CNBC Awards

Void Transaksi dalam Jual-Beli, Apa Itu dan Cara Melakukannya

Diterbitkan:

Tidak semua transaksi yang terjadi di kasir Anda berjalan mulus. Ada kalanya pelanggan meminta Anda untuk ‘void’ atau membatalkan pesanan. Kasus tersebut akan masuk ke dalam riwayat dan disebut dengan void transaksi.

Jika Anda bekerja di kasir, Anda pasti pernah menemui kejadian di atas, ataupun pelanggan yang secara langsung meminta ‘void’. Lalu, apa saja yang menyebabkan void transaksi, dan bagaimana cara melakukannya dengan benar? Mari kita simak penjelasan lengkap mengenai void transaksi berikut!

Key Takeaways

  • Void transaksi adalah transaksi yang batal dilakukan dan dicatat dalam sistem.
  • Kesalahan umum yang sering terjadi dalam operasional dapat menyebabkan transaksi menjadi void.
  • Ada beberapa alat yang bisa membantu perusahaan melakukan void, seperti EDC (pembaca kartu), aplikasi kasir, dan payment gateway.

    Daftar Isi:

      Daftar Isi

      Konsep Dasar Void Transaksi

      Void transaksi dalam kegiatan jual beli adalah pembatalan transaksi sebelum settlement yang sudah tercatat di sistem, baik software POS untuk perusahaan, EDC, ataupun sistem keuangan. Pembatalan dalam transaksi ini bersifat resmi dan ada jejaknya di sistem.

      Settlement sendiri berarti suatu transaksi sudah diproses sepenuhnya oleh bank atau sistem pembayaran. Ketika transaksi sudah settle, berarti dana dari pelanggan sudah masuk ke rekening perusahaan Anda. Jadi, selama Anda membatalkan proses transaksi yang masih dalam proses, ia bisa disebut sebagai void transaksi.

      Apa Saja yang Menyebabkan Void Transaksi?

      Ada beberapa masalah yang menyebabkan void transaksi harus dilakukan, di antaranya adalah:

      1. Kesalahan input dari kasir, seperti salah pilih item, salah harga atau diskon, atau salah jumlah. Void harus dilakukan supaya transaksi salah tidak masuk laporan.
      2. Transaksi double atau terjadi error pembayaran, seperti EDC/QRIS yang loading tapi status di mesin sudah diterima, atau struk yang tidak keluar. Jadi, satu transaksi akan di-void dan satu akan dipakai.
      3. Pelanggan membatalkan atau mengubah pesanan, jadi order lama akan dibuat status ‘void’, dan staff kasir akan membuat transaksi baru.
      4. Kondisi operasional seperti barang tidak tersedia, atau salah order. Void dilakukan untuk membatalkan transaksi yang tidak bisa diproses.

      Hal-hal tersebut lumrah ditemui di transaksi sehari-hari. Meskipun demikian, sebaiknya Anda berusaha untuk mengurangi kondisi di mana void transaksi harus dilakukan. Sebab, terlalu sering melakukan void bisa menjadi indikasi bahwa kinerja perusahaan Anda kurang efektif.

      Mengapa Staff Kasir Tidak Boleh Langsung Delete Transaksi?

      Mungkin pernah terbesit di pikiran Anda, kenapa sih tidak langsung hapus transaksi saja? Bukannya lebih cepat, ya? Walau menghapus transaksi memang cepat, bukan berarti itu langkah yang benar.

      Sebab, menghapus aktivitas transaksi membuat sistem tidak bisa lagi menelusuri aktivitas pada hari tersebut. Akibatnya, saat terjadi selisih kas atau laporan penjualan tidak sesuai, tidak ada data yang bisa digunakan untuk mencari penyebabnya.

      Misalnya, pelanggan sudah membayar tunai, tetapi transaksi dihapus karena salah input. Uangnya tetap ada di laci kasir, namun di sistem transaksi tersebut tidak pernah tercatat. Di akhir hari, Anda bingung, dari mana uang tersebut berasal?

      Transaksi yang dihapus juga berpotensi menimbulkan kecurangan. Jadi, biasanya sistem POS dan EDC tidak mencantumkan ‘hapus transaksi’ sebagai pilihan, melainkan ‘batalkan transaksi’.

      Perbedaan Void Transaksi dengan Refund

      Decision Flow Void vs Refund
      Ikuti alurnya untuk menentukan tindakan yang tepat tanpa merusak jejak transaksi.

      Aksi Utama


      Catatan


      Aman untuk Audit
      1) Apakah transaksi sudah settlement
      (dana sudah benar-benar masuk rekening merchant)

      Jika SUDAH settlement

      Arah: Refund

      Tindakan: Proses Refund
      Karena dana sudah settle, pembatalan tidak lagi bisa lewat void. Lakukan refund sesuai kebijakan bank/provider dan update pencatatan koreksinya.
      Catatan penting
      • Simpan bukti refund sebagai jejak transaksi.
      • Pastikan laporan penjualan terkoreksi dengan benar.

      Jika BELUM settlement

      Arah: Void

      Tindakan: Lakukan Void
      Selama transaksi masih pending/proses dan belum settle, void adalah langkah paling aman karena pembatalan tetap tercatat rapi di sistem.
      Catatan penting
      • Gunakan menu Void/Batalkan, bukan delete transaksi.
      • Simpan struk/bukti void untuk penelusuran.
      2) Jika arahnya Void, pemicunya biasanya yang mana
      Salah input kasir
      Item, harga/diskon, atau jumlah keliru → void supaya laporan tidak kotor.
      Pembayaran ganda atau error
      Status di mesin sudah diterima, tapi proses sempat loading/struk tidak keluar → satu transaksi di-void.
      Pelanggan ubah/batal
      Order lama di-void, lalu buat transaksi baru sesuai pesanan terbaru.
      Barang tidak tersedia
      Proses tidak bisa dilanjutkan → void untuk membatalkan transaksi yang tidak dapat dipenuhi.
      Quick reminder
      Delete transaksi menghilangkan jejak. Void mempertahankan histori sehingga selisih kas dan audit lebih mudah ditelusuri.

      Void transaksi dan refund sekilas mirip konsepnya, yaitu berkaitan dengan pembatalan pemesanan dan pengembalian dana ke konsumen.

      Yang membedakan adalah, void transaksi hanya bisa dilakukan sebelum transaksi settle. Artinya, dana belum benar-benar berpindah dari rekening pelanggan ke merchant. Void biasanya dilakukan saat hari yang sama dengan transaksi, sebelum sistem settlement harian dijalankan.

      Setelah transaksi settle dan dana pindah ke rekening Anda, berarti Anda harus melakukan refund atau pengembalian dana secara manual kepada pelanggan, jika terjadi pembatalan transaksi. Kami sediakan tabel untuk ringkasan perbedaannya.

      Perbedaan Void Transaksi vs Refund
      Ringkasan cepat untuk menentukan tindakan yang tepat.
      Aspek Void Transaksi Refund
      Waktu pembatalan Dilakukan sebelum transaksi settle Dilakukan setelah transaksi settle
      Status dana Dana belum berpindah ke rekening merchant Dana sudah masuk ke rekening merchant
      Proses pengembalian Pembatalan langsung di sistem Pengembalian dana dilakukan secara terpisah
      Waktu pelaksanaan Umumnya di hari yang sama dengan transaksi Bergantung pada kebijakan bank atau penyedia pembayaran
      Dampak ke laporan Transaksi tidak dihitung sebagai penjualan Penjualan tercatat, lalu dikoreksi melalui refund
      Kapan pilih Void
      Saat transaksi masih proses dan belum settle, agar pembatalan tetap punya jejak di sistem.
      Kapan pilih Refund
      Saat transaksi sudah settle dan dana sudah masuk, sehingga pembatalan harus via pengembalian dana.

      Apakah Void Transaksi Hanya Bisa dari EDC?

      Kebanyakan void transaksi memang dilakukan di mesin EDC atau pembaca kartu. Namun, pembatalan transaksi tidak terbatas pada EDC saja.

      Ada beberapa sistem yang bisa Anda gunakan untuk membatalkan transaksi, yaitu:

      1. Mesin POS

      Untuk mesin POS, Anda bisa langsung membatalkan pesanan ketika terjadi salah input harga atau salah item. Walaupun tak terhubung dengan mesin EDC, status void tetap sah dan valid asalkan transaksi masih diproses.

