Mesin POS dan EDC sekilas tampak mirip satu sama lain. Padahal, keduanya memiliki fungsi utama yang sangat berbeda. Mesin Point of Sale (POS) digunakan untuk pembayaran sekaligus laporan transaksi secara otomatis.
Sementara itu, mesin Electronic Data Capture (EDC) hanya difungsikan untuk pembayaran secara digital, baik itu kartu debit, kredit, maupun pembayaran QRIS. Jadi, EDC tidak bisa menerima pembayaran uang tunai (cash).
Masifnya transaksi digital membuat POS dan EDC semakin diminati pebisnis. Bank Indonesia menyebut transaksi QRIS mencapai 6,05 miliar transaksi dengan nilai sekitar Rp579 triliun. Ini menunjukkan pembayaran digital sudah menjadi standar di banyak outlet, sehingga efisiensi proses kasir makin krusial.
Kenali semua perbedaan dari POS dan EDC, mulai dari bentuk, cara kerja, fungsi, hingga fitur yang ada dari masing-masing mesin. Artikel juga membahas bagaimana kedua mesin bisa saling berhubungan satu sama lain.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Mesin POS dan Mesin EDC?
- Mesin POS adalah alat yang sudah terintegrasi sistem POS untuk mencatat pesanan dan menghitung total transaksi. Terdapat banyak fitur dalam mesin POS dan bisa diintegrasikan dengan sistem bisnis lainnya, seperti sistem akuntansi atau inventaris.
- Mesin EDC adalah alat yang digunakan untuk memproses pembayaran non-tunai (kartu debit, kartu kredit, QRIS, dan lainnya). Fitur terbatas dan tidak bisa integrasi dengan sistem bisnis lainnya.
Perbedaan Mesin POS dan Mesin EDC
Berikut ini beberapa aspek untuk mengidentifikasi bedanya POS dan EDC:
1. Wujud benda
Mesin POS biasanya berupa perangkat layar sentuh seperti tablet, komputer, atau mesin all-in-one yang menjalankan aplikasi POS. Perangkat ini digunakan kasir untuk menginput pesanan, melihat menu, dan mengelola transaksi.
Mesin EDC adalah perangkat fisik khusus yang ukurannya lebih kecil dan portable. Fungsinya hanya untuk menerima pembayaran non-tunai, seperti kartu debit, kartu kredit, atau metode pembayaran elektronik tertentu.
2. Fungsi
Mesin POS memiliki fungsi utama sebagai pusat pencatatan penjualan dan pengelolaan data bisnis. POS menangani proses dari awal transaksi hingga data tersimpan sebagai laporan. Bahkan, jika diintegrasi dengan sistem inventaris, stok barang akan langsung berkurang ketika POS mencatat ada barang yang terjual.
Mesin EDC berfungsi khusus untuk memproses pembayaran. EDC tidak mencatat detail penjualan, tidak mengelola stok, dan tidak menyimpan laporan bisnis, fokusnya hanya pada otorisasi pembayaran.
3. Cara Kerja
Mesin POS bekerja dengan mencatat pesanan pelanggan, menghitung total harga (termasuk pajak dan diskon), lalu menyimpan data transaksi ke dalam sistem.
Mesin EDC bekerja dengan mengirimkan data pembayaran ke bank atau penyedia layanan pembayaran untuk diverifikasi. Jika transaksi disetujui, EDC akan menampilkan status berhasil atau gagal.
4. Integrasi
Mesin POS dirancang untuk terintegrasi dengan berbagai sistem lain seperti inventaris, gudang, akuntansi, dan laporan penjualan. Integrasi ini akan langsung sinkron dengan sistem lain secara otomatis.
Mesin EDC dapat dihubungkan dengan POS untuk menerima nominal pembayaran, tetapi integrasinya terbatas pada proses pembayaran saja dan tidak mencakup pengelolaan data operasional.
5. Fitur
Mesin POS memiliki fitur yang lebih kompleks, seperti:
- Manajemen produk dan harga
- Laporan penjualan
- Manajemen stok
- Pengaturan user dan akses
- Split bill
- Pengelolaan meja
- Promo dan diskon
- Loyalty member, dll
Sementara itu, mesin EDC memiliki fitur yang lebih sederhana, seperti:
- Pembacaan kartu
- Otorisasi pembayaran
- Cetak struk pembayaran
Bagaimana Mesin POS dan EDC Berhubungan?
Mesin POS dan EDC saling melengkapi dalam satu alur transaksi. Mesin EDC memproses pembayaran, sementara POS menghitung dan mencatat penjualan. Data pembayaran dari EDC kemudian akan dikonfirmasi ke POS agar transaksi tercatat lengkap.
Sederhananya, EDC hanya memproses pembayaran sementara POS akan mengelola penjualan. Idealnya, kedua mesin ini harus dikombinasikan agar bisa memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan, mengingat ada beberapa orang yang ingin membayar dengan kartu kredit.
Penggunaan keduanya tidak akan tumpang tindih atau redundant karena memiliki fungsi berbeda. Jika Anda berorientasi pada pertumbuhan dan perkembangan bisnis, integrasikan POS dan EDC dalam satu lini bisnis yang sama. Keduanya akan membantu Anda dalam operasional bisnis yang lebih efisien.
Kombinasikan POS dan EDC untuk Bisnis yang Lebih Baik
Mesin POS dan EDC bukan lagi perangkat pelengkap, tetapi fondasi kontrol transaksi di operasional bisnis modern. Integrasi yang tepat membuat penjualan, pembayaran, dan closing lebih konsisten. Dampaknya terlihat pada efisiensi kasir dan akurasi laporan.
Dalam memilih solusi, prioritaskan skalabilitas, keamanan, dan kemampuan integrasi dengan alur operasional outlet. Teknologi yang tepat mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat rekonsiliasi. Hasilnya, kontrol transaksi bisnis Anda akan lebih rapi dan siap diaudit.
Jika Anda membutuhkan validasi skema POS–EDC yang paling sesuai, Anda bisa mengajukan konsultasi gratis untuk review kebutuhan dan rekomendasi implementasi.
Pertanyaan Seputar POS dan EDC
-
Apa perbedaan utama antara mesin POS dan EDC?
Mesin POS (Point of Sale) adalah sistem manajemen kasir yang mencatat penjualan, inventaris, dan data pelanggan. Sedangkan EDC (Electronic Data Capture) adalah terminal pembayaran khusus untuk memproses transaksi non-tunai seperti kartu kredit dan debit.
-
Apakah mesin POS bisa berfungsi tanpa internet?
Sebagian besar sistem POS modern berbasis cloud memerlukan internet untuk sinkronisasi data real-time. Namun, banyak penyedia POS menyediakan fitur ‘Offline Mode’ yang memungkinkan transaksi tetap berjalan dan data disimpan lokal sementara hingga koneksi internet kembali stabil.
-
Apa keuntungan mengintegrasikan POS dengan EDC?
Integrasi POS dan EDC (bridging) mencegah kesalahan input manual (human error) karena nominal pembayaran dikirim otomatis dari POS ke EDC. Ini juga mempercepat proses pembayaran dan memudahkan rekonsiliasi laporan keuangan harian.






