Pentingnya Transaksi Cashless di Era New Normal

Dias Marendra
transaksi cashless

PSBB kini masuk di masa transisi. Namun, dibalik keriuhan warga yang memulai lagi aktivitasnya, virus corona masih setia membayangi setiap langkah kita. Berbagai cara pun disuarakan oleh pemerintah agar penularan virus mematikan ini bisa ditekan serendah mungkin dan masyarakat bisa tetap beraktivitas dengan tenang. Salah satunya adalah dengan mengutamakan transaksi cashless.

Selain pembatasan jumlah karyawan yang datang ke kantor dan pembagian shift kerja, pemerintah DKI Jakarta mengedepankan pentingnya transaksi cashless untuk mencegah penyebaran COVID-19. Buat Anda yang menjalankan bisnis ritel atau restoran, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk beralih ke sistem cashless. Masih ragu? Berikut beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan:

Meminimalisir kontak fisik

Seperti yang kita tahu, virus corona cepat sekali menyebar lewat kontak fisik, utamanya lewat uang tunai. Sulit sekali bagi kita untuk mengetahui siapa saja yang sudah menyentuh uang tersebut dan apakah pemilik sebelumnya dalam kondisi sehat. Namun tak demikian halnya jika Anda menggunakan sistem cashless.

Dengan transaksi cashless, penggunaan uang tunai ditiadakan. Artinya, perpindahan virus dari pembeli ke penjual menggunakan uang tunai tidak terjadi. Cukup gunakan kartu debit/kredit, atau scan barcode untuk transaksi melalui GoPay atau OVO yang sedang popular di kalangan millennial belakangan ini.

Transaksi cashless percepat jalannya transaksi

Tak hanya itu saja, keuntungan transaksi cashless lainnya adalah mempercepat proses transaksi di kasir. Saat menggunakan uang tunai, kasir akan makan waktu yang lebih lama untuk mencari uang kembalian jika pembeli mengeluarkan pecahan uang yang besar. Jika ini masih dijalankan saat PSBB transisi, bukan tak mungkin penumpukan orang terjadi di area kasir.

Cashless transaction mengurangi kemungkinan terjadinya penumpukan orang di sekitar kasir. Hal ini dikarenakan staf kasir Anda tak perlu lagi repot mencari uang kembalian untuk pelanggan. Setiap transaksi yang berjalan secara cashless selalu menggunakan uang pas. Selain itu, proses transfer dana dari rekening pelanggan ke rekening perusahaan pun hanya makan waktu sekian detik.

Bisa digunakan di mana saja

Salah satu hal yang membuat transaksi cashless digemari oleh banyak orang adalah karena kemudahannya. Di tahun 2020 ini saja, hampir setiap gerai Alfamart atau Indomaret menerima transaksi non-tunai. Tak hanya itu, sejumlah warung tradisional juga mulai beralih ke sistem cashless.

Kemudahan sistem ini membuat semakin banyak masyarakat tertarik untuk mulai menggunakannya. Cukup gesek kartu debit/kredit dan barang yang diinginkan pun sudah bisa dibawa pulang.

Budaya transaksi cashless yang kian matang

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran COVID-19 lewat uang tunai mulai membuat sebagian besar masyarakat beralih ke transaksi non-tunai. Selain kecepatan dan kemudahan, kenyamanan bertransaksi pun melahirkan budaya baru di kalangan masyarakat, yakni budaya cashless.

Tak hanya transaksi jual beli, moda transportasi pun kini mulai mengutamakan pembayaran non-tunai dibandingkan pembayaran tunai. Beberapa penyedia layanan transportasi seperti KRL, MRT dan TransJakarta sekarang membatasi penggunaan uang tunai pada saat transaksi. Perlahan namun pasti, hal ini pun mulai diterapkan di moda transportasi lainnya.

Simpulan

Beralih ke model pembayaran non-tunai haruslah didukung oleh software yang memadai. Tanpa adanya dukungan dari sebuah software, mustahil pengoperasian transaksi non-tunai bisa berjalan dengan lancar. Buat industri retail dan F&B, sistem POS adalah suatu keharusan agar proses transaksi bisa berjalan dengan lancar.

Penggunaan sistem ERP yang tepat tak hanya meningkatkan efisiensi bisnis Anda, namun juga mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi segenap karyawan dan pelanggan bisnis Anda, terutama di masa PSBB transisi seperti saat ini.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles