Pemanfaatan Point of Sale untuk Industri Ritel dan Grosir

Adelia Anjani
Pemanfaatan Point of Sale untuk Industri Ritel dan Grosir

POS atau Point of Sale adalah sebuah sistem yang digunakan untuk melakukan transaksi penjualan ritel, yang pada umumnya merupakan seperangkat komputer dan mesin kasir (cash register) seperti yang ada di restoran atau kafe. Dahulu, konsep ritel, grosir, dan restoran tidak sepopuler saat ini. Mereka yang bergerak di industri-industri tersebut sering menemukan banyak kesulitan dan kebingungan dalam mengelola stok dan data. Ketika teknologi booming, konsep billing pun berubah menjadi digital dan semenjak inilah pemanfaatan Point of Sale untuk industri ritel dan grosir dimulai.

Meskipun pada awalnya masih banyak orang yang enggan untuk beralih dari buku dan kertas tagihan mereka, akhirnya teknologi berhasil masuk juga ke dalam industri ritel. Seiring meningkatnya popularitas internet, bisnis ritel menjadi jauh lebih mudah untuk dikelola. Kini sistem software POS menjadi jantung dari bisnis ritel. POS atau Point of Sale mengelola semua operasional yang ada di kegiatan penjualan aktual seperti bisnis ritel atau grosir.

POS untuk Industri Ritel vs POS untuk Industri Grosir

Pemanfaatan Point of Sale untuk Industri Ritel dan Grosir
Sumber: www.afblakemore.com

Dengan semakin banyaknya pebisnis ritel dan grosir yang beradaptasi dengan ERP, perangkat lunak POS telah menjadi persyaratan wajib bagi mereka. Meskipun mereka bekerja sama, perangkat lunak POS untuk grosir sedikit berbeda dari ritel. Perbedaan utamanya ada pada integrasi warehouse system (sistem gudang) yang wajib untuk grosir yang berhubungan dengan jumlah barang yang besar. Untuk grosir, penjualan dilakukan dengan mengirimkan pesanan. Sedangkan untuk ritel, pelanggan melihat produk dan memutuskan untuk membelinya saat mereka berkunjung ke toko. Oleh karena itu, POS grosir memiliki fasilitas yang memungkinkan untuk memasukkan pesanan massal dan penjualannya dapat dilakukan secara otomatis saat pesanan dikonfirmasi.

Ketika menyangkut ritel, persyaratannya sedikit berbeda. POS grosir memerlukan penanganan volume data yang besar sementara POS ritel memerlukan penanganan volume data yang cepat dan kuat. Perangkat lunak POS untuk kebutuhan ritel harus diintegrasikan dengan akuntansi serta membutuhkan karyawan-karyawan yang dibutuhkan untuk grosir juga. Pelanggan grosir biasanya adalah pelanggan reguler yang mungkin saja tidak selalu datang ke toko untuk membeli. Biasanya mereka memberi tahu kebutuhan kasar mereka terlebih dahulu terhadap sampel yang diberikan oleh pedagang. Setelah sampel dan harganya disetujui, pesanan baru bisa dikonfirmasi. Sedangkan di ritel, pemrosesan harus dikemas lebih cepat dan kebutuhan pun harus jelas, karena pelanggan di sini sifatnya tidak reguler.

Sistem Apa Saja yang Didukung oleh POS?

Sistem software POS terintegrasi dengan layar sentuh untuk entri data, barcode reader, printer tagihan, mesin kasir, card reader, dan card register. Semua peralatan ini bekerja sama di counter penjualan untuk menyokong sistem penjualan dan mencetak tagihan. Server back-end yang terpasang di toko memiliki opsi untuk stock entry, kehadiran karyawan, data pelanggan, dan untuk mengelola pekerjaan administratif lainnya seperti  backup sistem.

Sebelumnya, setiap toko ritel diharuskan memiliki instalasi perangkat lunak ERP dan daily batch update yang harus dilakukan ke server utama. Ini mengharuskan setiap toko untuk menjaga server, administrator, dan administrator jaringan untuk mengelola server dan jaringan data. Memperbarui sistem sangat merepotkan, karena masing-masing toko di masing-masing took ritel harus saling menyesuaikan agar pembaruan batch bekerja dengan akurat. Namun dengan adanya ERP berbasis Cloud, masalah utama ini telah diselesaikan secara efektif. Workstation terhubung ke ERP berbasis Cloud yang memproses tagihan dan data terpusat serta menyederhanakan proses pembelian. Manajemen dapat dengan mudah mengetahui toko-toko yang bekerja dengan baik dan yang tidak. Setiap masalah dapat dikenali dan diselesaikan dengan mudah. Dengan meningkatnya ERP berbasis Cloud, ERP seluler kini juga sudah mendapat perhatian. Perangkat lunak POS dapat kompatibel dengan tablet atau perangkat seluler yang dapat mengakses ERP berbasis Cloud untuk mengambil dan mengirim data penjualan.

Pro dan Kontra dalam Menggunakan ERP Berbasis Cloud untuk POS

Karena setiap koin memiliki dua sisi, begitu pula pemanfaatan POS. Sebelum memutuskan penerapan ERP berbasis Cloud untuk POS, poin-poin berikut harus dipertimbangkan:

  • Biaya implementasi untuk ERP berbasis Cloud lebih rendah dari pada ERP konvensional.
  • Dengan implementasi Cloud, mobile POS juga bisa diatur
  • Data inventaris dan pelanggan disimpan secara terpusat dan dapat diakses oleh manajemen dan toko untuk memeriksa tingkat persediaan
  • Upgrade lebih mudah dipasang di ERP berbasis Cloud, tanpa mempengaruhi fungsi toko ritel
  • Penyimpanan data akan jauh lebih aman bila menggunakan ERP konvensional. Jika penyedia layanan ERP berbasis Cloud memiliki masalah terkait data, ini bisa mempengaruhi semua toko yang dimiliki bisnis ritel, karena semua took berbagi data yang sama.
  • Biaya switching juga harus dipertimbangkan jika ingin pindah dari ERP konvensional ke ERP berbasis Cloud. Untuk bisnis ritel besar, biasanya biaya upgrade nya akan jauh lebih besar.
Dapatkan Free ERP
Hosting Server &
Maintenance
Selama 1 tahun,
GRATIS!    Learn More »

You may like