Ghost assets adalah aset tercatat yang tidak ada secara fisik, menimbulkan distorsi laporan keuangan dan risiko pengambilan keputusan berbasis data yang salah.

Ketidakteraturan pencatatan sepanjang siklus hidup aset membuat barang yang sudah hilang atau dibuang tetap tercatat aktif, menimbulkan ghost assets dan potensi distorsi nilai buku.

Ghost assets menimbulkan beban biaya berlebih, distorsi laporan keuangan, dan inefisiensi pengadaan yang mengganggu operasional serta perencanaan modal perusahaan.