Di tengah percepatan transaksi digital, metode pembayaran ikut berubah semakin cepat dan semakin beragam. Salah satu metode yang belakangan banyak dibahas adalah split payment, yaitu skema pembayaran yang dibagi ke beberapa pihak dalam satu transaksi.
Secara umum, split payment artinya metode pembayaran yang membagi nilai transaksi ke beberapa tujuan secara otomatis. Biasanya, sebagian dana masuk ke penjual, sementara sebagian lainnya langsung dialokasikan ke pihak terkait sesuai porsi yang sudah ditentukan.
Dengan mekanisme ini, alur pembayaran menjadi lebih transparan dan lebih mudah ditelusuri. Proses rekonsiliasi juga cenderung lebih ringan karena pembagian dana tidak perlu dilakukan manual.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Sekilas Tentang Split Payment
Split payment adalah metode pembayaran yang membagi total transaksi menjadi beberapa bagian, di mana sebagian dibayar langsung kepada penjual dan sebagian lagi disetor ke pihak lain. Sistem ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembayaran dapat dilakukan secara transparan dan terstruktur.
Metode pembayaran ini lebih cocok untuk transaksi yang kompleks karena alokasi dana berjalan otomatis dan lebih akurat. Risiko penundaan pembayaran pajak atau kebocoran juga bisa ditekan. Selain itu, pemantauan transaksi dan kepatuhan aturan menjadi lebih mudah.
Mekanisme Cara Kerja Split Payment Secara Sederhana
Berikut adalah cara kerja split pay yang perlu Anda ketahui:
1. Pembayaran dibagi menjadi beberapa bagian
Dalam metode pembayaran ini, transaksi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan pihak yang terlibat. Sebagian dari pembayaran langsung diberikan kepada penjual, sementara sisanya disetor untuk pajak atau biaya lainnya.
2. Penggunaan sistem otomatis
Sistem pembayaran otomatis mengelola pembagian pembayaran antara pihak-pihak yang terlibat. Proses ini berlangsung tanpa intervensi manual, sehingga meminimalkan kesalahan dan mempercepat transaksi.
Dengan menggunakan sistem POS, bisnis dapat memanfaatkan otomatisasi dalam proses pembayaran, memastikan setiap transaksi terstruktur dengan baik, dan meningkatkan efisiensi operasional.
3. Penggunaan split payment kartu kredit
Ketika menggunakan split payment kartu kredit, kartu kredit memfasilitasi pembagian pembayaran antara penjual dan pihak terkait. Proses pemisahan dilakukan secara langsung oleh sistem kartu kredit sesuai dengan transaksi yang terjadi.
4. Memastikan kepatuhan pajak dan biaya lainnya
Sistem ini memastikan pembayaran untuk pajak dan biaya tambahan disetor tepat waktu dan sesuai ketentuan. Hal ini mengurangi risiko keterlambatan pembayaran dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan.
5. Proses pembayaran yang terstruktur dan terjamin
Pembayaran yang terstruktur dengan jelas meningkatkan transparansi dalam setiap transaksi. Semua pihak yang terlibat mengetahui bagian mereka, memastikan proses pembayaran lebih aman dan terjamin.
Biasanya, sejumlah software POS retail terlengkap juga sudah mendukung metode ini.
Tujuan Penggunaan Split Payment
Dengan adanya sistem ini, pembagian pembayaran bisa ditetapkan sejak awal dan lebih mudah ditelusuri. Selain itu, terdapat beberapa tujuan lain dari sistem ini yaitu:
- Transparansi alokasi dana: Pembagian dana tercatat jelas per pihak, sehingga alurnya mudah dipantau dan diaudit.
- Efisiensi transaksi multi-pihak: Satu pembayaran bisa langsung dibagi ke penjual, platform, dan pihak terkait tanpa proses terpisah.
- Mengurangi risiko salah bayar: Nominal dan tujuan transfer sudah diatur otomatis, sehingga potensi salah alokasi atau keterlambatan turun.
- Mempercepat rekonsiliasi: Pencocokan pembayaran dengan komponen transaksi (fee, komisi, biaya layanan) jadi lebih ringan dan cepat.
Studi Kasus dan Penerapan Split Payment: Kolaborasi AsiaPay dan Hands In
Kolaborasi ini membuat merchant dalam jaringan AsiaPay dapat menawarkan split payment langsung di halaman checkout. Pelanggan bisa membagi pembayaran dalam satu transaksi, baik ke beberapa kartu maupun ke beberapa orang.
Fitur utamanya adalah Multi-Card Payments, yaitu satu pelanggan membagi total belanja ke dua atau lebih kartu. Opsi ini juga bisa ditawarkan sebagai cart recovery untuk membantu menyelamatkan transaksi yang berpotensi gagal.
Dampaknya, Multi-Card dilaporkan mencapai conversion rate 95%, karena kendala seperti limit kartu jadi tidak langsung menggagalkan checkout. Ini membantu mengurangi kegagalan pembayaran yang biasanya terjadi saat nominal transaksi lebih besar dari kapasitas satu kartu.
Untuk e-commerce dan marketplace, pendekatan seperti ini memberi fleksibilitas pembayaran tanpa menambah langkah manual di belakang layar dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Manfaat Split Payment bagi Bisnis
Split payment memberikan manfaat yang berbeda bagi konsumen dan bisnis. Sistem ini membantu kedua pihak dalam menjalankan transaksi dengan lebih transparan, efisien, dan terstruktur. Berikut adalah manfaatnya yang perlu Anda ketahui:
|
Untuk Konsumen |
Untuk Bisnis |
| Memastikan pembayaran dilakukan dengan tepat dan sesuai kewajiban. | Meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan transaksi. |
| Mengurangi risiko kesalahan dalam pembayaran, terutama untuk pajak atau biaya tambahan. | Memastikan kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan biaya lainnya. |
| Memberikan rasa aman karena pembayaran langsung diteruskan ke pihak yang tepat. | Mengurangi kemungkinan penipuan dan kebocoran dana. |
| Memudahkan pencatatan transaksi karena pembayarannya terstruktur. | Meningkatkan transparansi antara bisnis, konsumen, dan pihak terkait lainnya. |
Kesimpulan
Split payment membantu transaksi digital berjalan lebih tertata, terutama saat pembayaran perlu dibagi ke beberapa pihak. Melalui pembagian dana otomatis, alokasi pembayaran menjadi lebih jelas, sehingga prosesnya terasa lebih aman dan mudah ditelusuri.
Dengan mekanisme yang terintegrasi ke sistem pembayaran, split payment dapat mendorong efisiensi operasional karena pembagian dana dan pencatatan dilakukan lebih konsisten dan terstruktur.
Jika perusahaan ingin menerapkan skema ini sebagai metode pembayaran untuk bisnis, atur jadwal untuk konsultasi gratis dengan tim expert kami untuk menentukan alur dan mekanisme yang tepat.
Pertanyaan Seputar Split Payment
-
Apakah saya bisa menggunakan lebih dari dua metode pembayaran?
Ya, dengan sistem POS, Anda dapat menggunakan lebih dari dua metode pembayaran dalam satu transaksi, seperti kartu kredit, e-wallet, dan transfer bank. Sistem ini mendukung berbagai opsi pembayaran yang memungkinkan pelanggan memilih metode yang paling sesuai, memudahkan proses pembayaran secara fleksibel.
-
Apakah semua transaksi bisa menggunakan split payment?
Tidak semua transaksi bisa menggunakan split payment, karena sistem ini hanya berlaku pada transaksi yang melibatkan lebih dari satu pihak, seperti pembayaran untuk produk dan biaya lainnya. Transaksi dengan satu pihak atau pembayaran sederhana biasanya tidak memerlukan pembagian seperti yang diterapkan dalam split payment.
-
Apakah split payment tersedia untuk pembayaran internasional?
Ya, split payment dapat diterapkan pada pembayaran internasional, asalkan sistem pembayaran yang digunakan mendukung pembagian transaksi antara berbagai pihak. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memisahkan pembayaran ke penjual dan biaya lainnya, seperti pajak atau biaya layanan, meskipun transaksi dilakukan secara internasional.







