Industri otomotif memiliki proses bisnis yang kompleks, mulai dari perencanaan produksi hingga distribusi kendaraan. Tantangan yang sering muncul meliputi rantai pasok panjang, kontrol kualitas, dan persaingan harga yang ketat. Tanpa pengelolaan yang tepat, efisiensi operasional bisa terganggu.
Perkembangan teknologi dan perubahan permintaan pasar membuat pabrikan otomotif harus beradaptasi cepat. Otomatisasi menjadi kunci untuk mengelola inventaris, kualitas, dan koordinasi antar-departemen secara lebih akurat dan efisien.
HashMicro Manufacture hadir sebagai solusi untuk mengintegrasikan seluruh proses bisnis otomotif. Dengan sistem ini, perusahaan dapat memantau data real-time, mengurangi kesalahan, dan memaksimalkan penggunaan sumber daya.
Pada pembahasan berikut, kita akan melihat enam proses bisnis utama di industri otomotif yang penting untuk dipahami agar operasional berjalan lancar dan kompetitif.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Industri Otomotif?
Berdasarkan makna kata kata otomotif yang berarti alat yang dapat berputar atau bahkan bergerak dengan sendirinya, maka otomotif memiliki keterkatan dengan keberadaannya sebagai mesin atau motor penggerak.
Karena dengan kehadirannya, ia dapat menggerakkan benda dengan ukuran yang lebih besar darinya. Bidang industri ini juga sangat erat kaitannya dengan bidang transportasi. Berbagai macam jenis alat transportasi seperti motor, mobil, bus, truk, dan lainnya tidak lepas dari peran serta otomotif di dalamnya sebagai mesin penggerak.
Sistem Dalam Proses Bisnis Industri Otomotif
Bisnis industri otomotif memiliki berbagai macam sistem yang berbeda manfaatnya. Pemanfaatan ini berguna untuk memberikan penyesuaian yang efisien sesuai dengan industrinya masing masing. Jenis sistem bisnis industri otomotif secara umum antara lain:
1. Industri merek dagang
Jenis industri yang pertama ini biasa dikenal dengan pemegang lisensi. Dalam proses bisnis industri otomotif jenis ini biasanya akan melakukan perancangan dari perencanaan suatu produk, model, desain bentuk maupun mesin, teknologi yang akan digunakan pada produk, dan lain sebagainya dengan dilakukannya riset dan survey yang sebelumnya.
2. Industri perakitan
Industri ini dapat Anda sebut sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) atau Agen Pemegang Merek. Jika Anda lihat dari tindakannya, industri ini akan melakukan pembuatan kendaraan sesuai dengan arahan dari pemegang merk dan tentunya sesuai dengan SOP.
3. Industri karoseri
Layanan industri karoseri ini akan melakukan tindakan pada bagian bodi yang telah bagian perakitan lakukan. Tentunya dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan pasar yang berbeda terkait penggunaan kendaraan tersebut. Seperti pada jenis mobil truk, mobil bus, dan lainnya sesuai line industri otomotif masing-masing.
4. Industri proses bisnis industri otomotif modifikator
Sesuai dengan namanya, industri yang satu ini melakukan perubahan atau modifikasi. Baik itu pada bagian tubuh kendaraan, mesin atau bahkan bagian lain. Hal tersebut disesuaikan dengan keinginan modifikator atau bahkan menyesuaikan kondisi pasar dan menggunakan platform pemegang merek.
5. Industri perbengkelan
Industri yang bergerak pada bidang layanan jasa. Utamanya untuk melakukan perawatan dan juga perbaikan kendaraan. Industri otomotif memang sangat memerlukan industri perbengkelan ini, karena industri ini adalah fasilitasi jasa dalam bidang otomotif yang mewadahi kegiatan perbengkelan.
Contoh barang industri otomotif adalah sepeda, motor, mobil, dan lain sebagainya. Tentunya contoh barang tersebut ketika terjadi kerusakan akan industri perbengkelan perbaiki.
6. Industri komponen
Industri manufaktur dengan kegiatan membuat spare part atau komponen otomotif. Umumnya Anda dapat menyeesuaikan pada standarisasi teknis dari pihak pemegang merek.
Komponen yang dapat Anda buat sendiri terdiri dari dua bagian. Pertama adalah komponen Original Equipment Manufacturer (OEM) yang umumnya digunakan untuk bagian industri perakitan. Sedangkan bagian kedua adalah komponen Aftermarket yang dapat Anda gunakan pada proses perbaikan.
Spare part sepeda motor atau produk otomotif lainnya sering kali ada yang berukuran kecil dan susah dilacak keberadaannya. Namun, Anda bebas khawatir dengan menggunakan software ERP andalan HashMicro. Jadwalkan Demo Gratis sekarang juga dengan klik banner di bawah ini.
Tahap Proses Bisnis Industri Otomotif
Pada umumnya, proses bisnis industri otomotif memiliki berbagai tahapan dalam proses dari bentuk barang mentah menjadi barang setengah jadi. Tahapan CAR dalam proses ini juga tentunya memiliki manfaatnya masing-masing. Berikut beberapa tahapan dalam pemrosesan dalam proses bisnis bidang otomotif.
1. Perencanaan (Planning)
Proses bisnis bidang otomotif yang pertama adalah proses perencanaan. Dalam bidang ini, manufacturing otomotif yang terencana adalah awalan yang penting karena dapat menentukan tujuan, taktik, peraturan, cara perolehan perusahaan, pantauan kerja, dan umpan balik dalam transisi gagasan baru.
Penggunaan software manufaktur pada tahap ini membantu menyusun jadwal produksi, memprediksi kebutuhan bahan baku, dan memastikan koordinasi antar-tim berjalan lebih efisien.
Gagasan produk atau desain otomotif biasanya berlandaskan pada survei yang telah dilakukan. Sebagai contoh, satu perusahaan mobil di Indonesia melakukan analisis survei di mana warga Indonesia memerlukan kendaraan mobil yang sanggup memuat semua anggota keluarga.
2. Pengembangan (Development)
Proses bisnis bidang otomotif selanjutnya adalah pengembangan. Pada proses ini, produk atau jasa mengalami perkembangan pada bentuk, hasrat, teknologi, dan kompetisi oleh pesaing. Hingga barang atau jasa hasil dari produk selalu harus mengikuti perubahan itu dengan produk jasa yang baru dan tepat.
Perusahaan dalam mendapat produk baru umumnya dengan dua langkah yaitu beli perusahaan paten (pemerolehan) dan lisensi atau dengan peningkatan di departemen perusahaan sendiri.
3. Produksi (Production)
Setelah proses pengembangan, proses selanjutnya yaitu proses produksi. Proses produksi adalah proses bisnis bidang otomotif yang ketiga. Produksi adalah proses hasilkan suatu hal yang baik berwujud barang maupun jasa dalam waktu periode dan mempunyai nilai lebih untuk perusahaan.
Produksi bukan hanya menghasilkan barang saja tapi jasa termasuk juga satu produksi. Barang dan jasa keduanya bisa menghasilkan keuntungan bagi perusahaan Anda.
Tujuan produksi secara umum untuk menghasilkan produk barang atau jasa tapi juga memiliki tujuan lain yaitu untuk memenuhi keperluan warga, mendapatkan keuntungan, meningkatkan penghasilan warga dan negara.
4. Perawatan (Maintenance)
Proses bisnis bidang otomotif yang terakhir yaitu proses perawatan. Suatu produk atau barang yang sudah Anda buat atau Anda gunakan, adalah barang yang telah mengalami pengurangan kerja dan fungsi dari produk tersebut akan menyusut.
Sehingga, barang tersebut memerlukan perawatan dengan melakukan aktivitas produksi jasa. Contohnya adalah produksi jasa pada produk kendaraan motor atau mobil.
Hal itu karena mobil terbagi dalam beberapa ribu elemen yang lama-lama dapat menjadi aus, korosif hingga menurun kekuatannya. Maka dari itu, mobil tersebut memerlukan perawatan produk di bengkel atau dealer. Implementasi automotive dealer management system juga bisa membantu proses ini menjadi lebih efektif.
Optimalkan Proses Bisnis Otomotif Anda dengan HashMicro Manufacture
HashMicro Manufacture adalah sistem yang dirancang untuk membantu industri otomotif mengelola proses bisnis secara terintegrasi. Mulai dari perencanaan produksi, pengelolaan bahan baku, kontrol kualitas, hingga distribusi, semua dapat diatur dalam satu sistem terpadu.
Dengan fitur otomasi, perusahaan dapat mengurangi kesalahan manual, meningkatkan efisiensi kerja, dan memantau operasional secara real-time. Beberapa fitur unggulan HashMicro Manufacture antara lain:
- Work Order Generation: Membuat work order secara otomatis untuk setiap produk atau batch produksi, sehingga alur kerja lebih terstruktur dan efisien.
- Automated MRP: Mengotomatiskan perencanaan kebutuhan material berdasarkan permintaan dan stok saat ini, membantu menghindari kekurangan atau kelebihan bahan baku.
- BOM Management: Mengelola struktur komponen multi-level agar setiap komponen dan bahan baku untuk tiap produk dapat dilacak dengan jelas dan akurat.
- Real-Time WIP Tracking: Memantau status dan perkembangan produk dalam proses produksi secara langsung, sehingga proses dapat diatur tepat waktu.
- Quality Control: Menjamin standar produk terpenuhi melalui pengecekan kualitas yang sistematis dan terintegrasi di dalam workflow produksi.
- OEE Tracking: Mengukur performa mesin secara menyeluruh mulai dari efektivitas hingga waktu henti untuk mengidentifikasi area peningkatan efisiensi.
Kesimpulan
Industri otomotif adalah sektor yang mengelola produksi, perakitan, dan distribusi kendaraan melalui proses bisnis yang kompleks. Setiap tahapan saling terhubung dan memerlukan koordinasi yang tepat agar hasilnya optimal.
Pentingnya pengelolaan proses bisnis di industri otomotif tidak hanya untuk menjaga kualitas produk, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Tanpa strategi yang tepat, perusahaan bisa tertinggal dari kompetitor.
HashMicro Manufacture hadir sebagai solusi terintegrasi yang mengotomatisasi setiap tahapan, mulai dari perencanaan produksi hingga distribusi. Dengan data real-time, keputusan bisnis dapat diambil lebih cepat dan akurat.
Tingkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis otomotif Anda sekarang. Coba demo gratis HashMicro Manufacture dan rasakan langsung manfaatnya.
Pertanyaan Seputar Bisnis Industri Otomotif
-
Mengapa sistem ERP dibutuhkan dalam bisnis otomotif?
ERP membantu pemantauan dan integrasi proses produksi maupun non-produksi, mengurangi pekerjaan manual, dan meningkatkan efisiensi operasional.
-
Apa keuntungan menggunakan software manufaktur di industri otomotif?
Software manufaktur membantu otomatisasi proses, meningkatkan efisiensi kerja, dan mengurangi kesalahan manual. Sistem ini juga mempermudah integrasi antar divisi dan pemantauan produksi secara real-time.
-
Apa itu HRIS dalam software HR?
Sistem HRIS mendukung administrasi tunjangan, waktu dan kehadiran, penggajian, dan alur kerja lainnya. Selain itu, sistem ini dapat menyimpan data karyawan, seperti informasi pribadi, demografis, dan kompensasi.
-
Apakah semua perusahaan otomotif perlu software ERP?
Sangat disarankan, terutama bagi perusahaan yang ingin mengelola proses bisnis secara efisien dan terukur, termasuk produksi massal dan layanan purna jual.