CNBC Awards

Contoh Laporan Rekrutmen Karyawan & Cara Membuatnya

Diterbitkan:

Laporan rekrutmen karyawan merangkum data dan proses perekrutan menjadi gambaran yang utuh dan mudah dibaca. Melalui laporan ini, tim HR dan manajemen dapat melihat bagaimana strategi rekrutmen berjalan dalam periode tertentu.

Laporan rekrutmen membantu perusahaan menilai efektivitas proses, kualitas kandidat, hingga penggunaan sumber daya. Temuan di dalamnya menjadi dasar untuk menyusun perbaikan dan menyesuaikan strategi rekrutmen ke depan.

Agar laporan tidak berubah menjadi tumpukan angka tanpa konteks, tentukan metrik yang tepat lalu susun informasinya dalam alur yang jelas. Susunan yang rapi membuat setiap temuan mudah dipahami dan siap dipakai untuk mengambil keputusan.

Key Takeaways

  • Laporan rekrutmen karyawan adalah alat analitis yang menyajikan data proses perekrutan secara terstruktur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas akuisisi talenta.
  • Perusahaan dapat memahami performa rekrutmen secara menyeluruh dan objektif dengan menetapkan metrik yang tepat, seperti time to fill, cost per hire, dan quality of hire.
  • Pelacakan tahapan rekrutmen dan status kandidat menjadi lebih terstruktur dalam satu dashboard melalui platform manajemen SDM.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Apa Itu Laporan Rekrutmen Karyawan?

      Laporan rekrutmen karyawan adalah dokumen analitis yang merangkum dan mengevaluasi seluruh data dari aktivitas perekrutan dalam periode waktu tertentu. Dokumen ini bukan sekadar kumpulan angka, melainkan sebuah alat strategis yang memberikan gambaran utuh tentang kesehatan proses akuisisi talenta di perusahaan.

      Di dalamnya, Anda akan menemukan berbagai metrik kunci (KPI) yang mengukur efisiensi, kecepatan, biaya, dan kualitas kandidat yang berhasil direkrut. Laporan ini membantu pemimpin bisnis dan manajer HR menilai kinerja rekrutmen, menemukan area perbaikan, dan mengambil keputusan berbasis data untuk strategi rekrutmen ke depan.

      Mengapa Laporan Rekrutmen Penting bagi Bisnis?

      Kebutuhan akan data rekrutmen yang rapi selaras dengan regulasi ketenagakerjaan terbaru, khususnya UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mendorong proses hubungan kerja berjalan lebih akuntabel dan terdokumentasi.

      Di saat yang sama, persaingan bisnis menuntut setiap keputusan SDM bertumpu pada data yang valid, sehingga laporan rekrutmen berperan sebagai penghubung antara aktivitas operasional HR dan arah strategis perusahaan.

      Berikut adalah alasan mengapa laporan rekrutmen penting bagi bisnis:

      • Mengukur Efektivitas Proses Rekrutmen: Laporan ini menunjukkan seberapa cepat dan efisien proses rekrutmen berjalan, mulai dari tahap posting lowongan hingga kandidat resmi bergabung.
      • Menganalisis Kualitas Kandidat: Dengan laporan rekrutmen, HR dapat menilai sumber kandidat terbaik dan mengidentifikasi saluran rekrutmen yang menghasilkan talenta paling berkualitas.
      • Mengontrol Biaya Perekrutan: Laporan membantu perusahaan mengetahui berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk iklan lowongan, seleksi, hingga proses penyesuaian awal karyawan, sehingga anggaran bisa lebih terkendali.
      • Meningkatkan Pengambilan Keputusan HR: Data dalam laporan rekrutmen mendukung keputusan strategis terkait penambahan posisi, alokasi sumber daya, dan perencanaan tenaga kerja jangka panjang.
      • Menjaga Kepatuhan dan Transparansi: Laporan rekrutmen memastikan seluruh proses berjalan sesuai kebijakan perusahaan dan peraturan ketenagakerjaan, meningkatkan transparansi kepada manajemen.

      Metrik dan Komponen Utama dalam Laporan Rekrutmen Karyawan

      Metrik dan Komponen Utama dalam Laporan Rekrutmen Karyawan

      Untuk menghasilkan laporan yang benar-benar bermanfaat, Anda perlu mengukur metrik yang tepat. Berikut adalah metrik dan komponen esensial yang wajib ada dalam laporan rekrutmen Anda.

      1. Time to fill (Waktu untuk mengisi posisi)

      Time to fill mengukur total waktu sejak posisi dibuka atau disetujui hingga kandidat menerima tawaran kerja, sehingga mencerminkan efisiensi rekrutmen dari sisi bisnis. Jika angkanya tinggi, hal ini bisa menandakan hambatan persetujuan, minimnya kandidat berkualitas, atau proses seleksi yang kurang efisien.

      Memantau metrik ini membantu perusahaan memahami dampak kekosongan posisi terhadap produktivitas dan merencanakan kebutuhan tenaga kerja dengan lebih baik.

      2. Time to hire (Waktu untuk merekrut)

      Berbeda dari time to fill, metrik ini secara spesifik mengukur durasi dari saat seorang kandidat masuk ke dalam pipeline (melamar pekerjaan) hingga mereka menerima tawaran. Time to hire adalah cerminan langsung dari kecepatan dan efisiensi tim rekrutmen dalam menyaring, mewawancarai, dan memilih kandidat.

      Metrik yang singkat menunjukkan pengalaman kandidat yang positif dan proses internal yang ramping, sementara waktu yang lama berisiko kehilangan kandidat terbaik ke tangan kompetitor.

      3. Cost per hire (Biaya per rekrutan)

      Ini adalah metrik finansial krusial yang menghitung total biaya yang dikeluarkan untuk merekrut seorang karyawan baru. Biaya ini mencakup semua pengeluaran internal dan eksternal, seperti biaya iklan lowongan, biaya agensi rekrutmen, gaji tim HR, biaya aplikasi SDM, hingga biaya background check.

      Memahami cost per hire membantu Anda dalam menyusun anggaran rekrutmen, mengukur ROI dari berbagai strategi, dan mengidentifikasi area di mana efisiensi biaya dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan kualitas.

      4. Source of hire (Sumber kandidat)

      Metrik ini melacak dari mana kandidat yang berhasil direkrut berasal, misalnya dari portal kerja online, program referal karyawan, media sosial, pameran karier, atau rekruter internal. Menganalisis source of hire sangat penting untuk mengoptimalkan strategi pencarian talenta Anda.

      Dengan mengetahui saluran mana yang menghasilkan kandidat paling berkualitas, Anda dapat mengalokasikan anggaran dan upaya Anda secara lebih efektif, sehingga meningkatkan ROI dari aktivitas rekrutmen.

      5. Candidate conversion rate (Tingkat konversi kandidat)

      Tingkat konversi mengukur persentase kandidat yang berhasil lolos dari satu tahap rekrutmen ke tahap berikutnya. Misalnya, persentase pelamar yang lolos ke tahap wawancara, atau persentase kandidat yang diwawancarai dan kemudian menerima tawaran kerja.

      Menganalisis metrik ini di setiap tahapan membantu Anda mengidentifikasi potensi bottleneck atau hambatan dalam recruitment funnel. Tingkat konversi yang rendah pada tahap tertentu mungkin menandakan adanya masalah, seperti deskripsi pekerjaan yang tidak jelas atau proses wawancara yang terlalu sulit.

      6. Offer acceptance rate (Tingkat penerimaan tawaran)

      Metrik ini menghitung persentase kandidat yang menerima tawaran kerja dari total tawaran yang diberikan oleh perusahaan. Tingkat penerimaan tawaran yang tinggi biasanya menunjukkan bahwa paket kompensasi Anda kompetitif, merek perusahaan Anda kuat, dan pengalaman kandidat selama proses rekrutmen positif.

      Sebaliknya, tingkat yang rendah bisa menjadi sinyal bahwa Anda perlu meninjau kembali strategi penawaran, proses negosiasi, atau bahkan budaya perusahaan yang diproyeksikan kepada kandidat.

      7. Quality of hire (Kualitas rekrutan)

      Ini adalah salah satu metrik paling penting namun paling sulit diukur, karena bersifat jangka panjang. Quality of hire mengevaluasi kontribusi seorang karyawan baru terhadap perusahaan setelah mereka bergabung, biasanya diukur melalui evaluasi kinerja 6-12 bulan pertama, pencapaian target, dan feedback dari manajer.

      Mengukur metrik ini membantu Anda memvalidasi apakah proses seleksi Anda benar-benar efektif dalam mengidentifikasi talenta yang tidak hanya kompeten tetapi juga sesuai dengan budaya perusahaan dan mampu memberikan dampak positif.

      Panduan Menyusun Laporan Rekrutmen Karyawan

      Panduan Menyusun Laporan Rekrutmen KaryawanLaporan rekrutmen yang efektif menyajikan data dalam narasi yang jelas, relevan, dan siap mendukung keputusan. Melalui langkah yang sistematis dari penetapan tujuan hingga penyajian informasi, laporan menghadirkan wawasan strategis yang mudah dipahami seluruh pemangku kepentingan.

      Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membantu Anda menyusun laporan rekrutmen yang komprehensif.

      1. Tentukan tujuan dan audiens laporan

      Langkah pertama adalah mendefinisikan dengan jelas apa yang ingin Anda capai dengan laporan ini dan untuk siapa laporan ini ditujukan. Apakah tujuannya untuk mengevaluasi efisiensi biaya bagi tim keuangan, menunjukkan kecepatan rekrutmen kepada manajer departemen, atau menyajikan gambaran strategis kepada jajaran direksi?

      Memahami audiens akan menentukan tingkat detail, metrik yang paling relevan untuk disorot, dan gaya bahasa yang digunakan dalam laporan Anda agar pesan yang disampaikan tepat sasaran.

      2. Kumpulkan semua data rekrutmen yang relevan

      Setelah tujuan ditetapkan, kumpulkan semua data yang diperlukan untuk menghitung metrik yang telah Anda pilih. Data ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti Applicant Tracking System (ATS), spreadsheet manual, data dari sistem job portal, faktur dari agensi, dan feedback dari manajer perekrutan.

      Pastikan data yang dikumpulkan akurat, konsisten, dan mencakup seluruh periode yang ingin dianalisis untuk menghindari kesimpulan yang bias atau tidak valid.

      3. Pilih format laporan dan alat bantu yang tepat

      Tentukan bagaimana Anda akan menyajikan laporan tersebut, apakah dalam format dokumen PDF, presentasi slide, atau dasbor interaktif. Untuk laporan bulanan atau kuartalan yang mendalam, format dokumen mungkin lebih sesuai. Namun, untuk pemantauan harian atau mingguan, dasbor visual lebih efektif.

      Manfaatkan alat bantu seperti Microsoft Excel, Google Sheets untuk analisis manual, atau idealnya, gunakan software hrm yang memiliki fitur pelaporan rekrutmen otomatis untuk efisiensi dan akurasi maksimal.

      4. Analisis data dan buat visualisasi yang mudah dipahami

      Setelah data terkumpul, mulailah proses analisis untuk mengidentifikasi tren, pola, dan anomali. Hitung semua metrik KPI yang telah Anda tentukan dan bandingkan hasilnya dengan periode sebelumnya atau dengan target yang telah ditetapkan.

      Ubah angka-angka tersebut menjadi visualisasi data yang menarik dan mudah dipahami, seperti diagram batang untuk perbandingan sumber kandidat, diagram garis untuk melacak tren time-to-hire, atau diagram lingkaran untuk komposisi biaya rekrutmen.

      5. Sajikan ringkasan eksekutif dan berikan rekomendasi

      Bagian terpenting dari laporan adalah wawasan yang dihasilkannya. Mulailah laporan Anda dengan ringkasan eksekutif (executive summary) yang menyoroti temuan-temuan paling signifikan dalam 2-3 paragraf singkat. Berdasarkan analisis Anda, berikan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti.

      Misalnya, jika data menunjukkan program referal menghasilkan kandidat berkualitas tinggi dengan biaya rendah, rekomendasikan untuk meningkatkan insentif program tersebut.

      Expert's Review

      “Pemantauan kualitas kandidat melalui laporan rekrutmen membantu perusahaan memastikan bahwa proses seleksi benar-benar menghasilkan talenta yang sesuai kebutuhan. Fokus pada satu metrik ini dapat mencegah biaya rekrutmen berulang akibat tingkat turnover yang tinggi”

      — Jessica Chandra, B.Sc., Senior HR Manager

      Contoh Laporan Rekrutmen Karyawan (Template & Visualisasi)

      Teori dan panduan memang penting, tetapi melihat contoh konkret seringkali memberikan pemahaman yang lebih baik. Berikut ini kami sajikan dua contoh format laporan rekrutmen yang berbeda.

      Contoh pertama adalah format dasbor yang mengutamakan visualisasi data untuk memberikan gambaran cepat mengenai metrik-metrik utama. Format ini sangat efektif untuk rapat mingguan atau bulanan tim HR.

      Sementara itu, contoh kedua adalah laporan naratif yang lebih mendalam, cocok untuk disajikan kepada manajemen senior. Laporan ini tidak hanya menampilkan data, tetapi juga memberikan konteks, analisis, dan rekomendasi strategis yang lebih terperinci.

      Contoh laporan ringkas dalam format dashboard

      Laporan format ini berfokus pada visualisasi data untuk memberikan gambaran performa rekrutmen secara cepat dan mudah dicerna. Biasanya dibuat menggunakan software HRIS atau alat visualisasi data, dasbor ini menampilkan KPI terpenting dalam satu halaman.

      Berikut adalah contoh template laporan rekrutmen karyawan:

      Contoh Laporan Rekrutmen Karyawan

      Laporan Rekrutmen Karyawan

      Kesimpulan

      Laporan rekrutmen karyawan merupakan instrumen strategis yang memberikan pandangan menyeluruh terhadap efektivitas proses akuisisi talenta. Melalui analisis metrik yang terukur, perusahaan dapat memastikan setiap keputusan perekrutan didasarkan pada data yang akurat dan relevan.

      Melalui analisis metrik yang terukur, perusahaan dapat memantau efektivitas rekrutmen sekaligus menyusun perbaikan yang lebih tepat sasaran. Jika ingin mengoptimalkan pelaporan melalui dukungan sistem, tersedia opsi konsultasi gratis untuk membantu pemanfaatan fiturnya sesuai kebutuhan.

      HR_Laporan

      Pertanyaan Seputar Contoh Laporan Rekrutmen Karyawan

      • Apa perbedaan utama antara time to fill dan time to hire?

        Time to fill mengukur seluruh siklus dari lowongan dibuka hingga tawaran diterima, mencerminkan efisiensi proses secara keseluruhan. Sementara itu, time to hire fokus pada durasi dari kandidat melamar hingga menerima tawaran, yang lebih mencerminkan kecepatan tim rekrutmen.

      • Seberapa sering sebaiknya laporan rekrutmen dibuat?

        Frekuensinya tergantung pada kebutuhan. Dasbor ringkas sebaiknya dipantau secara mingguan. Laporan yang lebih mendalam dan naratif idealnya dibuat secara bulanan untuk evaluasi tim dan kuartalan untuk tinjauan strategis bersama manajemen senior.

      • Bisakah saya menggunakan Excel untuk membuat laporan rekrutmen?

        Ya, Excel bisa digunakan untuk membuat laporan rekrutmen, terutama untuk perusahaan skala kecil. Namun, proses ini sepenuhnya manual, memakan waktu, dan rentan terhadap kesalahan input data. Untuk akurasi dan efisiensi yang lebih tinggi, penggunaan software rekrutmen sangat direkomendasikan.

      • Bagaimana cara mengukur Quality of Hire secara objektif?

        Quality of Hire dapat diukur dengan menggabungkan beberapa data seperti skor evaluasi kinerja pada 6 atau 12 bulan pertama, tingkat pencapaian target/KPI, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai produktivitas penuh, dan feedback dari manajer langsung.

      • Metrik rekrutmen apa yang paling penting bagi seorang CEO?

        Bagi CEO, metrik yang paling penting biasanya adalah yang memiliki dampak langsung pada bisnis, yaitu Cost per Hire (efisiensi anggaran), Time to Fill (kecepatan memenuhi kebutuhan bisnis), dan Quality of Hire (dampak rekrutan baru terhadap produktivitas).

      Reno Wicaksana

      Senior Content Writer on HRIS

      Reno adalah HRM Specialist dan senior content writer dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri teknologi dan manajemen sumber daya manusia. Secara konsisten mengangkat topik artikel seputar performance management, rekrutmen dan pengembangan SDM, manajemen talenta, dan sistem HRIS untuk pengelolaan karyawan.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya