CNBC Awards

Strategi Penetapan Harga Menu Restoran untuk Profit Melejit

Diterbitkan:

Menentukan harga menu bukan sekadar soal menutup biaya bahan baku, tetapi juga bagian dari strategi bisnis restoran secara keseluruhan. Penetapan harga yang tepat membantu menjaga keseimbangan antara profitabilitas, daya tarik menu, dan persepsi pelanggan terhadap nilai yang mereka terima.

Dalam praktiknya, strategi penetapan harga menu restoran perlu mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari struktur biaya, karakteristik target pasar, hingga posisi restoran di tengah persaingan. Pendekatan yang terukur memungkinkan bisnis tetap fleksibel menghadapi perubahan tanpa harus mengorbankan margin maupun kualitas.

Tantangan biasanya mulai terasa ketika harga bahan baku berfluktuasi, perhitungan food cost belum konsisten, atau tekanan harga dari kompetitor semakin ketat. Karena itu, restoran perlu memiliki kerangka penetapan harga yang jelas agar strategi harga dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan dalam operasional sehari-hari.

Key Takeaways

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Kenapa Harga Menu Restoran Tidak Boleh Asal Pasang?

      Strategi penetapan harga menu restoran adalah metode sistematis menentukan nilai jual untuk menutup biaya produksi (COGS) dan memaksimalkan margin keuntungan.

      Sekarang, mari kita duduk dan kilas balik di saat pertama kali Anda menentukan harga menu. Apakah Anda menghitungnya detail, atau sekadar mengira-ngira lalu lihat harga kompetitor?

      Kalau jawabannya adalah opsi kedua, Anda tidak sendirian. Di Indonesia, banyak pemilik restoran melakukan hal yang sama. Masalahnya, cara ini seperti berjalan di lorong gelap tanpa senter. Anda mungkin sampai tujuan, tetapi risiko tersandung jauh lebih besar.

      Harga menu adalah satu-satunya sumber pemasukan restoran Anda. Terlalu murah, margin habis. Terlalu mahal, pelanggan kabur.

      Tanpa strategi penetapan harga menu restoran yang jelas, Anda hanya akan menebak, dan dalam konteks bisnis, tebakan yang salah bisa mahal harganya.

      Yang lebih berbahaya lagi, Anda mungkin tidak langsung sadar ada masalah. Restoran tetap ramai, transaksi jalan terus, tapi di akhir bulan profit tipis atau bahkan minus.

      Itulah kenapa penetapan harga bukan sekadar urusan angka di menu. Ini soal memastikan setiap piring yang keluar dari dapur benar-benar menghasilkan untung, bukan hanya laku.

      Cara Menghitung Harga Menu Restoran dan HPP yang Benar

      Tidak menggerus margin dan tetap mempertahankan profit maksimal adalah impian dari setiap pelaku bisnis. Saya yakin, Anda juga termasuk dalam salah satunya.

      Untuk itu, mari kita mengambil langkah pertama secara bersamaan dengan menghitung harga menu dan HPP restoran. Sebagai permulaan, angka ideal untuk harga menu restoran biasanya 28–35%.

      Berikut adalah sistematikanya:

      1. Hitung HPP dulu dengan menjumlahkan semua biaya bahan untuk satu porsi. Contohnya bahan satu porsi nasi goreng memakan biaya total Rp12.000.
      2. Tentukan target food cost, misalnya Anda pilih 30%.
      3. Gunakan rumus [Harga Jual = HPP ÷ Target Food Cost]. Maka, Anda akan mendapatkan hasil harga menu restoran: Rp12.000 ÷ 0,30 = Rp 40.000/porsi nasi goreng.

      7 Strategi Penetapan Harga Menu Restoran yang Efektif

      Terdapat berbagai metode penetapan harga yang dapat memengaruhi profitabilitas bisnis Anda, seperti:

      1. Cost-plus pricing atau mark-up pricing

      Ini cara paling straightforward. Hitung biaya produksi, tambahkan persentase keuntungan, selesai.

      Misalnya HPP Rp15.000, Anda ingin untung 50%, maka jual di Rp22.500.

      Kelebihannya, metode ini mudah dan profit terjamin di atas kertas. Namun, Anda perlu hati-hati karena tanpa data mendalam, harga menu bisa terlalu mahal atau bahkan terlalu murah, padahal pelanggan bisa saja merogoh kocek dalam untuk rasa masakan Anda.

      2. Competitive pricing strategy

      Logika metode ini sederhana. Lihat kompetitor pasang berapa, lalu posisikan harga Anda.
      Mau lebih murah sedikit untuk rebut pasar? Bisa. Mau lebih mahal dengan alasan kualitas lebih baik? Juga bisa.

      Yang terpenting, jangan asal ikut-ikutan tanpa tahu struktur biaya sendiri. Perang harga tanpa perhitungan matang bisa jadi bumerang, seperti menang di traffic, kalah di profit.

      3. Value-based pricing

      Kebanyakan restoran fine dining menggunakan pendekatan ini. Sepiring pasta mungkin HPP-nya Rp 40.000, tetapi dijual Rp180.000 karena pelanggan membayar untuk pengalaman, suasana, dan prestise.

      Kalau restoran Anda punya “sesuatu” yang tidak bisa kompetitor tiru, entah resep rahasia, lokasi ikonik, atau chef terkenal, strategi ini bisa menghasilkan margin jauh lebih besar.

      4. Dynamic pricing (harga dinamis)

      Harga tidak harus sama sepanjang waktu. Jam sibuk? Naikkan sedikit. Bahan baku melimpah? Turunkan untuk habiskan stok.

      Konsepnya mirip harga tiket pesawat atau ojek online saat peak hour. Strategi ini butuh sistem yang bisa memantau dan menyesuaikan harga secara real-time, seperti misalnya sistem digital untuk operasional restoran.

      5. Bundle pricing (paket hemat)

      Pernah lihat “Paket Nasi + Ayam + Teh seharga Rp 35.000”? Padahal kalau beli satuan totalnya Rp42.000. Strategi penetapan harga menu restoran inilah yang dinamakan bundle pricing.

      Pelanggan merasa dapat deal bagus, Anda dapat nilai transaksi lebih tinggi. Ini termasuk cara cerdas untuk menyelipkan menu yang kurang laku bersama menu favorit.

      6. Psychological pricing

      Kenapa Rp 49.000 terasa lebih murah dari Rp 50.000, padahal bedanya cuma seribu perak?

      Karena otak manusia membaca angka dari kiri. 49 terasa di zona “empat puluhan”, sementara 50 sudah masuk “lima puluhan”. Trik kecil, tapi dampaknya nyata di keputusan beli pelanggan.

      7. Loss leader pricing

      Strategi ini sengaja menjual satu menu dengan margin super tipis, bahkan rugi, untuk menarik orang datang.

      Contohnya adalah kopi seharga Rp 5.000 yang membuat pelanggan senantiasa mampir. Kemudian, mereka turut beli croissant Rp 35.000 dan sandwich Rp 45.000.

      Kerugian di satu item ter-cover oleh keuntungan item lain. Yang penting, pastikan menu umpan Anda benar-benar mendatangkan traffic, bukan sekadar menguras kas.

      Kapan Evaluasi Strategi Penetapan Harga Menu Restoran Terjadi dan Bagaimanakah Caranya?

      Harga menu bukan keputusan sekali jadi. Pasar bergerak, harga bahan naik-turun, dan perilaku pelanggan terus berubah. Restoran yang profitnya stabil adalah yang rutin mengecek apakah harga jualnya masih masuk akal.

      Ada beberapa sinyal yang menandakan harga perlu Anda tinjau ulang, seperti:

      • Profit menurun padahal penjualan stabil;
      • Ada menu laris tapi kontribusi keuntungannya kecil; atau
      • Harga bahan baku sudah naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

      Saat evaluasi, fokuslah pada data yang paling relevan yang mencakup food cost aktual versus target, profitabilitas per menu, dan tren penjualan. Dari sini Anda bisa tahu mana menu yang harus dipertahankan, naik harga, maupun yang sebaiknya dihapus dari daftar.

      Tidak hanya itu, perhatikan pula regulasi negara di waktu manapun ia berubah. Misalnya, terjadi penyesuaian tarif PPN atau pajak restoran daerah (PB1) sebesar 10% yang dibebankan ke konsumen.

      Jika ada perubahan dari sisi pajak, Anda perlu menghitung ulang apakah harga jual masih memberikan margin yang sehat setelah dipotong kewajiban tersebut.

      Idealnya, lakukan review ringan setiap bulan untuk cek food cost, dan evaluasi menyeluruh setiap kuartal untuk analisis profitabilitas menu. Lebih baik menyesuaikan harga 5% sekarang daripada sadar margin sudah minus tiga bulan kemudian.

      Kesimpulan

      Strategi penetapan harga menu restoran menuntut keseimbangan antara perhitungan food cost yang presisi dan pemahaman perilaku pelanggan. Dengan pendekatan berbasis data, Anda dapat membangun struktur harga yang lebih menguntungkan dan kompetitif.

      Idealnya, evaluasi harga menu terjadi setiap bulan dan di waktu-waktu penting, seperti terjadinya perubahan regulasi perpajakan negara.

      Jika sampai di titik ini, Anda masih merasa gamang untuk menentukan harga menu dan bagaimana cara mengontrol pergerakannya secara maksimal, tidak perlu khawatir. Bicarakan concern bisnis Anda dengan tim analisis bisnis kami secara gratis, tanpa komitmen. Klik banner untuk mengakses tawaran bantuan dari kami selengkapnya.

      HashFBTechnology

      Pertanyaan Seputar Strategi Penetapan Harga Menu Restoran

      • Bagaimana cara menghitung persentase food cost yang ideal?

        Persentase food cost ideal berkisar 28%-35%, dihitung dengan membagi total biaya bahan baku dengan total penjualan lalu dikali 100%.

      • Seberapa sering harga menu restoran harus ditinjau?

        Disarankan meninjau harga menu setiap 3-6 bulan sekali atau saat terjadi kenaikan harga bahan baku signifikan dari supplier.

      • Apa bedanya mark-up pricing dan margin pricing?

        Mark-up menambahkan profit di atas biaya modal, sedangkan margin menghitung harga jual berdasarkan persentase keuntungan dari harga akhir.

      Oscar Renatha

      Content Writer

      Berpengalaman selama 3 tahun dalam industri SaaS khususnya bidang POS, Oscar berfokus pada penulisan artikel terkait integrasi POS dengan modul lain, manajemen transaksi penjualan, multi-store management, dan strategi penjualan yang dapat membantu para pelaku bisnis meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya