CNBC Awards

Ketahui Apa itu Forecasting, Tujuan serta Jenis untuk Kemajuan Bisnis Anda

Diterbitkan:

Banyak bisnis baru menyadari ada masalah ketika dampaknya sudah terasa. Stok tiba-tiba habis, arus kas menipis, atau target penjualan meleset jauh dari rencana. Di sinilah forecasting adalah fondasi penting dalam pengambilan keputusan bisnis.

Forecasting bukan sekadar perkiraan melainkan proses memproyeksikan kondisi masa depan berdasarkan data historis, tren pasar, dan pola operasional yang terukur.

Dengan forecasting yang tepat perusahaan dapat merencanakan anggaran lebih realistis, mengatur kapasitas produksi Keputusan bisnis pun tidak lagi reaktif, tetapi disusun lebih strategis dengan arah yang jelas.

Key Takeaways

  • Forecasting adalah proses memperkirakan kondisi bisnis di masa depan dengan menganalisis data historis dan pola yang berulang.
  • Metode forecasting dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif, tergantung pada ketersediaan data perusahaan.
  • Faktor yang mempengaruhi forecasting diantaranya sifat produk, metode distribusi, tingkat persaingan, data historis.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Definisi Forecasting

      Forecasting adalah proses memperkirakan kondisi bisnis di masa depan dengan menganalisis data historis dan pola yang berulang. Proses ini biasanya mencakup tren penjualan, perubahan permintaan, pergerakan biaya, hingga faktor musiman yang memengaruhi operasional.

      Proyeksi ini membantu manajemen mengantisipasi perubahan lebih awal, menekan risiko salah perencanaan, dan mengambil keputusan yang lebih terukur sesuai dinamika pasar.

      Tujuan Forecasting

      Berikut tujuan forecasting adalah sebagai berikut:

      • Untuk mengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku saat ini dan pada masa lalu serta melihat sejauh mana pengaruh pada masa mendatang.
      • Peramalan diperlukan karena adanya time lag atau delay antara saat suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan saat implementasi.
      • Peramalan merupakan dasar penyusutan bisnis pada suatu perusahaan sehingga dapat meningkatkan efektivitas suatu rencana bisnis

      Selain itu, sales forecast memiliki fungsi yang akan terlihat pada saat pengambilan keputusan. Keputusan yang baik ialah keputusan yang didasarkan atas pertimbangan apa yang akan terjadi pada waktu keputusan itu dilaksanakan.

      Baca juga: 5 Tips Mengoptimalkan Akurasi Sales Forecasting

      Faktor yang Mempengaruhi Forecasting 

      forecasting

      Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perhitungan dan hasil forecasting. Faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan oleh perusahaan agar perusahaan tidak salah dalam melakukan peramalan. Berikut daftarnya:

      1. Sifat produk

      Umur dari sebuah produk sangatlah berpengaruh. Apakah produk sebuah perusahaan memiliki jangka waktu yang panjang atau pendek untuk bertahan di pasar. Selain itu, produksi dari produk itu sendiri juga dapat mempengaruhi peramalan.

      2. Metode distribusi

      Kemampuan dari sebuah perusahaan untuk menjangkau konsumennya dalam pasar, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peramalan. Oleh karena itu, metode distribusi produk suatu perusahaan dapat menggambarkan seberapa besar pasar yang dapat dijangkau oleh perusahaan.

      3. Tingkat persaingan di dalam pasar

      Tingkat persaingan dapat dilihat dari posisi perusahaan pada pasar, apakah perusahaan tersebut menjadi market leader, follower, atau nicher. Posisi perusahaan juga dapat dilihat dari peluang yang dimiliki perusahaan dan tantangan yang berasal dari pesaing.

      4. Data historis

      Segala data kejadian yang berhubungan dengan perusahaan di masa lalu merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Data historis menjadi acuan penting untuk perusahaan dalam melakukan forecasting.

      download skema harga software erp
      download skema harga software erp

      Jenis Forecasting / Peramalan

      forecasting adalah

      Tentunya, forecasting memiliki beberapa jenis berdasarkan parameter tertentuBerikut penjelasan dari berbagai jenis peramalan:

      Berdasarkan waktu

      Metode peramalan atau forecasting berdasarkan waktu peramalan terbagi menjadi tiga, yaitu:

      1. Jangka panjang, yaitu forecasting yang menggunakan analisis dengan waktu yang lebih panjang biasanya berlangsung selama dua tahun lebih.
      2. Dalam jangka menengah, dengan jangka waktu tiga bulan hingga dua tahun.
      3. Jangka pendek, yaitu dengan jangka waktu nol hingga tiga bulan.

      Berdasarkan fungsi

      Berdasarkan fungsi terbagi menjadi tiga jenis yaitu:

      1. Economic forecast (peramalan ekonomi): Fokus pada memprediksi tingkat inflasi ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lainnya.
      2. Technological forecast (peramalan teknologi): memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik yang membutuhkan pabrik dan peralatan yang baru.
      3. Demand forecast (peramalan permintaan): peramalan yang bertujuan untuk mengetahui perkiraan permintaan dan kondisi pasar.

      Berdasarkan ketersediaan data 

      Ketersediaan data akan menentukan bagaimana forecasting bisa terjadi. Adapun jenis peramalan atau forecasting berdasarkan data adalah sebagai berikut:

      1. Metode Kualitatif 

      Perusahaan atau organisasi tidak memiliki data yang cukup untuk dianalisis. Sehingga Hasil peramalan juga akan sangat subyektif karena hasil analisis berbeda-beda. Contoh metode kualitatif: penyelidikan, wawancara, diskusi.

      2. Metode Kuantitatif 

      Baik perusahaan atau organisasi memiliki data yang cukup, biasanya menggunakan  metode kuantitatif. Yang mana dalam proses analisisnya menggunakan pendekatan data dan angka.

      Berdasarkan sifat penyusunannya

      Peramalan berdasarkan sifat penyusunannya terbagi menjadi dua jenis (Ginting, 2007), yaitu: 

      1. Subjektif, yaitu peramalan yang berdasar pada perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya.
      2. Objektif, yaitu peramalan yang berdasar atas data yang relevan pada masa lalu dengan menggunakan teknik-teknik dan metode-metode dalam penganalisaan data tersebut.

      Metode Forecasting

      Seperti yang telah kita pahami pada penjelasan sebelumnya, teradapat dua jenis forecasting berdasarkan ketersediaan datanya: 

      1. Metode kualitatif

      Metode kualitatif terpakai hanya apabila organisasi atau perusahaan tidak memiliki data di masa lalu. Entah karena data tersebut tidak layak atau tidak sesuai dengan apa yang ingin mereka ramalkan.

      Peramalan tersebut biasanya berdasarkan pemikiran yang bersifat intuisi, pendapat, dan pengetahuan serta pengalaman dari penyusunnya. Peramalan secara kualitatif ini juga berdasarkan hasil penyelidikan seperti pendapat salesman, pendapat sales manajer pendapat para ahli dan survey konsumen.

      Berikut metode kualitatif yang paling umum untuk melakukan forecasting: 

      • Survei pasar: dilakukan melalui pelaksanaan survei kepada konsumen, stakeholder, atau investigasi kepada praktisi bahkan pesaing.
      • Metode delphi: Dengan menggunakan sekelompok ahli dari berbagai latar belakang berkumpul untuk memberikan pendapat secara sistematis.
      • Personal insight: merupakan metode peramalan sederhana dan sudah tidak perusahaan besar gunakan. Metode ini orang gunakan dengan berdiskusi atau melihat referensi dari orang-orang yang berpengalaman dan ahli di bidangnya.
      • Konsensus: kebalikan dari metode delphi di mana peserta yang hadir melakukan diskusi secara terbuka. Hasil dari metode konsensus ini sangat bias. Oleh karena itu banyak perusahaan besar yang sudah meninggalkan metode ini untuk melakukan forecasting.

      2. Metode kuantitatif

      Metode ini biasa perusahaan atau organisasi gunakan saat mereka memiliki data yang cukup. Proses analisisnya menggunakan pendekatan data dan angka. Adapun berikut merupakan jenis metode peramalan kuantitatif:

      • Time Series: menggunakan analisis antara variabel yang akan diramalkan dengan variabel waktu. 
      • Sebab Akibat: berdasarkan pada keterkaitan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya. Namun, variabel nya bukan dalam bentuk waktu. 

      Baca juga: Kenali Apa itu Supply Chain Management untuk Optimalkan Bisnis Anda

      Kesimpulan

      Forecasting membantu bisnis memprediksi kondisi ke depan berbasis data, sehingga perusahaan bisa mengantisipasi perubahan permintaan, menjaga arus kas, dan menyusun strategi pertumbuhan dengan lebih terukur.

      Forecasting berbeda dengan planning. Forecasting memproyeksikan kemungkinan yang akan terjadi, sedangkan planning menyusun langkah secara sistematis untuk mencapai tujuan.

      Agar keduanya efektif, perusahaan perlu pengelolaan data yang rapi, akses dokumen yang cepat, dan pelaporan yang konsisten. Jika Anda ingin membahas penerapannya sesuai kondisi bisnis, Anda bisa berkonsultasi gratis tanpa komitmen.

      DocumentManagement

      Novi Herawati

      Content Writer

      Novi adalah Content Writer yang sudah berpengalaman selama 4 tahun yang aktif dalam menulis artikel untuk topik bisnis dan manajemen, integrasi sistem digital untuk otomatisasi bisnis, dan manajemen keuangan perusahaan. Melalui tulisannya, Ia mendorong inovasi dan efisien perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas bisnis.

      William adalah seorang praktisi dengan gelar Bachelor of Computer Science dari Nanyang Technological University Singapore, dengan keahlian mendalam terkait teknologi informasi dan pengembangan sistem. Pengalaman awal dalam bidang teknologi menumbuhkan ketertarikannya terhadap solusi enterprise yang dapat mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis. Selama sepuluh tahun terakhir, William mendalami dunia sistem Enterprise Resource Planning (ERP), yang memperkuat keahliannya dalam arsitektur sistem, implementasi solusi bisnis terintegrasi, serta optimalisasi proses operasional melalui teknologi.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya