Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Nadia
Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
6281222846776
×
close button
Violet

Nadia

Active Now

Violet

Nadia

Active Now

Chapter Selanjutnya

CNBC Awards

7 Cara Meningkatkan ROI Restoran

Diterbitkan:

ROI restoran adalah cara mengukur seberapa besar hasil balik dari investasi yang dikeluarkan, mulai dari biaya operasional sampai pemasaran. Untuk aktivitas promosi, pemilik restoran juga bisa menghitung ROMI (return on marketing investment) agar tahu kampanye mana yang benar-benar menghasilkan penjualan.

Saat ini, porsi transaksi off-premises (takeout/delivery/drive-thru) sudah jadi sumber pertumbuhan penting, sehingga kanal digital dan promosi perlu dihitung lebih rapi.

Bahkan, laporan National Restaurant Association menyebut hampir 75% traffic restoran terjadi off-premises dan mobile ordering digunakan 57% orang dewasa belakangan ini.

Jadi, bagaimana cara memaksimalkan return on investment (ROI) dan menurunkan pengeluaran bisnis restoran Anda? Simak artikel ini untuk mengetahui caranya!.

Key Takeaways

  • Dengan menghitung ROI restoran, Anda dapat menggunakan budget marketing Anda dengan maksimal.
  • Bisnis harus dapat mengukur dan menyesuaikan strategi pemasaran mereka sehingga dapat mengoptimalkan pengeluaran.
  • Software F&B HashMicro adalah sistem ERP yang yang tepat untuk membantu Anda mempercepat ROI.
Klik di Sini untuk Demo Gratisnya!
DemoGratis

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      7 Tips Meningkatkan ROI Restoran

      Berikut adalah 7 tips yang bisa membantu Anda meningkatkan restoran.

      1. Hitung ROI dan ROMI

      ROMI adalah cara mengukur balik modal dari biaya marketing, sehingga pemilik restoran tahu kampanye mana yang layak diteruskan. Rumus praktisnya: ROMI = (Margin Tambahan dari Kampanye − Biaya Kampanye) ÷ Biaya Kampanye × 100%.

      Contoh singkat: restoran mengeluarkan Rp5.000.000 untuk iklan dan menghasilkan margin tambahan Rp12.000.000. ROMI = (12.000.000−5.000.000)/5.000.000 = 140%, artinya kampanye tersebut menguntungkan dan bisa di-scale.

      Checklist:

      • Catat biaya kampanye per channel (IG Ads, Google, influencer, dll.)
      • Hitung margin tambahan, bukan omzet tambahan
      • Matikan kampanye yang ROMI-nya negatif selama 2–4 minggu berturut

      2. Kenali Pasar Paling Untung

      Tidak semua pelanggan dan jam operasional memberi profit yang sama, jadi ROI sering bocor karena restoran mengejar volume yang marginnya tipis. Mulai dari memetakan transaksi berdasarkan jam ramai, channel (dine-in/takeout/delivery), dan menu terlaris.

      Setelah ketemu polanya, fokuskan promosi dan stok ke segmen yang paling menguntungkan. Ini biasanya terlihat dari kombinasi repeat order tinggi + AOV tinggi + margin stabil.

      Checklist:

      • Kelompokkan data penjualan berdasarkan jam, hari, dan channel
      • Identifikasi 10 menu penyumbang margin terbesar
      • Prioritaskan promo untuk segmen repeat order dan AOV tinggi

      3. Optimalkan Harga dan Menu

      ROI bisa naik tanpa menambah traffic jika restoran memperbaiki pricing dan komposisi menu. Caranya adalah menaikkan kontribusi menu margin tinggi, sekaligus mengurangi menu yang sering bikin waste atau biaya bahan baku tidak stabil.

      Lakukan perubahan kecil namun konsisten, seperti ukuran porsi yang lebih standar atau penyesuaian harga bertahap pada menu populer. Dengan begitu, kenaikan penjualan akan lebih cepat terasa pada profit.

      Checklist:

      • Tandai menu margin tinggi vs margin rendah (minimal bulanan)
      • Terapkan standar porsi dan resep agar cost per plate konsisten
      • Review harga bahan baku untuk menu sensitif (ayam, seafood, dairy)

      4. Kelola Website dan Kanal Online

      Website dan kanal online adalah titik keputusan sebelum pelanggan membeli, jadi harus dibuat cepat dan jelas di mobile. Pastikan menu, jam buka, lokasi, dan CTA pesan (WhatsApp/order link) tampil tanpa pelanggan harus scroll terlalu jauh.

      Selain itu, arahkan kampanye ke halaman yang benar, bukan hanya ke homepage. Landing yang tepat akan meningkatkan konversi sehingga ROI marketing lebih cepat naik.

      Checklist:

      • Pastikan halaman menu + tombol pesan mudah diakses dari mobile
      • Buat 1 landing sederhana untuk promo (bundle/voucher)
      • Lacak order masuk dari mana (IG/Google/website/marketplace)

      5. Buat Promo yang Menguntungkan

      Promo sering membuat omzet naik, tapi ROI bisa turun kalau diskonnya asal tebas. Gunakan promo berbasis margin, seperti bundle, minimum order, atau add-on yang mendorong AOV tanpa memangkas profit terlalu dalam.

      Pilih promo yang mudah dihitung dampaknya, lalu ukur dengan ROMI agar keputusan tidak berdasarkan feeling. Kalau promonya ramai tapi margin jatuh, itu sinyal untuk ubah mekanismenya.

      Checklist:

      • Gunakan bundle yang menaikkan AOV (bukan diskon per item)
      • Tetapkan syarat minimum order untuk voucher
      • Ukur ROMI promo per minggu, bukan hanya impression/like

      6. Tekan Food Cost dan Waste

      Salah satu sumber kebocoran ROI terbesar adalah selisih stok, expired, dan waste yang tidak tercatat. Mulai dari par level, reorder point, dan pencatatan waste per item agar pembelian lebih terkendali.

      Saat food cost stabil, setiap kenaikan transaksi akan lebih cepat menjadi profit. Ini juga membuat perencanaan promo lebih aman karena cost bahan baku sudah lebih terukur.

      Checklist:

      • Tetapkan par level + reorder point untuk bahan baku utama
      • Catat waste harian untuk item cepat rusak
      • Lakukan stock opname rutin untuk item high-value (daging, seafood, dairy)

      7. Implementasikan Sistem Restoran

      Operasional yang sudah ramai butuh sistem agar biaya tidak ikut membengkak dan data tidak tercecer. Sistem restoran membantu menyatukan penjualan, inventaris, pembelian, dan laporan biaya sehingga pemilik bisa mengambil keputusan cepat dari satu sumber data.

      HashMicro F&B Software bisa membantu restoran mengontrol penjualan, stok, dan biaya secara lebih rapi melalui sistem yang terintegrasi. Dengan data yang tersambung, restoran dapat menekan kebocoran biaya dan mempercepat langkah yang berdampak langsung pada ROI.

      Checklist:

      • Pilih sistem yang menghubungkan POS, inventaris, dan pembelian
      • Pastikan ada laporan margin, food cost, dan penjualan per channel
      • Siapkan SOP input data agar laporan konsisten sejak awal

      Software Restoran HashMicro untuk Meningkatkan ROI Restoran Anda

      pos restoran

      HashMicro F&B Software membantu restoran mengendalikan penjualan, stok, dan biaya operasional dalam satu sistem terintegrasi. Dengan data real-time, pemilik bisa melihat menu paling menguntungkan, menekan pemborosan, dan mengambil keputusan lebih cepat untuk menaikkan ROI.

      Sistem ini juga memudahkan kontrol multi-outlet lewat automasi pembelian, inventaris, dan laporan yang rapi. Hasilnya, operasional lebih konsisten, food cost lebih terjaga, dan strategi promo bisa dievaluasi berdasarkan angka, bukan perkiraan.

      HashMicro juga dilengkapi fitur-fitur sebagai berikut:

      • Manajemen Inventaris Otomatis – Pantau stok masuk/keluar, tingkat minimum, dan peringatan restock secara real-time.
      • Kontrol Food Cost & Waste – Hitung HPP per menu, identifikasi waste, dan jaga margin tetap stabil.
      • Integrated POS System – Sinkronisasi penjualan dari kasir dengan data dapur, inventaris, dan laporan keuangan.
      • Purchasing & Supplier Management – Proses pembelian otomatis dengan approval flow dan riwayat harga supplier.
      • Manajemen Multi-Outlet – Kelola banyak cabang sekaligus, termasuk transfer stok, menu, dan performa outlet.
      • Laporan Real-Time & Dashboard – Lihat kinerja restoran secara langsung, dari margin menu hingga penjualan per jam.

      Kesimpulan

      Kesimpulannya, ROI restoran akan lebih cepat naik jika pemilik fokus pada hal yang paling berdampak: kontrol food cost, minimalkan waste, dan optimalkan strategi pemasaran berdasarkan ROMI.

      Dengan pengukuran yang konsisten, restoran bisa berhenti menghabiskan budget untuk aktivitas yang ramai tetapi tidak menghasilkan margin.

      Agar perbaikan berjalan lebih stabil, restoran juga perlu proses yang rapi dari penjualan, stok, hingga pembelian dan laporan. Saat operasional sudah terintegrasi, keputusan jadi lebih cepat, biaya lebih terkendali, dan pertumbuhan restoran lebih mudah dijaga.

      Jadi, mengimplementasikan sistem restoran dalam bisnis Anda bisa memberi banyak keuntungan. Coba demo gratis sekarang!

      HashFBTechnology

      Pertanyaan Seputar ROI Restoran

      • Berapa ROI restoran yang dianggap “sehat”?

        ROI yang “sehat” biasanya terlihat dari tren profit yang stabil, food cost terkendali, dan arus kas positif secara konsisten. Karena tiap konsep restoran berbeda, patokan terbaik adalah membandingkan ROI bulan ini vs 3–6 bulan sebelumnya, lalu cek apakah strategi yang dijalankan benar-benar menaikkan margin.

      • Apa bedanya ROI restoran vs ROMI?

        ROI restoran mengukur hasil balik dari investasi bisnis secara lebih luas, termasuk biaya operasional, peralatan, hingga ekspansi. Sementara ROMI fokus pada efektivitas biaya pemasaran—apakah budget iklan atau promo benar-benar menghasilkan margin tambahan.

      • Kapan restoran perlu pakai software terintegrasi?

        Restoran biasanya mulai butuh sistem terintegrasi saat stok sering selisih, food cost sulit dikontrol, atau laporan penjualan antar channel tidak sinkron. Tanda lainnya adalah ketika outlet bertambah, volume transaksi naik, dan pemilik butuh dashboard real-time untuk ambil keputusan cepat.

      Jessica Wijaya

      Senior Content Writer

      Selama lebih dari 5 tahun sebagai Senior Content Writer, Jessica telah menulis topik yang mengulas tentang bidang inventory dan warehouse management. Keahliannya mencakup penulisan artikel manajemen stok dan persediaan, perencanaan kebutuhan, multi-warehouse management, dan integrasi sistem digital untuk pengelolaan barang.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.