CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

Panduan Efektif Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa

Diterbitkan:

Pada akhir periode, jurnal penyesuaian berfungsi memastikan seluruh pendapatan dan beban dicatat pada periode terjadinya sesuai prinsip yang ada. Tanpa proses ini, laporan keuangan berisiko menampilkan angka laba atau aset yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya sehingga bisa berakibat memengaruhi evaluasi kinerja maupun perencanaan anggaran.

Secara definisi, jurnal penyesuaian adalah pencatatan tambahan di akhir periode untuk mengakui transaksi yang belum tercatat atau masih perlu disesuaikan. Tujuannya agar laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia. Dengan pendekatan ini, transaksi diakui saat kejadian ekonomi terjadi, bukan ketika kas diterima atau dibayarkan.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Key Takeaways

      • Jurnal penyesuaian mencatat pendapatan dan beban yang belum tercatat di akhir periode agar laporan keuangan akurat, relevan, dan sesuai prinsip akrual.
      • Terdapat beberapa akun utama yang memerlukan jurnal penyesuaian, seperti beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, dan lain-lainnya.

      Apa yang Dimaksud dengan Jurnal Penyesuaian?

      Jurnal penyesuaian adalah proses akuntansi yang dilakukan di akhir periode untuk mencatat pendapatan dan beban yang belum tercatat agar sesuai dengan prinsip akuntansi berbasis akrual (metode pencatatan di mana pendapatan dan beban diakui saat terjadi transaksi atau peristiwa ekonomi, bukan saat kas diterima atau dibayarkan.)

      Proses ini memastikan bahwa laporan keuangan menyajikan informasi yang akurat dan relevan. Dengan begitu, setiap transaksi diakui pada periode terjadinya, bukan saat kas berpindah tangan.

      Tujuan utamanya adalah menyelaraskan catatan akuntansi dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), basis akrual menuntut pengakuan transaksi saat kejadian ekonomi berlangsung.

      Langkah-Langkah Prosedur Penyusunan Jurnal Penyesuaian

      Menyusun jurnal penyesuaian mungkin terdengar rumit, namun prosesnya dapat dipecah menjadi langkah-langkah yang sistematis. Dengan mengikuti alur yang benar, Anda dapat memastikan tidak ada transaksi yang terlewat dan setiap akun disesuaikan secara akurat.

      Berikut adalah panduan praktis empat langkah dalam membuat jurnal penyesuaian:

      1. Analisis saldo setiap akun di neraca saldo

      Langkah pertama adalah meninjau kembali semua akun yang ada di neraca saldo sebelum penyesuaian. Identifikasi akun-akun yang nilainya mungkin tidak lagi mencerminkan keadaan sebenarnya pada akhir periode.

      Fokuskan perhatian Anda pada akun-akun yang telah dibahas sebelumnya, seperti beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, aset tetap, dan perlengkapan.

      2. Kumpulkan data transaksi untuk penyesuaian

      Setelah mengidentifikasi akun yang perlu disesuaikan, kumpulkan semua data pendukung yang relevan. Data ini bisa berupa polis asuransi, kontrak sewa, bukti pemakaian perlengkapan, daftar gaji yang belum dibayar, atau jadwal penyusutan aset.

      3. Hitung nilai penyesuaian secara akurat

      Berdasarkan data yang terkumpul, hitunglah jumlah yang harus disesuaikan. Misalnya, jika Anda membayar asuransi Rp12.000.000 untuk satu tahun pada 1 Januari, maka pada akhir bulan Januari, beban asuransi yang harus diakui adalah Rp1.000.000.

      4. Catat ayat jurnal penyesuaian ke jurnal umum

      Langkah terakhir adalah mencatat ayat jurnal penyesuaian (AJP) ke dalam jurnal umum perusahaan. Setiap entri jurnal harus memiliki setidaknya satu akun debit dan satu akun kredit dengan jumlah yang seimbang.

      Setelah dicatat, AJP akan diposting ke buku besar, dan neraca saldo setelah penyesuaian pun dapat disusun sebagai dasar pembuatan laporan keuangan.

      6 Akun Utama yang Membutuhkan Jurnal Penyesuaian

      Pada akhir periode akuntansi, tidak semua akun di neraca saldo langsung siap disajikan dalam laporan keuangan. Beberapa akun memerlukan penyesuaian agar nilainya relevan dan sesuai dengan kondisi terkini.

      Berikut adalah enam akun utama yang paling sering memerlukan contoh ayat jurnal penyesuaian, terutama dalam konteks perusahaan jasa.

      1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)

      Beban dibayar di muka adalah biaya yang telah dibayarkan tunai, tetapi manfaatnya baru akan dirasakan pada periode berikutnya. Contohnya seperti sewa kantor atau asuransi yang dibayar untuk satu tahun di muka.

      Pada akhir periode, sebagian dari biaya tersebut perlu diakui sebagai beban, sesuai dengan manfaat yang sudah digunakan. Dengan demikian, nilai akun aset (beban dibayar di muka) akan berkurang, dan akun beban akan bertambah.

      Contoh:
      Perusahaan membayar premi asuransi Rp12.000.000 untuk 12 bulan di muka. Pada akhir bulan pertama, manfaat yang telah digunakan senilai Rp1.000.000 harus diakui sebagai beban.

      Akun Debit Kredit
      Beban Asuransi Rp1.000.000
      Asuransi Dibayar di Muka Rp1.000.000

      2. Pendapatan diterima di muka (unearned revenue)

      Pendapatan diterima di muka terjadi saat perusahaan menerima pembayaran sebelum jasa diberikan. Jumlah ini dicatat sebagai liabilitas, karena belum menjadi hak penuh perusahaan.

      Penyesuaian dilakukan untuk mengakui bagian pendapatan yang sudah dihasilkan seiring penyelesaian jasa.

      Contoh:
      Perusahaan menerima Rp6.000.000 untuk kontrak jasa tiga bulan. Di akhir bulan pertama, Rp2.000.000 sudah menjadi pendapatan.

      Akun Debit Kredit
      Pendapatan Diterima di Muka Rp2.000.000
      Pendapatan Jasa Rp2.000.000

      3. Piutang pendapatan (accrued revenue)

      Piutang pendapatan adalah pendapatan yang sudah dihasilkan tetapi belum ditagih kepada pelanggan. Transaksi ini perlu disesuaikan agar pendapatan diakui sesuai periode jasa diberikan.

      Contoh:
      Perusahaan konsultan menyelesaikan proyek senilai Rp5.000.000 pada Desember, namun faktur baru akan dikirim Januari. Pendapatan Desember tetap harus diakui.

      Akun Debit Kredit
      Piutang Pendapatan Rp5.000.000
      Pendapatan Jasa Rp5.000.000

      4. Beban yang masih harus dibayar (accrued expenses)

      Beban yang masih harus dibayar adalah beban yang sudah terjadi namun belum dibayarkan. Contohnya seperti gaji, bunga, atau tagihan listrik di akhir periode.

      Penyesuaian ini memastikan beban diakui pada periode yang sama dengan pendapatan yang dihasilkan. Contohnya, gaji bulan Desember sebesar Rp8.000.000 baru akan dibayarkan Januari. Jumlah tersebut harus dicatat sebagai beban Desember.

      Akun Debit Kredit
      Beban Gaji Rp8.000.000
      Utang Gaji Rp8.000.000

      5. Penyusutan aset tetap (depreciation of fixed assets)

      Penyusutan mencerminkan penurunan nilai aset tetap akibat pemakaian. Nilai ini perlu dialokasikan sebagai beban secara berkala agar laporan keuangan tetap akurat. Contoh aset tetap meliputi kendaraan, komputer, dan peralatan kantor.

      Contohnya, peralatan kantor senilai Rp12.000.000 disusutkan 10% per tahun. Maka, beban penyusutan tahunan sebesar Rp1.200.000.

      Akun Debit Kredit
      Beban Penyusutan Rp1.200.000
      Akumulasi Penyusutan Rp1.200.000

       6. Pemakaian perlengkapan (supplies usage)

      Perlengkapan dicatat sebagai aset lancar saat dibeli. Namun pada akhir periode, perlengkapan yang terpakai perlu diakui sebagai beban agar mencerminkan kondisi sebenarnya.

      Saldo awal perlengkapan Rp2.000.000, dan stok akhir Rp700.000. Artinya, Rp1.300.000 telah digunakan sebagai beban perlengkapan.

      Akun Debit Kredit
      Beban Perlengkapan Rp1.300.000
      Perlengkapan Rp1.300.000

      Peran Jurnal Penyesuaian Dalam Keuangan

      fungsi jurnal penyesuaian bagi perusahaan jasa

      Bagi perusahaan jasa, jurnal penyesuaian bukan sekadar formalitas, tapi alat strategis untuk memastikan akurasi data finansial. Hasilnya menjadi dasar kuat dalam pengambilan keputusan bisnis.

      Berikut manfaat utamanya:

      • Menghasilkan laporan keuangan yang akurat sesuai periode pencatatannya.
      • Mencegah kesalahan pencatatan antara transaksi aktual dan data akuntansi.
      • Membantu perhitungan pajak agar pendapatan dan beban tercatat dengan benar.
      • Meningkatkan transparansi keuangan dengan menampilkan posisi aset dan liabilitas yang sesungguhnya.
      • Mempermudah audit dan evaluasi karena seluruh transaksi telah disesuaikan dan siap diperiksa.

      Namun, penting untuk memahami bahwa manfaat ini juga dirasakan oleh jenis bisnis lainnya. Misalnya, jurnal penyesuaian perusahaan dagang membantu menjaga keakuratan perhitungan laba kotor dengan memastikan nilai persediaan, pembelian, dan penjualan bersih tercatat sesuai periode.

      Contoh Studi Kasus: Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa Konsultan

      Studi kasus dari “PT Cipta Solusi”, sebuah perusahaan jasa konsultan, pada akhir periode 31 Januari 2026. Perusahaan telah menyusun neraca saldo sebelum penyesuaian, namun terdapat beberapa transaksi yang memerlukan penyesuaian agar laporan keuangannya akurat.

      Data Neraca Saldo per 31 Januari 2026 (sebelum penyesuaian):

      • Perlengkapan kantor: Rp8.000.000
      • Sewa dibayar di muka: Rp24.000.000
      • Peralatan kantor: Rp50.000.000
      • Pendapatan diterima di muka: Rp15.000.000

      Informasi untuk penyesuaian:

      1. Perlengkapan kantor yang tersisa setelah dihitung secara fisik adalah Rp3.000.000.
      2. Sewa dibayar di muka adalah untuk periode 1 tahun, dibayar pada 1 Januari 2026.
      3. Peralatan kantor disusutkan sebesar 10% per tahun dari harga perolehan.
      4. Dari pendapatan diterima di muka, jasa senilai Rp10.000.000 telah diselesaikan.
      5. Terdapat gaji karyawan bulan Desember sebesar Rp5.000.000 yang akan dibayar pada 3 Januari 2026.

      Pencatatan Jurnal Penyesuaian PT Cipta Solusi:

      Tanggal Keterangan Debit (Rp) Kredit (Rp)
      31 Des Beban Perlengkapan
      Perlengkapan Kantor
      5.000.000
      (Mencatat pemakaian perlengkapan) 5.000.000
      31 Des Beban Sewa
      Sewa Dibayar di Muka
      8.000.000
      (Mencatat sewa yang telah jatuh tempo 4 bulan) 8.000.000
      31 Des Beban Penyusutan Peralatan
      Akumulasi Penyusutan Peralatan
      5.000.000
      (Mencatat penyusutan peralatan 1 tahun) 5.000.000
      31 Des Pendapatan Diterima di Muka
      Pendapatan Jasa
      10.000.000
      (Mencatat pendapatan yang telah dihasilkan) 10.000.000
      31 Des Beban Gaji
      Utang Gaji
      5.000.000
      (Mencatat gaji yang masih harus dibayar) 5.000.000
      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Kesimpulan 

      Jurnal penyesuaian merupakan proses penting di akhir periode untuk memastikan pendapatan dan beban diakui secara tepat sesuai prinsip akrual dan SAK. Melalui langkah yang lebih ter struktur mulai dari analisis neraca saldo, pengumpulan data, perhitungan, hingga pencatatan perusahaan dapat meminimalkan kesalahan dan meningkatkan keandalan laporan keuangan.

      Penerapan jurnal penyesuaian yang konsisten tidak hanya memenuhi kewajiban akuntansi, tetapi juga membantu menjaga transparansi serta kualitas informasi keuangan. Untuk memahami konteks pencatatan secara lebih menyeluruh, Anda juga dapat mempelajari tahapan dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan anda.

      FAQ Seputar Jurnal Penyesuaian

      • Apa perbedaan antara jurnal penyesuaian dan jurnal koreksi?

        Jurnal penyesuaian dibuat untuk mencatat transaksi yang sudah terjadi namun belum tercatat (seperti beban yang masih harus dibayar) atau untuk mengalokasikan pendapatan dan beban ke periode yang tepat. Sementara itu, jurnal koreksi dibuat untuk memperbaiki kesalahan pencatatan yang sudah terjadi sebelumnya, misalnya salah memasukkan angka atau akun.

      • Kapan waktu yang tepat untuk membuat jurnal penyesuaian?

        Jurnal penyesuaian selalu dibuat pada akhir periode akuntansi, sebelum laporan keuangan disusun. Ini bisa dilakukan pada akhir bulan, kuartal, atau tahun, tergantung pada siklus pelaporan perusahaan.

      • Apa yang terjadi jika perusahaan jasa tidak membuat jurnal penyesuaian?

        Jika tidak dibuat, laporan keuangan akan menjadi tidak akurat. Laba atau rugi perusahaan bisa jadi terlalu tinggi atau terlalu rendah, dan nilai aset serta liabilitas yang disajikan di neraca tidak akan mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Hal ini dapat menyebabkan pengambilan keputusan bisnis yang salah.

      • Apakah jurnal penyesuaian memengaruhi posisi kas perusahaan?

        Tidak. Jurnal penyesuaian tidak pernah melibatkan akun kas. Tujuannya adalah untuk mencocokkan pendapatan dan beban pada periode yang tepat (basis akrual), bukan untuk mencatat penerimaan atau pengeluaran kas.

      • Bagaimana jurnal penyesuaian membantu dalam perhitungan pajak?

        Dengan memastikan semua pendapatan dan beban tercatat pada periode yang benar, jurnal penyesuaian menghasilkan angka laba bersih yang akurat. Laba bersih inilah yang menjadi dasar perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) badan, sehingga perusahaan membayar pajak sesuai dengan jumlah yang seharusnya.

      • Apakah semua perusahaan jasa wajib membuat jurnal penyesuaian?

        Ya, semua perusahaan yang menggunakan basis akuntansi akrual, termasuk perusahaan jasa, wajib membuat jurnal penyesuaian. Ini adalah syarat mutlak untuk menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku.

      Dewi Sartika

      Senior Content Writer

      Berbekal pengalaman selama 6 tahun dalam industri SaaS, Dewi telah menjadi praktisi untuk penulisan artikel terkait accounting dan bidang keuangan. Ia berfokus menulis artikel seputar Laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas), standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), perpajakan (e-faktur, PPn, tax planning), dan manajemen biaya.

      Jennifer merupakan seorang profesional akuntansi yang memiliki gelar Bachelor of Accounting dari President University dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Master of Accounting dari National University of Singapore. Pengalaman pendidikan ini membentuk kemampuannya dalam memahami dan menerapkan prinsip akuntansi serta manajemen keuangan dalam praktik bisnis. Pengalaman profesional di bidang keuangan dan pelaporan mengasah keahliannya dalam analisis finansial dan penyusunan laporan strategis. Selama tujuh tahun terakhir, Jennifer mengelola fungsi keuangan perusahaan di HashMicro, yang memperkuat kemampuannya dalam optimalisasi proses akuntansi, pengendalian internal, serta pengambilan keputusan berbasis data finansial untuk mendukung pertumbuhan bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      TINGGALKAN KOMENTAR

      Silakan masukkan komentar anda!
      Silakan masukkan nama Anda di sini

      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya