CNBC Awards

15 Rekomendasi Pipeline Management Software Terbaik untuk Bisnis

Diterbitkan:

Banyak manajer penjualan frustrasi bukan karena timnya kurang bekerja, tetapi karena data yang berantakan dan leads yang tercecer. Di sinilah pipeline management software menjadi solusi untuk mengatasi kekacauan dan mengubahnya menjadi alur kerja penjualan yang terukur.

Dengan alat yang tepat seperti software CRM, tim Anda dapat menghentikan administrasi manual dan mulai fokus pada aktivitas yang benar-benar menghasilkan revenue. Visualisasi pipeline yang jelas membantu Anda melihat peluang, menentukan prioritas, dan meningkatkan peluang closing.

Dalam panduan ini, saya akan membahas rekomendasi software terbaik yang telah saya uji dari segi fitur, integrasi, dan skalabilitas. Tujuannya sederhana: membantu Anda menemukan sistem yang paling cocok dengan kebutuhan dan ritme bisnis Anda.

Key Takeaways

  • Pipeline management software adalah alat vital yang memvisualisasikan tahapan penjualan, membantu tim sales melacak prospek, dan mencegah kebocoran peluang bisnis (leads leakage).
  • Fitur utama yang wajib dicari meliputi kustomisasi sales stage, integrasi dengan sistem ERP/Accounting, aksesibilitas mobile, dan analitik forecasting yang akurat.
  • Implementasi software CRM terbaik dengan manajemen pipeline yang tepat dapat meningkatkan akurasi prediksi pendapatan hingga 32% menurut riset industri.

Klik untuk Demo Gratis!

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      DemoGratis

      Apa Itu Pipeline Management Software dan Urgensinya?

      Pipeline management software adalah sistem yang memetakan perjalanan prospek dari kontak awal hingga penutupan penjualan. Berbeda dari catatan manual, software ini memberi struktur yang jelas pada proses sales yang sering penuh ketidakpastian.

      Urgensinya terletak pada akurasi forecasting dan efisiensi eksekusi. Dengan visibilitas real-time terhadap potensi hambatan, tim dapat mengambil tindakan cepat dan strategis agar peluang tidak hilang dan target penjualan tetap tercapai secara konsisten.

      Faktor Kunci dalam Memilih Aplikasi Pipeline Management

      Memilih software yang tepat bukan hanya soal fitur terbanyak, tetapi soal kesesuaian dengan alur kerja tim Anda. Salah satu faktor terpenting adalah kustomisasi sales stage yang fleksibel. Setiap bisnis memiliki tahapan unik, dan software Anda harus mampu mencerminkan realitas lapangan, bukan memaksa tim Anda mengikuti alur kerja baku yang kaku.

      Selain itu, perhatikan kemampuan integrasi sistem dengan tools lain yang sudah Anda gunakan. Software pipeline yang berdiri sendiri seringkali menciptakan kerja ganda dalam input data. Pastikan aplikasi tersebut dapat berbicara dengan sistem akuntansi, email marketing, atau ERP Anda untuk menciptakan aliran data yang mulus dan mengurangi risiko human error.

      Aksesibilitas juga menjadi kunci di dunia yang serba mobile saat ini. Tim sales Anda sering berada di lapangan, bertemu klien, atau bekerja remote. Oleh karena itu, aplikasi dengan mobile accessibility yang baik dan responsif adalah harga mati agar data dapat diperbarui seketika setelah pertemuan selesai, menjaga akurasi data pipeline Anda.

      15 Rekomendasi Pipeline Management Software Terbaik

      1. HashMicro (Hash Core ERP – CRM Sales)

      pipeline management software hashmicroHashMicro menghadirkan solusi Hash Core ERP dengan modul CRM Sales yang dirancang khusus untuk pasar mid-to-large enterprise di Indonesia dan Singapura. Keunggulan utama dari sistem ini adalah pendekatannya yang terintegrasi penuh; data penjualan tidak hanya berhenti di tim sales, tetapi langsung terhubung dengan inventaris, akuntansi, dan manajemen proyek. Ini mengeliminasi silo data yang sering menghambat pertumbuhan perusahaan besar.

      Kelebihan Kekurangan
      • Terintegrasi penuh antara modul CRM dengan inventaris, akuntansi, proyek
      • Fleksibel dan bisa dikustom
      • Dukungan interface yang user-friendly
      • Satu ekosistem ERP terpusat
      • Mendukung multi-currency & multi-company
      • Dukungan implementasi langsung dari tim internal HashMicro
      • Kurang sesuai untuk bisnis skala kecil

      2. Salesforce Sales Cloud

      pipeline management software salesforceSalesforce Sales Cloud tetap menjadi pemimpin pasar global dengan ekosistem fitur yang sangat masif dan kemampuan kustomisasi tanpa batas. Platform ini sangat kuat dalam hal manajemen peluang (opportunity management) dan forecasting yang didukung oleh kecerdasan buatan (Einstein AI). Skalabilitasnya membuat Salesforce menjadi pilihan utama bagi perusahaan multinasional yang membutuhkan kontrol granular atas proses penjualan yang kompleks.

      Kelebihan Kekurangan
      • Bisa disesuaikan dengan kebutuhan proses penjualan
      • Integrasi dengan sistem lain
      • Cocok untuk perusahaan multinasional
      • Kurva pembelajaran (learning curve) cukup curam
      • Biaya implementasi cukup tinggi

      3. HubSpot Sales Hub

      pipeline management software hubspotHubSpot terkenal dengan antarmukanya yang sangat ramah pengguna dan pendekatan inbound sales yang kuat. Versi gratisnya cukup mumpuni untuk bisnis kecil, namun versi berbayarnya menawarkan fitur automasi pipeline yang sangat powerful. Keunggulan utamanya adalah integrasi yang sangat mulus antara tim marketing dan sales, memastikan setiap lead yang masuk tertangani dengan konteks yang lengkap.

      Kelebihan Kekurangan
      • Antarmuka yang ramah pengguna
      • Integrasi kuat antara tim marketing dan sales
      • Ekosistem pemasaran & CRM lengkap
      • Beberapa fitur lanjutan dibatasi hanya di tier tinggi
      • Harga naik cepat jika membutuhkan fitur lanjutan
      • Kurva pembelajaran untuk fitur yang kompleks

      4. Pipedrive

      pipeline management software pipedriveSesuai namanya, Pipedrive dibangun dengan fokus utama pada visualisasi pipeline penjualan. Didesain oleh para praktisi sales, software ini sangat menekankan pada aktivitas (activity-based selling). Tampilannya yang bersih dan fitur drag-and-drop memudahkan tim sales untuk memindahkan status kesepakatan dan melihat progres harian mereka tanpa gangguan fitur yang tidak perlu.

      Kelebihan Kekurangan
      • Visualisasi pipeline sangat kuat
      • Fokus pada aktivitas penjualan
      • User interface intuitif
      • Kustomisasi terbatas
      • Sering memerlukan tambahan integrasi

      5. Zoho CRM

      pipeline management software zoho crmZoho CRM menawarkan solusi komprehensif dengan harga yang relatif terjangkau bagi bisnis yang ingin beralih dari spreadsheet. Fitur unggulannya meliputi Canvas, sebuah studio desain yang memungkinkan Anda mengubah tampilan CRM sesuai estetika dan kebutuhan tim. Selain itu, asisten AI mereka, Zia, dapat membantu memberikan prediksi tren penjualan dan saran waktu terbaik untuk menghubungi prospek.

      Kelebihan Kekurangan
      • Kustomisasi cukup tinggi
      • Integrasi luas dengan aplikasi lain
      • Memiliki versi gratis atau tarif entry-level
      • Cukup kompleks dan butuh waktu adaptasi
      • Untuk implementasi besar/enterprise membutuhkan tim IT lebih banyak atau konsultasi agar optimal

      6. Monday.com (Sales CRM)

      pipeline management software monday.comAwalnya dikenal sebagai alat manajemen proyek, Monday.com kini menawarkan modul Sales CRM yang sangat fleksibel. Kelebihannya terletak pada visualisasi data yang penuh warna dan kemampuan untuk membangun workflow automasi tanpa perlu koding. Ini sangat cocok bagi tim yang terbiasa bekerja dengan manajemen tugas visual dan ingin menyatukan manajemen proyek dengan pipeline penjualan.

      Kelebihan Kekurangan
      • Visualisasi data yang kuat dan fleksibel
      • Integrasi real-time antar bagian
      • User friendly bagi tim yang tidak terlalu teknikal
      • Biaya bisa naik jika banyak modul/automasi ditambahkan
      • Untuk organisasi dengan alur sangat kompleks perlu konfigurasi yang cukup rumit

      7. Freshsales (Freshworks)

      pipeline management software freshsalesFreshsales dari Freshworks menawarkan pendekatan modern dengan antarmuka yang bersih dan fitur AI bernama Freddy AI. Software ini menonjol dengan fitur telepon bawaan (built-in phone) dan kemampuan untuk memberikan skor pada prospek (lead scoring) secara otomatis. Ini membantu tim sales memprioritaskan siapa yang harus dihubungi terlebih dahulu berdasarkan kemungkinan konversi.

      Kelebihan Kekurangan
      • UI bersih dan modern
      • Cocok untuk bisnis kecil hingga menengah
      • Automasi yang cukup baik untuk menangani tugas-penjualan rutin
      • Kurva pembelajaran bisa cukup steep untuk fitur yang lebih canggih
      • Integrasi dengan aplikasi pihak ketiga khusus terbatas

      8. Insightly

      pipeline management software InsightlyInsightly dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara penjualan dan pengiriman proyek. Setelah kesepakatan ditutup (closed won), Insightly memungkinkan Anda mengubah peluang tersebut menjadi proyek secara langsung. Ini sangat ideal bagi industri jasa atau agensi di mana penjualan hanyalah awal dari hubungan panjang dengan klien.

      Kelebihan Kekurangan
      • Cocok untuk small-to-mid businesses
      • Integrasi‐friendly dengan layanan lain
      • Butuh waktu adaptasi untuk memaksimalkan fitur
      • Beberapa fitur penting hanya tersedia di tier yang lebih mahal

      9. Copper

      pipeline management software copperJika bisnis Anda sangat bergantung pada ekosistem Google Workspace, Copper adalah pilihan yang paling natural. Software ini terintegrasi sepenuhnya dengan Gmail, Google Calendar, dan Drive, bahkan tampilannya pun menyerupai aplikasi Google. Copper bekerja di latar belakang, secara otomatis merekam email dan aktivitas sehingga tim sales tidak perlu input data manual.

      Kelebihan Kekurangan
      • Integrasi mendalam dengan ekosistem Google Workspace
      • Antarmuka yang cukup sederhana
      • Kurang optimal untuk tim yang tidak menggunakan Google Workspace
      • Biaya yang bisa menjadi tinggi untuk kebutuhan berkembang

      10. Bitrix24

      pipeline management software bitrix24Bitrix24 adalah platform kolaborasi bisnis masif yang mencakup CRM, manajemen proyek, hingga pembuat website. Fitur pipeline management-nya cukup solid dan tersedia dalam versi gratis yang murah hati. Keunggulannya adalah kemampuan untuk menangani komunikasi internal dan eksternal dalam satu platform, meskipun banyaknya fitur kadang bisa membuat pengguna baru merasa kewalahan.

      Kelebihan Kekurangan
      • Automasi dan kustomisasi bidang/tugas yang cukup dalam
      • Cocok untuk bisnis yang ingin menyatukan banyak fungsi operasional dalam satu sistem
      • Kurva pembelajaran cukup tinggi karena banyak modul dan fungsi
      • Untuk mendapatkan performa maksimal perlu konfigurasi yang cukup rumit

      11. Keap (sebelumnya Infusionsoft)

      pipeline management software keapKeap difokuskan untuk membantu bisnis kecil dan solopreneur mengotomatiskan proses penjualan dan pemasaran mereka. Kekuatan utamanya terletak pada automasi follow-up dan kampanye email yang canggih. Keap membantu memastikan tidak ada prospek yang terlewat dengan mengirimkan pesan personalisasi secara otomatis berdasarkan perilaku klien.

      Kelebihan Kekurangan
      • Automasi sales & marketing yang kuat
      • Dashboard all-in-one
      • Cocok untuk bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi follow-up dan manajemen klien

      • Harga lebih premium dibanding banyak CRM startup/kecil
      • Kurva pembelajaran bisa cukup karena banyaknya fitur automasi

      12. Zendesk Sell

      pipeline management software zendeskBerasal dari keluarga Zendesk yang terkenal dengan software support-nya, Zendesk Sell menawarkan integrasi sempurna antara tim penjualan dan layanan pelanggan. Ini memberikan pandangan 360 derajat tentang pelanggan, memungkinkan tim sales melihat tiket keluhan yang sedang berlangsung sebelum menghubungi klien untuk upselling.

      Kelebihan Kekurangan
      • Integrasi yang baik dengan sistem layanan pelanggan (helpdesk)
      • Dashboard dan pelacakan prospek/penjualan yang cukup intuitif
      • Biaya bisa cepat naik untuk fitur premium atau paket enterprise
      • Integrasi penuh sering hanya optimal jika menggunakan seluruh ekosistem Zendesk

      13. Oracle NetSuite CRM

      pipeline management software oracle netsuiteSebagai bagian dari suite ERP NetSuite, modul CRM ini menawarkan lebih dari sekadar manajemen pipeline tradisional. Software ini mencakup automasi tenaga penjualan, manajemen pesanan, hingga e-commerce. Oracle NetSuite CRM memberikan visibilitas data secara real-time dari tahap lead hingga cash, menjadikannya solusi kuat untuk perusahaan menengah ke atas.

      Kelebihan Kekurangan
      • Menyediakan visibilitas end-to-end dari lead hingga cash
      • Menyediakan berbagai modul yang mendukung fungsi bisnis
      • Mendukung proses penjualan kompleks dan multi-channel
      • Biaya awal, langganan, dan add-ons bisa sangat tinggi
      • Implementasi bisa memakan waktu lama dan memerlukan banyak sumber daya

      14. Microsoft Dynamics 365 Sales

      pipeline management software Microsoft Dynamics 365 SalesMicrosoft Dynamics 365 Sales adalah pesaing kuat Salesforce di ranah enterprise, terutama bagi perusahaan yang sudah berinvestasi dalam ekosistem Microsoft. Integrasinya dengan LinkedIn Sales Navigator adalah salah satu fitur terbaik di pasar, memungkinkan tim sales mendapatkan wawasan mendalam tentang prospek langsung dari jaringan profesional terbesar di dunia.

      Kelebihan Kekurangan
      • Integrasi sangat kuat dengan ekosistem Microsoft (Outlook, Teams, Office)
      • Kustomisasi tinggi dan fleksibel
      • Skalabilitas besar
      • Kurva pembelajaran cukup curam
      • Biaya implementasi & lisensi relatif tinggi

      15. Barantum

      pipeline management software barantumSebagai penyedia CRM lokal dari Indonesia, Barantum memahami kebutuhan pasar domestik dengan baik. Keunggulan utamanya adalah integrasi yang kuat dengan saluran komunikasi populer di Indonesia seperti WhatsApp Official API dan fitur Call Center. Ini memungkinkan tim sales untuk mengelola percakapan chat dan panggilan telepon dalam satu dasbor pipeline yang terpusat.

      Kelebihan Kekurangan
      • Integrasi saluran komunikasi lokal yang penting
      • Dukungan lokal yang cukup aktif dan relevan
      • Fitur global atau modul enterprise sangat kompleks belum sebanyak vendor besar global
      • Pilihan integrasi mungkin terbatas dibanding global

      Kesimpulan

      Memilih pipeline management software terbaik bukan soal harga atau popularitas, tetapi kecocokan dengan alur kerja tim. Untuk kebutuhan visualisasi sederhana, software CRM umum bisa cukup, namun perusahaan yang membutuhkan integrasi menyeluruh memerlukan solusi yang lebih kuat.

      Ingat bahwa software hanyalah alat, dan efektivitasnya bergantung pada dukungannya terhadap strategi bisnis Anda. Jika Anda membutuhkan kustomisasi dalam, integrasi ERP, dan tanpa batasan user, beralih ke sistem CRM yang lebih robust adalah langkah tepat.

      Jangan biarkan peluang pendapatan hilang karena data yang tidak terkelola. Coba demo gratis dari solusi CRM HashMicro dan rasakan sendiri bagaimana sistem terintegrasi dapat meningkatkan produktivitas tim penjualan Anda.

      CRMSales

      Pertanyaan Seputar Pipeline Management Software

      • Apa perbedaan CRM dan Pipeline Management Software?

        CRM (Customer Relationship Management) adalah konsep luas pengelolaan hubungan pelanggan, sedangkan Pipeline Management adalah fitur spesifik dalam CRM yang fokus pada visualisasi dan pelacakan tahap penjualan.

      • Apakah software ini cocok untuk bisnis B2B dan B2C?

        Ya, namun fiturnya berbeda. B2B fokus pada siklus penjualan panjang dan negosiasi, sementara B2C fokus pada volume transaksi dan kecepatan layanan.

      • Berapa biaya rata-rata implementasi software ini?

        Biaya bervariasi mulai dari gratis (freemium), ratusan ribu per user/bulan, hingga investasi jutaan rupiah untuk solusi ERP enterprise seperti HashMicro yang menawarkan unlimited users.

      • Bagaimana cara mengukur keberhasilan implementasi software pipeline?

        Keberhasilan diukur dari peningkatan konversi leads, akurasi forecasting pendapatan, pengurangan siklus penjualan (sales cycle), dan adopsi tim sales.

      Anatha Ginting

      Lead Content Writer

      A full-time Content Writer at HashMicro. Strive to develop my writing skill and knowledge in terms of business, technology, and other relevant issues.

      Chelsea adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari Victoria University of Wellington, dengan latar belakang analisis bisnis dan manajemen keuangan. alam analisis bisnis dan manajemen keuangan. Latar belakang akuntansi ini membentuk pendekatan analisisnya dalam memahami dinamika bisnis dan strategi pertumbuhan perusahaan. Selama lima tahun terakhir, Chelsea mulai berkecimpung dalam dunia business development di HashMicro, yang memperkuat keahliannya dalam sales strategy, negosiasi, pembangunan kemitraan strategis, serta pengelolaan pipeline penjualan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      LEAVE A REPLY

      Please enter your comment!
      Please enter your name here

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×
      close button
      Violet

      Nadia

      Active Now

      Violet

      Nadia

      Active Now

      Chapter Selanjutnya