Rekrutmen Karyawan: Tips Agar HRD Tidak Salah Pilih Karyawan

Syifa Fadiyah
Rekrutmen

Sebagai seorang manajer HRD, Anda pasti tidak ingin mempekejakan karyawan yang salah. Alsannya jelas. Mempekerjakan karyawan yang tidak tepat sangat merugikan waktu dan uang. Oleh karena itu, saat rekrutmen karyawan Anda harus sangat hati-hati.

Artikel ini akan membantu Anda menghindari mempekerjakan orang yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan perusahaan Anda.

Jangan abaikan red flag

Seorang kandidat mungkin terlihat baik di CV. Tapi, siapa yang tahu etos kerja mereka seperti apa sebelum Anda benar-benar bekerja dengan mereka. Karena inilah wawancara kerja menjadi salah satu tahapan penting.

Saat proses wawancara, kandidat kerap kali  menunjukkan red flag  dan HRD, secara sadar, sering mengabaikannya. Berikut adalah beberapa hal saat wawancara yang bisa jadi tanda kinerja buruk pelamar ketika sudah mulai bekerja di perusahaan Anda.

  • Datang terlambat saat wawancara? Kemungkinan pelamar tersebut tidak disiplin.
  • Keluarga terlalu terlibat saat proses seleksi? Saat pelamar tersebut ditolak, ia akan sulit menerima keputusan tersebut.
  • Penampilan lusuh saat wawancara? Ya, penampilan mereka akan begitu setiap harinya.

Masih banyak lagi red flag yang harus diperhatikan.

Jangan abaikan tanda-tanda tersebut. Jika bisa, sampaikan kekhawatiran Anda kepada pelamar agar Anda tidak membuat asumsi yang bias.

Sampaikan ekspektasi Anda

Jangan pernah berpikir Anda tidak berhak mengatur karyawan dengan alasan mereka adalah orang dewasa.

Ya, memang Anda tidak harus berkali-kali memberitahu mereka hal yang sama. Namun demikian, jika Anda ingin karyawan Anda bekerja sesuai harapan Anda, Anda harus menjelaskan ekspektasi Anda secara jelas, memastikan mereka memahaminya, dan memberikan feedback terkait pehamanan tersebut.

Tiap perusahaan dan jabatan pasti berbeda. Tiap atasan juga memiliki ekspektasi yang berbeda. Sekalipun calon karyawan Anda sangat ahli di bidang yang sama di perusahaan lamanya, Anda tetap harus menjelaskan arti kesuksesan bagi perusahaan Anda.

Jika Anda tidak menjelaskannya, dengan anggapan karyawan Anda seharusnya sudah mengerti, Anda tidak akan puas dengan kinerja mereka. Mereka tidak bisa membaca pikiran Anda, dan akhirnya, Anda akan menganggap Anda salah pilih karyawan.

Pahami tujuan mereka

Kadang kala, ketika kinerja karyawan buruk, bisa jadi itu terjadi karena mereka tidak menganggap bekerja di perusahaan Anda sebagai rencana jangka panjang mereka. Mereka tidak yakin perusahaan Anda adalah tujuan akhir mereka.

Cara menyelesaikan masalah ini adalah dengan bertanya pada karyawan Anda saat wawancara mengenai tujuan mereka. Anda harus tahu apa yang mereka inginkan dalam waktu enam bulan, lima tahun, sepuluh tahun, dan selanjutnya.

Cara tersebut tidak sulit dilakukan, tapi sangat berdampak besar terhadap cara pandang calon karyawan Anda.

Pastikan deskripsi pekerjaan sesuai dengan posisi yang ditawarkan

Kesalahan yang paling sering dilakukan perusahaan adalah membuka lowongan kerja untuk satu posisi spesifik tapi berharap karyawannya dapat melakukan banyak hal.

Sebelum mempekerjakan seseorang, Anda harus tahu apa yang Anda harapkan dari calon karyawan Anda. Oleh karena itu, buatlah deskripsi pekerjaan yang sesuai.

Jangan buat karyawan Anda kaget. Misalkan seseorang melamar di posisi digital marketing yang Anda iklankan. Jangan buat dan berharap mereka harus bisa desain, menulis konten, atau mengerjakan pekerjaan di luar deksripsi posisi digital marketing yang Anda publikasikan.

Mungkin Anda bisa sesekali meminta bantuan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas di luar tanggung jawab mereka tetapi, mintalah pengertian mereka sebelum melakukan tugas tersebut.

Apresiasi mereka

Tips yang satu ini sebetulnya lebih relevan ketika calon karyawan sudah diterima kerja di kantor Anda tapi, tidak ada salahnya jika ikut dimasukkan.

Jika Anda melabeli satu karyawan Anda dengan “salah pilih” mungkin hal itu karena mereka Anda tidak mengevaluasi mereka, perusahaan, atau kesempatan yang diberikan mereka. Lantas bagaimana Anda menunjukkan apresiasi Anda terhadap mereka?

Jika tidak ada apresiasi Anda, karyawan Anda akan merasa tidak dihargai. Mereka akan merasa akan tergantikan. Perlu Anda ketahui, memberikan bonus berupa uang bukan bentuk apresiasi yang baik.

Karyawan harus merasa sebagai individu yang berguna dan merasa telah membantu perusahaan mencapai tujuannya. Dengan demikian, jika perusahaan memiliki kemajuan, karyawan akan merasa menjadi bagian dari kemajuan tersebut.

Kesimpulan

Mendapatkan pekerja yang tidak sesuai dengan harapan Anda memang kadang bisa menjadi hambatan untuk perusahaan Anda.

Ada baiknya sebelum mengambil keputusan calon pekerja mana yang akan Anda terima, baik Anda dan pelamar tersebut harus terbuka mengenai ekspektasi masing-masing pihak.

Untuk tips dari trik seputar meningkatkan kinerja karyawan dan tugas HRD lainnya, anda bisa klik link berikut ini.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles