berfokus pada penulisan yang mengangkat topik pengelolaan stok, pengendalian persediaan, dan implementasi sistem inventory digital untuk menjamin efisiensi operasional bisnis.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya