BerandaProductsAccountingAkuntan: Pengertian, Kode Etik, serta Tanggung Jawabnya

Akuntan: Pengertian, Kode Etik, serta Tanggung Jawabnya

Sebuah perusahaan tentunya akan membutuhkan seseorang yang bertugas dalam mengatur pencatatan keuangan dan transaksi hingga mengelola seluruh kegiatan finansial perusahaan. Akuntan sendiri dapat kita katakan sebagai profesi yang menjanjikan. Sebab profesi ini dibutuhkan oleh segala jenis bidang bisnis dalam melakukan penghitungan serta pembuatan laporan keuangan. Berbagai pengelolaan finansial yang mereka jalankan umumnya mulai dari modal, pendapatan, pengeluaran, pajak, hingga laba rugi yang perusahaan peroleh. Kini, menjadi seorang akuntan tidaklah terlalu sulit karena ada sebuah sistem akuntasi dengan fitur menjanjikan yang dapat membantu pekerjaan Anda dalam mencatat keuangan. Sistem akuntansi terbaik dapat mengelola arus kas, membuat laporan keuangan, membuat faktur bahkan merekonsiliasi bank.

Download Sekarang: Skema Harga Software Akuntansi HashMicro

Sebagian besar dari mereka memiliki tugas umum yang kurang lebih serupa, namun tidak jarang juga memiliki tugas khusus yang berbeda-beda sesuai dengan jabatan mereka. Namun. dengan adanya sistem akuntansi terlengkap, pengerjaan laporan keuangan akan lebih cepat dengan keakuratan lebih tinggi dan hasil yang real-time. Segera otomatiskan pengelolaan arus kas dengan sistem akuntansi terbaik untuk pembuatan laporan keuangan lebih mudah dan efisien. Apabila Anda tertarik untuk menjadi seorang financial planner, memahami tugas mereka membantu Anda menentukan apakah Anda serius ingin menekuni profesi ini atau tidak. Berikut merupakan penjelasan lebih lengkap mengenai profesi yang terkenal bergelimang angka melalui artikel ini:

akuntan

Apa Itu Akuntan?

Akuntan
Sumber: Sisternet.co.id

Profesi akuntan adalah sebutan atas seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana jurusan akuntansi pada fakultas ekonomi sekaligus lulus pendidikan profesi akuntansi (PPAk). KBBI juga menjelaskan bahwa mereka adalah seorang ahli akuntansi yang bertugas menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi, dan memperbaiki tata buku serta administrasi perusahaan atau instansi pemerintah. 

Secara umum, seorang financial planner memiliki tanggung jawab yang terbilang cukup besar karena pekerjaannya berhubungan dengan perhitungan dan pencatatan data keuangan. Hal ini tentunya menyebabkan mereka harus menjadi lebih teliti agar terhindar dari kesalahan yang dapat berakibat fatal bagi perusahaan. 

Pada Indonesia sendiri telah terdapat beberapa standar akuntansi yang berguna dalam berbagai perusahaan dan organisasi. Standar utama akuntansi yakni IFRS (International Financing Reporting Standards) yang juga berlaku pada skala global. Indonesia kini juga telah menjadi anggota IFAC (International Federation of Accountants) yang menjadi alasan mengapa IFRS berfungsi sebagai standar akuntansi pada Indonesia. 

Baca juga: Apa Itu ERP Software dan Apa Kegunaannya bagi Bisnis Anda?

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Akuntan

Profesi akuntansi ini melakukan berbagai tugas dan tanggung jawab yang bergantung atas beberapa faktor seperti jenis perusahaan tempat mereka bekerja, kebutuhan klien, serta waktu tertentu dalam satu tahun. Memahami tugas umum mereka dapat membantu Anda menentukan apakah Anda ingin mengejar karir pada bidang ini atau tidak. Secara terperinci, berikut adalah beberapa fungsi akuntan: 

1. Membuat catatan transaksi keuangan

Fungsi akuntansi yang satu ini merupakan salah satu hal yang paling utama. Sebab, setiap perusahaan membutuhkan seorang pencatat keuangan. Hal tersebut yang tentunya menyebabkan profesi seorang akuntan sangat penting dalam perusahaan Anda. Tugas akuntan adalah memantau dan mendokumentasikan transaksi keuangan klien atau perusahaan selama periode tertentu. Tidak hanya itu, kemudian mereka juga mengumpulkan informasi dan menyiapkan entri ke dalam buku besar perusahaan.

2. Melakukan evaluasi anggaran

Evaluasi anggaran merupakan salah satu upaya yang seorang akuntan lakukan dalam rangka meningkatkan keuangan dalam suatu institusi atau perusahaan. Para akuntan menyelesaikan setiap perbedaan atau ketimpangan yang terdapat dalam suatu keuangan perusahaan dan melibatkan rekonsiliasi laporan, pernyataan, atau berbagai transaksi yang telah mereka dokumentasikan. Pengeluaran tersebut nantinya akan ditekan agar perusahaan terhindar dari kerugian. 

3. Mengatur proses pembayaran pajak

Semua warga negara yang telah memenuhi syarat yakni wajib pajak. Hal tersebut juga termasuk untuk perusahaan atau institusi. Maka dari itu, perhitungan pajak harus berjalan dengan orang yang memang memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Akuntan memiliki tugas untuk mengurus dan mengatur semua perhitungan dan pembayaran pajak secara efisien agar perusahaan dapat menunaikan kewajiban mereka.

4. Akuntan menyelidiki apabila terdapat kecurangan

Tidak dapat dipungkiri, pasti selalu terdapat oknum pegawai yang melakukan kecurangan dalam suatu perusahaan. Maka dari itu, perusahaan atau institusi membutuhkan jasanya untuk menyelidiki kecurangan yang mungkin saja terjadi. Sebab, kecurangan tersebut bisa menjadi masalah dan memicu kerugian yang sangat besar dalam suatu perusahaan.

menyelidiki kecurangan
Sumber: Accounting.binus.ac.id

5. Melaksanakan kontrol keuangan

Seperti yang kita ketahui, seorang akuntan bertanggung jawab untuk mengelola keuangan perusahaan dengan baik. Hal tersebut memungkinkan perusahaan untuk menghindari kerugian dan memastikan stabilitas dalam perusahaan. Pemantauan aliran dana masuk dan keluar sangat penting untuk mencegah dana disalahgunakan untuk tujuan yang tidak penting. Akuntan juga bertugas mendistribusikan keuangan secara tepat dan efisien.

6. Mengatasi permasalahan keuangan perusahaan

Seperti yang telah kita bahas sedikit sebelumnya, seorang akuntan tentunya sangat mengetahui posisi keuangan pada suatu perusahaan. Maka, akuntan harus mampu mengatasi masalah keuangan perusahaan agar tidak terjadi masalah yang fatal. Bahkan kesalahan sekecil apa pun dalam laporan atau perhitungan keuangan dapat berdampak negatif. Oleh karena itu, tugas utama pekerja akuntansi adalah mengelola masalah yang kompleks ini.

7. Memberi saran dan masukan atas masalah keuangan

Akuntan dengan pengalaman menangani keuangan berbagai perusahaan umumnya dapat memberikan saran dan pendapat tentang pengembangan bisnis dari perspektif keuangan. Mereka juga sering memberikan rekomendasi bagi perusahaan mengenai hal-hal seputar sumber daya, prosedur, dan masalah keuangan yang perusahaan hadapi. Dengan pengalaman dan keahlian tersebut, akuntan memungkinkan untuk memberikan umpan balik yang objektif dan saran yang berharga tentang perencanaan serta ide pengembangan bisnis.

8. Meningkatkan keuntungan

Setiap bisnis tentunya ingin memiliki keuntungan dengan persentase yang tinggi. Atas hal tersebut, akuntan merupakan orang yang dapat membantu perusahaan meningkatkan keuntungannya. Dengan memiliki laporan keuangan yang baik, maka seorang akuntan akan dapat mengambil sikap untuk menentukan strategi bisnis kedepannya. Sehingga, perusahaan bukan hanya bisa bertahan akan persaingan namun juga mendapatkan keuntungan tinggi baik dari sebelumnya.

Baca juga: Ketahui Apa itu Neraca Saldo dalam Akuntansi!

Kode Etik Profesi Akuntan

Dalam melakukan setiap pekerjaan, tentunya kita harus memiliki etika. Tidak terkecuali dalam profesi akuntansi ini. Seorang akuntan memiliki pedoman kode etik yang berisi landasan dan dasar bagi mereka untuk dapat menciptakan kepercayaan antara semua pihak yang berkaitan. Contohnya seperti organisasi, masyarakat, maupun perusahaan.

Kode etik ikatan akuntan Indonesia (IAI) merupakan aturan yang mengatur perilaku etika para akuntan para akuntan dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya. Kode etik ikatan akuntan Indonesia memuat beberapa prinsip etika sebagai berikut:

  • Kepentingan publik: Wajib bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalismenya.
  • Tanggung jawab profesi: Selalu menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang mereka lakukan.
  • Integritas: Dalam usahanya untuk memelihara kepercayaan publik, profesi akuntansi ini harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. 
  • Objektivitas: Semua kegiatan perhitungan dan pengolahan harus menjaga objektivitas, netral, dan tak terpengaruh kepentingan tertentu.
  • Kompetensi: Salah satu penjamin mutu dan kualitas layanan dari seorang profesional dalam bidang jasa.
  • Kehati-hatian: Bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan profesional yang berlaku saat memberikan jasa profesional akuntansi.
  • Kerahasiaan: Menghormati kerahasiaan informasi yang terperoleh selama melakukan jasa profesional akuntansi.
  • Standar teknis: Melaksanakan jasa sesuai standar teknis dan standar profesional yang berlaku.

Jenis-jenis Akuntan

Akuntan
Sumber: Ruangguru.com

Secara umum, seorang akuntan harus memiliki pendidikan serta keahlian dalam bidang ekonomi dan keuangan. Sehingga, mereka dapat membantu perusahaan dalam bidang-bidang tertentu seperti keputusan keuangan, pengembalian pajak, dan lainya. Apabila Anda memiliki ketertarikan dalam profesi akuntansi. Berikut ini adalah jenis-jenisnya:

1. Akuntan internal atau perusahaan

Akuntan internal dikenal juga sebagai akuntan perusahaan. Profesi akuntansi jenis ini adalah mereka yang menjadi bagian dari sebuah perusahaan. Karena berada di dalam sebuah perusahaan, maka seorang yang berprofesi sebagai akuntansi internal menduduki suatu jabatan dalam susunan organisasinya. Mereka bertugas untuk menyusun anggaran, menyusun sistem akuntansi perusahaan, sampai menyusun laporan kepada pihak luar. Selain itu, mereka juga mengurusi masalah pencatatan pajak perusahaan dan auditing atau pemeriksaan perusahaan secara internal.

Download Sekarang: Skema Harga Software Akuntansi HashMicro

2. Publik

Akuntan publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik dan wajib menjadi anggota Institut akuntan publik Indonesia (IAPI). Maka dari itu, mereka dapat menawarkan jasa independen kepada masyarakat umum. Karena sifatnya yang independen, akuntan publik biasanya memiliki kantor sendiri. Di sanalah mereka secara bebas bekerja dan menawarkan jasanya kepada masyarakat umum.

3. Akuntan pemerintah

Akuntan yang bekerja pada perusahaan pemerintah dikenal dengan profesi akuntan pemerintah. Misalnya, akuntan pemerintah bekerja pada badan pemeriksa keuangan (BPK) atau badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP). Tugas yang dilakukan oleh seorang akuntan pemerintah antara lain melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap aliran keuangan negara serta melakukan perancangan sistem akuntansi untuk pemerintah.

4. Pendidik

Akuntan pendidik adalah tenaga pendidik untuk ilmu akuntansi yang bekerja pada lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi. Secara sederhana dapat diartikan sebagai dosen atau guru yang mengajar mata pelajaran atau mata kuliah akuntansi. Profesi akuntansi pendidik berfokus pada dunia pendidikan. Tugas umum akuntansi pendidik yakni melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang akuntansi dan menyusun kurikulum dalam berbagai tingkat satuan pendidikan.

5. Syariah

Untuk perusahaan yang berpatokan pada hukum syariah Islam, umumnya mereka membutuhkan seorang akuntansi syariah yang memiliki pengetahuan lebih tentang perencanaan keuangan sesuai dengan standar akuntansi syariah. Karena berpegang pada prinsip syariah, standar kerjanya sesuai dengan standar akuntansi syariah dan juga berpegang pada keputusan MUI. Akuntansi syariah terbilang sangat baru dan masih jarang kita temui di Indonesia.

6. Pajak

Sekarang ini, beberapa perusahaan membagi tugas akuntansi sesuai dengan kebutuhan suatu perusahaan. Salah satu sub akuntansi yang mulai diterapkan oleh perusahaan adalah akuntansi pajak. Seorang akuntansi pajak bertugas untuk mencatat dan membuat pembukuan pajak perusahaan. Mereka juga bertugas mengatur keuangan yang akan dilaporkan kepada direktorat jenderal Pajak.

Kesimpulan

Seseorang yang berprofesi sebagai akuntan dapat dipercaya untuk mengelola semua  keuangan suatu perusahaan. Jenis profesi akuntansi sangat bervariasi dan dapat menjadi pilihan dalam menentukan jenjang karir Anda. Namun, semua jenis profesi akuntansi ini tetap harus berpegang teguh terhadap kode etiknya meski setiap profesi memiliki spesifikasi masing-masing dalam membantu kinerja perorangan, lembaga, atau perusahaan.

akuntan

Dalam masa yang semakin praktis dan mudah ini, banyak aplikasi yang bisa membantu meringankan tugas dan fungsinya. Salah satunya yakni dengan menggunakan Software akuntansi dari HashMicro. Perkirakan harga software dengan perhitungan skema harga software core ERP dari HashMicro. Transformasikan proses akuntansi perusahaan Anda mulai dari pencatatan transaksi, biaya dan pengeluaran, rekonsiliasi bank, dan masih banyak lagi secara otomatis dengan ERP cloud terbaik sekarang juga!

Download Sekarang: Skema Harga Software Akuntansi HashMicro

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Vania Marsha Kristiani
Vania Marsha Kristiani
A Junior Content Writer at HashMicro who Interested in Digital and Growth. Also a life-time learner who always strive to learn and grow.

Coba Gratis Software HashMicro

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan DAPATKAN DEMO GRATISNYA!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA