Mengelola pesanan dari berbagai channel seperti marketplace, website, dan toko fisik sering kali menjadi tantangan operasional yang kompleks. Ketidaksinkronan data stok, kesalahan input, serta keterlambatan pemenuhan pesanan dapat berdampak langsung pada kepuasan pelanggan dan profitabilitas bisnis.
Tantangan ini muncul karena sistem manual tidak lagi memadai dalam menghadapi dinamika bisnis multi-channel yang terus berkembang. Untuk itu, Order Management Software (OMS) menjadi solusi strategis yang mampu menyatukan seluruh proses pemesanan, inventaris, dan pengiriman dalam satu sistem terintegrasi.
Dengan implementasi OMS yang tepat, bisnis dapat mencapai efisiensi operasional, visibilitas data real-time, dan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten. Artikel ini membahas 15 platform OMS terbaik tahun 2026 yang dapat membantu Anda memilih solusi paling sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis Anda.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
| Nama Software | Cocok Untuk Apa? |
| HashMicro | Perusahaan skala menengah hingga besar yang butuh kustomisasi mendalam. |
| Oracle NetSuite | Korporasi besar dengan kebutuhan integrasi ERP dan operasional global. |
| SAP Business One | Bisnis yang sudah berada dalam ekosistem SAP dan butuh solusi terintegrasi. |
| Odoo | Bisnis yang mencari solusi modular dan open-source yang fleksibel. |
| Zoho Inventory | UKM dan startup yang sudah menggunakan produk Zoho lainnya. |
| Brightpearl | Retailer dan grosir omnichannel yang membutuhkan platform terpusat. |
| Veeqo | Penjual e-commerce yang fokus pada manajemen gudang dan pengiriman. |
| Linnworks | Bisnis e-commerce dengan volume pesanan tinggi di banyak channel. |
| Salesforce Commerce Cloud | Perusahaan yang membutuhkan integrasi kuat antara CRM dan e-commerce. |
| Fishbowl | Bisnis manufaktur dan gudang yang menggunakan QuickBooks. |
| Cin7 | Manajemen inventaris dan pesanan untuk retailer produk fisik. |
| Katana | Manufaktur skala kecil yang butuh visibilitas proses produksi dan stok. |
| Qontak | Bisnis yang fokus pada integrasi pesanan dengan komunikasi via WhatsApp. |
| Sirclo | Brand yang ingin solusi e-commerce end-to-end, dari website hingga fulfillment. |
| Jubelio | UKM di Indonesia yang berjualan di banyak marketplace. |
Apa Itu Order Management Software?
Order Management Software (OMS) adalah sistem terpusat yang dirancang untuk mengelola seluruh proses pesanan secara end-to-end, mulai dari penerimaan hingga pengiriman. Platform ini memastikan setiap transaksi tercatat, stok terpantau real-time, dan proses pemenuhan berjalan efisien tanpa kesalahan manual.
Secara fungsional, order management system bertindak sebagai pusat kendali yang menghubungkan berbagai channel penjualan dalam satu ekosistem terpadu. Dengan sistem ini, bisnis dapat mempercepat pemrosesan pesanan, menjaga konsistensi data antar departemen, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih andal serta responsif.
Fitur Wajib yang Harus Ada di Order Management Software Pilihan Anda
Saat mengevaluasi berbagai opsi, pastikan platform pilihan Anda memiliki fitur-fitur fundamental berikut untuk memastikan operasional Anda berjalan lancar.
1. Manajemen pesanan terpusat
Ini adalah fungsi inti. Sistem harus mampu menarik pesanan dari semua sumber ke dalam satu antarmuka yang mudah dikelola, di mana Anda bisa melihat, mengedit, dan memproses setiap pesanan.
2. Manajemen inventaris
Fitur ini harus menyediakan sinkronisasi stok real-time, notifikasi stok rendah, dan kemampuan untuk mengelola stok di beberapa lokasi gudang. Kemampuan manajemen inventaris yang baik adalah tulang punggung dari OMS yang efektif.
3. Manajemen pengiriman dan pelacakan
Kemampuan untuk berintegrasi dengan berbagai layanan kurir, mencetak label pengiriman secara massal, dan menyediakan nomor pelacakan otomatis kepada pelanggan adalah fitur yang sangat penting untuk efisiensi.
4. Integrasi dengan platform lain (ERP, CRM, Akuntansi)
OMS yang baik tidak berdiri sendiri. Ia harus bisa terhubung dengan sistem lain seperti pada rekomendasi software ERP, CRM, dan akuntansi untuk menciptakan ekosistem data yang terpadu dan menghindari entri data ganda.
5. Pelaporan dan analitik
Dasbor yang intuitif dengan laporan yang dapat disesuaikan sangat penting. Anda perlu akses ke data penjualan, performa produk, dan metrik pemenuhan pesanan untuk mengukur kinerja dan menemukan peluang pertumbuhan.
15 Rekomendasi Order Management Software Terbaik di Tahun 2026
Setelah memahami apa yang harus dicari, berikut adalah ulasan mendalam saya mengenai 15 platform OMS terbaik yang tersedia di pasar saat ini. Daftar ini saya susun berdasarkan kelengkapan fitur, fleksibilitas, dukungan pelanggan, dan ulasan dari pengguna nyata.
1. HashMicro
HashMicro menawarkan Order Management Software yang merupakan bagian dari sistem ERP yang komprehensif. Pendekatannya yang terintegrasi penuh membuatnya menjadi pilihan utama bagi perusahaan skala menengah hingga besar di Indonesia yang membutuhkan solusi end-to-end. Keunggulan utamanya terletak pada tingkat kustomisasi yang sangat tinggi, memungkinkan sistem untuk disesuaikan secara spesifik dengan alur kerja bisnis yang unik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Kustomisasi sangat fleksibel sesuai kebutuhan industri spesifik. | Implementasi awal untuk kustomisasi kompleks memerlukan waktu. |
| Dukungan teknis lokal yang responsif dan berbasis di Indonesia. | Mungkin terasa terlalu komprehensif untuk bisnis skala mikro. |
| Model lisensi unlimited user tanpa biaya tambahan per pengguna. | Tidak ada opsi paket gratis untuk penggunaan jangka panjang. |
“Kami bisa mengelola pesanan dari semua cabang dalam satu platform. Sinkronisasi stoknya real-time, jadi tidak ada lagi kasus overselling. Tim support HashMicro juga sangat membantu selama proses implementasi.” – Manajer Operasional, Perusahaan Retail F&B.
2. Oracle NetSuite
NetSuite adalah raksasa di dunia ERP dan OMS, yang dirancang untuk perusahaan dengan skala operasi yang kompleks dan global. Platform ini menyatukan manajemen pesanan, inventaris, akuntansi, dan CRM dalam satu sistem cloud yang kuat. NetSuite sangat ideal untuk bisnis yang berencana melakukan ekspansi atau sudah memiliki operasional di berbagai negara.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Solusi <em>end-to-end</em> yang mencakup hampir semua aspek bisnis. | Biaya implementasi dan lisensi yang sangat tinggi. |
| Skalabilitas tinggi untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. | Kurva belajar yang curam dan memerlukan pelatihan khusus. |
| Fitur pelaporan dan analitik yang sangat mendalam. | Kustomisasi seringkali memerlukan bantuan dari konsultan pihak ketiga. |
“NetSuite memberikan visibilitas penuh atas seluruh rantai pasok kami. Dari pesanan masuk hingga pengiriman global, semuanya terpantau dalam satu sistem.” – Ulasan Pengguna di G2.
3. SAP Business One
SAP Business One adalah solusi ERP yang dirancang untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Modul manajemen pesanannya terintegrasi erat dengan inventaris, produksi, dan keuangan. Ini adalah pilihan yang solid bagi perusahaan yang membutuhkan kontrol ketat atas proses bisnis mereka dan sudah familiar dengan ekosistem SAP.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi yang kuat dengan modul SAP lainnya. | Biaya bisa menjadi mahal seiring penambahan modul dan pengguna. |
| Kontrol yang baik atas proses bisnis dari hulu ke hilir. | Antarmuka pengguna bisa terasa kurang modern dibandingkan kompetitor baru. |
| Didukung oleh jaringan mitra implementasi yang luas. | Memerlukan sumber daya server yang mumpuni untuk versi <em>on-premise</em>. |
“Sebagai pengguna SAP di divisi lain, mengadopsi Business One untuk manajemen pesanan terasa natural. Semua data terhubung dengan baik ke bagian keuangan.” – Ulasan Pengguna di Capterra.
4. Odoo
Odoo adalah platform bisnis open-source dengan pendekatan modular. Anda bisa memulai hanya dengan modul Penjualan dan Inventaris, lalu menambahkan modul lain seperti Akuntansi, CRM, atau Manufaktur seiring pertumbuhan bisnis. Fleksibilitas ini menjadikannya pilihan populer bagi startup dan UKM yang menginginkan sistem yang bisa tumbuh bersama mereka.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Struktur modular yang sangat fleksibel dan hemat biaya. | Membutuhkan pengetahuan teknis untuk kustomisasi mendalam. |
| Komunitas <em>open-source</em> yang besar dan aktif. | Dukungan resmi bisa lebih lambat dibandingkan solusi berbayar penuh. |
| Tersedia versi komunitas yang gratis. | Kualitas beberapa modul pihak ketiga bisa bervariasi. |
“Kami memulai dengan modul dasar dan itu sudah sangat membantu. Kemampuan untuk menambahkan fitur baru tanpa mengganti seluruh sistem adalah keunggulan besar Odoo.” – Pemilik Bisnis Startup.
5. Zoho Inventory
Bagian dari ekosistem Zoho yang luas, Zoho Inventory adalah OMS yang kuat dan ramah pengguna, terutama untuk UKM. Platform ini unggul dalam manajemen inventaris multi-gudang, pelacakan pesanan, dan integrasi dengan marketplace populer. Jika Anda sudah menggunakan Zoho Books atau Zoho CRM, integrasinya akan berjalan mulus.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Antarmuka yang bersih dan mudah digunakan. | Beberapa fitur lanjutan hanya tersedia di paket yang lebih mahal. |
| Integrasi sempurna dengan produk Zoho lainnya. | Keterbatasan dalam kustomisasi alur kerja yang kompleks. |
| Harga yang sangat kompetitif untuk UKM. | Pelaporan terkadang kurang fleksibel dibandingkan kompetitor besar. |
“Zoho Inventory sangat intuitif. Kami bisa langsung menggunakannya tanpa pelatihan panjang. Sinkronisasi dengan Shopify dan Amazon berjalan otomatis.” – Ulasan Pengguna di Software Advice.
6. Brightpearl
Brightpearl dirancang khusus untuk retailer, grosir, dan brand direct-to-consumer (D2C). Platform ini menyatukan manajemen pesanan, inventaris, akuntansi, CRM, pemenuhan pesanan, serta repair order management dalam satu sistem terintegrasi. Fokusnya pada sektor ritel membuatnya memiliki fitur-fitur spesifik yang sangat relevan, seperti manajemen pemasok dan otomatisasi alur kerja ritel.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Platform terpusat khusus untuk operasional ritel. | Harga cenderung lebih tinggi, menargetkan bisnis dengan omset besar. |
| Otomatisasi alur kerja yang kuat untuk proses pesanan. | Implementasi bisa memakan waktu yang cukup lama. |
| Integrasi yang baik dengan platform e-commerce terkemuka. | Beberapa pengguna melaporkan antarmuka yang agak padat. |
“Brightpearl mengotomatiskan 90% proses pemenuhan pesanan kami. Ini memungkinkan kami fokus pada pemasaran dan pengembangan produk.” – CEO, Brand Fashion D2C.
7. Veeqo
Diakuisisi oleh Amazon, Veeqo kini menjadi solusi manajemen pengiriman dan inventaris yang gratis untuk penjual e-commerce. Platform ini membantu mengelola pesanan dari berbagai channel, mengambil barang di gudang dengan pemindai, dan mendapatkan tarif pengiriman yang kompetitif. Ini adalah pilihan yang sangat menarik bagi penjual online dengan volume pengiriman tinggi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Gratis untuk digunakan, tanpa biaya langganan. | Fokus utama pada pengiriman dan gudang, bukan OMS <em>full-suite</em>. |
| Fitur manajemen gudang yang canggih (pemindaian barcode). | Integrasi di luar ekosistem e-commerce utama mungkin terbatas. |
| Akses ke tarif pengiriman yang lebih rendah. | Dukungan pelanggan bisa bervariasi karena model bisnisnya yang gratis. |
“Fitur pemindai Veeqo telah mengurangi kesalahan pengambilan barang di gudang kami secara drastis. Dan semuanya gratis!” – Manajer Gudang, Toko Online.
8. Shopify
Shopify adalah platform e-commerce terkemuka yang juga menyediakan fitur order management yang memudahkan bisnis dalam mengelola pesanan, inventaris, dan pengiriman. Dengan antarmuka yang mudah digunakan dan integrasi dengan berbagai marketplace serta payment gateway, Shopify memungkinkan bisnis memproses pesanan secara efisien dan memberikan pengalaman belanja yang konsisten bagi pelanggan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Mudah digunakan, cocok untuk pemula. | Terdapat biaya tambahan untuk beberapa aplikasi |
| Integrasi luas dengan marketplace dan payment gateway. | Fitur order management lebih terbatas. |
| Otomasi proses pesanan dan notifikasi. | Skalabilitas untuk bisnis besar. |
9. Salesforce Commerce Cloud
Bagi perusahaan yang sudah berinvestasi besar dalam ekosistem Salesforce, Commerce Cloud adalah pilihan yang logis. OMS-nya, yang dikenal sebagai Salesforce Order Management, terintegrasi secara native dengan CRM dan platform e-commerce mereka. Ini memungkinkan personalisasi pengalaman pelanggan yang mendalam, dari penjelajahan produk hingga layanan purna jual.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi tanpa batas dengan Salesforce CRM. | Sangat mahal dan ditujukan untuk enterprise. |
| Visibilitas 360 derajat terhadap data pelanggan dan pesanan. | Implementasi yang kompleks dan panjang. |
| Fitur personalisasi dan AI (Einstein) yang canggih. | Memerlukan tim ahli atau mitra implementasi khusus. |
“Kemampuan untuk melihat riwayat pembelian dan interaksi pelanggan langsung dari data pesanan sangat membantu tim layanan kami.” – VP of Commerce, Perusahaan Retail Besar.
10. Quickbooks
QuickBooks adalah software akuntansi dan manajemen pesanan yang banyak digunakan oleh bisnis kecil hingga menengah untuk mengelola keuangan, inventaris, dan proses penjualan secara efisien.
Solusi berbasis cloud ini juga memungkinkan akses data secara real-time sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi kuat antara akuntansi dan manajemen pesanan. | Kurang cocok untuk bisnis dengan kebutuhan order management yang kompleks. |
| Antarmuka mudah digunakan. | Biaya berlangganan dapat meningkat seiring pertumbuhan bisnis. |
| Laporan keuangan dan penjualan real-time. | Fitur lanjutan memerlukan add-on tambahan. |
11. Extensiv Order Management
Extensiv Order Management adalah solusi manajemen pesanan berbasis cloud yang dirancang untuk membantu bisnis multichannel mengelola pesanan, inventaris, dan pengiriman secara terpusat. Dengan otomatisasi dan visibilitas real-time, Extensiv membantu meningkatkan efisiensi operasional serta akurasi pemenuhan pesanan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Visibilitas real-time terhadap pesanan dan inventaris. | Antarmuka bisa terasa kompleks bagi pengguna baru. |
| Otomatisasi proses pemenuhan dan sinkronisasi stok. | Membutuhkan waktu implementasi yang cukup panjang. |
| Skalabel untuk bisnis dengan banyak kanal penjualan. | Dukungan pelanggan tidak selalu tersedia 24/7. |
12. Katana
Katana adalah “ERP Manufaktur” yang dirancang agar mudah digunakan oleh bisnis skala kecil dan menengah. Platform ini memberikan visibilitas real-time atas pesanan, inventaris bahan baku, jadwal produksi, dan pemenuhan pesanan. Jika bisnis Anda melibatkan proses produksi atau perakitan, Katana adalah pilihan yang sangat baik untuk menyederhanakan kompleksitas tersebut.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat intuitif untuk manajemen produksi dan inventaris. | Kurang cocok untuk bisnis yang murni ritel tanpa produksi. |
| Visibilitas <em>end-to-end</em> dari bahan baku hingga produk jadi. | Fitur akuntansi tidak sekuat ERP tradisional. |
| Integrasi yang baik dengan platform e-commerce dan akuntansi. | Mungkin kurang fitur untuk manufaktur yang sangat kompleks. |
“Sebelum Katana, jadwal produksi kami berantakan. Sekarang kami tahu persis apa yang harus dibuat, kapan, dan apakah bahan bakunya cukup.” – Pemilik, Workshop Kerajinan Tangan.
13. Qontak
Qontak, bagian dari Mekari, menawarkan pendekatan unik dengan mengintegrasikan manajemen pesanan ke dalam platform CRM yang berpusat pada WhatsApp. Solusi ini sangat cocok untuk bisnis di Indonesia yang banyak mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi dan menerima pesanan dari pelanggan. Otomatisasi dan pelacakan pesanan langsung dari chat menjadi keunggulan utamanya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi yang sangat kuat dengan WhatsApp Business API. | Bukan OMS tradisional yang fokus pada manajemen gudang. |
| Otomatisasi alur kerja pesanan dari chat pelanggan. | Mungkin kurang ideal untuk bisnis dengan banyak channel penjualan fisik. |
| Tergabung dalam ekosistem Mekari yang lebih luas. | Fitur manajemen inventaris tidak selengkap platform khusus OMS. |
14. Woo Commerce
WooCommerce adalah plugin e-commerce populer untuk WordPress yang juga berfungsi sebagai sistem manajemen pesanan (order management system) fleksibel bagi bisnis online. Dengan dukungan ribuan plugin dan tema, WooCommerce menjadi pilihan ideal bagi bisnis yang ingin membangun toko online dengan kontrol penuh atas tampilan dan fungsionalitasnya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Fleksibel dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis. | Pengaturan awal bisa rumit bagi pengguna non-teknis. |
| Mendukung berbagai metode pembayaran dan pengiriman. | Performa bisa melambat tanpa hosting yang kuat. |
| Banyak plugin tambahan untuk memperluas fungsi OMS. | Beberapa ekstensi premium memerlukan biaya tambahan. |
15. Jubelio
Jubelio adalah platform omnichannel yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia. Platform ini membantu UKM mengelola penjualan dari berbagai marketplace, webstore, dan POS dalam satu dasbor. Fitur utamanya adalah sinkronisasi stok, pemrosesan pesanan massal, dan integrasi akuntansi yang memudahkan pembukuan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat fokus dan terintegrasi baik dengan marketplace Indonesia. | Fitur untuk operasional B2B atau manufaktur terbatas. |
| Harga yang terjangkau untuk UKM. | Beberapa pengguna menginginkan fitur pelaporan yang lebih mendalam. |
| Antarmuka yang relatif mudah digunakan. | Skalabilitas mungkin menjadi tantangan untuk bisnis bervolume sangat besar. |
“Jubelio sangat menyelamatkan waktu. Mengelola stok di Tokopedia, Shopee, dan Lazada dari satu tempat membuat operasional kami jauh lebih efisien.” – Pemilik Toko Online.
Mengapa Bisnis Anda Membutuhkan Order Management Software?
Berinvestasi pada OMS bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk bertumbuh di era digital. Platform ini memberikan fondasi yang kokoh untuk skalabilitas dan kepuasan pelanggan. Menurut riset dari Forbes, visibilitas rantai pasok yang baik adalah kunci untuk ketahanan bisnis, dan OMS adalah komponen utamanya.
1. Sentralisasi data pesanan dari berbagai channel
OMS mengumpulkan semua pesanan dari marketplace, situs web, media sosial, dan toko fisik ke dalam satu dasbor. Ini menghilangkan kebutuhan untuk memeriksa setiap platform secara manual, mengurangi risiko pesanan terlewat, dan memberikan gambaran lengkap tentang penjualan Anda.
2. Sinkronisasi stok secara real-time
Ketika sebuah produk terjual di satu channel, sistem secara otomatis akan memperbarui jumlah stok di semua channel lainnya. Ini mencegah overselling (menjual barang yang stoknya habis) yang dapat merusak reputasi dan mengecewakan pelanggan.
3. Otomatisasi proses pemenuhan pesanan (order fulfillment)
Dari pembuatan daftar pengambilan barang (picking list) di gudang hingga pencetakan label pengiriman, OMS mengotomatiskan tugas-tugas repetitif. Hal ini mempercepat waktu pemrosesan, mengurangi human error, dan memastikan pesanan dikirim dengan benar.
4. Peningkatan pengalaman pelanggan
Dengan proses yang lebih cepat dan akurat, pelanggan menerima pesanan mereka tepat waktu. Selain itu, OMS memungkinkan tim layanan pelanggan untuk melacak status pesanan dengan mudah dan memberikan informasi yang akurat kepada pelanggan.
5. Analisis dan pelaporan yang akurat
OMS menyediakan data berharga tentang tren penjualan, produk terlaris, dan kinerja setiap channel. Laporan ini membantu Anda membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas, mulai dari strategi pemasaran hingga perencanaan inventaris.
Kesimpulan
Pemilihan order management software yang tepat merupakan keputusan strategis yang menentukan efisiensi operasional, profitabilitas, serta pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Sistem yang ideal bukan hanya berfungsi mengelola pesanan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kompleksitas dan kebutuhan spesifik bisnis Anda
Software Supply Chain HashMicro menawarkan solusi terintegrasi yang dirancang untuk mengoptimalkan seluruh proses manajemen pesanan dan rantai pasok. Dengan kemampuan kustomisasi yang tinggi, HashMicro membantu perusahaan mencapai visibilitas penuh, pengendalian biaya yang lebih baik, serta produktivitas yang berkelanjutan.
Untuk memperoleh gambaran nyata tentang keunggulan sistem ini, Anda dapat menjadwalkan demo gratis HashMicro. Tim profesional HashMicro siap memberikan konsultasi dan menunjukkan bagaimana teknologi kami dapat diimplementasikan secara tepat guna mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Pertanyaan Seputar Order Management Software (FAQ)
Frequently Asked Question
Inventory Management System fokus pada pelacakan stok barang (jumlah, lokasi, pergerakan). Sementara itu, OMS memiliki cakupan yang lebih luas, mencakup seluruh siklus hidup pesanan dari penerimaan, pemrosesan, hingga pengiriman, di mana manajemen inventaris adalah salah satu fiturnya.
Biayanya sangat bervariasi. Solusi untuk UKM seperti Jubelio atau Zoho bisa mulai dari beberapa ratus ribu hingga beberapa juta per bulan. Platform enterprise seperti Oracle atau SAP bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung pada kompleksitas implementasi.
Tentu saja. Banyak OMS seperti Zoho Inventory, Jubelio, atau Veeqo yang dirancang khusus dengan harga dan fitur yang sesuai untuk UKM. Solusi ini membantu UKM untuk beroperasi lebih efisien dan bersaing dengan bisnis yang lebih besar.
Ya, sebagian besar OMS modern, terutama yang populer di Indonesia seperti HashMicro, Jubelio, dan Sirclo, memiliki integrasi bawaan dengan marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan lainnya. Ini adalah salah satu fungsi utama mereka.
Waktunya bervariasi. Untuk solusi SaaS yang siap pakai bagi UKM, implementasi bisa secepat beberapa hari hingga beberapa minggu. Untuk sistem ERP yang kompleks dengan kustomisasi mendalam, prosesnya bisa memakan waktu beberapa bulan.




















