Panduan Lengkap Mengelola Usaha Properti Part 1

Kanya Anindita
Panduan Lengkap Mengelola Usaha Properti Part 1

Usaha properti merupakan salah satu investasi bisnis yang paling menguntungkan. Setiap tahun, harga gedung dan perumahan meningkat secara drastis. Siapa yang tidak tergiur untuk menggeluti bisnis real estate ketika modal yang cukup sudah dimiliki? Tetapi, tentu saja mengelolanya tidak semudah yang dibayangkan. 

Usaha properti yang sukses membutuhkan perencanaan dan strategi yang optimal. Persaingan dalam industri real estate semakin ketat, jadi Anda sebaiknya tidak berdiam diri membiarkan kompetitor Anda mengungguli Anda. Di sini kami membahas langkah-langkah manajemen bisnis properti secara lengkap, mulai dari penentuan harga, pemasaran dan pencarian prospek, hingga pengelolaan iuran dan arus kas. Untuk memudahkan Anda memahami artikel ini, simak daftar isi berikut ini. 

Daftar Isi Panduan Lengkap Mengelola Usaha Properti

Langkah 1: Memperbaiki Properti yang Anda Beli

Langkah 2: Penentuan Harga & Ekspektasi

Langkah 3: Pemasaran & Pencarian Tenant/Buyer

Langkah 4: Pemeliharaan Properti

Langkah 5: Pengelolaan Pembayaran

Langkah 6: Menghadapi Masalah Pelanggaran Kontrak

Langkah 7: Mengelola Keuangan

Sebelum kita memulai, mari kita bahas sesuatu yang penting sebelum kita memasuki inti dari artikel ini. 

Meskipun langkah-langkah dalam artikel ini disusun dalam urutan tertentu, ada kemungkinan bahwa Anda tidak menghadapi semua ini secara berurutan. Tergantung pada berapa banyak properti yang Anda kelola, atau jenis propertinya, Anda mungkin sedang menghadapi kendala keuangan, ketimbang pemasaran.

Tidak apa-apa! Anda tetap bisa menggunakan panduan ini sebagai sumber daya umum untuk membantu mengatasi berbagai situasi dalam pengelolaan bisnis properti. 

Langkah 1: Memperbaiki Properti yang Anda Beli

Langkah pertama mengelola investasi properti adalah membeli properti dan kemudian memperbaikinya. Jika Anda belum menyewakan atau menjual properti Anda sama sekali, maka Anda harus melakukan dua hal ini terlebih dahulu.

Ketika Anda membeli sebuah properti, Anda harus mengecek kondisi properti tersebut secara menyeluruh. Anda tentu tidak ingin menyewakan atau menjual properti dengan keadaan buruk yang nantinya akan menghasilkan review buruk terhadap bisnis perumahan Anda. Jadi, perbaiki apa pun yang membutuhkan perbaikan dan jangan tunggu sampai nanti!

Langkah 2: Penentuan Harga & Ekspektasi  

Panduan Lengkap Mengelola Usaha Properti Part 1

Setelah memiliki kendali atas properti Anda dan siap menyewakan atau menjualnya, Anda masih memiliki satu langkah lebih penting sebelum Anda mulai mencari prospek, yakni menentukan harga dan harapan Anda terhadap penyewa atau pembeli.

Sebelum menentukan harga, lakukan dahulu riset pasar dengan mencari tahu harga sewa atau jual rata-rata di daerah tersebut dan jumlah properti yang disewakan atau dijual di sana. Cari tahu beberapa hal berikut ini:

  • Berapa penghasilan rata-rata di daerah tersebut?
  • Berapa ukuran rata-rata keluarga?
  • Berapa harga sewa/beli rata-rata?
  • Apakah lokasi Anda memiliki manfaat ekstra khusus (misalnya akses jalur bus/kereta, akses jalan raya yang mudah, lahan parkir yang luas) yang membuat harga properti Anda tinggi?

Setelah Anda mengetahui harga penyewaan atau penjualan properti di pasar, Anda akan dapat menentukan harga properti Anda dengan tepat. Kemudian, Anda juga perlu menentukan ekspektasi Anda terhadap penyewa atau pembeli properti Anda. Dengan menentukan penyewa atau pembeli ideal Anda, Anda akan memiliki peluang lebih baik untuk menemukan prospek yang tepat.

End-to End Property Management Solution
Maximize revenue with No. 1 ERP Software!

Pertimbangkan karakteristik penyewa atau pembeli properti Anda sebagai berikut (ingatlah bahwa Anda tidak boleh mendiskriminasi mereka):

  • Penghasilan minimum
  • Merokok atau tidak merokok?
  • Informasi dan riwayat pekerjaan
  • Skor kredit minimum
  • Riwayat tempat tinggal sebelumnya?
  • Jumlah referensi yang dibutuhkan

Langkah 3: Pemasaran & Pencarian Tenant/Buyer

Langkah selanjutnya adalah yang paling menyenangkan (dan paling sulit) dari proses penyewaan dan penjualan properti. Saatnya mencari calon penyewa atau pembeli properti Anda!

Melakukan Strategi Pemasaran

Anda harus mengiklankan properti Anda di banyak tempat. Anda bisa meminta tenaga penjualan Anda melakukan promosi secara langsung di berbagai tempat umum seperti mall atau memasang iklan di papan reklame. Tetapi, untuk biaya marketing yang lebih murah (dan bahkan gratis), cobalah untuk lebih mengoptimalkan pemasaran Anda secara online.

Anda bisa mengiklankan Anda di mesin pencarian, media sosial seperti Facebook dan Instagram, atau memasang iklan di berbagai situs pencarian properti seperti Rumah.com, Rumah123, Lamudi Indonesia, dan masih banyak lagi. Kombinasikan usaha pemasaran offline dan online Anda secara bersamaan untuk menjangkau lebih banyak prospek. 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai teknik pemasaran bisnis perumahan, baca artikel berikut ini:

7 Tips Cerdas Meningkatkan Bisnis Real Estate dan Properti

Menemukan Prospek yang Memenuhi Syarat

Menemukan prospek saja tidak cukup, Anda perlu menemukan prospek yang benar-benar memenuhi syarat supaya waktu, tenaga, dan biaya yang telah dikeluarkan tidak sia-sia. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan wawancara langsung dengan calon penyewa atau pembeli Anda. Proses inilah yang disebut sebagai tenant screening

Untuk memudahkan Anda dan agen properti Anda melakukan penyaringan calon penyewa atau pembeli, gunakan sistem CRM untuk real estate. CRM tidak hanya membantu Anda mengelola data prospek dan residen, tetapi juga membantu memahami sumber prospek, memonitor tahapan penjualan, melakukan follow up, mengidentifikasi prospek potensial, dan mengestimasi revenue

Setelah menemukan prospek potensial, barulah Anda dapat membuat kontrak sewa jika Anda menyewakan properti Anda. Anda dapat mencari beberapa alternatif di internet atau menyewa pengacara lokal untuk memastikan Anda tidak melewatkan detail penting dalam kontrak pertama Anda. 

Pastikan untuk memasukkan informasi tentang waktu pembayaran sewa, prosedur penggusuran, rincian pemeliharaan, dan aturan tempat tinggal dalam kontrak. Selain itu, pastikan untuk memberitahu tentang uang jaminan saat menyelesaikan perjanjian.

Catatan:  Jangan lupa untuk meninjau ulang kontrak sewa Anda sebelum Anda dan calon penyewa menandatanganinya. 

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles