CNBC Awards

Human Asset Value: Definisi dan Metode Penilaiannya

Diterbitkan:

Pernah merasa biaya rekrutmen, pelatihan, dan gaji sudah besar, tapi dampaknya ke hasil bisnis belum terasa jelas? Di sinilah Human Asset Value jadi penting, karena konsep ini membantu Anda melihat nilai karyawan sebagai “aset yang menghasilkan” bukan sekadar biaya rutin.

HAV membuat Anda bisa menilai kontribusi SDM secara lebih masuk akal untuk keputusan bisnis, seperti siapa yang perlu di-upskill, tim mana yang perlu diperkuat, dan investasi people mana yang paling cepat kembali ke performa dan profit.

Key Takeaways

  • HAV atau Human Asset Value adalah konsep yang mengukur nilai ekonomi dan strategis yang dihasilkan karyawan bagi perusahaan.
  • Dengan pendekatan HAV, perusahaan dapat melihat SDM sebagai faktor penentu daya saing, bukan sekadar komponen biaya operasional.
  • Terdapat beberapa metode penilian HAV salah satunya penilaian berbasis kinerja dan output.

Apa itu HAV?

HAV atau Human Asset Value adalah konsep yang mengukur nilai ekonomi dan strategis yang dihasilkan karyawan bagi perusahaan. Jadi, bukan hanya melihat biaya gaji atau tunjangan, tetapi menilai seberapa besar kontribusi individu terhadap produktivitas, inovasi, efisiensi, hingga pertumbuhan bisnis.

Dalam praktiknya, HAV membantu Anda memahami bahwa setiap talenta memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi keunggulan kompetitif. Ketika nilai ini diukur dan dikelola dengan tepat, keputusan terkait rekrutmen, pelatihan, hingga retensi menjadi lebih berbasis data dan selaras dengan target perusahaan.

Pentingnya Human Asset Value bagi Perusahaan

human asset value

Memahami nilai karyawan secara objektif bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Dengan pendekatan Human Asset Value, Anda dapat melihat SDM sebagai faktor penentu daya saing, bukan sekadar komponen biaya operasional.

Berikut beberapa alasan mengapa HAV berperan penting dalam keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis:

1. Membantu pengambilan keputusan berbasis data

HAV memberi gambaran konkret tentang kontribusi setiap individu atau tim terhadap hasil bisnis. Dengan data ini, keputusan terkait promosi, pengembangan kompetensi, hingga restrukturisasi dapat dilakukan lebih objektif dan minim bias.

2. Mengoptimalkan investasi pada SDM

Perusahaan sering mengalokasikan anggaran besar untuk rekrutmen dan pelatihan tanpa mengukur dampaknya secara jelas. Dengan HAV, Anda bisa menilai apakah investasi tersebut benar-benar meningkatkan produktivitas dan memberikan return yang sepadan.

3. Meningkatkan retensi talenta berkualitas

Ketika perusahaan memahami nilai strategis karyawannya, fokus tidak hanya pada performa jangka pendek, tetapi juga pada pengembangan jangka panjang. Hal ini mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih suportif dan menurunkan risiko turnover.

4. Mendorong keunggulan kompetitif

Bisnis yang mampu memaksimalkan nilai aset manusianya akan lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Dengan mengelola HAV secara terstruktur, perusahaan dapat membangun tim yang solid, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri.

Metode Penilaian Human Asset Value

Berikut metode yang banyak digunakan dalam penilian HAV pada perusahaan, diantaranya:

1. Penilaian berbasis kinerja dan output

Metode ini menilai nilai karyawan dari hasil kerja yang terlihat, seperti pencapaian target, kualitas output, dan kontribusi terhadap KPI tim. Cocok untuk bisnis yang ingin mengaitkan nilai SDM dengan performa operasional secara langsung.

2. Penilaian berbasis kompetensi dan potensi

Di sini, fokusnya bukan hanya hasil saat ini, tetapi juga kemampuan yang dimiliki dan potensi berkembang ke peran yang lebih strategis. Metode ini membantu Anda memetakan kebutuhan upskilling, suksesi jabatan, dan penguatan talenta inti perusahaan.

3. Penilaian berbasis dampak finansial

Pendekatan ini menghubungkan kontribusi karyawan dengan dampak ke angka bisnis, misalnya efisiensi biaya, kenaikan revenue, atau pengurangan risiko operasional. Nilainya jadi lebih mudah dipahami manajemen karena terukur dalam konteks profitabilitas.

4. Penilaian berbasis retensi dan risiko turnover

Metode ini melihat nilai karyawan dari sisi keberlangsungan bisnis, seperti seberapa kritis peran mereka, biaya penggantian, dan risiko kehilangan pengetahuan penting. Cocok untuk mengidentifikasi posisi kunci yang perlu strategi retensi lebih serius.

download skema harga software erp
download skema harga software erp

Studi Kasus Penerapan Human Asset Value

Mengukur nilai karyawan tidak lagi cukup dilakukan secara subjektif. Banyak perusahaan mulai menerapkan pendekatan Human Asset Value (HAV) untuk melihat kontribusi SDM secara lebih terukur, sehingga keputusan terkait pengembangan, retensi, dan alokasi tenaga kerja bisa lebih tepat.

Salah satu contoh penerapannya dapat dilihat pada Buma Perindahindo. Perusahaan ini memanfaatkan solusi HR dari HashMicro untuk mengelola dan menganalisis data karyawan secara lebih sistematis. Melalui sistem HRM terintegrasi, manajemen dapat memantau performa, produktivitas, hingga potensi karyawan dalam satu dashboard.

Hasilnya, Buma Perindahindo mampu mengambil keputusan berbasis data terkait pengembangan talenta dan perencanaan SDM. Pendekatan ini membantu perusahaan tidak hanya melihat karyawan sebagai biaya operasional, tetapi sebagai aset strategis yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan bisnis.

Kesimpulan

Human Asset Value adalah pendekatan yang membantu perusahaan melihat karyawan sebagai aset strategis yang memiliki nilai nyata bagi pertumbuhan bisnis. Dengan mengukur kontribusi SDM secara lebih objektif, manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih akurat terkait pengembangan talenta, efisiensi biaya, dan perencanaan jangka panjang.

Dalam praktiknya, penerapan HAV akan jauh lebih optimal ketika didukung oleh sistem HR yang terintegrasi dan berbasis data.

Jika Anda ingin mulai mengukur dan memaksimalkan nilai SDM secara lebih terstruktur, konsultasikan bisnis Anda dengan tim expert kami.

Pertanyaan Seputar Human Asset Value

  • Apa perbedaan Human Asset Value dan human capital?

    Human capital mengacu pada kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki karyawan. Sementara itu, Human Asset Value berfokus pada bagaimana kemampuan tersebut diterjemahkan menjadi nilai bisnis yang terukur.

  • Bagaimana cara mengukur Human Asset Value?

    Pengukuran Human Asset Value biasanya dilakukan dengan menggabungkan data performa, produktivitas, biaya tenaga kerja, serta kontribusi terhadap target perusahaan. Banyak organisasi menggunakan HR analytics atau HRIS untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.

  • Apa saja indikator yang digunakan dalam Human Asset Value?

    Indikatornya biasanya mencakup performa individu, produktivitas, kompetensi, potensi pengembangan, biaya tenaga kerja, serta kontribusi terhadap target bisnis. Kombinasi indikator ini memberikan gambaran nilai SDM yang lebih menyeluruh.

Irga Afghani

Content Writer

Irga merupakan spesialis untuk penulisan bidang pengelolaan keuangan bisnis dengan pengalaman selama kurang lebih 3 tahun. Fokus penulisannya mencakup pencatatan dan pelaporan keuangan, analisis finansial, pengelolaan arus kas, serta pemanfaatan sistem akuntansi digital untuk membantu perusahaan meningkatkan akurasi dan efisiensi finansial.



HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
6281222846776
×

Chapter Selanjutnya