6 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menjalankan Usaha Restoran

Dias Marendra
usaha restoran

Di antara berbagai lini bisnis yang ada, usaha restoran merupakan salah satu yang paling populer. Selama manusia masih butuh makan, maka restoran atau rumah makan akan selalu dicari untuk menghilangkan rasa lapar. Namun sayangnya, kenyataan yang terjadi seringkali tak seindah yang dibayangkan.

Menjalankan usaha restoran membutuhkan persiapan yang tak sedikit, sangat menyita waktu dan memiliki resiko kegagalan yang tinggi. Seperti yang sudah kami singgung pada artikel sebelumnya, sebagian besar pebisnis yang terjun ke bisnis ini gagal di tahun pertama.

Data mengatakan bahwa lebih dari 60% pemilik usaha restoran berujung menutup bisnisnya. Penyebab utama dari kegagalan tersebut adalah minimnya persiapan yang dilakukan. Persiapan ini meliputi peracikan menu, pembuatan konsep restoran, hingga mencari kandidat karyawan yang tepat. Tak optimalnya salah satu aspek tersebut akan membuat restoran anda tak akan berjalan dengan semestinya.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang sebelum membuka usaha restoran anda. Namun pada artikel kali ini kami akan membahas 6 hal paling utama yang harus anda dahulukan. Mari kita mulai dari yang pertama, yaitu menentukan siapa pelanggan anda.

Artikel terkait:

Tentukan target pemasaran

Hal ini mungkin akan sulit diterima oleh mereka yang baru saja menjalankan bisnisnya. Umumnya mereka menginginkan siapa saja bisa mengunjungi restorannya. Sayangnya hal ini mustahil untuk dicapai, karena realistisnya target pasar anda hanyalah 5 hingga 10 persen dari jumlah penduduk yang ada di sekitar restoran anda.

Bingung menentukan target pasar anda? Itu adalah pertanda yang bagus! Artinya anda mulai meninggalkan paradigma lama yang mana anda menargetkan siapa saja menjadi lebih spesifik. Jangan khawatir jika anda bingung. Kami akan membantu anda.

Secara umum, kami akan membagi target pemasaran restoran ke dalam lima kategori:

  • Generasi Y. Kategori pertama ini lebih dikenal sebagai ‘generasi milenial’. Banyak pemilik usaha restoran menargetkan generasi Y. Ciri-cirinya:
    1. Lahir di tahun 1980 – 2000
    2. Punya keragaman etnis yang paling luas
    3. Jumlahnya lebih banyak dibanding kategori lainnya
    4. Lebih menyenangi fast food dan restoran yang melayani dengan cepat
    5. Burger dan pizza jadi menu yang paling digemari
  • Generasi X. Kategori selanjutnya cukup banyak dijadikan target market restoran. Perhatikan ciri-cirinya:
    1. Lahir di tahun 1965 – 1980
    2. Punya nilai kekeluargaan yang kuat, sering berkunjung ke restoran bersama keluarga
    3. Lebih memilih makan di restoran dengan pelayanan yang cepat atau restoran dengan konsep prasmanan
    4. Lebih menyenangi restoran yang nyaman dikunjungi bersama keluarga mereka
  • Baby Boomers. Jumlahnya tak banyak, namun berkocek tebal. Ciri-cirinya:
    1. Lahir di tahun 1946 – 1964
    2. Umumnya terdiri dari para pensiunan
    3. Punya anak dan cucu yang masuk dalam generasi X dan Y
    4. Kocek tebal dan tak sayang membelanjakannya untuk menyenangkan keluarga
    5. Menyenangi restoran dengan atmosfir kekeluargaan yang kental atau restoran yang bersifat formal (restoran hotel)
  • Empty Nester. Orangtua yang tinggal sendirian di rumah. Ciri-cirinya:
    1. Umurnya berkisar antara awal 50-an hingga 60-an
    2. Punya anak namun rata-rata sudah tak tinggal serumah
    3. Lebih senang mengunjungi restoran mewah dengan pelayanan terbaik
    4. Tak perduli harga karena memiliki pendapatan per kapita yang paling tinggi
  • Seniors. Yang paling tua di antara generasi lainnya. Ciri-ciri:
    1. Rata-rata umurnya lebih dari 65 tahun
    2. Berpenghasilan tetap, sehingga lebih memilih restoran yang nyaman dan harganya lebih terjangkau
    3. Lebih menyenangi makanan yang porsinya kecil namun sehat karena kondisi kesehatan
    4. Preferensi restorannya yakni yang bernuansa keluarga dan memberikan pelayanan yang baik

Konsep restoran

Jika anda melihat sebuah restoran dengan nama “Sederhana” termpampang di muka restoran, maka sudah pasti anda membayangkan akan menyantap rendang, makan dengan tangan, dan seluruh makanan dihidangkan di meja alih-alih memilih apa yang ingin di makan lewat menu. Inilah yang dinamakan dengan konsep restoran. Hal inilah yang akan membekas di ingatan para pengunjung restoran anda.

Maka dari itu, pilihlah konsep terbaik yang sesuai dengan target pasar anda. Selain memberikan kesan yang kuat, pengunjung restoran anda bisa membayangkan makanan seperti apa yang bisa mereka nikmati dari restoran anda. Ada beberapa konsep food and beverage yang populer di Indonesia. Anda bisa mengambil contoh dari beberapa konsep restoran ini, atau justru mengembangkannya:

  • Seafood
  • Rumah steak
  • Restoran keluarga
  • Restoran etnik
  • Pizza
  • Coffehouse
  • Bakery

Dekorasi interior

Setelah mengetahui siapa yang menjadi target pasar anda serta konsep yang ingin anda hadirkan di restoran, langkah berikutnya adalah menentukan tampilan interior restoran anda. Pastinya akan terasa janggal jika makanan yang anda hidangkan adalah burger atau pizza, sementara pelanggan anda duduk di atas tatami dan disediakan sumpit.

Sebenarnya tak ada yang salah memadumadankan makanan cepat saji dengan nuansa keluarga. Karena di zaman sekarang, makin unik desain interior restoran, makin banyak peminatnya. Seperti misalnya restoran yang pengunjungnya ditutup matanya. Ada juga restoran yang menghadirkan nuansa horor lengkap dengan minuman berwarna merah seperti darah.

Buat perencanaan bisnis

Persiapan berikutnya yang bisa anda lakukan adalah membuat perencanaan bisnis – tahap yang paling penting dalam rangkaian persiapan ini. Hal ini penting karena perencanaan bisnis yang baik akan mempermudah anda mencari bantuan dana. Berikut ini beberapa hal yang harus dicantumkan dalam perencanaan bisnis anda:

  • Penggambaran konsep restoran secara mendetail
  • Target pasar restoran anda
  • Menu dan harganya
  • Informasi keuangan secara mendetail (termasuk dana yang anda miliki untuk membuka usaha restoran)
  • Prediksi pemasukan dan pengeluaran
  • Rencana pemasaran (online dan offline)
  • Perekrutan pegawai (sampai dengan pelatihan yang ingin dijalankan)
  • Hingga cara anda menangani kesulitan yang mungkin datang setiap harinya

Menentukan lokasi

Penentuan lokasi akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan usaha restoran anda. Restoran prasmanan ramai ketika berdekatan dengan perkantoran atau pabrik. Coffee shop anda akan penuh dengan pengunjung sepanjang hari saat anda memosisikan restoran anda dekat dengan kampus.

Posisi menentukan prestasi, begitu kata pepatah. Tak hanya berlaku pada saat ujian, namun bisa diaplikasikan juga saat memilih lokasi restoran anda. Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang patut anda pertimbangan dalam pemilihan lokasi. Di antaranya adalah:

  • Biaya sewa. Seimbangkan antara potensi pemasukan dari pelanggan di sekitar lokasi dengan biaya sewa. Jangan sampai hal ini justru merugikan anda.
  • Jumlah orang yang lewat. Jika anda menargetkan karyawan untuk jadi pelanggan, pastikan mereka lewat di depan toko anda pada saat istirahat siang. Jika sepi, pertimbangkan pilihan lokasi anda.
  • Lahan parkir. Cari lokasi di mana pengunjung anda bisa memarkir kendaraannya tanpa harus khawatir terjadi sesuatu dengan mobil/motornya.
  • Bisnis lainnya di sekitar lokasi. Jika ada orang lain yang sudah terlebih dulu membuka restoran dengan tema atau jenis makanan yang sama, coba cari lokasi lain. Selain tak etis, persaingan seperti ini juga tak sehat untuk perkembangan usaha anda.
  • Pembangunan di sekitar. Jika anda melihat di sekitar lokasi pilihan terdapat pembangunan gedung atau perkantoran, maka anda sudah memilih lokasi yang tepat untuk membuka usaha restoran.

Image result for restaurant location

Mencari pembiayaan

Tak bisa dipungkiri, memulai usaha restoran itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Mulai dari bahan baku, peralatan memasak, perlengkapan makan, gaji karyawan, dan lain-lainnya membutuhkan dana yang sangat besar. Maka dari itu tak jarang pengusaha restoran yang berusaha mencari pinjaman modal dari pihak ketiga. Pilihannya antara lain:

  • Keluarga dan teman. Mencari pinjaman modal dari keluarga atau teman kerap jadi pilihan terbaik karena pihak ini tak memberikan bunga atas pinjaman anda. Selain itu, tempo pengembaliannya pun sangat fleksibel, tergantung semahir apa anda bernegoisasi dengan keluarga/teman anda.
  • Rekanan bisnis. Begitu istilahnya yang populer di kalangan pebisnis. Yang satu punya ide, lainnya punya dana.
  • Program pemerintah. Cukup banyak program pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk mencari modal yang anda butuhkan. Lihat mana yang paling cocok untuk usaha restoran anda.

Bacaan lainnya:

Pembahasan di artikel berikutnya

Menu adalah esensi dari dari sebuah restoran. Penyajian, tampilan, serta rasa adalah aspek yang tak boleh dikesampingkan oleh anda sebagai pemilik restoran. Ketiga hal ini harus dimatangkan konsepnya, serta dibuat semenarik mungkin sehingga meninggalkan kesan mendalam kepada setiap pengunjung restoran anda.

Artikel berikutnya kita akan mengkaji lebih dalam hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam meramu menu restoran. Klik tombol di bawah ini untuk membaca artikel tersebut.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles