BerandaProductsHRM/PayrollTake Home Pay / THP : Pengertian, Rumus dan Cara Menghitungnya

Take Home Pay / THP : Pengertian, Rumus dan Cara Menghitungnya

Apakah Anda pernah mendengar istilah take home pay atau THP? Mungkin bagi Anda yang merupakan seorang karyawan maupun sebagai pemberi kerja, istilah tersebut sudah tidak asing lagi di telinga. Secara harfiah, take home pay adalah penghasilan yang dibawa pulang ke rumah. Namun apabila secara teori,  take home pay adalah pembayaran utuh yang diterima karyawan suatu perusahaan dengan penghitungan jumlah pendapatan bersih rutin yang dikurangi pajak, tunjangan, dan kontribusi sukarela gaji.

Lebih mudahnya THP ini merupakan penghitungan penambahan pendapatan dan pendapatan insidentil dikurangi dengan komponen potongan gaji. Tetapi pada kenyataannya masih banyak yang keliru jika THP sama saja dengan gaji pokok. Padahal, keduanya adalah hal yang berbeda, baik dari segi pengertian dan nominal yang Anda dapatkan. Untuk memahami lebih lanjut dan mengetahui bagaimana cara menghitung take home pay Anda, simak artikel berikut ini.

HashMicro Solusi Indonesia

Pengertian Take Home Pay / THP

Take Home Pay
sumber : Sharon McCutcheon @ Unsplash

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Take Home Pay / THP ada baiknya kita membahas terlebih dahulu mengenai pengertian dari THP untuk mempermudah memahami istilah ini.

Take Home Pay / THP adalah pendapatan yang diterima oleh penerima gaji pada bulan tersebut yang diberikan oleh pemberi gaji seperti perusahaan atau badan usaha tertentu. Istilah ini sendiri masih cukup banyak disalahartikan sebagai gaji pokok atau pendapatan rutin, karena nyatanya seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, THP sendiri berbeda dengan gaji pokok baik dalam segi definisi maupun jumlahnya.

Secara sederhana, THP adalah pendapatan utuh yang Anda terima pada bulan tersebut. Pendapatan utuh ini dalam kata lain merupakan pendapatan Anda pada bulan tersebut yang umumnya terdiri dari gaji pokok dan gaji insidentil yang telah dikurangi oleh berbagai komponen pengurang gaji yang harus Anda tanggung seperti pajak penghasilan, iuran BPJS dan lainnya.

Beberapa Jenis dan Istilah Gaji

Jika membahas take home pay maka terdapat beberapa hal yang tidak terlepas seperti beberapa istilah yang sering terdengar sebagai berikut:

Gaji Pokok

Masih banyak orang yang menyangka jika pendapatan rutin atau pendapatan rutin sama halnya dengan THP. Padahal sudah sangat jelas bahwa keduanya berbeda. Definisi dari  gaji pokok adalah bagian dari gaji yang sifatnya tetap per bulan dan telah tertulis dalam perjanjian kedua belah pihak.

Gaji Insidentil

Selain gaji pokok terdapat juga gaji insidentil yang bisa karyawan dapatkan. Dalam hal ini setiap karyawan berhak menerima upah di luar uang bulanan, seperti aktivitas lembur, maupun bonus karena prestasi. Tentu saja jumlahnya akan sangat berbeda-beda untuk setiap karyawan.

Baca Juga : Apakah Kamu Tahu Komponen Gaji Karyawan?

Komponen Perhitungan Take Home Pay

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 mengenai Upah, maka upah terdiri dari:

  1. Pendapatan rutin yang merupakan komponen gaji rutin yang perusahaan berikan kepada karyawan dan terdiri dari:
  • Gaji pokok, yaitu upah dasar yang perusahaan berikan kepada karyawan berdasarkan kesepakatan dengan perjanjian tertulis dalam kontrak kerja. Umumnya besaran jumlahnya sesuai dengan tingkatan atau jenis pekerjaan. 
  • Tunjangan tetap, yaitu pembayaran yang perusahaan berikan kepada karyawan secara rutin. Biasanya pembayaran ini berhubungan dengan prestasi atau target perusahaan yang telah karyawan capai. Perlu Anda ketahui bahwa jumlah pendapatan insidentil ini berbeda pada setiap karyawan.
  • Tunjangan tidak tetap, yaitu pemberian upah secara tidak tetap oleh perusahaan kepada karyawan dan keluarganya. Umumnya pembayaran ini berdasarkan satuan waktu yang berbeda dengan pembayaran gaji tetap.

2. Pendapatan insidental merupakan pendapatan tidak tetap yang karyawan dapatkan karena alasan tertentu, contohnya seperti mendapatkan bonus, lembur, laba hingga prestasi dari perusahaan. 

3. Pemotongan gaji yang meliputi iuran BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, PPh 21, pinjaman kantor maupun tunggakan kepada perusahaan.

Baca Juga : Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi Karyawan Perusahaan Anda

Rumus dan Cara Menghitung jumlah Take Home Pay

Take Home Pay
Sumber : Sasun Bughdaryan @ Unsplash

Setelah memahami tentang apa itu THP, sekarang Anda dapat mencoba menghitungnya dengan rumus cara menghitung take home pay berikut: 

Take home pay = (Pendapatan rutin + pendapatan insidental) – (komponen pemotongan gaji)

Contoh kasus: 

Naya merupakan seorang karyawan swasta yang setiap bulannya memiliki gaji pokok sebesar Rp 5.000.000 per bulan. Setiap bulannya dia mendapatkan tunjangan tetap seperti uang makan sebesar Rp 500.000 dan karena prestasi kerja yang baik di bulan ini Naya mendapatkan bonus sebesar Rp 5.500.000. 

Meskipun begitu Naya memiliki pemotongan pinjaman uang sebesar Rp 200.000 per bulan, pemotongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan Rp 200.000, serta pengurangan PPh 21 Rp 250.000. Jadi berapakah THP Naya?

Baca juga: Mengenal PPh 21 dan Cara Menghitungnya

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk menghitung Take Home Pay yaitu menjumlahkan seluruh pendapatan rutin yang Naya dapatkan bulan ini.

Pendapatan Rutin:

Gaji pokok Naya: Rp 5.000.000

Tunjangan tetap uang makan Rp 500.000

Bonus Naya: Rp 5.500.000

Jadi, Total pendapatan rutin Naya pada bulan tersebut adalah

(Rp. 5.000.000 + Rp. 500.000 + Rp. 5.500.000) = Rp. 11.000.000

Selanjutnya, Anda harus menghitung seluruh komponen pemotongan gaji yang ditanggung pada bulan tersebut.

Komponen pemotongan gaji:

Cicilan pinjaman uang per bulan: Rp 200.000

Iuran BPJS Kesehatan + Ketenagakerjaan: Rp 200.000

Pajak PPh 21 Rp 250.000

Sehingga total komponen pemotong pendapatan yang harus ditanggung Naya yaitu,

(Rp. 200.000 + Rp. 200.000 + Rp. 250.000) = Rp. 650.000

Rumus THP:

(Gaji rutin + pendapatan insidental) – (komponen pemotongan gaji)

(Rp 5.000.000 + Rp 500.000 + 5.500.000) – (Rp 200.000 + Rp 200.000+ Rp 250.000)

(Rp 11.000.000 – Rp. 650.000) = Rp 10.350.000

Jadi, THP yang Naya bawa pada bulan ini adalah Rp 10.350.000

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai take home pay. Persoalan ini memang merupakan tantangan bagi Divisi HRD untuk mensosialisasikannya kepada para karyawan. Namun, tidak ada salahnya jika Anda mengetahuinya lebih dulu agar bisa menghitung secara terperinci THP yang akan Anda terima setiap bulannya. Selain itu, dapat juga membantu dalam mempertimbangkan negosiasi gaji sebelum menandatangani kontrak kerja.

Bagi perusahaan tentu tidak perlu khawatir lagi jika ingin melakukan perhitungan gaji karyawan dan urusan absensi karyawan seperti lembur maupun cuti. Dengan Software HRM dari HashMicro urusan absensi dan penggajian akan saling terintegrasi. Sehingga proses penggajian karyawan menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat, serta terhindar dari human error seperti terjadinya salah hitung pada upah karyawan.

HashMicro HRM Software

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Thamia Farisatuddiniyah
I hope readers get value and enjoy what I write!

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA