Pentingnya Just in Time Inventory untuk Bisnis

Dias Marendra
just in time inventory

Salah satu penyebab terjadinya retail apocalypse adalah buruknya pengelolaan inventory. Over stocking karena salah mengantisipasi permintaan pelanggan, atau justru kehabisan stok karena tak punya cukup persediaan, adalah beberapa contoh dari manajemen stok yang amburadul. Di saat inilah bisnis Anda memerlukan penerapan just in time inventory.

Just in time inventory adalah metode yang bertujuan mengurangi penggunaan gudang seminimal mungkin. Dengan ini, biaya yang harus dikeluarkan untuk pengelolaan gudang pun bisa ditekan dan angka penjualan bisa ditingkatkan. Sebelum mengkaji lebih jauh, mari kita lihat dulu apa yang dimaksud dengan just in time inventory.

Artikel terkaitRetail Apocalypse: Pengertian dan Dampaknya di Indonesia

Pengertian just in time inventory (JIT)

Metode ini pertama kali digunakan oleh perusahaan Toyota atas prakarsa Taiichi Ohno di tahun 1970. Sulitnya bahan baku, kondisi geografis yang menyulitkan (80% geografis Jepang adalah pegunungan), dan harga lahan tanah yang mahal membuatnya harus memutar otak untuk mengatasi masalah-masalah ini.

Pada intinya, just in time inventory menyelaraskan pemesanan bahan baku dari pemasok dengan jadwal produksi. Cara ini berlawanan dengan metode just in case yang mengantisipasi naiknya jumlah permintaan dengan menyimpan bahan baku secukupnya di gudang. Just in case inventory hanya mengorder bahan baku dari pemasok saat datangnya pesanan dari pelanggan.

Dengan metode ini, Toyota berhasil mengurangi pemborosan, meniadakan pengerjaan ulang, dan meminimalisir jumlah stok tak bergerak di gudang. Strategi yang diracik oleh Taiichi Ohno ini kemudian dikenal sebagai metode Kanban.

Cara kerja JIT

Umumnya JIT banyak diadopsi oleh perusahaan manufaktur mobil. Karena memang pionir dari JIT adalah Toyota yang notabene adalah perusahaan manufaktur mobil. Namun seiring waktu berjalan, tipe bisnis lainnya mulai bisa mengadopsi metode ini, seperti industri food and beverages.

JIT memungkinkan pabrik mobil untuk menyimpan sedikit inventory di gudang. Namun metode ini sangat tergantung akan kelancaran supply chain dari pemasok. Hal ini dikarenakan produksi hanya akan berjalan pada saat ada pelanggan yang hendak membeli mobil.

Artikel terkaitPengertian Supply Chain Management (Manajemen Rantai Pasokan)

Untuk menyukseskan metode ini, bisnis Anda haruslah memenuhi aspek stabilitas produksi, pengerjaan yang berkualitas tinggi, dan pemasok yang bisa diandalkan. Meski mampu mengurangi biaya inventaris, strategi ini memerlukan biaya, waktu dan sumber manusia yang tak sedikit. Ketahui kelebihan dan keuntungan dari sistem ini sebelum mengimplementasikannya di perusahaan Anda.

Kelebihan dan kekurangan just in time

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengimplementasikan metode ini di perusahaan Anda. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari just in time inventory, Anda bisa menilai apakah cara ini cocok diterapkan di bisnis Anda.

Kelebihan JIT

  • Mengurangi biaya inventory: ini sudah jelas. Dengan selarasnya jumlah pesanan dari pelanggan dan pembelian bahan baku ke pemasok, maka kebutuhan akan gudang bisa ditekan seminimal mungkin. Kelebihan tempat penyimpanan pun bisa dialokasikan untuk keperluan lainnya.
  • Mengurangi limbah: karena bahan baku yang dibeli dari pemasok sudah pasti masuk ke dapur produksi, maka limbah pun bisa dikurangi secara signifikan. Anda pun tak perlu lagi menggelar diskon besar-besaran untuk mengosongkan isi gudang yang merugikan Anda.

Kekurangan JIT

  • Potensi gangguan supply chain: metode JIT akan selalu dihantui oleh potensi gangguan supply chain. Pemasok yang tiba-tiba tak bisa memenuhi permintaan atau terganggunya proses pengiriman bahan baku sudah pasti akan menghambat produksi. Ujung-ujungnya, pelanggan pun komplain.
  • Prediksi permintaan tidak akurat: situasi pasar yang terus berubah-ubah sudah pasti akan memengaruhi permintaan. Inilah yang membuat memprediksi permintaan dengan akurat untuk metode just in time menjadi sulit.

Kesimpulan

Dari kelebihan dan kekurangannya, kita bisa menilai apakah metode JIT cocok untuk diaplikasikan di perusahaan Anda. Jika Anda memiliki jumlah permintaan yang cukup stabil dan pemasok yang bisa diandalkan, maka just in time inventory pas untuk diterapkan.

Anda juga bisa menggunakan software inventory yang memiliki fitur just in time untuk memudahkan prediksi permintaan pelanggan dan mengotomatiskan pembuatan purchase order pada saat pesanan datang dari pelanggan.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles