Lihat Artikel Lainnya

BerandaProductsManfaat Kelola Aset Tak Berwujud Perusahaan Menggunakan Software Asset Management

Manfaat Kelola Aset Tak Berwujud Perusahaan Menggunakan Software Asset Management

Aset tak berwujud atau intangible assets adalah salah satu harta perusahaan yang tidak mempunyai bentuk fisik. Berbeda dengan asset tetap berwujud yang dengan mudah untuk terlihat dan Anda rasakan secara langsung melalui indra manusia. Selain itu aset tetap tak berwujud dan aset tetap berwujud memiliki perbedaan dalam jangka waktu kegunaannya. Aset tak berwujud memiliki kegunaan jangka panjang. Perusahaan memiliki manajemen aset tersendiri untuk mengelola aset yang perusahaan miliki, tidak hanya aset lancar dan aset tetap berwujud tetapi manajemen aset juga harus mengelola aset tetap tak berwujud. Meskipun demikian masih banyak perusahaan yang belum bisa mengoptimalkan aset yang mereka miliki untuk mendukung kelancaran bisnis.

Perusahaan dapat memaksimalkan manajemen aset dengan menggunakan Software Manajemen Aset yang saat ini sudah tidak jarang lagi untuk menemukannya dalam dunia bisnis. Tentunya hal ini akan memberikan kemudahan perusahaan dalam pengelolaan aset yang mereka miliki tanpa mengkhawatirkan maintenance yang salah. Melalui Software Manajemen Aset perusahaan juga dapat mengatur manajemen risiko dari aset yang ada untuk menghindari kerugian serta hal yang tidak diinginkan. Dapatkan tawaran terbaik dari Software Manajemen Aset terlengkap dari HashMicro dengan mengunduh skema harga berikut. 

Baca Juga : Hindari 4 Masalah Berikut dengan Sistem Manajemen Aset

DemoGratis

Mengapa Aset Tidak Berwujud Penting

Setiap perusahaan memiliki berbagai macam aset yang memiliki nilai dan fungsinya masing-masing. Secara umum aset terbagi menjadi tiga jenis yaitu aset tetap berwujud, aset tetap tak berwujud, dan aset lancar. Meskipun aset tak berwujud tidak terlihat secara langsung namun aset ini memiliki nilai yang besar bagi suatu perusahaan. Aset ini memiliki pengaruh yang menyeluruh ke perusahaan. Perolehan aset tak berwujud dicatat dan diakui sebesar nilai faktur serta semua biaya yang menyertai untuk mendapatkan aset atau haknya. Apabila terjadi pengeluaran setelah perolehan aset tak berwujud, biaya-biaya tersebut bisa dibebankan ke periode berjalan sama seperti aset berwujud. Jika perusahaan akan dijual untuk menentukan nilai perusahaan tidak hanya dari modal saja tetapi juga menghitung aset tak berwujud. 

Manfaat Aset Tidak Berwujud

Perolehan aset tak berwujud dicatat dan diakui sebesar nilai faktur ditambah menggunakan semua porto yang menyertai pada proses mendapatkan aset atau haknya. Jika terjadi pengeluaran sehabis perolehannya, maka porto-porto tadi bisa dibebankan untuk periode berjalan sama seperti aktiva berwujud. Umumnya masa manfaat aset ini tidak lebih dari 20 tahun sejak menggunakannya. Beberapa hal yang harus perusahaan perhatikan dan pertimbangkan masa manfaat aset tak berwujud yaitu :

  1. Perkiraan penggunaan aset oleh perusahaan dan efisiensi pengelolaannya.
  2. Siklus hidup produk pada umumnya.
  3. Keusangan teknologi atau teknis.
  4. Kestabilan industri yaitu penggunaan aset serta tren pasar terhadap produk atau jasa yang perusahaan hasilkan.
  5. Perkiraan pemakaian dan efisiensi pengelolaan aset.
  6. Estimasi tindakan pesaing.
  7. Pengeluaran untuk pemeliharaan dalam mendapatkan masa manfaat.
  8. Periode pengendalian aset.
  9. Ketergantungan masa manfaat aset terhadap masa manfaat aset lainnya. 

Baca Juga : 5 Tips Mengatasi Masalah Manajemen Aset Perusahaan

Karakteristik Aset Tidak Berwujud

aset tak berwujud
sumber : szetoaccurate

Suatu aset tak berwujud memiliki beberapa karakteristik yang harus terpenuhi. Hal ini karena adanya pengeluaran perusahaan untuk mendapatkan aset tersebut, jika tidak maka bukanlah sebuah aset tetap hanya beban perusahaan yang tidak menguntungkan. Beberapa karakteristik aset tak berwujud adalah sebagai berikut : 

1. Tidak memiliki bentuk fisik

Sesuai dengan namanya aset tak berwujud tidak memiliki wujud yang dapat terlihat secara langsung melalui indra penglihatan. Nilai dari aset tak berwujud berasal dari keistimewaan yang perusahaan dapatkan dan gunakan. Melalui pengelolaan aset tak berwujud yang tepat perusahaan dapat mengoptimalkan tujuannya dan memperluas pasar dengan nilai aset yang tinggi. 

2. Tidak bisa masuk ke dalam instrumen keuangan

Aset ini menghasilkan nilainya dari klaim untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa mendatang. Kas yang perusahaan terima sesuai dengan subjek yang melakukan klaim aset di perusahaan tersebut. Artinya aset ini dapat Anda ukur dengan nilai serta sifat jangka panjang. 

3. Aset bersifat jangka panjang

Asset tak berwujud adalah aset jangka panjang dalam memunculkan manfaatnya. Hal tersebut juga perlu pengelolaan yang baik agar manfaat yang perusahaan harapkan dapat sesuai. Aset ini merupakan aset jangka panjang yang menjadi subjek amortisasi, menyediakan jasa dalam kurun waktu bertahun-tahun. Umumnya aset ini memberikan manfaat hingga 20 tahun. Penentuannya berasal dari hak kontraktual atau hak lainnya sesuai hukum yang berlaku. 

Baca Juga : Mirip dengan Depresiasi, Inilah Arti Amortisasi Sebenarnya dalam Bidang Akuntansi

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Contoh Aset Tidak Berwujud

Aset dalam perusahaan terbagi menjadi tiga jenis yaitu aset lancar, aset tetap berwujud, dan aset tetap tidak berwujud. Terkadang perusahaan tidak menyadari kepemilikan mereka terhadap aset tidak berwujud padahal sebenarnya banyak sekali manfaat yang akan perusahaan dapat apabila dapat mengelolanya dengan baik. Berikut beberapa contoh aset tidak berwujud yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. 

aset tak berwujud
sumber : dictiocommunity
  • Goodwill

Goodwill adalah atribut perusahaan yang menjadi tanda dan memberikan unique value sehingga dapat meningkatkan citra positif bagi perusahaan. Aset ini tidak dapat perusahaan jual tanpa mengalihkan atau menjual perusahaan secara total. Hal ini karena goodwill adalah satu kesatuan dan tidak dapat terpisahkan dari perusahaan dan hanya dapat teridentifikasi dengan perusahaan. Contoh dari goodwill ini adalah letak perusahaan yang baik, nama yang terkenal, pimpinan yang ahli, dan sebagainya. 

  • Hak Cipta

Hak cipta adalah hak untuk seseorang atau perusahaan yang memiliki sebuah karya atau inovasi atas gagasan tertentu. Pencipta memiliki hak untuk menjual atau menerbitkan hasil karya atau inovasinya. Tidak berhenti dalam proses penjualannya tetapi pencipta dapat mengawasi karyanya yang telah terjual. Hasil ciptaan ini juga dapat pencipta jual kembali kepada orang lain melalui perjanjian khusus antar penjual dan pembeli. Proses pengurusan hak cipta pun membutuhkan persiapan anggaran dalam pengurusan izin hak cipta sampai memperoleh sertifikat hak cipta. Contoh sederhana dari hak cipta adalah merek sebuah produk atau film yang biasanya Anda tonton di bioskop.   

  • Hak Paten

Sekilas hak paten terlihat hampir sama dengan hak cipta. Pemerintah memberikan hak ini sebagai bagian dari Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang berlaku selama 17 tahun. Perbedaannya adalah hak paten bertujuan untuk seseorang atau sekelompok orang yang sudah selesai melakukan penelitian dan menemukan hal baru dalam penelitian tersebut. Hasil temuan baru ini akan melewati proses produksi, jual, hingga pengawasan dalam periode waktu tertentu. Proses mendapatkan hak paten juga memerlukan biaya untuk melakukan penelitian, pengembangan, percobaan, pembuatan gambar, dan biaya untuk mengurus hak paten sampai sertifikat hak paten Anda terima. 

  • Trademark

Trademark adalah kata, frasa, atau simbol yang mengidentifikasi sebuah produk atau bisnis. Contohnya adalah Marimas, Coca Cola dan Windows. Trademark dapat meningkatkan penjualan dari sebuah produk apabila perusahaan dapat menjadi trend pasar dari sebuah produk yang perusahaan Anda kelola. Pemilik produk harus mendaftarkan nama-nama produknya pada unit pemerintahan untuk mendapatkan hak proteksi atas nama-nama tersebut. 

  • Hak Eksklusif

Pemerintah memberikan hak eksklusif kepada suatu instansi atau perusahaan untuk mengelola fasilitas atau sumber daya alam milik negara. Hak ini meliputi biaya survei, riset, pemetaan, eksplorasi, pembangunan fasilitas, perjanjian dan biaya lainnya hingga hak tersebut siap. 

  • Hak Merek Dagang

Hak ini merupakan hak perusahaan untuk menggunakan merek dagang. Untuk mendapatkannya perusahaan dapat mendaftarkan penggunaan merek dagang sehingga akan mendapatkan perlindungan dari undang-undang. Selain itu, merek dagang juga bisa suatu bisnis peroleh dari pembelian dengan mencatat harga beli dan semua biaya pembelian sampai merek tersebut siap perusahaan gunakan. Apabila membuat merek dagang sendiri harga perolehannya adalah biaya untuk merencanakan dan mendaftarkannya. Hak ini tidak memperoleh amortisasi atau penghapusan atau penyertaan tidak berlaku terhadap surat-surat berharga yang nilainya telah terbayarkan kembali atau telah hilang. 

  • Hak Lisensi dan Franchise

Lisensi dan franchise atau waralaba adalah hak yang suatu pihak berikan kepada pihak lain yang selanjutnya disebut franchisor untuk menggunakan hak merek atau nama dagang dengan menjual barang atau jasa. Sistem franchise saat ini sedang menunjukan kemajuan pesat dalam dunia bisnis swasta. Dalam prakteknya franchise dibagi beberapa jenis yaitu sistem franchise produk dan jasa serta sistem franchise lisensi untuk merek dagang. Untuk memperoleh lisensi dan franchise caranya adalah dengan suatu kontrak yang membayarkannya sekaligus saat penandatanganan kontrak, maka jumlah yang sudah perusahaan bayarkan tersebut merupakan harga perolehan yang akan diamortisasi selama masa manfaat. 

  • Hak Sewa

Perusahaan memperoleh hak ini dari kesepakatan perjanjian sewa menyewa. Penentuan pengeluaran anggaran untuk mendapatkan hak sewa berasal dari pembayaran sewa menyewa yang tercatat dalam akuntansi. Perolehan hak sewa ini tidak hanya mencakup saat pembayaran sewa saja kepada pemilik aset tetapi juga pengeluaran lain untuk mempersiapkan aset sampai siap untuk perusahaan gunakan. 

Mengapa Perusahaan Perlu Menggunakan Software Asset Management

aset tak berwujud
sumber : hashmicro

Aset perusahaan adalah sesuatu yang berharga untuk menunjang bisnis agar lebih optimal. Pengelolaan aset perusahaan meliputi aktivitas kinerja, resiko, hingga biaya sistem atau manajemen aset. Dalam hal tersebut tidak jarang perusahaan mengalami problematika untuk maintenance yang tidak tepat. Melalui software manajemen aset perusahaan dapat mengintegrasikan pengelolaan aset yang perusahaan miliki dengan efisien karena sistem otomatisasi. 

Pentingnya software manajemen aset adalah untuk memudahkan pengelolaan dan menjaga nilai aset, efisiensi waktu, kontrol aset secara real time, menghindari biaya perawatan yang tidak perlu, dan meningkatkan keamanan aset. Manfaat lainnya adalah dalam proses audit untuk aset perusahaan akan meminimalisir proses hukum dan manajemen risiko aset yang ada dapat lebih maksimal. 

Perusahaan dapat memperhatikan beberapa hal dalam memilih vendor software manajemen aset. Pertimbangan paling penting yang dapat memudahkan keberjalanan bisnis adalah adanya integrasi dengan berbagai sistem yang lainnya. Software Manajemen Aset dari HashMicro memiliki fitur canggih dan lengkap yang akan menunjang keberjalanan bisnis Anda. 

Kesimpulan

Asset tak berwujud tidak kalah penting dengan asset berwujud dan aset lancar dalam suatu perusahaan. Aset ini akan memberikan nilai pada perusahaan dalam jangka panjang. Namun, masih terdapat perusahaan yang tidak menyadari adanya asset tak berwujud yang perlu pengelolaan dengan baik. Melalui Software Manajemen Aset perusahaan dapat dengan mudah mengotomatiskan seluruh aset yang dimiliki secara terintegrasi melalui satu sistem. Hal ini akan memberikan efisiensi dan membantu perusahaan memaksimalkan aset yang Anda miliki. Dapatkan demo gratis sekarang!
AssetManagement

Apakah artikel Ini bermanfaat?
YaTidak

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Ana Kristiani
Ana Kristianihttps://www.hashmicro.com/id/
Artikel-artikel Ana mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan dan implementasi software manajemen aset hingga pengoptimalan fasilitas, pemeliharaan, dan kepatuhan. Kemampuannya dalam menjelaskan konsep-konsep teknis dan mengulas isu-isu penting dalam manajemen aset dan fasilitas membuatnya menjadi pilihan utama bagi profesional di bidang ini, termasuk manajer fasilitas, insinyur, dan pemilik aset.

Highlight

Artikel Populer

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
6281222846776
√ó
Hubungi Tim Sales