01.
Apa itu HashMicro
02.
ERP itu cocok untuk perusahaan seperti apa
03.
Kenali Produk HashMicro
04.
Keunggulan HashMicro
05.
Proses Implementasi
06.
Apakah demo nya gratis?
0:00 / 0:00
BerandaProductsAssetMengenal Maintenance Management Systems, Tujuan, Jenis Hingga Cara Memilihnya

Mengenal Maintenance Management Systems, Tujuan, Jenis Hingga Cara Memilihnya

Maintenance atau pemeliharaan adalah salah satu istilah populer yang mengacu pada kegiatan untuk menjaga sesuatu agar tetap dalam kondisi yang baik. Tentunya setiap perusahaan harus mengatur strategi agar proses maintenance berjalan dengan efisien, seperti dengan pemanfaatan Sistem ERP Berbasis Cloud. Strategi yang tepat dapat memberikan pengaruh baik terhadap kinerja karyawan dan menjaga kualitas berbagai aset yang ada. Salah satu solusi bagi perusahaan adalah dengan mengoptimalkan Asset Management System agar proses pemeliharaan dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai maintenance management systems, mulai dari pengertian, tujuan, jenis hingga tips memilihnya.
Maintenance Management Systems

Pengertian Maintenance Management

Selain manajemen aset, manajemen pemeliharaan juga menjadi hal yang penting untuk perusahaan lakukan, terlebih bagi perusahaan yang memiliki banyak aset. Maintenance management atau manajemen pemeliharaan adalah serangkaian proses memelihara aset dan sumber daya perusahaan sambil mengontrol waktu dan biaya, sehingga dapat memaksimalkan efisiensi operasional perusahaan. Serangkaian proses ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelacakan, pengendalian hingga pengevaluasian. Semakin sering penggunaan aset, maka semakin besar juga kemungkinan terjadi kerusakannya. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan manajemen pemeliharaan secara berkala.

Baca Juga: Apa Itu Manajemen Aset? Pengertian, Tujuan Hingga Tips Menjalankannya

Jenis-Jenis Maintenance Management

Setiap aset memiliki kebutuhan pemeliharaan yang berbeda, tergantung pada metode, biaya dan kerumitannya. Menurut Mgruppen Partner pada buku berjudul Industrial Maintenance Management, manajemen pemeliharaan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu corrective maintenance, preventive maintenance dan improvement maintenance. Sedangkan secara umum, jenis-jenis manajemen pemeliharaan, yaitu:

  • Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)

Jenis pemeliharaan ini umumnya berfungsi untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada peralatan atau aset perusahaan dengan mengganti suku cadang secara berkala. Biasanya dilakukan berdasarkan waktu pemakaian, sehingga bisa berupa pemeliharaan harian, mingguan atau berdasarkan jam operasional. Pemeliharaan dapat berupa pembersihan, pengencangan baut-baut, penyetelan, pelumasan dan penggantian. Tujuannya untuk mengantisipasi kerusakan dan meminimalisir biaya perbaikan.

  • Pemeliharaan prediktif (predictive maintenance)

Salah satu jenis pemeliharaan dengan cara mengganti suku cadang berdasarkan prediksi dari penggunaan suatu alat. Biasanya pemeliharaan jenis ini berfokus pada teknik untuk menentukan jadwal pemeliharaan yang tepat. Tujuan utamanya untuk memperkirakan melalui berbagai metode pengujian, sehingga proses pemeliharaan dapat berjalan tepat waktu tanpa mengacaukan proses produksi.

  • Pemeliharaan korektif (corrective maintenance)

Pemeliharaan atau Maintenance untuk Meningkatkan dan Menjaga Kondisi Aset

Umumnya pemeliharaan ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi peralatan atau aset yang kurang atau sudah tidak berfungsi. Pemeliharaan jenis ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kesalahan yang ada menjadi lebih baik. Dengan kata lain, pemeliharaan ini melakukan improvisasi. Dengan begitu, memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas peralatan atau fasilitas atau aset tersebut. Biasanya jenis ini disebut juga dengan pemeliharaan modifikasi (improvement maintenance)

  • Pemeliharaan terjadwal (scheduled maintenance)

Melakukan pemeliharaan secara terjadwal dengan mengandalkan seseorang yang kompeten agar kegiatan pemeliharaan dapat berjalan dengan lancar. Namun, saat ini pemeliharaan jenis ini dapat semakin mudah jika terintegrasi dengan sistem. Bahkan jenis manajemen pemeliharaan ini termasuk salah satu yang paling efektif untuk mengantisipasi kerusakan tidak terduga.

  • Pemeliharaan waktu rusak (breakdown maintenance)

Jenis pemeliharaan ini melakukan perbaikan ketika kondisi mesin rusak. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance). Manajemen pemeliharaan jenis ini hanya cocok jika memiliki suku cadang yang memadai. Perusahaan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, seperti Software Repair Management untuk membantu mengoptimalkan proses pemeliharaan waktu rusak, sehingga dapat selesai tepat pada waktunya.

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Baca Juga: 5 Alasan Usaha Bengkel Motor Perlu Software Repair Management

Tujuan Maintenance Management

Umumnya, manajemen pemeliharaan bertujuan untuk mengoptimalkan proses pemeliharaan dengan melakukan peningkatan terhadap keandalan dan ketersediaan dari suatu sistem atau peralatan. Saat ini, maintenance management telah mengalami peningkatan dengan adanya sistem manajemen pemeliharaan terkomputerisasi. Perusahaan membutuhkan sistem yang tepat, seperti Asset Management System untuk mempermudah pencapaian tujuan dan target pemeliharaan yang telah ditentukan. Berikut beberapa tujuan perusahaan dalam melakukan maintenance management.

  • Meningkatkan performa dan efektivitas aset
  • Memaksimalkan usia aset
  • Memudahkan pengidentifikasian biaya pemeliharaan
  • Meminimalkan pengadaan aset
  • Meningkatkan profitabilitas aset
  • Meminimalisir kerugian atau pendapatan yang hilang
  • Memperoleh laporan akurat mengenai pemeliharaan aset

Pentingnya Maintenance Management Systems

Manajemen pemeliharaan penting perusahaan lakukan untuk menghindari hambatan saat melakukan pekerjaan. Selain itu, manajemen pemeliharaan juga dapat mempermudah perusahaan untuk mengelola waktu dan biaya serta memelihara sumber daya. Sumber daya yang tidak terpelihara dengan benar bisa membuat jeda produksi yang mahal. Maintenance management memungkinkan proses produksi berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan keselamatan bagi karyawan.

Kini, maintenance management telah berkembang dari cara-cara manual menjadi sistem yang terkomputerisasi. Maintenance management system adalah sebuah sistem terkomputerisasi untuk merencanakan, memantau, menilai dan mengoptimalkan seluruh aktivitas pemeliharaan dalam satu sistem terpusat. Perusahaan yang memiliki banyak aset perlu sistem tepat yang dapat disesuaikan pada jenis perawatan yang perusahaan gunakan. Dengan memanfaatkan Asset Management System terbaik, perusahaan dapat melakukan manajemen pemeliharaan secara efisien mulai dari pemantauan secara real-time untuk mengetahui kondisi dan status terkini aset hingga menjadwalkan pemeliharaan secara tepat waktu.

Cara Memilih Maintenance Management Systems yang Tepat

Asset Management System untuk Membantu Memberikan Notifikasi Maintenance Kepada Perusahaan
Sumber: hashmicro.com

Maintenance Management Systems yang tersedia saat ini sangat beragam. Kesalahan dalam memilih sistem dapat berdampak buruk bagi keuangan perusahaan, sehingga perusahaan yang memiliki banyak aset perlu memilih sistem yang tepat. Setiap perusahaan memiliki kriteria berbeda dalam melakukan maintenance management, sehingga sistem yang dapat perusahaan kustomisasi juga menjadi poin tambahan. Asset Management System dapat menjamin maintenance management dapat berjalan dengan lancar dan dapat perusahaan kustomisasi sesuai dengan proses manajemen di perusahaan.

Berbagai fitur unggul dapat perusahaan rasakan, seperti kemudahan memantau aset secara real-time sehingga informasi status dan kondisi aset dapat perusahaan terima sesuai dengan keadaan aset saat itu juga. Kemudian, terdapat fitur service logs untuk memberikan notifikasi atau pengingat maintenance secara otomatis dengan proses administrasi yang memudahkan perusahaan. Bahkan, perusahaan juga dapat mengakurasikan nilai aset, seperti depresiasi aset, ROI, serta mengotomatiskan kalkulasi biaya untuk maintenance aset. Dengan begitu, maintenance management dapat berjalan dengan lancar sekaligus meningkatkan efisiensi karyawan dan bisnis perusahaan.

Artikel Terkait: Bagaimana Cloud Asset Management dapat Membantu Efisiensi Bisnis?

Kesimpulan

Perkembangan teknologi saat ini membantu mempermudah perusahaan dalam menjalankan manajemen pemeliharaan. Munculnya berbagai maintenance management systems membuat perusahaan perlu memilih dengan tepat agar tidak memberikan dampak buruk bagi financial perusahaan. Asset Management System hadir dengan berbagai fitur untuk mengefisiensikan pemeliharaan aset. Sistem bertenaga AI ini memiliki banyak fitur unggulan, seperti notifikasi maintenance secara otomatis dengan proses administrasi yang mudah, sehingga maintenance aset dapat berjalan secara tepat waktu.

Maintenance Management Systems

Asset Management System dari HashMicro menjadi solusi yang tepat untuk membantu mengotomatiskan manajemen pemeliharaan perusahaan. Sistem manajemen pemeliharaan terkomputerisasi ini dapat perusahaan integrasikan dengan sistem lainnya, seperti Sistem Akuntansi. Integrasi ini mempermudah pembuatan estimasi dan pengalokasian budget untuk manajemen pemeliharaan aset perusahaan. Apabila ingin mengetahui lebih lanjut, segera jadwalkan demo gratis sekarang!

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Kharisma Oktaviani
Kharisma Oktaviani
A content writer intern with the objective to generate ideas for writing helpful articles.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628111961171
×
Dapatkan Demo Gratis!