CNBC Awards

Sistem Buddy Sebagai Strategi Efektif untuk Retensi Karyawan

Diterbitkan:

Penelitian di Indonesia menemukan bahwa proses onboarding yang baik, termasuk di dalamnya sistem buddy, berperan penting dalam mempertahankan tenaga kerja.

Inilah mengapa perusahaan-perusahaan dengan employee retention tinggi tidak hanya fokus pada “apa yang perlu diketahui”, tapi juga “siapa yang bisa membantu”. Sistem buddy onboarding menjawab kebutuhan ini dengan cara dengan biaya minimal tapi memiliki dampak yang maksimal.

Sistem buddy onboarding hadir sebagai solusi yang sudah terbukti di perusahaan yang menggunakan sistem HR modern untuk mengotomatisasi proses onboarding sekaligus mendukung program manajemen SDM secara efektif.

Key Takeaways

  • Sistem buddy adalah metode onboarding yang memadukan karyawan baru dengan mentor berpengalaman untuk memudahkan adaptasi.
  • Penerapan sistem buddy membantu meningkatkan retensi, mempercepat adaptasi budaya, dan meningkatkan produktivitas karyawan baru.
  • Tingkatkan onboarding karyawan baru dengan sistem buddy terintegrasi menggunakan software HRM dengan fitur terlengkap untuk adaptasi yang cepat dan tim yang lebih produktif.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Sistem Buddy dalam Lingkungan Kerja?

      Sistem buddy adalah metode onboarding di mana karyawan baru dipasangkan dengan karyawan berpengalaman untuk memahami aspek sosial, budaya, dan operasional kerja. Pendekatan ini menjadi jalur transfer budaya yang informal namun tetap terarah agar karyawan baru merasa lebih nyaman sejak awal.

      Tujuan utamanya adalah mengurangi kecemasan dan ketidakpastian yang sering muncul saat memasuki lingkungan baru kerja baru melalui tahapan orientasi karyawan baru yang terstruktur. Dengan pendamping yang suportif, karyawan dapat beradaptasi lebih cepat dan mempercepat kontribusi mereka terhadap perusahaan.

      Perbedaan Utama Antara Buddy dan Mentor

      Banyak pemimpin perusahaan yang masih salah kaprah menganggap peran buddy sama dengan mentor dalam struktur pengembangan organisasi. Berikut adalah perbandingan mendetail mengenai perbedaan peran, fokus, dan durasi antara sistem buddy dan program mentorship yang perlu Anda pahami.

      1. Fokus dan Tujuan Utama

      Mentor berfokus pada pengembangan karier jangka panjang melalui arahan strategis, perluasan jaringan, dan wawasan industri. Sementara itu, buddy membantu kebutuhan harian yang lebih praktis seperti navigasi kantor dan adaptasi budaya agar karyawan baru cepat merasa nyaman.

      2. Durasi Hubungan Kerja

      Hubungan mentorship biasanya berlangsung jangka panjang dan dapat berlanjut bertahun-tahun karena berorientasi pada perkembangan karier. Sebaliknya, hubungan buddy bersifat singkat yang umumnya berjalan 1–3 bulan, karena fokusnya adalah membantu karyawan baru cepat beradaptasi dan mandiri.

      3. Tingkat Senioritas dan Wewenang

      Mentor umumnya lebih senior dengan pengalaman luas sehingga mampu memberi wawasan strategis dan perspektif menyeluruh. Dalam sistem buddy, pendamping ideal adalah rekan setingkat atau sedikit lebih senior agar komunikasi lebih natural tanpa hambatan hierarki.

      Untuk memperjelas perbedaan keduanya, berikut tabel perbandingan yang lebih terstruktur:

      Aspek Mentor Buddy
      Fokus & Tujuan
      Berfokus pada pengembangan karier jangka panjang, memberikan arahan strategis, dan membantu mentee mencapai tujuan profesional. Berfokus pada kebutuhan taktis dan operasional harian untuk membantu karyawan baru beradaptasi dengan lingkungan kerja.
      Ruang Lingkup Bantuan
      Memberikan perspektif makro industri, membuka jaringan profesional, dan membantu menemukan potensi jangka panjang. Membantu navigasi kantor, menjelaskan proses sehari-hari, dan mengenalkan norma-norma tidak tertulis.
      Durasi Hubungan
      Jangka panjang, dapat berlangsung bertahun-tahun bahkan melampaui satu perusahaan. Jangka pendek, umumnya 1–3 bulan pertama masa kerja.
      Tujuan Durasi
      Membangun pertumbuhan karier berkelanjutan dan kepercayaan mendalam. Membantu adaptasi cepat dan menciptakan kenyamanan psikologis pada fase awal.
      Tingkat Senioritas
      Biasanya lebih senior, memiliki pengalaman luas dan wawasan strategis. Biasanya rekan setingkat atau satu tingkat di atas agar lebih mudah diakses.
      Gaya Interaksi
      Lebih formal, terstruktur, dan berorientasi pengembangan profesional. Lebih informal, cair, dan fokus pada kebutuhan langsung karyawan baru.

      Manfaat Strategis Penerapan Sistem Buddy bagi Perusahaan

      Penerapan sistem buddy merupakan investasi strategis yang membantu menurunkan risiko turnover dini sekaligus meningkatkan stabilitas tenaga kerja. Mari kita bedah lebih dalam mengenai manfaat konkret yang akan didapatkan perusahaan Anda jika menjalankan program ini dengan benar dan konsisten:

      1. Meningkatkan Retensi Karyawan Baru

      Banyak karyawan baru memutuskan bertahan atau keluar dalam enam bulan pertama karena rasa terisolasi dan ketidakjelasan peran, sehingga dukungan sosial menjadi faktor penentu. Dengan buddy sebagai tempat bertanya yang aman, rasa memiliki meningkat dan perusahaan dapat menekan biaya rekrutmen ulang.

      2. Mempercepat Proses Adaptasi Budaya

      Setiap perusahaan memiliki norma tidak tertulis yang sering membingungkan bagi pendatang baru, mulai dari gaya komunikasi hingga etika penggunaan fasilitas. Buddy membantu menerjemahkan dinamika budaya kerja sehingga adaptasi berjalan lebih cepat dan minim salah paham.

      3. Meningkatkan Produktivitas Tim

      Karyawan baru sering menghabiskan waktu untuk mencari tahu hal-hal administratif sederhana yang justru menghambat produktivitas di minggu-minggu awal. Dengan bantuan buddy, hambatan kecil cepat teratasi sehingga mereka bisa fokus lebih awal pada tugas inti dan mendukung kinerja tim.

      Tahapan Implementasi Sistem Buddy yang Efektif

      Tahapan Implementasi Sistem Buddy yang EfektifSebuah program buddy tidak akan berjalan sukses jika hanya mengandalkan sukarelawan tanpa struktur dan panduan yang jelas dari departemen HR. Untuk memastikan keberhasilan program ini di perusahaan Anda, berikut adalah langkah-langkah taktis yang harus dijalankan oleh manajemen secara disiplin:

      1. Seleksi dan kriteria buddy yang tepat

      Tidak semua karyawan berkinerja tinggi cocok menjadi buddy karena peran ini menuntut empati, kesabaran, dan kemampuan komunikasi yang baik. Selain itu, buddy harus memiliki rekam jejak positif, memahami nilai perusahaan, serta tidak sedang overload agar dapat mendampingi karyawan baru secara optimal.

      2. Proses pairing (pencocokan) yang relevan

      Pairing tidak boleh dilakukan secara acak, melainkan mempertimbangkan kesamaan peran, departemen, atau minat untuk membangun hubungan yang lebih natural. Idealnya buddy berasal dari departemen yang sama namun bukan atasan langsung, sehingga bantuan teknis lebih mudah diberikan tanpa menciptakan rasa sungkan.

      3. Definisi tugas dan ekspektasi

      HR perlu memberikan panduan jelas agar buddy memahami batasan, tanggung jawab, serta bentuk dukungan yang diharapkan dalam proses onboarding. Kejelasan mencakup frekuensi pertemuan, cakupan bantuan, dan checklist onboarding sehingga buddy tidak terbebani maupun kebingungan menjalankan perannya.

      Peran Teknologi HRIS dalam Mengoptimalkan Sistem Buddy

      Agar implementasinya lebih efisien, Sistem HR membantu perusahaan memonitor program buddy secara otomatis dan konsisten. Berikut bagaimana teknologi HRIS dapat mengoptimalkan sistem buddy:

      1. Otomatisasi checklist onboarding

      Software HR memungkinkan pembuatan digital onboarding checklist yang bisa diakses karyawan baru, buddy, dan HR secara real-time, menghilangkan kebingungan di minggu pertama kerja.

      Notifikasi otomatis memastikan semua tahapan orientasi, mulai dari pengenalan tim hingga pengaturan akses IT, tidak terlewat dan semua pihak tetap akuntabel.

      2. Pemantauan kinerja dan feedback

      Modul software HRM memungkinkan HR memantau hubungan buddy dan karyawan baru melalui survei kepuasan otomatis, memberikan feedback yang penting untuk evaluasi program.

      Data tersentralisasi di dashboard analitik memudahkan manajemen menilai efektivitas onboarding dan kinerja buddy secara terukur, mengubah proses kualitatif menjadi keputusan berbasis data.

      Tantangan Umum dan Cara Mengatasinya

      Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan sistem buddy tidak lepas dari tantangan di lapangan yang bisa menghambat efektivitasnya. Tantangan terbesar biasanya adalah ketidakcocokan kepribadian, keterbatasan waktu buddy, dan batasan peran yang tidak jelas. HR perlu proaktif memitigasi risiko ini.

      Ketidakcocokan personalitas wajar terjadi, sehingga HR harus memiliki mekanisme “jalan keluar” atau penggantian buddy tanpa rasa canggung jika chemistry tidak terbangun. Untuk beban kerja, perusahaan bisa memberikan insentif atau pengurangan tugas sementara agar buddy tidak burnout.

      Permudah Manajemen SDM Anda dengan Software HRM

      Permudah Manajemen SDM Anda dengan Software HRMModul HRM memudahkan otomatisasi dan penyederhanaan pengelolaan sumber daya manusia, sehingga perusahaan dapat mengatasi administrasi manual, data karyawan yang tersebar, dan kesulitan memantau program retention.

      Sistem ini membantu mengelola seluruh siklus hidup karyawan, mulai dari rekrutmen hingga pensiun, sekaligus menyediakan data real-time untuk pengambilan keputusan strategis. Integrasi antar modul memastikan informasi HR terhubung dengan departemen lain, mendukung operasional yang efisien dan keputusan berbasis data.

      Kesimpulan

      Sistem buddy adalah jembatan penting yang menghubungkan karyawan baru dengan budaya dan kesuksesan perusahaan. Dengan perencanaan matang, buddy yang tepat, dan dukungan teknologi, strategi ini bisa menurunkan turnover dan membangun tim yang loyal serta berkinerja tinggi.

      Jangan biarkan proses manual menghambat efektivitas program pengembangan talenta. Manfaatkan HRIS untuk mengotomatisasi administrasi dan fokus pada aspek manusia, konsultasikan dengan tim kami jika Anda memerlukan sistem yang dapat memudahkan pengelolaan SDM Anda.

      HRM

      Pertanyaan Seputar Sistem Buddy

      • Berapa lama idealnya sistem buddy berjalan?

        Idealnya, program ini berjalan intensif selama satu bulan pertama dan dilanjutkan secara lebih longgar hingga bulan ketiga masa kerja karyawan (masa percobaan).

      • Apakah buddy harus dari departemen yang sama?

        Sangat disarankan dari departemen yang sama untuk bantuan teknis, namun buddy budaya (culture buddy) bisa berasal dari departemen lain untuk memperluas jaringan.

      • Bagaimana cara mengukur keberhasilan program buddy?

        Keberhasilan dapat diukur melalui tingkat retensi karyawan baru setelah 6 bulan, skor kepuasan onboarding, dan kecepatan karyawan mencapai produktivitas penuh.

      Reno Wicaksana

      Senior Content Writer on HRIS

      Reno adalah HRM Specialist dan senior content writer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri teknologi dan manajemen sumber daya manusia. Secara konsisten mengangkat topik artikel seputar performance management, rekrutmen dan pengembangan SDM, manajemen talenta, dan sistem HRIS untuk pengelolaan karyawan.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya