5 Strategi Terbaik Tingkatkan Pengalaman Pelanggan di Toko Ritel

Dias Marendra
toko ritel

Pertumbuhan online retail seperti bagaikan tak terbendung 10 tahun belakangan ini. Hal ini menyebabkan pergeseran gaya belanja masyarakat ke arah belanja online. Akibatnya, toko ritel pun kehilangan pelanggannya dan terpaksa menutup bisnisnya karena selalu merugi.

Meski demikian, tak semua toko ritel mengalami nasib yang sama. Ada juga yang mampu beradaptasi dan berhasil lolos dari cengkraman wabah retail apocalypse. Salah satu caranya yakni implementasi teknologi di bisnis mereka untuk mengefisiensikan manajemen bisnis. Seperti misalnya menggunakan inventory management.

Selain itu, ada juga toko ritel yang meningkatkan customer experience-nya untuk bisa bersaing dengan online retailer. Mereka menawarkan pengalaman belanja unik yang tak mungkin ditemukan dari belanja online. Namun cara ini butuh strategi matang agar bisa dieksekusi dengan baik. Berikut ini 5 di antaranya:

Ciptakan pengalaman belanja yang imersif

Bicara praktis, memang tidak ada yang mengalahkan praktisnya belanja online. Hanya beberapa klik saja barang pesanan anda sudah terbeli dan dikirim langsung ke rumah. Namun terkadang pelanggan menginginkan lebih dari itu. Pembeli ingin meluangkan waktu lebih lama untuk berbelanja, bukan sebaliknya.

Toko ritel yang memahami hal ini sudah pasti akan lebih unggul dari kompetitornya. Sebagai contoh, Sephora kini menggunakan teknologi augmented reality agar pelanggan bisa “mencoba” make-up yang ingin dibeli, secara tak langsung. Pelanggan cukup menginstall aplikasi yang diperlukan di ponsel mereka dan mereka bisa mencari tahu warna lipstik mana yang cocok di bibir mereka, atau paduan warna seperti apa yang cocok untuk eye shadow yang digunakan.

Trik yang sama digunakan oleh pebisnis ritel raksasa, IKEA. Mereka menawarkan sebuah aplikasi augmented reality yang memungkinkan penggunanya untuk melihat cocok atau tidaknya sofa yang ingin dibeli di ruang tamu mereka. Dengan cara ini, kejadian salah beli furnitur bisa dihindari sepenuhnya.

ikea augmented reality
IKEA augmented reality

Spesialis barang unik

Ada tipe pelanggan yang menyebut dirinya sebagai treasure hunter, atau pemburu hadiah. Mereka punya satu tujuan pada saat berbelanja, yakni mencari barang yang unik, dijual terbatas, atau punya nilai yang tinggi.

Toko ritel yang berhasil menggaet para treasure hunter ini antara lain Costco, eBay, dan Miniso. Di saat anda mengunjungi Miniso, besar kemungkinannya anda keluar dari toko dengan barang-barang yang belum tentu anda butuhkan, namun dibeli hanya karena dorongan impuls melihat barang yang unik dan lucu.

Tak hanya itu, toko-toko ritel ini merotasi barang-barang dagangannya dalam kurun waktu tertentu. Cara ini menimbulkan urgensi untuk membeli karena belum tentu di kunjungan berikutnya anda bisa menemukan barang yang sama.

Menginspirasi pelanggan

Cara ini biasanya efektif buat toko ritel spesialis, seperti misalnya North Face. Di sejumlah tokonya, North Face menyediakan peralatan virtual reality (VR) sehingga pengunjung toko bisa tahu seperti apa rasanya trekking di Yosemite National Park.

Cara ini terbukti cukup ampuh untuk menghadirkan inspirasi di pengunjung toko North Face untuk berpetualang di alam liar, tentunya dengan menggunakan perlengkapan mendaki dari North Face. Cara lain memberikan inspirasi dilakukan oleh retailer Patagonia.

Mereka menjalankan kampanye untuk melindungi lingkungan dan bumi dari perusak. Konten-konten seperti artikel dan video cukup efektif untuk menginspirasi pelanggan mereka dan menghadirkan hubungan emosional antara pelanggan dan toko ritel.

Image result for virtual reality north face
virtual reality

Shareable experience

Jika anda menemukan pengalaman belanja yang unik, sudah pasti anda akan menceritakan pengalaman tersebut ke rekan dan keluarga terdekat. Seperti misalnya saat anda ditawari minuman gratis saat berbelanja ke sebuah toko, atau mendapatkan pelayanan istimewa saat memilih pakaian yang ingin dibeli.

Salah satu contoh pengalaman belanja yang shareable dijalankan oleh bisnis ritel Nordstrom di Chicago. Mereka menambahkan sebuah bar di bagian pakaian pria. Hal ini tentu saja menarik para lelaki yang sedang mencari dasi atau kemeja di Nordstrom dan membuat mereka betah berbelanja.

Contoh lainnya adalah instalasi cermin pintar di kamar pas. Bukan hanya memudahkan pengunjung toko untuk mencoba pakaian yang dibeli, namun juga mengirim foto saat anda mencoba pakaian tersebut ke rekan atau keluarga anda untuk meminta pendapat mereka.

fitting room interaktif

Menghemat waktu pelanggan

Kelebihan utama dari belanja online adalah hemat waktu. Anda tak perlu datang langsung ke toko, cukup buka ponsel anda dan barang yang dibeli pun akan diantar langsung ke rumah anda. Kelebihan yang satu ini memang sulit ditandingi oleh toko ritel pada umumnya.

Namun tak berarti toko ritel biasa tak bisa menghemat waktu pelanggan setianya. Salah satu cara yang sudah dilakukan yakni “pesan online dan ambil di toko”. Cara ini cukup efektif menghemat waktu pelanggan toko ritel.

Kesimpulan

Tetap kompetitif di tengah maraknya bisnis online memang butuh usaha ekstra dari pebisnis ritel. Sukses yang diraih toko online seperti Walmart atau IKEA adalah contoh nyata bahwa masyarakat masih punya minat tinggi belanja di toko.

Lima strategi di atas adalah beberapa contoh yang bisa diterapkan di bisnis anda. Jika anda ingin berkonsultasi untuk meningkatkan manajemen retail anda, isi form di bawah ini sekarang juga.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

latest articles