BerandaSoftware/BusinessLearn BusinessMulti Level Marketing adalah: Pengertian, Sistem, Jenis, Keuntungan, dan Kekurangannya

Multi Level Marketing adalah: Pengertian, Sistem, Jenis, Keuntungan, dan Kekurangannya

Dalam dunia bisnis, kerap kali kita mendengar jenis-jenis usaha pemasaran yang menuai pro dan kontra. Salah satunya adalah multi level marketing atau MLM yang sedang populer dan digeluti oleh banyak orang, tak terkecuali perusahaan. Berbagai opini negatif dan positif tentang MLM ini pun bermunculan. Ada yang menganggap MLM sebagai jenis usaha yang ilegal dan hanya menguntungkan pihak yang berada di posisi atas. Namun, ada juga yang menganggap bahwa MLM itu legal dan sangat menguntungkan.

Download Sekarang: Perhitungan Skema Harga Software Marketing Automation

Munculnya berbagai jenis usaha tersebut, juga berdampak pada perubahan sistem pemasaran di era digital seperti sekarang ini, seperti halnya banyak perusahaan yang menggunakan marketing automation system untuk mengoptimalkan upaya pemasarannya. Artikel ini akan membahas mengenai pengertian multi level marketing adalah, perbedaannya dengan bisnis biasa, sistem, jenis, keuntungan dan keunggulan, serta FAQs tentang multi level marketing. Simak pembahasan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Baca juga: Software Marketing Automation HashMicro Solusi Sukses Bisnis Startup Anda

Multi level marketing

Apa itu MLM (Multi level Marketing)?

Apa itu Multi level marketing
Sumber: google.com

MLM atau Multi Level Marketing adalah strategi pemasaran yang memperbolehkan seorang salesperson untuk merekrut salesperson lainnya, untuk mendistribusikan produk perusahaan. Dalam hal ini, MLM adalah sistem yang memanfaatkan pelanggan sebagai suatu jaringan distribusi. 

Pelanggan yang tergabung dalam MLM akan menjadi distributor dan dapat mulai merekrut pelanggan lainnya, atau yang biasa disebut dengan downline. Nantinya, distributor akan memperoleh persentase keuntungan baik dari penjualan produk mereka maupun orang yang mereka rekrut. Semakin banyak downline yang mereka rekrut, maka semakin besar juga keuntungan yang distributor peroleh. 

Dalam praktiknya, MLM menuai banyak kontroversi karena dicurigai menerapkan praktik “skema piramida”. Skema ini mengambil keuntungan dari pihak downline dan memberikannya kepada orang-orang yang berada di puncak piramida. Maka dari itu, hal ini kerap membuat orang ragu untuk menjalani bisnis MLM. 

Baca juga: Marketing Automation | Ini Cara Kerja, Manfaat, dan Fiturnya

Perbedaan Multi Level Marketing dengan Bisnis Biasa

Meskipun MLM termasuk ke dalam salah satu jenis bisnis, masih ada beberapa hal yang membedakannya dengan bisnis konvensional. Menurut Clothier (1994), terdapat beberapa hal yang membedakan bisnis MLM dengan bisnis konvensional, yaitu:

Penjual produk

Dalam bisnis MLM, distributor akan mempunyai dua peran yaitu sebagai seorang bos dan salesperson untuk mendistribusikan barangnya. Sedangkan dalam bisnis konvensional, barang yang akan perusahaan jual harus melewati berbagai pihak, mulai dari produsen, distributor, salesperson, hingga akhirnya terjual ke konsumen.

Pembagian keuntungan

Jika pada bisnis konvensional keuntungan akan dibagi sesuai dengan margin jabatan masing-masing, maka pada sistem MLM oembagian keuntungan akan berdasarkan perbandingan langsung atas usaha yang mereka lakukan. Hal ini yang biasanya membuat orang tergiur untuk menekuni bisnis MLM.

Penjualan produk

Pada bisnis MLM, seluruh penjualan produk akan distributor lakukan secara langsung. Sedangkan pada bisnis konvensional, konsumen hanya akan mendapatkan produk dengan membelinya di toko-toko tertentu. Maka dari itu, produk MLM biasanya akan distributor pesan dalam jumlah yang banyak karena proses pemesanan yang cukup lama. 

Download Sekarang: Perhitungan Skema Harga Software Marketing Automation

Sistem Multi Level Marketing

Meskipun bisnis MLM tergolong lebih fleksibel dibandingkan bisnis lainnya, tetapi ia mempunyai sistem kerja yang berbeda. Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan bisnis MLM, maka ada beberapa sistem MLM yang perlu Anda ketahui sebagai berikut:

1. Anggota baru akan disponsori oleh distributor lama

Pada mulanya, sebagai anggota baru, Anda akan mendapatkan sponsor produk perusahaan oleh distributor yang sudah terlebih dahulu bergabung di bisnis MLM. Sistem ini perusahaan lakukan untuk menarik minat Anda untuk bergabung menjadi anggota baru. Tugas Anda adalah untuk menjual produk tersebut dan mulai mencari pelanggan sebanyak-banyaknya untuk bergabung sebagai member hingga membentuk jaringan bisnis yang luas.

2. Membayar uang pendaftaran

Setiap anggota baru yang masuk ke dalam bisnis MLM wajib membayar uang pendaftaran sesuai dengan jumlah yang sudah tertera di kontrak. Uang ini nantinya akan perusahaan berikan kepada pihak stockist beserta formulir pesanan yang sudah calon member isi. Setelah membayar uang pendaftaran, Anda akan mendapatkan berbagai dokumen seperti buku pendoman, kartu anggota, buku tentang perusahaan, majalah, selebaran informasi produk, formulir pesanan, dan contoh produk. Untuk membantu penjualan Anda, Anda dapat menggunakan sistem manajemen dokumen yang dapat mempermudah pembagian dokumen dalam format video, e-book, dan lainnya.

3. Tanda tangan kontrak

Selain membayar uang pendaftaran, Anda juga harus menandatangani kontrak yang sifatnya mengikat pihak perusahaan dan member. Dalam hal ini, member harus menjalankan kewajibannya untuk menjual produk dan mematuhi peraturan perusahaan yang tertera di kontrak. Perusahaan juga wajib untuk memberikan komisi, pelayanan, dan pedoman agar bisnis dapat berjalan dengan lancar. Setiap member juga berhak untuk memperoleh produk perusahaan dengan harga distributor.

4. Menjual produk

Setelah memenuhi persyaratan sebagai anggota baru, Anda dapat mulai menjual produk kepada konsumen. Umumnya penjualan akan Anda lakukan secara face to face yang diawali dari rekomendasi khusus atau pendekatan langsung. Nantinya, setiap member akan menjelaskan mengenai produk perusahaan beserta dengan manfaat, keunggulan, dan kualitasnya agar dapat meyakinkan calon konsumen untuk membeli produk tersebut. Untuk mengontrol penjualan dan stok produk, Anda bisa menggunakan sistem akuntansi yang dapat mengelola pembukuan secara otomatis. 

5. Memperluas jaringan

Memperluas jaringan Multi level marketing
Sumber: freepik.com

Kunci utama dalam keberhasilan bisnis multi level marketing adalah dengan memperluas jaringan semaksimal mungkin agar semakin banyak distributor yang bergabung. Agar bisa memperluas jaringan, pihak member dapat menjelajahi seluruh pasar, menemui banyak prospek, dan sebagainya. Jika pihak member berhasil memperluas jaringannya, maka mereka akan mendapatkan insentif berupa bonus, potongan harga, liburan ke luar negeri hingga mendapatkan mobil mewah. Semakin banyak distributor baru yang bergabung, maka akan semakin besar pula bonus yang member dapatkan.  

Baca juga: Direct Selling Metode yang Efektif dalam Menarik Minat Konsumen

Jenis Multi Level Marketing adalah

Sebelum Anda terjun langsung ke dalam praktik bisnis MLM, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu sebagai gambaran untuk menjalankan bisnis tersebut. Berikut merupakan tiga jenis multi level marketing:

Sistem Binary Plan 

Sistem ini merupakan sistem MLM yang mengutamakan pengembangan jaringan dengan hanya dua kaki atau frontline saja. Semakin seimbang omset jaringan tersebut, maka akan semakin besar bonus yang anggota terima. Sebaliknya, jika jaringan tidak seimbang, maka bonus-bonus yang mereka dapat akan mengalir deras ke perusahaan.

MLM dengan sistem binary plan ini relatif berkembang dengan lebih cepat sehingga mitra juga akan mendapatkan bonus yang lebih besar. Agar terlihat lebih mudah untuk mendapatkan untung, biasanya mitra perusahaan akan menerapkan aturan yaitu akan memberikan bonus uang sebagai hasil dari perekrutan mitra yang mereka ajak. 

Sistem MLM biasanya hanya memberikan bonus yang besar pada tahap awal karir saja sebagai bukti bahwa menjalankan bisnis MLM dengan sistem binary plan ini sangat mudah. Namun kenyataannya, sistem ini hanya akan menguntungkan mitra yang bergabung di awal saja.

Sistem Matrix

MLM dengan sistem matrix ini akan fokus mengembangkan jaringannya dengan menggunakan konsep tiga frontline saja dan begitu pula selanjutnya ke bawah. Jenis MLM ini ada untuk mengakali sistem binary plan yang terlebih dahulu muncul dan banyak orang anggap sebagai money game. Sama halnya dengan sistem binary plan, sistem matrix ini juga menawarkan lebih banyak bonus kepada mitranya jika mereka berhasil merekrut lebih banyak orang.

Sistem Break Away

Sistem MLM ini akan mengembangkan jaringannya dengan mengutamakan kelebaran. Semakin banyak frontline-nya, maka akan semakin besar pula bonus yang anggota terima. Namun, sistem ini mempunyai kelemahan yang mengharuskan seorang agen untuk mengurus semuanya sendiri. 

Sistem break away juga memungkinkan downline untuk melebihi upline-nya. Bonus yang mitra dapatkan di awal biasanya cukup kecil, namun akan terus meningkat jika mitra berada di peringkat atas. Maka dari itu, biasanya perusahaan akan memberikan bonus perekrutan sebagai iming-iming semata. 

Baca juga: 9 Rekomendasi Tools CRM Terbaik, Tingkatkan Loyalitas Bisnis Anda

Keuntungan dan Kekurangan MLM Adalah

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentu tidak terlepas dari keuntungan dan kekurangannya masing-masing, begitu juga dengan bisnis MLM. Berikut ini adalah keuntungan dan kekurangan MLM yang perlu Anda ketahui:

Keuntungan  

  • Mendatangkan passive income yang cukup besar, meskipun tidak reguler seperti gaji bulanan
  • Memperluas relasi bisnis dari berbagai industri
  • Mengasah skill komunikasi dan penjualan
  • Memiliki jadwal yang fleksibel
  • Memberikan kesempatan bagi entrepreneur untuk mengembangkan bisnisnya

Kekurangan

  • MLM memiliki stigma yang negatif dan berakibat dengan penolakan dari masyarakat
  • Uang yang berputar pada bisnis MLM tidak memiliki jaminan aman dari pemerintah
  • MLM akan membuat banyak orang tidak ingin berusaha dalam memutar modalnya dalam kegiatan bisnis di sektor riil
  • Membuat produktivitas masyarakat dalam bekerja menurun 

FAQs Tentang Multi Level Marketing

FAQs tentang Multi level marketing adalah
Sumber: freepik.com
  • Apa itu MLM?

Secara singkat, MLM adalah sistem pemasaran bertingkat yang dalam struktur penjualannya melibatkan anggota untuk merekrut anggota baru. Nantinya, MLM memungkinkan anggota untuk mendapatkan keuntungan dari produk yang mereka sudah jual maupun dari berapa banyak anggota baru yang mereka rekrut. 

  • Apakah MLM adalah skema piramida?

Hingga saat ini, masih banyak orang yang mempertanyakan legalitas bisnis MLM. Beberapa investigasi pun dilakukan dan seringkali hasil investigasi tersebut mengaitkan strategi pemasaran ini dengan skema piramida. Skema piramida ini mengalirkan sebagian besar keuntungan operasi ke pihak yang berada di atas dan menyisakan sedikit keuntungan bagi anggota.  

Ketika suatu perusahaan hanya fokus pada perekrutan dan bukan menjual produk, maka besar kemungkinannya bahwa perusahaan tersebut menjalankan skema piramida. Namun, hal ini bukan berarti bahwa semua bisnis MLM itu ilegal. 

  • Apa saja contoh multi level marketing?

Multi level marketing adalah sistem pemasaran yang terbilang sudah cukup populer di Indonesia. Di Amerika Serikat sendiri, salah satu contoh MLM yang sudah legal adalah Avon, yang merupakan perusahaan yang menerapkan model penjualan yang memanfaatkan jaringan tenaga penjualannya.

Sama seperti perusahaan MLM lainnya, Avon juga tidak mempunyai toko fisik. Namun, perusahaan pusatnya menyediakan alat dan sumber daya bagi para anggotanya untuk menjalankan bisnis di berbagai titik lokasi. Dengan kata lain, model bisnis ini menerapkan model penjualan secara langsung atau direct selling

Baca juga: Penjualan Langsung: Pengertian, Jenis, dan Tips Jitu untuk Penjualan Produk

Kesimpulan

Di tengah pandemi seperti ini, banyak sekali perusahaan dan masyarakat yang mengalami krisis ekonomi. Hal ini memicu mereka untuk mencoba berbagai bidang bisnis, tak terkecuali bisnis MLM. Melalui artikel ini, anda dapat memahami lebih dalam mengenai MLM atau multi level marketing, mulai dari pengertiannya, perbedaannya dengan bisnis biasa, sistem hingga FAQs tentang multi level marketing

Download Sekarang: Perhitungan Skema Harga Software Marketing Automation

Meskipun MLM tergolong ke dalam bisnis yang fleksibel, keuntungan besar dalam bisnis MLM hanya dapat anggota peroleh jika semua downline Anda mempunyai performa direct sales yang baik. Kontrol dan tingkatkan produktivitas downline Anda dengan Software Penjualan dari HashMicro yang sangat mudah untuk penjualan dengan lebih cerdas, cepat, dan efektif.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Sheren Nathalie
Sheren Nathalie
Hi there! I'm Sheren. Currently I'm working as a Junior Content Writer at HashMicro. Looking forward to give you lot of new insights! For business inquiries, you can contact me through [email protected]

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA