Dalam pengelolaan keuangan bisnis, biaya umumnya dibagi ke dalam dua kelompok utama, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Klasifikasi ini digunakan untuk memahami bagaimana pengeluaran bergerak seiring perubahan aktivitas operasional, sekaligus membantu bisnis membaca struktur biaya secara lebih jelas.
Dengan membedakan biaya tetap dan biaya variabel, perusahaan dapat menyusun anggaran yang lebih terukur, menghitung margin dengan lebih presisi, serta mengevaluasi kinerja operasional dari waktu ke waktu. Informasi ini juga berguna saat bisnis perlu menyesuaikan skala usaha atau menyusun strategi harga.
Di sisi lain, pengelompokan biaya yang kurang tepat sering kali membuat analisis keuangan menjadi kurang akurat. Dampaknya bisa terlihat pada perhitungan biaya produksi, penilaian profitabilitas, hingga pengambilan keputusan yang tidak sepenuhnya berbasis data. Untuk itu, memahami perbedaan biaya tetap dan biaya variabel menjadi dasar penting sebelum masuk ke pembahasan yang lebih teknis.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Mengenal Biaya yang Berubah Mengikuti Aktivitas Bisnis
Biaya variabel adalah pengeluaran perusahaan yang berubah sesuai dengan jumlah produksi atau aktivitas bisnis. Artinya, semakin tinggi volume produksi atau penjualan, semakin besar biaya variabel yang dikeluarkan, dan sebaliknya.
Contoh biaya variabel antara lain bahan baku, upah tenaga kerja langsung, serta biaya distribusi. Perubahan komponen ini membuat perusahaan perlu menghitung biaya variabel secara rutin agar laporan keuangan tetap akurat.
Dalam konteks perpajakan, biaya variabel juga memengaruhi laba kotor perusahaan, yang menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan. Oleh karena itu, pemahaman biaya variabel sangat penting untuk perencanaan keuangan dan pengendalian biaya.
Jenis Pengeluaran Variabel dan Contohnya dalam Operasional

Berikut beberapa contoh biaya fluktuatif perusahaan yang umum ditemui dalam operasional perusahaan:
1. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku mencakup seluruh kebutuhan produksi, mulai dari material utama hingga pengemasan. Besarannya akan menyesuaikan jumlah produk yang diproduksi perusahaan dalam periode tertentu.
2. Upah Tenaga Kerja Langsung
Jenis biaya ini diberikan kepada pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi. Berbeda dengan gaji bulanan, upah tenaga kerja langsung biasanya dihitung berdasarkan jumlah unit yang dihasilkan.
3. Biaya Distribusi Produk
Biaya ini timbul dari proses pengiriman produk ke distributor maupun konsumen, seperti bensin, ongkos driver, atau biaya logistik lain. Nilainya akan bertambah seiring meningkatnya volume distribusi.
4. Komisi Penjualan
Untuk mendorong pencapaian target, perusahaan sering memberikan komisi atau bonus kepada tim penjualan. Karena jumlahnya mengikuti volume penjualan, komisi dikategorikan sebagai biaya variabel.
5. Biaya Overhead
Biaya overhead meliputi pengeluaran kecil yang tidak dicatat secara rinci, namun tetap mendukung aktivitas bisnis. Contohnya pembelian alat tulis, cetak dokumen, konsumsi harian, atau pengharum ruangan.
Karakteristik Biaya yang Bersifat Tetap dalam Perusahaan
Biaya tetap adalah pengeluaran perusahaan yang nilainya tidak berubah meskipun jumlah produksi atau aktivitas bisnis naik turun.
Contoh biaya tetap antara lain sewa gedung, gaji karyawan tetap, dan premi asuransi. Karena sifatnya yang stabil, biaya ini memudahkan perusahaan dalam menyusun anggaran secara terencana.
Walaupun tidak berhubungan langsung dengan proses produksi, biaya tetap tetap memengaruhi struktur keuangan dan profitabilitas perusahaan.
Contoh Pengeluaran Tetap yang Umum Ditemui
Sama seperti sebelumnya, biaya tetap juga memiliki macam-macam jenis. Mari kita simak ada apa saja:
1. Biaya Sewa Gedung
Pengeluaran untuk sewa properti, seperti gedung atau tanah, termasuk biaya tetap. Biaya ini tetap harus dibayar setiap periode, terlepas dari kondisi pendapatan perusahaan. Pembelian properti juga dapat digolongkan sebagai biaya tetap.
2. Biaya Asuransi
Setelah mengikuti program asuransi, perusahaan wajib membayar premi secara rutin. Jumlah premi biasanya tetap setiap bulan, sehingga masuk dalam kategori biaya tetap.
3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Selama luas properti tidak berubah, nominal PBB yang harus dibayar setiap tahun cenderung tetap. Inilah sebabnya PBB digolongkan sebagai biaya tetap.
4. Biaya Penyusutan
Penyusutan atau depresiasi umumnya dihitung secara akuntansi setiap tahun, sehingga dapat dianggap sebagai biaya tetap. Namun, jumlahnya bisa bervariasi tergantung pada volume produksi dan metode perhitungan yang digunakan. Karena itu, penyusutan sering disebut sebagai mixed cost.
5. Tagihan Air dan Listrik
Tagihan air dan listrik juga dapat bersifat ganda: meningkat saat produksi tinggi, tetapi tidak pernah hilang sepenuhnya. Bahkan saat aktivitas berhenti, perusahaan tetap harus membayar tagihan minimum, sehingga komponen ini dapat dikategorikan sebagai biaya tetap.
6. Gaji Karyawan Tetap
Berbeda dengan upah tenaga kerja langsung, gaji karyawan tetap diberikan secara bulanan tanpa melihat jumlah produksi. Karena sifatnya konsisten, gaji ini termasuk biaya tetap.
7. Biaya Peralatan Kantor
Pembelian atau penyusutan peralatan kantor seperti meja, kursi, komputer, dan printer biasanya tidak bergantung pada volume produksi. Biaya ini dikeluarkan secara berkala dan masuk kategori biaya tetap.
Perbedaan Struktur Biaya Tetap dan Biaya yang Fluktuatif
Setelah membahas pengertian dan jenis biaya tetap dan variabel, selanjutnya adalah pembahasan tentang perbedaannya. Berikut beberapa perbedaan utama antara biaya tetap dan biaya variabel yang perlu diperhatikan:
1. Dari Segi Waktu Terjadinya
Biaya tetap biasanya muncul dalam periode tertentu, seperti bulanan, tahunan, atau sesuai kontrak jangka panjang. Sementara itu, biaya variabel dapat timbul lebih sering, bahkan harian, karena mengikuti aktivitas produksi atau penjualan.
2. Dari Segi Nominal Pembayaran
Nominal biaya tetap cenderung lebih besar dan tidak berubah meskipun perusahaan tidak menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, biaya variabel relatif lebih kecil dan bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan serta volume produksi.
3. Dari Segi Hubungan dengan Produksi
Biaya tetap tidak berhubungan langsung dengan jumlah produksi; besarannya sama meski volume menurun. Sebaliknya, biaya variabel sangat berkaitan dengan proses produksi, karena nilainya naik turun sesuai output yang dihasilkan.
4. Dari Segi Pencatatan Akuntansi
Laporan biaya variabel umumnya dibuat lebih sering, misalnya harian atau mingguan, terutama pada perusahaan manufaktur. Sedangkan biaya tetap biasanya dicatat dalam periode lebih jarang, seperti bulanan atau tahunan.
5. Dari Segi Penentuan Harga
Biaya tetap jarang digunakan sebagai dasar penetapan harga produk, meskipun jumlahnya signifikan. Sebaliknya, biaya variabel sering dijadikan acuan utama dalam menentukan harga jual karena langsung terkait dengan biaya produksi per unit.
Berikut adalah tabel perbedaannya:
| Aspek | Biaya Tetap | Biaya Variabel |
|---|---|---|
| Waktu Terjadi | Muncul secara periodik (bulanan/tahunan) dan cenderung stabil | Bisa muncul harian/mingguan, tergantung aktivitas produksi |
| Nominal Pembayaran | Cenderung lebih besar, tidak berubah meski penjualan menurun | Relatif lebih kecil dan menyesuaikan volume produksi |
| Hubungan dengan Produksi | Tidak terkait langsung dengan jumlah produksi | Sangat terkait, naik turun sesuai output yang dihasilkan |
| Pencatatan Akuntansi | Dicatat lebih jarang, biasanya bulanan atau tahunan | Dicatat lebih sering, bisa harian atau mingguan |
| Penentuan Harga | Jarang dijadikan dasar penetapan harga produk | Menjadi acuan utama dalam menentukan harga jual |
| Contoh | Sewa gedung, gaji karyawan tetap, asuransi, PBB | Bahan baku, upah tenaga kerja langsung, distribusi, komisi penjualan |
Cara Menghitung Biaya Variabel
Selanjutnya, mari kita bahas cara menghitung pengeluaran variabel menggunakan rumus biaya variabel:
Contoh perhitungan:
Pada Januari 2024, PT Maju Bersama mengeluarkan total biaya produksi sebesar Rp120 juta. Dari jumlah tersebut, biaya tetap (seperti sewa gudang dan gaji staf) tercatat Rp20 juta.
Perusahaan berhasil memproduksi 5.000 unit barang pada bulan tersebut.
Perhitungan biaya variabel per unit:
= (Rp120.000.000 − Rp20.000.000) ÷ 5.000
= Rp100.000.000 ÷ 5.000
= Rp20.000
Dengan demikian, biaya variabel PT Maju Bersama pada Januari 2024 adalah Rp20 ribu per unit produk.
Perhitungan Biaya Tetap dalam Skala Operasional
Adapun rumus biaya tetap adalah sebagai berikut:
Contoh perhitungan:
Pada Maret 2024, CV Sentosa Makmur mencatat total biaya produksi sebesar Rp300 juta. Jumlah barang yang diproduksi adalah 10.000 unit, dengan biaya variabel Rp18 ribu per unit.
Perhitungan biaya tetap:
= Rp300.000.000 − (10.000 × Rp18.000)
= Rp300.000.000 − Rp180.000.000
= Rp120.000.000
Dengan demikian, biaya tetap CV Sentosa Makmur pada bulan Maret 2024 adalah Rp120 juta. Penghitungan yang akurat akan mempengaruhi kesehatan sistem akuntansi Anda secara keseluruhan.
Studi Kasus: Dampak Struktur Biaya terhadap Penetapan Harga
Sebuah usaha minuman kopi skala menengah memiliki dua jenis pengeluaran utama dalam operasionalnya. Di satu sisi, ada biaya tetap seperti sewa tempat, gaji karyawan, dan biaya peralatan. Di sisi lain, terdapat biaya yang berubah mengikuti jumlah penjualan, seperti bahan baku kopi, susu, dan kemasan.
Pada awalnya, pemilik usaha menetapkan harga jual berdasarkan perkiraan kasar tanpa memisahkan biaya tetap dan biaya variabel. Ketika penjualan meningkat, usaha terlihat menghasilkan omzet yang lebih besar, tetapi keuntungan tidak bertambah secara signifikan. Setelah dievaluasi, biaya bahan baku yang meningkat seiring volume penjualan ternyata menyerap sebagian besar pendapatan.
Setelah memisahkan struktur biaya secara lebih jelas, pemilik usaha mulai menghitung harga jual dengan mempertimbangkan kontribusi setiap produk terhadap penutupan biaya tetap. Produk dengan margin lebih tinggi diprioritaskan dalam strategi promosi, sementara harga beberapa menu disesuaikan agar tetap menutup biaya operasional. Dari sini terlihat bahwa pemahaman struktur biaya membantu bisnis menetapkan harga yang lebih realistis dan selaras dengan kondisi operasional, bukan sekadar mengikuti harga pasar.
Kesimpulan
Biaya tetap dan biaya variabel memegang peran penting dalam perhitungan biaya produksi dan penentuan keuntungan. Perbedaan keduanya terlihat dari sifat biaya, waktu terjadinya, hingga cara biaya tersebut berubah mengikuti aktivitas bisnis.
Dengan memahami struktur biaya secara menyeluruh, perusahaan dapat menyusun perencanaan yang lebih realistis dan mengendalikan pengeluaran secara lebih terukur. Pada tahap ini, konsultasi gratis sering dimanfaatkan untuk meninjau kembali pencatatan biaya agar perhitungannya lebih rapi dan mudah dianalisis.





