Setiap transaksi bisnis membutuhkan bukti yang jelas dan tercatat dengan baik. Nota menjadi salah satu dokumen yang paling sering digunakan, terutama untuk mencatat penjualan barang atau jasa secara langsung. Bagi pelaku UMKM hingga bisnis skala menengah di Indonesia, penggunaan nota masih menjadi pilihan praktis karena sederhana dan mudah dipahami oleh kedua pihak.
Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai bukti pembayaran, tetapi juga menjadi dasar pencatatan keuangan harian. Saat akhir bulan atau tutup buku, nota-nota ini yang akan membantu Anda menyusun laporan penjualan dengan lebih akurat. Tanpa pencatatan yang rapi, Anda bisa kesulitan melacak arus kas dan menghitung keuntungan bisnis.
Artikel ini menyediakan template nota kosong dalam format Word dan Excel yang bisa langsung Anda gunakan. Selain itu, Anda juga akan memahami komponen penting dalam nota, jenis-jenisnya, serta tips menghindari kesalahan umum saat menyusun nota penjualan.
Key Takeaways
|
Fungsi Nota dalam Bisnis
Nota tidak sekadar kertas bukti pembayaran. Dokumen ini memiliki beberapa fungsi strategis dalam pengelolaan bisnis:
1. Pencatatan transaksi harian
Nota menyediakan informasi rinci tentang setiap pemasukan dari penjualan. Tim keuangan dapat menggunakan data ini untuk menyusun pembukuan harian, mingguan, atau bulanan dengan lebih sistematis. Keakuratan pencatatan ini menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.
2. Pemantauan pergerakan stok
Untuk bisnis yang menjual produk fisik, nota membantu melacak barang yang terjual. Dengan mencatat setiap item yang keluar, Anda dapat memantau ketersediaan stok secara real-time dan menghindari kehabisan barang atau kelebihan inventory.
3. Dokumen pendukung pelaporan pajak
Di Indonesia, nota juga berperan sebagai bukti pendukung dalam pelaporan pajak penjualan. Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan, pelaku usaha wajib menyimpan bukti transaksi minimal 10 tahun untuk keperluan audit. Catatan yang lengkap dan terstruktur memudahkan proses pemeriksaan oleh otoritas pajak.
4. Membangun kredibilitas usaha
Pemberian nota kepada pelanggan menunjukkan profesionalisme bisnis. Pelanggan merasa lebih percaya ketika menerima bukti transaksi yang lengkap, terutama untuk pembelian dalam jumlah besar atau transaksi B2B.
Komponen Penting dalam Nota
Agar nota berfungsi optimal sebagai bukti transaksi yang sah, pastikan mencantumkan komponen berikut:
- Tanggal transaksi – Informasi dasar yang menunjukkan kapan transaksi terjadi. Data ini penting untuk pelacakan riwayat penjualan dan penyusunan laporan keuangan berdasarkan periode tertentu.
- Nomor referensi nota – Setiap nota memerlukan kode unik untuk memudahkan pengarsipan dan pencarian. Anda dapat menggunakan sistem penomoran berurutan (001, 002, dst) atau kombinasi tanggal dengan urutan transaksi (20250115-001).
- Data penjual dan pembeli – Cantumkan nama usaha atau perusahaan, alamat, dan kontak yang dapat dihubungi. Informasi ini memperjelas pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi.
- Rincian barang atau jasa – Tuliskan nama produk, kuantitas, harga per unit, dan subtotal. Deskripsi yang detail membantu kedua pihak memahami isi transaksi dan menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
- Total pembayaran dan pajak – Sertakan jumlah total yang harus dibayar beserta rincian pajak jika berlaku. Untuk usaha yang sudah PKP (Pengusaha Kena Pajak), pencantuman PPN 11% menjadi kewajiban.
- Tanda tangan atau stempel – Tanda tangan dari pihak penjual dan pembeli menjadi bukti bahwa transaksi telah disetujui dan barang telah diterima.
- Metode pembayaran – Catat cara pembayaran yang digunakan, apakah tunai, transfer bank, e-wallet, atau pembayaran tempo. Informasi ini penting untuk rekonsiliasi keuangan.
Jenis Nota yang Umum Digunakan dalam Bisnis
Berikut adalah penjelasan jenis-jenis nota yang umum digunakan dalam pengelolaan bisnis:
Setiap jenis transaksi memerlukan format nota yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis nota yang umum digunakan pelaku usaha di Indonesia:
1. Nota kontan
Nota ini berfungsi untuk transaksi yang dibayar langsung saat itu juga. Nota jenis ini paling sering ditemui di toko retail, warung makan, atau usaha jasa yang menerima pembayaran tunai. Karena tidak ada tagihan tertunda, proses pencatatan keuangan menjadi lebih sederhana.
2. Nota kredit
Diterbitkan saat penjual memberikan potongan harga, menerima retur barang, atau melakukan penyesuaian terhadap tagihan sebelumnya. Nota kredit mengurangi jumlah yang harus dibayar pembeli.
3. Nota debit
Kebalikan dari nota kredit, nota debit digunakan ketika ada penambahan tagihan. Misalnya, jika terjadi kesalahan harga yang lebih rendah dari seharusnya atau ada biaya tambahan yang belum dimasukkan.
4. Nota retur
Dibuat ketika pembeli mengembalikan barang karena cacat, tidak sesuai pesanan, atau alasan lain yang disepakati. Nota ini menjadi dasar untuk pengembalian dana atau penggantian barang.
5. Nota internal
Digunakan untuk mencatat perpindahan barang atau jasa antar-departemen dalam satu perusahaan. Misalnya, transfer bahan baku dari gudang ke divisi produksi. Nota ini membantu pemantauan biaya dan inventory internal.
Download Template Nota Gratis
Kami menyediakan template nota penjualan dalam format Word dan Excel yang dapat langsung Anda unduh. Template ini sudah mencakup komponen-komponen penting yang telah dibahas sebelumnya, sehingga Anda tinggal menyesuaikan dengan identitas usaha.
Download Template Nota Penjualan
Pada template tersebut, terdapat dua kolom tanda tangan di bagian bawah. Kolom “Hormat Kami” ditandatangani oleh pihak penjual, sedangkan kolom “Penerima” diisi pembeli sebagai bukti barang telah diterima dengan baik.
Pengaplikasian Template Nota pada Berbagai Jenis Usaha
Template nota ini cocok digunakan untuk berbagai skala dan jenis usaha di Indonesia:
- Toko retail dan grosir – Untuk bisnis yang melakukan transaksi harian dalam jumlah banyak, template nota membantu mempercepat proses pencatatan. Anda dapat mencetak nota dalam jumlah besar dan mengisinya secara manual saat melayani pelanggan.
- Usaha jasa (bengkel, salon, laundry) – Sektor jasa memerlukan nota yang dapat mengakomodasi deskripsi layanan, durasi pengerjaan, dan biaya per item jasa. Template Excel memudahkan penyesuaian kolom sesuai kebutuhan spesifik usaha Anda.
- UMKM dan home industry – Bagi pelaku UMKM yang baru memulai, template nota gratis ini menjadi solusi hemat untuk mulai menerapkan pencatatan transaksi yang profesional tanpa perlu investasi sistem yang mahal.
Tips Pengelolaan Nota untuk Kepatuhan Pajak di Indonesia
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, pelaku usaha di Indonesia wajib menyimpan dokumen transaksi untuk periode tertentu. Berikut tips mengelola nota agar memenuhi ketentuan perpajakan:
- Simpan nota minimal 10 tahun sesuai ketentuan UU KUP untuk keperluan pemeriksaan pajak.
- Buat salinan digital dengan memindai nota secara berkala untuk menghindari kerusakan dokumen fisik.
- Kelompokkan nota berdasarkan periode (bulanan/tahunan) agar mudah diakses saat pelaporan SPT.
- Cantumkan NPWP usaha pada nota jika Anda sudah terdaftar sebagai PKP untuk memudahkan rekonsiliasi pajak.
Kesalahan Umum Penyusunan Nota
Meski terlihat sederhana, penyusunan nota secara manual berpotensi menimbulkan beberapa masalah. Tanpa format baku, setiap orang mungkin mengisi nota dengan cara berbeda sehingga menyulitkan proses pelacakan dan rekonsiliasi.
1. Inkonsistensi penomoran
Nomor nota yang tidak urut atau bahkan duplikasi dapat menyulitkan pencarian dokumen dan menimbulkan kebingungan saat audit. Tetapkan sistem penomoran yang konsisten sejak awal.
2. Kesalahan input data
Salah mencatat jumlah barang, harga satuan, atau total pembayaran sering terjadi terutama saat volume transaksi tinggi. Selalu lakukan pengecekan ulang sebelum menyerahkan nota kepada pelanggan.
3. Informasi pembayaran tidak lengkap
Nota yang tidak mencantumkan metode pembayaran atau tenggat waktu (untuk kredit) dapat menimbulkan kebingungan dan memperlambat proses penagihan.
4. Format yang tidak fleksibel
Satu template mungkin tidak cocok untuk semua jenis transaksi. Pastikan Anda memiliki variasi format untuk nota kontan, kredit, dan retur.
5. Keterbatasan pengelolaan volume tinggi
Untuk bisnis dengan ratusan transaksi per hari, pencatatan manual menjadi tidak efisien. Pada titik tertentu, Anda mungkin perlu mempertimbangkan solusi digital untuk mengotomatisasi proses ini.
Kapan Saatnya Beralih ke Sistem Digital?
Template nota manual cocok untuk bisnis yang masih dalam tahap awal atau memiliki volume transaksi terbatas. Namun, ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa Anda sudah perlu mempertimbangkan sistem pengelolaan nota secara digital:
- Transaksi harian sudah melebihi 50 nota
- Sering terjadi kesalahan pencatatan yang memengaruhi laporan keuangan
- Membutuhkan integrasi data nota dengan sistem inventory atau akuntansi
- Pelanggan mulai meminta invoice digital atau bukti transaksi elektronik
- Proses rekonsiliasi akhir bulan memakan waktu lebih dari satu hari kerja
Jika bisnis Anda sudah mengalami beberapa kondisi di atas, sistem invoicing digital dapat membantu menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan pencatatan.
Kesimpulan
Nota merupakan dokumen fundamental dalam setiap transaksi bisnis yang berfungsi sebagai bukti pembelian barang atau jasa. Dokumen ini mencakup informasi penting seperti deskripsi produk, kuantitas, harga, dan total pembayaran yang mendukung proses pencatatan keuangan.
Bagi pelaku usaha, nota berperan dalam memantau arus kas, menjaga transparansi transaksi, dan memenuhi kewajiban perpajakan. Penggunaan template nota yang terstruktur dapat membantu meminimalkan kesalahan dan meningkatkan profesionalisme bisnis di mata pelanggan.
Pertanyaan Seputar Template Nota
-
Apa itu nota kosong?
Nota kosong adalah template atau formulir kosong yang digunakan untuk mencatat detail transaksi secara manual. Template ini belum diisi informasi transaksi, seperti deskripsi barang atau jasa, jumlah, harga, dan total biaya, dan biasanya disiapkan untuk diisi sesuai kebutuhan transaksi saat terjadi.
-
Bagaimana jika nota hilang?
Jika nota hilang, perusahaan kehilangan bukti transaksi yang sah, yang dapat menyebabkan kesalahan pencatatan keuangan, mengganggu rekonsiliasi, dan memicu potensi konflik dengan pihak terkait.
-
Apa perbedaan nota, faktur, dan kwitansi?
Nota adalah bukti transaksi sederhana yang menunjukkan rincian barang atau jasa yang dibeli, biasanya tanpa ketentuan pembayaran khusus. Faktur adalah dokumen resmi yang mencatat transaksi penjualan dan menetapkan jumlah yang harus dibayar beserta tenggat waktu pembayarannya. Kwitansi adalah bukti penerimaan pembayaran yang dikeluarkan setelah uang diterima.








