BerandaMost ViewedAccountingAudit Adalah : Pengertian, Jenis dan Tahapannya dalam Perusahaan

Audit Adalah : Pengertian, Jenis dan Tahapannya dalam Perusahaan

Pengelolaan uang memang menjadi salah satu hal dasar yang penting bagi sebuah perusahaan. Namun, dalam pengerjaannya hal tersebut pastinya tidak luput dari berbagai kesalahan yang mungkin muncul. Untuk menghindari kekeliruan dalam mengelola data dan informasi yang ada, maka sebuah perusahaan atau pengelola bisnis akan melakukan hal yang Anda kenal dengan istilah audit. Biasanya, laporan keuangan yang belum atau tidak melewati proses ini akan kurang dipercaya kewajarannya oleh stakeholder.

Audit biasanya berhubungan dengan keuangan suatu entitas. Namun bukan berarti proses ini hanya untuk sistem keuangan. Pada kenyataannya, proses ini juga terjadi pada hal selain keuangan seperti audit operasional, strategi, maupun IT. Meski terlihat sepele, proses tersebut nyatanya memiliki peran yang sangat besar dalam kinerja sebuah perusahaan atau bisnis. Sudah sewajarnya pemilik perusahaan melakukan audit untuk mampu mengambil keputusan tepat yang sesuai dengan data yang terkumpul. Simak penjelasan ini untuk lebih memahami tentang pengertian audit beserta jenis, tahapan, beserta standarnya. 

audit Daftar Isi

Apa itu Audit?

audit adalah
qatarbuyandsell.com

Pengertian Audit secara Umum

Audit adalah kegiatan pengumpulan dan pemeriksaan bukti terkait suatu informasi untuk menentukan dan membuat laporan tentang tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang sudah perusahaan tentukan. Selain itu, tujuan kegiatan juga untuk memastikan bahwa sistem pembukuan dan tata kelola perusahaan terhindar dari kesalahan penyajian atau penipuan (fraud). Secara umum, kegiatan ini terdapat pada laporan keuangan, berbagai catatan pembukuan, serta bukti pendukung yang perusahaan buat.

Dalam pelaksanaannya, proses ini biasanya dilakukan oleh auditor. Yaitu seseorang yang memiliki kompetensi untuk mengaudit dan independen. dalam dunia bisnis, istilah auditing ini perannya sebagai laporan keuangan yang dilakukan oleh akuntan publik dalam menilai layak tidaknya suatu penyajian laporan keuangan yang telah perusahaan buat dengan mengacu pada prinsip akuntansi yang berlaku secara sah.

Baca juga: 4 Langkah Mudah Melakukan Audit di Perusahaan Manufaktur

 

Pengertian Audit Menurut para Ahli

Berikut ini merupakan pendapat beberapa ahli dalam mengulas definisi audit secara lebih mendalam:

  • Mulyadi (2002) 

 merupakan suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan ekonomi. Tujuannya yaitu untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara laporan dengan kriteria dan menyampaikan hasil kepada pengguna yang bersangkutan.

  • Arens dan Loebbecke (2003)

Auditing merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi yang dapat Anda ukur pada suatu entitas ekonomi. Tujuannya yaitu untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ada. 

  • William F. Meisser (2003)

Auditing merupakan proses sistematik untuk mengevaluasi bukti mengenai tindakan dan kejadian ekonomi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan tingkat kesesuaian antara penugasan dan kriteria yang ada. Hasil dari penugasan tersebut akan perusahaan komunikasikan kepada pihak pengguna yang berkepentingan.

  • Sukrisno Agoes (2004) 

Auditing adalah sebuah pemeriksaan laporan keuangan yang telah manajemen susun beserta dengan catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya. Pemeriksaan ini perusahaan lakukan secara kritis dan sistematis oleh pihak yang independen. Tujuan proses ini yaitu untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

 

Jenis Audit Berdasarkan Pemeriksaannya

Dalam penerapannya dalam dunia bisnis, auditing terbagi kedalam beberapa jenis. Berikut ini merupakan jenis auditing berdasarkan pemeriksaannya:

1. Audit internal 

Proses ini merupakan proses penilaian yang sistematis dan objektif yang auditor lakukan dari dalam perusahaan (internal). Biasanya, yang menjadi auditor yaitu karyawan atau orang yang memang sudah ada dan bekerja di bisnis atau perusahaan tersebut. Karena  idealnya auditor ini objektif dan bebas dari pengaruh orang lain dalam perusahaan, tetapi mereka pada akhirnya melaporkan kepada atasan.

Audit internal juga biasanya memiliki fokus terhadap kejadian yang akan datang dengan memperbaiki hasil evaluasi dan merancang strategi dengan lebih baik. Tujuan pemeriksaan audit internal adalah untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan memberikan analisis, penilaian, saran dan komentar mengenai kegiatan yang manajemen periksa. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya risiko dan penyalahgunaan dana seperti penggelapan. 

2. Audit eksternal 

Kebalikan dari audit internal, proses eksternal ini merupakan proses penilaian ulang yang dilakukan oleh orang atau lembaga independen dari luar manajemen bisnis atau perusahaan. Proses ini bertujuan untuk membantu menghilangkan bias dalam meninjau keadaan keuangan perusahaan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu para stakeholder untuk membuat analisa dan keputusan yang tepat terkait dengan perusahaan yang diaudit. Umumnya, laporan auditor eksternal ini berisi opini mengenai kewajaran laporan keuangan. Selain itu, terdapat juga management letter yang berisi pemberitahuan terkait perbaikan yang dapat perusahaan lakukan kedepannya. 

Tahapan Pelaksanaan 

Untuk mencapai tujuan audit yang sesuai dengan perencanaan perusahaan, terdapat tahapan-tahapan yang perlu Anda lakukan:

1. Penerimaaan bahan 

Sebelum berjalannya kegiatan ini, biasanya terdapat kesepakatan yang disetujui bersama. Sehingga dalam tahapan ini akan ada penjelasan mengenai peran auditor serta persyaratan kontrak untuk klien tandatangani. Setelah itu, klien akan menyerahkan laporan keuangannya untuk auditor melakukan proses auditing laporan keuangan sesuai tugasnya. Persiapan tersebut melibatkan pelatihan personel serta memastikan kelengkapan catatan dan dokumen.

2. Persiapan dan perencanaan 

Proses persiapan dan perencanaan merupakan tahap selanjutnya yang wajib auditor ketahui. Umumnya, proses ini dapat berlangsung satu hari saja atau bahkan seminggu tergantung sifat auditnya. Ada beberapa hal yang perlu auditor pahami sebelum melakukan proses ini, yaitu:

  • Memahami industri bisnis klien 
  • Melakukan prosedur analitik 
  • Menentukan materialitas dan menetapkan risiko 
  • Memahami struktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian 
  • Mengembangkan rencana dan program audit

3. Eksekusi pelaksanaan 

Hal selanjutnya setelah melakukan perencanaan yaitu eksekusi pelaksanaan. Hal ini biasanya auditor jalankan dengan mengumpulkan dan menganalisis data serta informasi. Terutama, untuk menilai keperluan kontrol internal organisasi. Dalam proses ini, biasanya auditor melakukan wawancara, pemeriksaan dokumen, dan hal lainnya untuk mengembangkan temuan auditing. 

4. Pelaporan 

Pelaporan merupakan tahap hasil dari pekerjaan audit yang telah terselesaikan. Laporan ini adalah bentuk komunikasi auditor dengan pihak lainnya sehingga tidak boleh auditor buat secara sembarangan. Dalam laporan ini, ada hal yang wajib auditor cantumkan. Seperti jenis opini, jasa yang perusahaan tawarkan, objek, lingkup, serta tujuan audit. Laporan ini juga berisikan opini auditor dan rekomendasi cara memperbaiki kesalahan.

5. Korektif audit

Tahap terakhir dalam proses ini yaitu tahap korektif. Laporan yang telah terselesaikan pastinya memerlukan tindakan korektif dan preventif. Tindakan ini mencakup perbaikan atas kegagalan atau kekurangan dari temuan hasil audit tersebut. Selain itu, pada tahap ini juga kita melakukan beberapa tindakan pencegahan. Yaitu untuk mencegah terjadinya faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan suatu perusahaan masa mendatang. 

 

Standar Pelaksanaan 

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa standar atau acuan yang perlu Anda perhatikan dalam auditing keuangan. 

1. Standar umum

Hal ini merupakan standar yang mengatur mengenai keahlian, pelatihan berkelanjutan, independensi dan kemahiran profesional auditor. Beberapa standar umum yang harus auditor perhatikan yaitu: 

  • Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang bisa memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor dan bukan hanya akuntan.
  • Dalam semua hal yang berhubungan dengan ikatan, seorang auditor harus bisa bersikap profesional dan juga harus bersikap objektif tanpa memihak dan juga tanpa ada kecurigaan kerja sama.
  • Auditor harus mempertahankan mental dari segala hal yang berkaitan dengan perikatan dan independensi.
  • Auditor wajib memanfaatkan keahlian profesionalnya dalam proses pelaksanaan audit hingga kegiatan pelaporan dengan cermat dan seksama.
  • Pemeriksaan harus dilakukan oleh pihak yang memiliki keahlian yang memadai sebagai auditor, bukan hanya akuntan. 

2. Standar lapangan

Ini merupakan standar yang mengatur proses pekerjaan lapangan pada saat auditing. Proses ini sifatnya lebih khusus yang mencangkup hal-hal mengenai kinerja audit pada lapangan. Ada beberapa prosedur yang harus auditor perhatikan dalam pelaksanaan standar ini, yaitu: 

  • Kinerja lapangan pada dasarnya dapat tergantung dari perencanaan yang dilakukan. Oleh sebab itu, sebagai tenaga profesional, seluruh pekerjaan harus direncanakan dengan baik dan matang. 
  • Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
  • Jika penyusunan laporan keuangan perusahaan tidak konsisten, laporan auditor harus menjelaskannya dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan.
  • Harus terdapat pernyataan atau pendapat tentang laporan keuangan yang sedang diperiksa pada laporan audit tersebut.

 

Contoh Laporan Audit

Berikut ini merupakan beberapa contoh laporan audit: 

1. Laporan audit internal 

Audit internal
Sumber: slideshare.net

2. Laporan audit ekternal 

laporan audit external
Sumber: www.uc.ac.id

 

Kesimpulan

Dari penjelasan tersebut, Anda telah mengetahui bahwa audit memegang peran penting dalam jalannya suatu perusahaan. Agar mendapatkan sebuah hasil audit yang memuaskan dan layak, sebuah perusahaan harus mempertimbangkan proses pencatatan dan penyajian laporan keuangan yang sesuai.

audit

Namun, pencatatan secara manual tentu saja akan membutuhkan banyak waktu dan berpeluang besar adanya human error. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan bantuan Sistem Akuntansi dari HashMicro. Dengan sistem kami, Anda dapat dengan mudah membuat laporan keuangan serta melakukan pencatatan transaksi secara otomatis dan cepat. 

Artikel terkait: 

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Vania Marsha Kristiani
A Junior Content Writer at HashMicro who Interested in Digital and Growth. Also a life-time learner who always strive to learn and grow.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA