Daftar Isi:
Point of Sales (POS) adalah sebuah sistem yang mencatat segala pembayaran dari pelanggan bisnis Anda. Sistem ini bekerja sama dengan mesin kasir untuk operasionalnya. Jadi, Anda bisa saja menggunakan sistem kasir tanpa sistem POS namun akan memiliki berbagai keterbatasan.
POS memudahkan operasional bisnis karena semuanya tersinkronisasi secara otomatis tanpa perlu aksi manual apapun. POS juga terbukti mampu meningkatkan skor kepuasan pelanggan rata-rata sebesar 15%. Data lain juga menyebut bahwa bisnis yang mengintegrasikan POS bisa mencapai ROI 566% di tahun pertama karena peningkatan efisiensi. Kenali lebih dalam tentang POS di sini.
Key Takeaways
|
Apa Itu Sistem POS?
Aplikasi atau sistem POS adalah sistem untuk mencatat pembayaran dari pelanggan setelah membeli suatu produk, kemudian lanjut ke proses sinkronisasi data penjualan dan stok dalam satu alur sistem. POS bertindak sebagai pusat operasi keuangan, tidak hanya sekadar mesin kasir biasa.
POS dulunya merujuk pada mesin kasir di sebuah toko. Namun, kini sistem POS sudah sepenuhnya digital dan memungkinkan Anda melayani pelanggan di mana pun. Anda hanya perlu sistem POS dan device (biasanya tablet) yang terhubung dengan internet.
POS mampu mengotomatiskan pencatatan penjualan, mengelola inventaris, dan memungkinkan pelacakan pengeluaran untuk membantu memantau arus kas dan profit. Namun, ini beda dengan sistem akuntansi yang mampu membuat laporan laba rugi, laporan kas, dan sebagainya.
Jadi, sistem POS bisa diintegrasikan dengan beberapa sistem lainnya, seperti:
- Mesin kasir biasa: POS berfungsi sebagai “otak” transaksi, sementara mesin kasir digunakan sebagai alat input dan pembayaran. Data penjualan dari kasir langsung dikirim ke POS, sehingga semua transaksi tercatat otomatis dan tersimpan di pusat.
- Sistem akuntansi: Data penjualan, pengeluaran, dan stok dari POS dapat disinkronkan ke sistem akuntansi untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan tanpa input ulang dan mengurangi risiko kesalahan pencatatan.
- Sistem gudang: Untuk mengatur stok masuk, stok keluar, dan perpindahan barang. Jadi, saat terjadi penjualan di outlet, sistem gudang ikut ter-update sehingga stok antar gudang dan toko tetap sinkron.
Cara Kerja Sistem POS
Sistem POS bekerja dengan mengintegrasikan proses penjualan, pembayaran, dan pencatatan data dalam satu sistem terpusat. Berikut alur kerjanya:
- Kasir memasukkan pesanan ke sistem.
- Sistem akan menghitung transaksi otomatis, termasuk pajak, diskon, dan promo (jika ada).
- Pelanggan melakukan pembayaran, bisa melalui tunai, kartu, QRIS, atau metode lain yang tersedia.
- Transaksi akan tercatat di sistem dan data penjualan langsung tersimpan. Data ini juga tidak bisa diubah sembarangan.
- Stok barang atau bahan berkurang secara real-time jika POS terintegrasi dengan sistem inventaris atau gudang.
- Terakhir, data penjualan akan langsung masuk ke pusat database penjualan yang bisa dipantau oleh pemilik bisnis.
Dengan alur ini, POS tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga memastikan data penjualan, stok, dan laporan bisnis selalu sinkron dan akurat.
Jenis-Jenis Sistem POS
Beberapa jenis POS dibedakan berdasarkan kebutuhan bisnis. Berikut jenis-jenis POS:
1. POS tradisional
POS tradisional merupakan sistem kasir fisik yang dilengkapi dengan perangkat seperti printer tanda terima, laci uang, dan barcode scanner. Sistem ini umumnya dipasang di tempat yang tetap dan cocok untuk bisnis besar seperti supermarket atau restoran yang membutuhkan stabilitas dan fungsionalitas tinggi.
2. POS mobile
POS mobile memungkinkan bisnis untuk melakukan transaksi melalui perangkat portabel seperti tablet atau smartphone. Fleksibilitas ini membuat POS mobile sangat cocok untuk bisnis yang sering berpindah-pindah, seperti bisnis food truck, booth makanan di festival, dan penjualan lapangan.
3. POS berbasis cloud
POS berbasis cloud memungkinkan penyimpanan data di cloud sehingga data penjualan dan inventaris dapat diakses dari mana saja dengan koneksi internet. Ini juga memudahkan pemilik bisnis melihat omzet harian dari semua cabang bisnisnya hanya dari satu dashboard saja.
4. POS multichannel
Sistem POS multichannel cocok untuk bisnis yang memiliki beberapa channel penjualan, baik online maupun offline. Melalui sistem ini, bisnis dapat mengelola inventaris dan penjualan di seluruh platform sekaligus sehingga memastikan pengalaman pelanggan yang konsisten di semua kanal.
5. POS khusus industri
Beberapa POS system dirancang khusus untuk industri tertentu, seperti restoran atau salon kecantikan, yang memiliki kebutuhan operasional spesifik. Sistem ini menawarkan fitur tambahan seperti manajemen pesanan dan penjadwalan sehingga membantu bisnis dalam memberikan layanan yang lebih efisien dan terstruktur.
Apakah POS dan Sistem Kasir Sama?
POS dan sistem kasir tidak sama. Sistem kasir adalah bagian dari POS, sedangkan POS adalah sistem manajemen bisnis yang lebih lengkap.
- Sistem kasir biasa: Hanya mencatat transaksi dan pembayaran. Umumnya berdiri sendiri, banyak proses manual, dan minim kontrol terhadap stok, karyawan, serta operasional.
- Sistem POS: Tidak hanya mencatat transaksi, melainkan mengelola seluruh operasional bisnis. Dapat terintegrasi dengan stok, laporan penjualan, manajemen karyawan, meja, cabang, dan data real-time untuk pengambilan keputusan.
Walaupun berbeda, keduanya dapat dikombinasikan untuk membangun lingkungan bisnis yang lebih canggih dan efisien.
Apa Kelebihan Mesin POS Dibanding Sistem Kasir?
Jika dibandingkan dengan kasir biasa, POS memiliki berbagai kelebihan yang dapat memudahkan operasional bisnis, baik bagi karyawan maupun pemilik bisnis. Beberapa kelebihannya seperti:
- Update keuangan secara otomatis dan real-time
- Minim kecurangan (fraud) oleh pegawai kasir
- Bisa memantau pemasukan dari tiap cabang setiap saat
- Mampu terintegrasi dengan sistem bisnis lainnya
- Terdapat backup data secara offline jika tidak mendapat koneksi internet
- Bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah (jenis POS mobile)
Kelola Bisnis Lebih Mudah dengan Sistem POS
Point of Sales (POS) jauh lebih canggih dan maju dibandingkan sistem kasir biasa. POS bisa terintegrasi dengan sistem bisnis lainnya di lingkungan yang sama, misalnya dengan sistem inventaris, sistem gudang, sistem pengadaan barang, dan lain sebagainya.
Terlebih lagi, sistem POS dengan jenis cloud memiliki satu database khusus untuk melihat semua transaksi yang terjadi di semua cabang usaha hanya dari satu dashboard. Ini akan sangat memudahkan pemilik bisnis untuk memantau omzet semua cabang dalam sehari.
Jika Anda memiliki bisnis dan terus berorientasi ke pertumbuhan, Anda sebaiknya mulai menggunakan sistem POS yang terintegrasi dengan mesin kasir Anda. Jadi, ketika bisnis Anda nantinya semakin besar, Anda tidak perlu lagi integrasi semua cabang dari awal.






