OPEX adalah singkatan dari operating expenditure, yaitu seluruh biaya yang perusahaan keluarkan untuk menjalankan aktivitas operasional sehari-hari. Komponen ini mencakup gaji karyawan, biaya sewa, utilitas, hingga pengeluaran rutin lain yang menjaga bisnis tetap berjalan.
Pemahaman yang baik tentang OPEX membantu pemilik bisnis melihat ke mana arus biaya bergerak dan bagaimana pengeluaran tersebut mendukung kegiatan operasional. Dengan gambaran yang lebih jelas, perusahaan dapat menilai efisiensi biaya secara lebih rasional dan terukur.
Dalam praktiknya, pengelolaan biaya operasional sering kali terasa rumit karena melibatkan banyak pos pengeluaran yang berjalan bersamaan. Tanpa perhitungan yang rapi, evaluasi biaya bisa meleset dari kondisi sebenarnya. Untuk itu, pembahasan berikut akan mengulas konsep OPEX, cara menghitungnya, serta contoh penerapannya dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Daftar Isi:
Key Takeaways
|
Pengertian OPEX dalam Pengelolaan Biaya Perusahaan
OPEX atau operational expenditure mencakup seluruh pengeluaran rutin yang perusahaan keluarkan untuk menjalankan aktivitas bisnis harian. Dalam praktik di Indonesia, biaya ini umumnya meliputi gaji karyawan, listrik dan utilitas, bahan baku, hingga biaya pemasaran yang muncul secara berulang setiap periode.
Perusahaan mencatat OPEX sebagai bagian dari laporan laba rugi sesuai ketentuan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia. Berbeda dengan belanja modal yang berfokus pada aset jangka panjang, pengeluaran operasional langsung memengaruhi hasil usaha pada periode berjalan.
Ketika OPEX meningkat tanpa diimbangi pertumbuhan pendapatan, ruang keuntungan ikut menyempit. Kondisi ini sering muncul pada bisnis yang berkembang cepat tetapi belum menata struktur biayanya. Dengan memahami karakter dan pola OPEX sejak awal, perusahaan dapat menjaga efisiensi dan kestabilan operasional secara lebih terukur.
Peran Biaya Operasional terhadap Efisiensi Bisnis
Dalam dunia bisnis, setiap pengeluaran harus memiliki tujuan yang jelas dan terukur. Dalam bisnis, OPEX merupakan peranan penting dalam keberlangsungan dan pengembangan perusahaan. Melalui pemahaman yang tepat tentang fungsi dan manfaat OPEX, perusahaan dapat mengoptimalkan operasional sekaligus menjaga efisiensi.
Berikut ini penjelasan lengkapnya.
1. Menunjang kelangsungan operasional bisnis
Fungsi utama OPEX meliputi membiayai aktivitas harian seperti produksi, distribusi, hingga layanan pelanggan. Manfaatnya, perusahaan dapat terus beroperasi tanpa hambatan dan memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten.
2. Menjadi dasar perencanaan anggaran
OPEX berfungsi sebagai acuan dalam menyusun anggaran tahunan atau bulanan. Manfaatnya, perusahaan bisa mengalokasikan dana dengan lebih terukur, menghindari pemborosan, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
3. Mengukur efisiensi kinerja perusahaan
OPEX dapat digunakan untuk mengevaluasi seberapa efisien perusahaan dalam mengelola pengeluarannya. Manfaatnya, manajemen dapat melakukan koreksi strategi jika terjadi pembengkakan biaya dan menjaga profitabilitas tetap optimal.
4. Mendukung pengambilan keputusan strategis
Data OPEX membantu pemilik bisnis atau manajer menentukan langkah strategis yang lebih tepat. Manfaatnya, keputusan seperti ekspansi, efisiensi, atau pemangkasan biaya dapat didasarkan pada data aktual, bukan asumsi.
5. Menjaga daya saing perusahaan
Dengan pengelolaan OPEX yang efektif, perusahaan dapat menawarkan harga produk yang kompetitif. Manfaatnya, bisnis tetap relevan di pasar dan mampu bersaing dengan kompetitor yang lebih efisien.
Membedakan Biaya Operasional dan Overhead Perusahaan
Biaya operasional dan biaya overhead, sering kali dianggap sama oleh banyak pelaku bisnis, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Kesalahpahaman ini bisa menimbulkan kekeliruan dalam pencatatan keuangan dan pengambilan keputusan strategis.
OPEX adalah semua pengeluaran rutin yang dikeluarkan untuk menjalankan aktivitas utama bisnis. Ini termasuk gaji karyawan, biaya bahan baku, biaya pemasaran, utilitas, dan lainnya yang berkaitan langsung dengan proses operasional.
Sementara itu, biaya overhead adalah bagian dari OPEX yang tidak secara langsung berhubungan dengan produksi barang atau layanan, tetapi tetap diperlukan agar operasional bisa berjalan lancar. Contohnya adalah sewa kantor, biaya listrik, gaji staf administrasi, atau biaya keamanan.
Formula Perhitungan Pengeluaran Operasional
Untuk menghitung total biaya operasional (OPEX), gunakan rumus berikut:
Penjelasan tiap komponen:
- Biaya Penjualan (Selling Expenses): Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan pemasaran dan distribusi, seperti iklan, komisi, dan pengiriman.
- Biaya Administrasi (Administrative Expenses): Biaya yang terkait dengan operasional kantor, seperti gaji staf kantor, ATK, dan layanan telepon.
- Biaya Umum (General Expenses): Biaya pendukung lainnya, seperti asuransi, sewa gedung, atau utilitas.
Langkah Praktis Menghitung Biaya Operasional di Laporan Keuangan
Berikut adalah cara menghitung OPEX yang bisa Anda jadikan pedoman untuk diterapkan dalam bisnis Anda:
1. Kumpulkan seluruh data biaya operasional
Langkah pertama adalah menelusuri laporan laba rugi periode tertentu dan mengumpulkan semua biaya yang termasuk dalam aktivitas operasional bisnis. Pastikan data yang dikumpulkan bersumber dari dokumen keuangan yang sah dan telah dibukukan. Dengan sistem akuntansi otomatis, proses ini dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat tanpa perlu input manual yang berisiko.
Kalkulasikan kebutuhan perusahaan Anda dengan cara klik banner skema harga di bawah ini.
2. Identifikasi komponen utama OPEX
Setelah semua data terkumpul, kategorikan biaya menjadi tiga komponen utama: Biaya Penjualan, Biaya Administrasi, dan Biaya Umum. Contohnya, biaya penjualan mencakup promosi dan komisi, sedangkan biaya administrasi mencakup gaji staf dan perlengkapan kantor. Dengan mengelompokkan biaya secara akurat, perusahaan dapat lebih mudah menganalisis dan mengontrol pengeluaran operasional.
3. Gunakan rumus OPEX
Gunakan rumus berikut:
Pastikan tidak ada komponen yang terlewat agar hasil perhitungan valid dan dapat digunakan untuk evaluasi performa operasional secara menyeluruh.
4. Hitung total OPEX
Jumlahkan semua biaya dari ketiga komponen tersebut untuk mendapatkan nilai total OPEX Anda. Angka ini akan menunjukkan seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kegiatan operasional tetap berjalan. Langkah ini penting agar manajemen dapat mengambil keputusan berbasis data yang akurat.
Contoh Perhitungan
Nama Perusahaan: PT Maju Jaya
Periode: Januari – Maret 2025
| Jenis Biaya | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Biaya Penjualan | 120.000.000 |
| Biaya Administrasi | 80.000.000 |
| Biaya Umum | 50.000.000 |
Total Operating Expense (OPEX) PT Maju Jaya pada kuartal pertama 2025 adalah Rp250.000.000. Perhitungan ini akan tercatat dalam laporan laba rugi dan berperan penting dalam menilai efisiensi operasional serta profitabilitas bisnis secara keseluruhan.
Contoh Pengeluaran Operasional dalam Aktivitas Bisnis
Operating Expense (OPEX) mencakup semua pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional harian. Berikut ini beberapa contoh umum OPEX:
1. Gaji dan tunjangan karyawan
Pengeluaran rutin untuk membayar gaji staf, tunjangan kesehatan, bonus, dan insentif lainnya.
2. Biaya sewa gedung atau kantor
Termasuk pembayaran sewa gedung operasional, toko, atau gudang tempat kegiatan bisnis berlangsung.
3. Biaya utilitas
Seperti listrik, air, internet, dan telepon yang digunakan dalam kegiatan harian kantor atau pabrik.
4. Biaya pemasaran dan promosi
Pengeluaran untuk iklan, media sosial, cetak brosur, dan event marketing demi menjangkau konsumen.
5. Biaya perlengkapan dan alat tulis kantor
Meliputi pembelian ATK, perangkat kerja seperti printer atau laptop, dan kebutuhan harian lainnya di kantor.
Kesimpulan
Memahami OPEX secara menyeluruh sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga efisiensi dan kestabilan keuangan operasional. Tanpa perhitungan yang tepat, OPEX dapat membengkak dan mengganggu arus kas maupun profitabilitas jangka panjang.
HashMicro menghadirkan Sistem Akuntansi berbasis cloud yang mampu menghitung, mengelola, dan menganalisis Operational Expenditure secara otomatis dan real-time. Dengan dukungan Hashy AI, sistem ini membantu Anda mengambil keputusan berbasis data dengan lebih cepat dan akurat.
Coba demo gratis sekarang dan rasakan bagaimana HashMicro dapat membantu Anda mengoptimalkan pengeluaran operasional secara efisien!
Pertanyaan Seputar OPEX
-
Apa itu OPEX dalam konteks bisnis?
OPEX (Operational Expenditure) dalam konteks bisnis adalah semua biaya operasional rutin yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
-
Apa perbedaan antara OPEX dan CAPEX?
OPEX adalah biaya operasional harian seperti gaji dan listrik, sedangkan CAPEX adalah pengeluaran untuk aset jangka panjang seperti pembelian mesin atau properti.
-
Contoh apa saja yang termasuk dalam OPEX?
Contoh OPEX meliputi gaji karyawan, biaya sewa, utilitas, bahan habis pakai, biaya pemasaran, dan biaya pemeliharaan.