      2. Payment Gateway Online

      Pada payment gateway, Anda bisa void selama transaksi masih berstatus pending atau belum masuk tahap settlement. Biasanya, pembatalan dilakukan melalui dashboard payment gateway dengan memilih transaksi yang ingin dibatalkan.

      Jika transaksi sudah selesai, maka pembatalan tidak lagi dilakukan melalui void. Anda harus  refund sesuai kebijakan penyedia payment gateway.

      3. QRIS/E-Wallet

      Void transaksi pada QRIS atau e-wallet bisa Anda lakukan selama pembayaran belum selesai oleh provider layanan. Periode void untuk QRIS biasanya cukup singkat dan seringkali hanya tersedia di hari yang sama.

      4. Sistem Ticketing

      Di sistem sistem ticketing atau reservasi, Anda bisa membatalkan transaksi yang salah input, terjadi ganda, atau dibatalkan pelanggan sebelum transaksi dikunci oleh sistem. Jika sudah terkunci, Anda harus refund ke pelanggan sesuai sistem perusahaan Anda.

      Langkah-langkah Melakukan Void Transaksi 

      Walaupun ada banyak sistem yang bisa membatalkan transaksi, dua sistem yang paling sering digunakan adalah mesin EDC dan sistem POS. Maka dari itu, enam langkah di bawah bisa Anda gunakan untuk melakukan void transaksi.

      1. Dengan Mesin EDC Kartu

      1. Masuk ke menu Transaksi pada mesin EDC
      2. Pilih opsi Void / Pembatalan
      3. Masukkan detail transaksi (trace number / nomor referensi)
      4. Periksa nominal transaksi yang akan di-void
      5. Konfirmasi proses void
      6. Cetak dan simpan bukti void

      2. Dengan Sistem POS

      1. Buka daftar riwayat transaksi / order
      2. Pilih transaksi yang akan dibatalkan
      3. Klik opsi Void / Batalkan Transaksi
      4. Isi alasan void (jika diminta)
      5. Konfirmasi pembatalan
      6. Pastikan status transaksi berubah menjadi void

      Perlu diingat bahwa tiap mesin EDC dan sistem POS berbeda-beda, tergantung merk dan modul yang Anda gunakan. Namun secara umum, langkah-langkah yang dilakukan tetap sama.

      Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan sistem yang paling sesuai dengan perusahaan Anda. Sebaiknya, sistem yang Anda pilih bisa mencakup transaksi online dan offline, serta memiliki kemampuan void dan refund yang membuat prosesnya lebih cepat.

      POS

      Frequently Asked Question

      Refund digunakan ketika transaksi sudah selesai diproses dan dana sudah masuk ke rekening merchant. Void dilakukan saat dana belum benar-benar berpindah, sehingga pembatalan masih bisa dilakukan langsung di sistem.

      Void struk adalah bukti bahwa sebuah transaksi telah dibatalkan secara resmi dan tetap tercatat di sistem.

      Secara konsep, void mirip dengan cancel karena sama-sama membatalkan transaksi. Perbedaannya, void umumnya hanya bisa dilakukan segera setelah transaksi dibuat dan sebelum transaksi tersebut difinalisasi atau settle oleh sistem pembayaran.

      Nur Fi'llia Nugrahani

      Content Writer

      Nuri adalah seorang spesialis dalam bidang inventory management dengan pengalaman 3 tahun. Berfokus pada penulisan yang mengangkat topik pengelolaan stok, pengendalian persediaan, dan implementasi sistem inventory digital untuk menjamin efisiensi operasional bisnis.

      Chelsea adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari Victoria University of Wellington, dengan latar belakang analisis bisnis dan manajemen keuangan. alam analisis bisnis dan manajemen keuangan. Latar belakang akuntansi ini membentuk pendekatan analisisnya dalam memahami dinamika bisnis dan strategi pertumbuhan perusahaan. Selama lima tahun terakhir, Chelsea mulai berkecimpung dalam dunia business development di HashMicro, yang memperkuat keahliannya dalam sales strategy, negosiasi, pembangunan kemitraan strategis, serta pengelolaan pipeline penjualan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya