CNBC Awards
×

THR Spesial untuk Bisnis Anda!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Manajemen Aset: Pengertian, Fungsi dan Tahapannya dalam Bisnis

Diterbitkan:

Manajemen aset adalah proses mengelola aset perusahaan agar tetap produktif dan bernilai optimal. Sistem yang tepat membantu menghindari pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Melalui pendekatan pengelolaan aset modern, perusahaan dapat memperoleh visibilitas penuh, kontrol yang lebih baik, serta memastikan setiap aset dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung tujuan bisnis.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan solusi ini dalam mengelola dan memaksimalkan nilai sumber daya perusahaan secara terstruktur dengan dukungan teknologi cerdas.

Key Takeaways

  • Manajemen aset adalah pendekatan terstruktur yang mengintegrasikan perencanaan, pengendalian, dan optimalisasi aset.
  • Fungsi manajemen aset mencakup pelestarian nilai ekonomi, efisiensi biaya, penguatan akuntabilitas, serta pengelolaan risiko secara terukur.
  • Manajemen aset modern menggunakan solusi terintegrasi berbasis cloud dapat mendukung otomatisasi proses dan pemantauan real-time untuk pengelolaan aset yang lebih efisien dan akuntabel.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Mengenal Manajemen Aset dalam Perusahaan

      Manajemen aset adalah proses terstruktur untuk merencanakan, memperoleh, mengoperasikan, memelihara, dan memensiunkan aset fisik maupun non-fisik secara efisien guna memaksimalkan nilai, umur pakai, dan kinerjanya, sekaligus memastikan kepatuhan regulasi dan keselamatan kerja.

      Aset yang dimaksud bisa berupa fixed asset milik perusahaan seperti gedung, mesin, kendaraan operasional, maupun aset tidak berwujud seperti hak paten dan perangkat lunak.

      Tahapan manajemen aset mencakup perencanaan, akuisisi, pengoperasian, pemeliharaan, rehabilitasi, hingga penghapusan aset yang saling berkaitan.

      Pentingnya Manajemen Aset dalam Operasional Perusahaan

      sistem informasi manajemen aset

      Manajemen aset merupakan elemen strategis dalam tata kelola perusahaan yang bertujuan mengoptimalkan nilai dan utilisasi aset secara menyeluruh. Fungsi-fungsi ini mendukung pencapaian efisiensi operasional, akuntabilitas finansial, dan manajemen risiko yang terukur.

      1. Menjaga nilai ekonomis aset

      Pemeliharaan dan pengawasan berkala memastikan aset, termasuk aset produktif, tetap dalam kondisi optimal sepanjang masa pakainya. Hal ini membantu perusahaan mempertahankan nilai buku dan nilai pasar aset dalam jangka panjang.

      2. Memantau penyusutan dan kinerja aset

      Manajemen aset memfasilitasi pelacakan performa aset dan mendeteksi penurunan fungsi lebih awal. Monitoring ini krusial untuk pengambilan keputusan strategis terkait peremajaan atau penghapusan aset.

      3. Menghitung nilai depresiasi secara akurat

      Perusahaan membutuhkan data depresiasi yang akurat untuk menyusun laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi. Sistem digital memungkinkan kalkulasi otomatis berdasarkan metode straight-line atau double declining balance.

      4. Mendukung penyusunan anggaran yang tepat sasaran

      Informasi mengenai status dan kebutuhan aset memudahkan perencanaan belanja modal dan operasional yang lebih realistis. Ini mengurangi potensi pemborosan dan memaksimalkan efisiensi anggaran.

      5. Mencegah pengadaan berlebih dan duplikasi aset

      Melalui inventarisasi digital menggunakan sistem manajemen asset, perusahaan dapat menghindari pembelian aset yang tidak diperlukan atau yang telah tersedia. Kontrol ini meningkatkan efisiensi pengadaan dan alokasi sumber daya.

      6. Membangun sistem manajemen risiko aset

      Pengelolaan aset yang sistematis meminimalkan potensi kehilangan, kerusakan, dan risiko operasional. Identifikasi dini atas risiko memungkinkan perusahaan menyiapkan langkah mitigasi yang tepat.

      7. Meningkatkan keamanan dan akuntabilitas aset

      Penerapan aplikasi aset serta autentikasi penggunaan membantu mengontrol pergerakan dan kepemilikan aset secara real-time. Ini memperkuat keamanan fisik dan administrasi terhadap aset perusahaan.

      8. Mendukung kepatuhan terhadap regulasi

      Pencatatan aset yang akurat dapat memastikan bahwa nilai aset, penyusutan, dan status kepemilikan dilaporkan sesuai ketentuan. Hal ini mengurangi risiko sanksi atau temuan ketidaksesuaian, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset perusahaan.

      9. Memperpanjang umur ekonomis aset

      Aset yang terawat dengan baik tidak hanya memiliki umur ekonomis yang lebih panjang, tetapi juga mampu mempertahankan kinerja dan produktivitasnya, sehingga perusahaan dapat menekan biaya penggantian aset dan memaksimalkan nilai investasi yang telah dikeluarkan.

      10. Mendukung pertumbuhan bisnis

      Dengan data aset yang akurat dan terintegrasi, manajemen dapat merencanakan ekspansi bisnis secara lebih matang. Selain itu, pemanfaatan aset yang optimal membantu perusahaan menjaga stabilitas operasional sekaligus mengendalikan biaya, sehingga kinerja bisnis tetap sehat dalam jangka panjang.

      Fungsi-fungsi di atas membentuk ekosistem pengelolaan aset yang efektif dalam mendukung keberlanjutan dan daya saing perusahaan. Dengan dukungan teknologi seperti manajemen aset berbasis cloud, seluruh proses dapat diotomatisasi dan diawasi secara terpusat untuk hasil yang lebih akurat dan efisien.

      8 Tahapan Siklus Aset Perusahaan

      Sistem informasi manajemen aset perusahaan mengikuti rangkaian siklus hidup yang sistematis dan saling terintegrasi. Setiap tahap dirancang untuk memastikan aset dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan sepanjang masa manfaatnya.

      Tahap Aktivitas utama Tujuan
      Perencanaan Aset Identifikasi kebutuhan, analisis kelayakan, penetapan spesifikasi Memastikan aset sesuai tujuan strategis perusahaan
      Pengadaan Aset Menyusun spesifikasi teknis, evaluasi vendor, kontrak pembelian Transparansi dan kualitas aset yang diperoleh
      Distribusi & Penggunaan Pendataan lokasi, kondisi, nomor seri, penanggung jawab Penggunaan aset sesuai fungsi dan pelacakan real-time
      Pemeliharaan Aset Pemeliharaan preventif, inspeksi rutin, pencatatan riwayat Memperpanjang umur pakai dan mengurangi downtime
      Penilaian Aset Melakukan penilaian nilai perolehan, nilai buku, dan nilai wajar aset secara berkala Mengetahui nilai aset yang sebenarnya untuk mendukung laporan keuangan yang akurat
      Evaluasi & Audit Audit internal/eksternal, pengukuran kinerja aset Menjamin akurasi data dan efektivitas penggunaan
      Penghapusan/Penjualan Pelepasan aset, dokumen pelepasan, daur ulang Mengurangi biaya dan mengoptimalkan portofolio aset
      Pembaruan Aset Memperbarui data aset seperti lokasi, kondisi, pengguna, dan status penggunaan Menjaga keakuratan dan keterkinian data aset perusahaan

      1. Perencanaan aset

      Tahap awal dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan aset berdasarkan tujuan strategis perusahaan dan proyeksi pertumbuhan jangka panjang. Analisis kelayakan dan ROI (Return on Investment) pun dilakukan. Perencanaan yang efektif melibatkan:

      • Penetapan spesifikasi aset sesuai kebutuhan operasional.
      • Kolaborasi lintas departemen untuk sinkronisasi dengan anggaran dan strategi bisnis.
      • Pertimbangan aspek kualitas, kapasitas, dan potensi pengembangan di masa depan.

      2. Pengadaan aset

      Proses ini memastikan aset diperoleh sesuai standar yang telah ditetapkan. Gunakan e-procurement untuk menjaga transparansi dan dokumentasi yang rapi. Langkah penting meliputi:

      • Menyusun spesifikasi teknis secara jelas.
      • Mengevaluasi vendor berdasarkan harga, kualitas, dan ketersediaan.
      • Menambahkan klausul garansi atau perawatan dalam kontrak pembelian.

      3. Distribusi dan penggunaan aset

      Setelah pengadaan, aset harus segera disalurkan ke unit kerja yang tepat dengan pendataan detail. Hal yang perlu dilakukan:

      • Mencatat lokasi, kondisi, nomor seri, dan penanggung jawab aset.
      • Memanfaatkan sistem manajemen aset digital untuk pelacakan real-time.
      • Menetapkan kebijakan penggunaan agar aset digunakan sesuai peruntukan.

      Pencatatan ini dilakukan melalui sistem manajemen aset agar penggunaan aset dapat dikendalikan dan dilacak secara akurat.

      4. Pemeliharaan aset

      Pemeliharaan yang terjadwal menjaga performa dan umur pakai aset. Tindakan yang disarankan meliputi:

      5. Penilaian aset

      Penilaian aset dilakukan untuk mengetahui nilai ekonomis dan kondisi aset secara berkala agar perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat. Hal yang perlu dilakukan meliputi:

      • Menghitung penyusutan aset sesuai standar akuntansi dan umur manfaatnya.
      • Menggunakan sistem manajemen aset digital untuk memantau perubahan nilai aset secara akurat.
      • Melakukan evaluasi kondisi fisik aset guna menentukan kelayakan penggunaan atau penggantian.

      6. Evaluasi dan audit aset

      Audit diperlukan untuk menilai efektivitas penggunaan aset dan memastikan data tetap akurat. Kegiatan penting meliputi:

      • Mengukur kinerja aset berdasarkan indikator tertentu.
      • Melakukan audit internal dan eksternal dengan asset tracking.
      • Menganalisis hasil evaluasi untuk menentukan perbaikan atau penghapusan aset.

      7. Penghapusan atau penjualan aset

      Tahap akhir adalah melepas aset yang tidak produktif atau sudah terdepresiasi. Proses ini mencakup:

      • Menghapus data sensitif dan memutuskan aset dari sistem.
      • Menyusun dokumen pelepasan sesuai prosedur.
      • Menjual atau mendaur ulang komponen yang masih bernilai, dengan mematuhi regulasi dan standar keselamatan.

      8. Pembaruan aset

      Proses pembaruan aset bertujuan untuk memastikan aset selalu berada dalam kondisi layak pakai dan relevan. Hal yang perlu dilakukan meliputi:

      • Mengevaluasi kinerja dan usia aset secara berkala untuk menentukan kebutuhan upgrade atau penggantian.
      • Mengintegrasikan pembaruan aset dengan sistem digital agar riwayat perubahan terdokumentasi dengan jelas.
      • Menyesuaikan aset dengan kebutuhan operasional terbaru guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

      Siklus ini menjamin pengelolaan manajemen aset yang tertib dan efisien serta mendukung pencapaian tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat menghindari pemborosan, meningkatkan utilisasi, serta mempertahankan nilai net operating asset secara berkelanjutan.

      Contoh Penerapan Sistem Manajemen Aset

      Berikut beberapa contoh penerapan sistem manajemen aset di berbagai industri yang menunjukkan bagaimana teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi dan pengendalian operasional:

      1. Perusahaan manufaktur

      Dalam sektor manufaktur, sistem manajemen aset digunakan untuk memonitor performa dan siklus hidup mesin produksi secara menyeluruh. Pendekatan ini membantu perusahaan mendeteksi potensi gangguan lebih awal sehingga downtime bisa ditekan dan produktivitas tetap stabil.

      Salah satu contoh nyatanya adalah Morin perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur FnB mengimplementasikan modul Asset Management System dari HashMicro yang terintegrasi dengan sistem akuntansi dan procurement.

      Dengan penerapan sistem manajemen aset HashMicro, Morin berhasil meningkatkan akurasi data aset, mempercepat proses audit, serta menurunkan risiko kehilangan dan kerusakan aset.

      2. Perusahaan logistik

      Di bidang logistik, sistem pelacakan berbasis RFID atau barcode memberikan visibilitas penuh terhadap pergerakan barang dan peralatan operasional. Dengan data yang akurat dan real-time, perusahaan dapat meningkatkan keandalan rantai pasok sekaligus mengurangi risiko kehilangan aset.

      3. Perusahaan konstruksi (construction)

      Pada industri konstruksi, sistem manajemen aset berperan dalam mengatur rotasi alat berat dan material di berbagai lokasi proyek. Solusi ini memastikan penggunaan aset lebih efisien, menghindari penumpukan di satu titik, serta mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan.

      4. Perusahaan pertambangan (mining)

      Dalam pertambangan, sistem manajemen aset mengintegrasikan data operasional dari armada kendaraan hingga peralatan eksplorasi. Dengan analisis berbasis teknologi, perusahaan dapat menerapkan perawatan prediktif dan memastikan operasi tetap efisien di lingkungan yang kompleks.

      Tips Penerapan Aset Manajemen Sistem

      Tahapan Siklus Aset Perusahaan

      Untuk memastikan sistem informasi manajemen aset berjalan efektif dan memberikan hasil optimal, perusahaan perlu menerapkan praktik terbaik secara konsisten. Berikut ini adalah beberapa langkah strategis yang dapat Anda terapkan sebagai panduan dalam manajemen aset secara profesional dan efisien:

      1. Lakukan inventarisasi aset secara menyeluruh

      Tahapan awal yang krusial adalah melakukan pendataan seluruh aset yang dimiliki, baik fisik maupun non-fisik, secara akurat dan berkala. Pendataan ini menjadi pondasi penting untuk menghindari kehilangan, duplikasi, dan kesalahan dalam proses pengelolaan.

      2. Pahami siklus hidup aset

      Setiap aset memiliki siklus hidup mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan. Memahami alur ini membantu perusahaan menetapkan strategi pengelolaan yang sesuai di setiap tahap.

      3. Menyusun jadwal arus kas aset

      Pengelolaan fixed asset yang terintegrasi dengan perencanaan keuangan akan mempermudah pengaturan pengeluaran, khususnya pada saat pengadaan dan perawatan aset. Penyusunan jadwal arus kas yang disiplin juga membantu menjaga stabilitas keuangan dan menghindari pemborosan.

      4. Menetapkan penanggung jawab aset

      Menugaskan personel atau divisi tertentu sebagai penanggung jawab setiap aset atau kelompok aset akan meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pemantauan. Penanggung jawab ini juga mempermudah proses pengawasan dan audit internal secara berkala.

      5. Lakukan evaluasi depresiasi aset secara berkala

      Setiap aset mengalami penyusutan nilai yang mempengaruhi laporan keuangan dan pengambilan keputusan strategis. Jadi, evaluasi penuh perputaran siklus pengelolaan aset, lalu catat untuk menjadi rujukan ke depannya.

      6. Integrasikan sistem manajemen aset dengan departemen terkait

      Sistem informasi manajemen aset perlu terhubung dengan fungsi utama seperti keuangan, pengadaan, logistik, dan IT untuk menciptakan koordinasi lintas departemen yang efisien serta data yang konsisten.

      Kesimpulan

      Asset management merupakan elemen strategis dalam menjaga efisiensi dan keberlangsungan operasional perusahaan. Dengan memahami siklus aset, menerapkan strategi yang tepat, serta mengadopsi teknologi modern, perusahaan dapat mengoptimalkan kinerja aset secara berkesinambungan.

      Menggunakan solusi manajemen aset yang terintegrasi dan berbasis cloud yang mendukung pelacakan real-time, pemeliharaan otomatis, dan pelaporan biaya komprehensif.

      Diskusikan dengan tim ahli kami untuk mendapatkan informasi mengenai manajemen aset yang lebih akurat dan efisien.

      AssetManagement

      Pertanyaan Seputar Manajemen Aset

      • Apa itu Manajemen Aset?

        Manajemen aset adalah proses terstruktur untuk mencatat, memantau, memelihara, dan mengoptimalkan aset baik fisik maupun non-fisik agar memberikan nilai maksimal sepanjang siklus hidupnya dan dan penggunaannya memberikan dukungan maksimal terhadap tujuan organisasi.

      • Apa Saja 6 Langkah Manajemen Aset?

        1. Identifikasi Aset: Mendata seluruh aset secara menyeluruh dan akurat.
        2. Penilaian Aset: Menentukan kondisi, umur, dan nilai ekonomi aset.
        3. Perencanaan Pengelolaan: Menyusun strategi pemanfaatan dan pemeliharaan.
        4. Implementasi Rencana: Menjalankan proses operasional dan perawatan aset.
        5. Monitoring dan Evaluasi: Melakukan pengawasan berkala terhadap kinerja aset.
        6. Perbaikan Berkelanjutan: Menyesuaikan kebijakan berdasarkan hasil evaluasi.

      • Apa saja 4 pilar manajemen aset?

        Empat pilar manajemen aset meliputi pengelolaan sumber daya manusia, kinerja, kepatuhan, dan modal. Masing-masing pilar berperan penting dalam memastikan operasional yang efisien dan memaksimalkan hasil dari aset yang dikelola.

      Ana Kristiani

      Content Writer

      Ana adalah asset management specialist dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di bidang manajemen aset dan keuangan perusahaan. Fokus menulis tentang manajemen siklus hidup aset, inventarisasi dan pelacakan aset, dan integrasi sistem digital untuk monitoring aset, sehingga membantu bisnis mencapai kinerja maksimal.

      Anandia adalah seorang praktisi dengan gelar Master of Business Administration dari Universitas Bina Nusantara, serta memiliki kemampuan kuat dalam strategi bisnis dan manajemen pemasaran. Pengalaman lebih dari lima tahun di bidang marketing telah membentuk keahliannya dalam pengembangan strategi pemasaran, analisis pasar, dan pengelolaan tim lintas wilayah. Perjalanan karirnya di industri teknologi dan software enterprise memperkuat kemampuannya dalam memahami kebutuhan pelanggan B2B, mengelola kampanye pemasaran digital, serta mengoptimalkan performa tim untuk mencapai target pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya