Di banyak bisnis, keputusan sederhana seperti “restock minggu ini atau nanti” sering ditentukan oleh satu hal: seberapa jelas data persediaan barang dagang yang dimiliki. Informasi stok yang akurat membantu tim menentukan kapan harus menambah barang dan berapa jumlah yang dibutuhkan.
Persediaan barang dagang merujuk pada stok produk untuk dijual kembali, sehingga pergerakannya perlu dipantau sejak barang masuk hingga terjual. Alur yang rapi membantu menjaga ketersediaan tanpa menumpuk stok berlebih.
Dari sisi manajemen, persediaan barang dagang memengaruhi HPP, margin, dan nilai aset lancar. Jika pencatatan konsisten dan mudah ditelusuri, evaluasi penjualan serta keputusan pembelian jadi lebih solid.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Pengertian Persediaan Barang Dagang dalam Operasional Bisnis
Persediaan barang dagang adalah kumpulan barang milik perusahaan yang akan dijual sebagai bentuk operasi bisnis sehari-hari. Barang dagang yang masuk kategori ini meliputi persediaan dari pemasok maupun barang yang produksi sendiri.
Dalam konteks manajemen inventori, persediaan barang dagang memainkan peran kunci dalam memastikan kelancaran operasional dan keefektifan bisnis. Ini termasuk memastikan bahwa barang yang pasar butuhkan tersedia tanpa menyebabkan overstock dan understock.
Jenis Persediaan Barang yang Umum Ditemui di Perusahaan Dagang
Persediaan barang dagang merujuk pada stok barang yang bertujuan untuk penjualan. Secara umum, persediaan barang dagang terbagi menjadi delapan jenis, meliputi:
1. Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
Contoh persediaan barang dagang jadi terdiri dari produk-produk yang telah selesai produksi dan siap untuk Anda jual kepada pelanggan. Persediaan ini adalah bentuk akhir produk yang akan melalui proses distribusi dan penjualan.
2. Persediaan barang dalam proses (work in progress inventory)
WIP atau work in progress adalah persediaan inventaris dimana bahan baku yang perusahaan simpan belum sepenuhnya selesai produksi. Dalam kata lain, Anda menyimpan produk setengah jadi atau belum siap distribusi dalam gudang.
3. Persediaan barang mentah (raw materials inventory)
Persediaan barang mentah adalah bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk memulai proses produksi barang. Bahan ini belum mengalami pengolahan atau perubahan dan disimpan sampai dibutuhkan dalam proses produksi.
4. Persediaan MRO (Maintenance, Repair, and Operations Inventory)
Persediaan MRO mencakup barang-barang yang perusahaan gunakan dalam mendukung dan memelihara proses produksi. Contoh persediaan barang dagang dalam jenis ini termasuk alat, peralatan, dan bahan habis pakai yang tidak langsung terkait dengan produk siap jual.
5. Persediaan konsinyasi (consignment inventory)
Persediaan konsinyasi adalah barang yang perusahaan simpan di lokasi pihak ketiga sebelum mereka jual. Ini memungkinkan pengecer untuk menyimpan barang tanpa harus membelinya terlebih dahulu, mengurangi risiko dan meningkatkan likuiditas.
6. Persediaan rotasi (rotating inventory)
Persediaan rotasi adalah barang-barang yang perusahaan beli, gunakan, dan ganti secara berkala. Jenis persediaan barang dagang ini sering Anda temukan dalam operasi yang memerlukan item yang sama secara rutin atau juga alat-alat yang memerlukan penggantian teratur.
7. Persediaan obsolet (obsolete inventory)
Persediaan barang dagang obsolet adalah barang-barang yang tidak lagi dapat perusahaan jual atau gunakan karena telah ketinggalan zaman atau tidak lagi sesuai dengan spesifikasi pasar. Item-item ini sering menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan perlu strategi pengelolaan yang efisien.
8. Persediaan antisipatif (anticipatory inventory)
Persediaan antisipatif adalah stok barang yang berfungsi untuk memenuhi permintaan di masa depan akibat tren atau peristiwa khusus lainnya. Perusahaan menggunakan contoh persediaan barang dagang ini untuk mempersiapkan lonjakan permintaan atau untuk melindungi dari kenaikan harga bahan baku.
Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang

1. Metode perpetual atau permanen
Metode pencatatan persediaan barang dagang perpetual mengandalkan teknologi untuk melacak pergerakan stok secara kontinu dan otomatis. Setiap kali transaksi pembelian atau penjualan dilakukan, sistem inventori terintegrasi langsung memperbarui catatan stok, sehingga saldo persediaan selalu terkini.
Metode perpetual sangat efektif untuk perusahaan dengan volume transaksi tinggi untuk menghindari kekurangan atau kelebihan stok. Kelebihan metode perpetual adalah kemampuannya dalam menganalisis tren penjualan secara real-time, yang penting untuk perencanaan penjualan pasar.
2. Metode periodik atau fisik
Metode periodik adalah teknik penghitungan fisik stok pada akhir periode akuntansi untuk menentukan jumlah persediaan yang tersisa. Selama periode berjalan, semua pembelian secara kumulatif ditambahkan ke saldo awal, dan tidak ada pengurangan otomatis untuk setiap penjualan yang terjadi.
Metode ini sering pebisnis anggap kurang akurat dibandingkan metode persediaan barang dagang perpetual karena keterlambatan informasi tentang status stok aktual. Namun, karena kesederhanaan dalam pengendalian persediaan barang di gudang, metode periodik sering menjadi pilihan bagi usaha kecil dengan skala lebih terbatas.
Bagaimana Persediaan Barang Dagang Dikelola Sehari-hari
Dalam operasional sehari-hari, pengelolaan persediaan barang dagang berjalan dari barang diterima sampai stok dicocokkan kembali. Karena alurnya saling terhubung, satu tahap yang terlewat biasanya langsung bikin membuat pencatatan stok berantakan.
Prosesnya dimulai dari receiving, yaitu barang datang dari supplier lalu dicek dan dicatat (input SKU, jumlah, dan dokumen penerimaan). Setelah itu barang disimpan di lokasi rak/bin yang jelas, lalu dikeluarkan saat ada penjualan, produksi, atau transfer gudang.
Terakhir, tim melakukan rekonsiliasi untuk mencocokkan data sistem dengan stok fisik dan memastikan selisih cepat ketahuan.
Biasanya selisih paling sering muncul di titik rawan seperti receiving yang belum tercatat, retur yang tidak direstock, stock opname yang belum memperbarui data, dan transfer gudang yang fisik serta sistemnya tidak sinkron.
Kenapa Persediaan Barang Dagang Perlu Dikelola dengan Benar
Kegiatan pencatatan persediaan barang dagang membawa pengaruh dalam bisnis melalui manfaat-manfaat yang ada. Beberapa dampak tersebut adalah:
- Memastikan ketersediaan stok barang untuk pemenuhan pesanan pelanggan.
- Stabilisasi harga pembelian melalui pembelian grosir.
- Mendukung pelaksanaan strategi pemasaran dan penjualan.
- Pengurangan risiko kehilangan penjualan karena kekurangan stok.
- Meningkatkan kemampuan negosiasi dengan pemasok berkat volume pembelian yang lebih besar.
Fungsi Persediaan Barang Dagang
Pencatatan persediaan barang dagang adalah komponen pengelolaan rantai pasokan bisnis yang penting. Berikut adalah beberapa fungsi utama persediaan barang dagang bagi perusahaan Anda:
- Memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu.
- Perlindungan dari fluktuasi harga dan gangguan pasokan.
- Peningkatan efisiensi operasional dan produktivitas.
- Dukungan untuk inisiatif promosi dan diskon penjualan.
- Pengelolaan dan optimasi biaya penyimpanan dan pengeluaran.
Tips & Praktik Pengelolaan Persediaan yang Lebih Terkontrol di Lapangan
Pencatatan persediaan barang dagang dengan akurat adalah kunci untuk mengelola keuangan dan operasi bisnis secara efektif. Berikut adalah beberapa tips penting yang dapat membantu Anda dalam melakukannya:
- Gunakan sistem inventori yang terautomasi untuk pembaruan real-time dan pengurangan kesalahan manusia.
- Lakukan audit rutin dengan membandingkan catatan fisik stok dengan catatan akuntansi.
- Terapkan metode pencatatan yang konsisten, seperti FIFO (First In First Out) atau LIFO (Last In First Out), sesuai kebutuhan bisnis.
- Catat setiap transaksi pembelian dan penjualan secara detail untuk mempertahankan akurasi data.
- Pertahankan dokumentasi yang baik, termasuk faktur, tanda terima, dan catatan pengiriman, untuk mendukung pencatatan.
- Latih staf terkait dengan prosedur manajemen inventori dan penggunaan software yang ada.
- Manfaatkan optimasi aplikasi stok barang terbaik guna menganalisis kebutuhan tren, memanajemen penyimpanan stok, dan mendeteksi alur masuk-keluar barang gudang.
Kesimpulan
Pengelolaan persediaan barang dagang perlu alur yang rapi karena berdampak langsung pada ketersediaan stok, perputaran barang, dan akurasi laporan. Saat pencatatan konsisten, perusahaan lebih mudah menjaga stok tetap aman tanpa penumpukan.
Banyak perusahaan memakai sistem inventori agar pencatatan lebih tertib, pergerakan stok lebih mudah dipantau, dan selisih bisa ditekan. Dengan data yang mudah ditelusuri, keputusan pembelian dan evaluasi penjualan jadi lebih cepat.
Jika Anda ingin memastikan proses persediaan di gudang sudah efektif dan minim celah, konsultasi gratis bisa membantu meninjau alurnya. Anda juga bisa mendapat masukan praktis soal kontrol stok dan metode pencatatan yang paling cocok.
Pertanyaan Seputar Persediaan Barang Dagang
-
Bagaimana saja sistem persediaan barang dagang?
Sistem persediaan barang dagang memungkinkan pembaruan stok real-time, mengurangi risiko kehabisan atau berlebihan stok, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih strategis melalui analisis data yang efektif.
-
Bagaimana cara menghitung persediaan barang dagangan?
Menghitung persediaan barang dagangan dapat Anda lakukan dengan menambahkan stok awal dan pembelian, lalu mengurangi barang terjual.
-
Apa yang terjadi apabila dalam perhitungan persediaan akhir dinyatakan terlalu rendah?
Jika persediaan akhir terlalu rendah, hal ini dapat mengakibatkan laporan laba yang lebih rendah dan masalah pajak yang lebih tinggi karena biaya barang terjual tampak meningkat. Ini juga bisa menimbulkan masalah dalam perencanaan dan operasi karena kurangnya akurasi data stok.
-
Apa saja transaksi yang bisa mempengaruhi persediaan barang?
Transaksi yang mempengaruhi persediaan barang dagang adalah pembelian barang baru, penjualan produk, dan pengembalian barang.







