Pengertian Aset Tetap: Contoh, Karakteristik & Cara Perolehannya

Kanya Anindita
Pengertian Aset Tetap: Contoh, Karakteristik & Cara Perolehannya

Apa itu aset tetap? Apa yang membedakannya dengan inventaris perusahaan? Artikel ini menjelaskan tentang pengertian aset tetap, termasuk contoh, karakteristik,  cara perolehan, dan contoh jurnal transaksinya, secara detail namun sederhana. 

Pengertian Aset Tetap

Aset tetap adalah properti atau peralatan yang dimiliki dan digunakan perusahaan dalam operasinya untuk menghasilkan pendapatan. Aset tetap memiliki sifat jangka panjang dan tidak diharapkan untuk dikonsumsi atau dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun. Aset tetap berbeda dari barang inventaris, karena barang inventaris dibeli dengan tujuan untuk dijual kembali secara langsung atau digabungkan ke dalam produk yang akan dijual.

Karakteristik Aset Tetap

Aset tetap dibeli oleh perusahaan untuk keperluan produksi atau pasokan barang atau jasa, untuk disewakan kepada pihak ketiga, atau untuk digunakan oleh  perusahaan itu sendiri. Istilah “tetap” dalam aset tetap menunjukkan bahwa aset-aset ini tidak akan habis atau dijual dalam tahun akuntansi. Aset tetap biasanya memiliki bentuk fisik dan dilaporkan di neraca sebagai properti, pabrik, dan peralatan. 

Aset tetap pada awalnya dicatat sebagai aset, dan kemudian dikenai jenis transaksi akuntansi umum seperti:

  • Depresiasi berkala (untuk aset berwujud) atau amortisasi (untuk aset tidak berwujud)
  • Penurunan nilai (jika nilai aset menurun di bawah nilai buku bersihnya)
  • Disposisi (setelah aset dibuang)

Ketika perusahaan memperoleh atau membuang aset tetap, ini harus dicatat pada laporan arus kas. Pembelian aset tetap merupakan arus kas keluar bagi perusahaan, sedangkan penjualan aset tetap merupakan arus kas masuk. Jika nilai aset jatuh di bawah nilai buku bersihnya, maka aset tersebut mengalami penurunan nilai. Dengan begini, nilai aset tetap yang tercatat di neraca disesuaikan ke bawah, karena nilainya dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan nilai pasar.

Ketika aset tetap telah mencapai akhir masa pakainya, biasanya aset tersebut dijual untuk memperoleh nilai sisa, yang merupakan nilai estimasi aset jika aset tersebut dipecah dan dijual sebagian. Dalam beberapa kasus, aset dapat menjadi usang dan tidak layak untuk dijual. Jika hal ini terjadi, maka biasanya perusahaan akan mendonasikan aset tanpa memperoleh imbalan. Namun, dijual atau tidak, aset tetap harus dihapuskan dari laporan keuangan, karena tidak lagi digunakan oleh perusahaan.

Catatan: Sistem manajemen aset dapat membantu memperpanjang masa pakai aset tetap Anda melalui pengawasan dan penjadwalan pemeliharaan aset secara otomatis.

Contoh Aset Tetap

Pengertian Aset Tetap: Contoh, Karakteristik & Cara PerolehannyaBerikut ini adalah beberapa contoh aset tetap:

  • Tanah
  • Bangunan Kantor
  • Kendaraan
  • Pabrik
  • Mesin Manufaktur
  • Perabotan

Aset tetap sebenarnya tidak harus berwujud sesuatu yang tidak dapat dipindahkan. Banyak aset tetap yang cukup portabel untuk secara rutin dipindahkan di dalam bangunan perusahaan, atau di luar gedung. Dengan demikian, komputer atau laptop dapat dianggap sebagai aset tetap (selama biayanya melebihi batas kapitalisasi).

Perolehan Aset Tetap dan Cara Mencatatnya

Setelah memahami pengertian aset tetap, termasuk karakteristik dan contohnya, mari kita ketahui cara perolehan dan pencatatannya!

A. Pembelian Tunai 

Aset tetap yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam pembukuan dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan. Jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap termasuk harga yang tercantum di faktur dan semua biaya yang dikeluarkan agar aset tersebut siap dipakai.

Contoh:

Perusahaan membeli mesin seharga Rp 60,000,000, biaya tambahan yang terkait meliputi, PPN sebesar Rp 6,000,000, premi asuransi sebesar Rp 500,000 dan biaya pemasangan mesin sebesar Rp 1,500,000. 

Jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah:

Harga beli 60,000,000
PPN 6,000,000
Premi asuransi 500,000
Biaya pemasangan 1,500,000
Harga perolehan 68,000,000

B. Pembelian Kredit

Apabila aset tetap diperoleh dari pembelian kredit, maka dalam harga perolehannya, tidak boleh termasuk bunga. Bunga selama masa angsuran baik jelas-jelas dinyatakan atau tidak dinyatakan tersendiri, harus dikeluarkan dari harga perolehan dan dibebankan sebagai biaya bunga.

Contoh:

Perusahaan membeli sebuah kendaraan secara kredit seharga Rp Rp 300,000,000. Sebagian dibayar tunai sebesar Rp 100,000,000, dan sisanya dibayar secara berangsur dalam 10 bulan dengan biaya bunga sebesar 10%.

Catatan sederhananya di awal transaksi adalah:

Biaya Perolehan Kendaraan 300,000,000
Kas 100,000,000
Utang Perusahaan 200,000,000
Biaya angsuran per bulan (10x) 20,000,000
Biaya Bunga 10% x 10 bulan 20,000,000

C. Ditukar dengan Surat Berharga

Aset tetap yang diperoleh melalui pertukaran dengan surat berharga dicatat dalam buku besar sesuai dengan harga pasar saham. Apabila harga pasar surat berharga dan aset tetap yang ditukar tidak diketahui, maka nilai pertukarannya harus ditentukan oleh pemimpin perusahaan. Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aset tetap dan nilai-nilai surat berharga yang dikeluarkan.

Contoh:

Sebuah tanah dengan harga pasar wajar sebesar Rp 400,000,000 diperoleh perusahaan dengan menukarkan salah satu gedungnya. Harga perolehan gedung menurut catatan, sebesar Rp 500,000,000 dan telah disusutkan sebesar Rp 200,000,000.

Jadi, jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah:

Harga Pasar Tanah 400,000,000
Harga Gedung yang Diserahkan 500,000,000
Jumlah Penyusutan Gedung 200,000,000
Harga Gedung Setelah Disusutkan 300,000,000
Laba Pertukaran 100,000,000

D. Ditukar dengan Aset Tetap Lain yang Serupa

Pengertian Aset Tetap: Contoh, Karakteristik & Cara PerolehannyaBanyak pembelian aset tetap dilakukan dengan cara “tukar tambah”. Aset lama digunakan untuk membayar aset baru baik seluruhnya atau sebagian yang mana kekurangannya dibayar tunai. Dalam kasus ini, harga perolehan tetap harus digunakan, yaitu aset baru dikapitalisasikan dengan jumlah sebesar harga aset lama ditambah uang yang dibayarkan (kalau ada) atau dikapitalisasikan sebesar harga pasar aset baru yang diterima.

Contoh:

Perusahaan ingin menukar mobil lamanya dengan nilai buku Rp 135,000,000 dari harga pokok sebesar Rp 150,000,000. Akumulasi penyusutannya Rp 15,000,000 dan harga pasar wajarnya sebesar Rp 160,000,000. Perusahaan harus membayar uang kas sebesar Rp 10,000,000 untuk dapat ditukar dengan mobil baru dengan harga pasar wajar Rp 170,000,000.

Maka, jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah:

Harga Pasar Wajar Mobil Lama 160,000,000
Nilai Buku Mobil Lama 135,000,000
Total Keuntungan yang Tidak Diakui 25,000,000
Harga Pasar Wajar Mobil Baru 170,000,000
Kas yang Dibayarkan 10,000,000
Dasar Nilai yang Dihitung 145,000,000

E. Diperoleh dari Hadiah atau Donasi

Perolehan aset yang berasal dari donasi disebut juga transfer tanpa timbal balik (karena transfer satu arah). Depresiasi atau penyusutan aset tetap yang diterima dari hadiah dihitung dengan cara yang sama dengan aset tetap yang lain.

Contoh: 

Perusahaan mendapatkan hadiah tanah seharga Rp 80,000,000, namun tanah tersebut mempunyai harga pasar wajar Rp 110,000,000.

Jurnal transaksinya adalah:

Harta Donasi 110,000,000
Tanah 80,000,000
Keuntungan 30,000,000

F. Perolehan Aset Melalui Pembuatan Sendiri

Dikarenakan pertimbangan tertentu, perusahaan sering membuat sendiri aset tetapnya, misalnya seperti gedung, alat-alat, dan perabotan. Perusahaan harus mengalokasikan seluruh biaya yang meliputi biaya bahan, tenaga kerja, overhead. Biaya overhead biasanya termasuk listrik, asuransi, peralatan, dan pengawas pabrik. 

Untuk memudahkan Anda mencatat perolehan, penjualan, dan depresiasi aset tetap Anda, pertimbangkan untuk menggunakan sistem akuntansi otomatis. Perangkat  lunak akuntansi yang lengkap memungkinkan Anda untuk menghitung, mencatat, melacak, dan memprediksi seluruh transaksi yang berkaitan dengan aset Anda secara instan, akurat, dan efisien.

Kesimpulan

Setelah mempelajari pengertian aset tetap, termasuk contoh, karakteristik, cara perolehan serta pencatatannya, kini Anda dapat mengimplementasikan cara mencatat aset tetap ini pada bisnis Anda. Accounting software akan memudahkan Anda dalam hal ini, memungkinkan Anda untuk menghemat banyak waktu, meminimalkan human error, dan meningkatkan akurasi pada pencatatan aset Anda.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles