Mesin POS sekilas tampak sama dengan sistem kasir pada umumnya. Keduanya memang sama-sama digunakan untuk menerima pembayaran. Namun, keduanya memiliki beberapa perbedaan dari berbagai aspek, seperti cara kerja mesin, cakupan (scope), hingga fitur yang disediakan.
Kendati berbeda, keduanya dapat dipadukan dalam satu lingkungan bisnis untuk memudahkan pemilik bisnis memantau transaksi harian. POS juga menyediakan satu fitur yang terhubung dengan semua cabang outlet sebuah bisnis. Jadi, business owner bisa melihat penjualan secara real-time dan paling update.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apa Itu Mesin POS?
Mesin POS adalah sebuah hardware untuk menerima pembayaran dan sudah terintegrasi dengan sistem Point of Sale (POS). Beberapa fitur unggulan dari mesin POS ini seperti menu split bill, table management, hingga pengelolaan waiting list.
Mesin POS berbeda dengan mesin kasir biasa yang fungsinya berhenti ketika transaksi selesai. Mesin POS akan lanjut ke proses update data penjualan, stok, dan sebagainya. Perbedaan inilah yang membuat POS lebih unggul dari mesin kasir biasa karena sudah berjalan dengan otomatis tanpa perlu aksi manual.
Perbedaan Mesin POS dan Mesin Kasir
Berikut ini beberapa perbedaan POS dan kasir dari berbagai aspek:
1. Cara kerja
Perbedaan paling mendasar adalah cara kerjanya. Sistem kasir bekerja secara tradisional dan reaktif, artinya sistem hanya aktif saat terjadi transaksi. Kasir memasukkan harga atau item, menerima pembayaran, lalu transaksi selesai tanpa proses lanjutan yang terhubung ke data lain.
Pada sisi lain, mesin POS bekerja secara terintegrasi dan berkelanjutan. Setiap transaksi tidak hanya diproses untuk pembayaran, tetapi juga langsung memperbarui data penjualan, stok, dan laporan bisnis dalam satu alur sistem.
2. Cakupan
Cakupan atau scope dari sistem kasir dan POS juga berbeda. Sistem kasir memiliki cakupan yang terbatas pada aktivitas di titik pembayaran. Fungsi mesinnya akan berhenti setelah transaksi selesai.
Sementara itu, sistem POS memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup proses penjualan, pencatatan data, pengelolaan operasional, hingga pelaporan bisnis secara menyeluruh.
3. Fungsi
Fungsi sistem kasir hanya satu, yaitu sebagai alat bantu untuk mempermudah proses pembayaran dan pencatatan transaksi dasar.
Sementara fungsi dari sistem POS adalah sebagai sistem manajemen penjualan yang membantu bisnis mengontrol, memantau, dan mengelola aktivitas operasional secara terstruktur.
4. Fitur
Sistem kasir umumnya hanya memiliki fitur inti seperti input harga, perhitungan total, dan pencetakan struk.
Sementara pada sistem POS sudah dilengkapi dengan fitur tambahan yang lebih canggih, seperti:
- Manajemen transaksi: Mencatat dan memproses transaksi penjualan secara otomatis.
- Manajemen pembayaran: Mengelola berbagai metode pembayaran, baik tunai maupun non-tunai.
- Manajemen produk: Mengatur daftar produk, harga, kategori, dan variasi.
- Manajemen stok: Memantau dan memperbarui stok secara otomatis setiap terjadi penjualan.
- Laporan penjualan: Menyajikan ringkasan dan detail penjualan untuk evaluasi bisnis.
- Manajemen loyalty member: Mengatur promo dan diskon bagi pelanggan member.
- Manajemen cabang: Mengelola data dan laporan dari beberapa outlet dalam satu sistem.
- Manajemen meja: Mengatur status meja dan pesanan pelanggan (khusus FnB).
- Integrasi sistem: Menghubungkan POS dengan sistem lain seperti akuntansi dan gudang.
- Keamanan sistem: Menyediakan kontrol dan pencatatan aktivitas untuk mencegah penyalahgunaan.
- Manajemen bill: Sistem bisa mengatur apakah jenis bill-nya open, split, ataupun close bill.
5. Skalabilitas
Sistem kasir cocok untuk bisnis dengan skala kecil dan kebutuhan yang sederhana karena sulit dikembangkan saat bisnis bertumbuh.
Mesin POS dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis, baik dari sisi jumlah transaksi, outlet, maupun kompleksitas operasional. Jadi, jika Anda memiliki bisnis dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis, sangat disarankan untuk menggunakan sistem POS dari sekarang.
6. Integrasi
Sistem kasir biasanya berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan sistem lain. Ini membuat sistemnya sangat terbatas hanya untuk melayani pembeli, tidak terintegrasi dengan keseluruhan lingkungan bisnis.
Sistem POS dapat terintegrasi dengan berbagai sistem pendukung seperti inventaris, gudang, dan sistem akuntansi, sehingga data bisnis tetap sinkron dan konsisten.
7. Wawasan bisnis
Sistem kasir hanya memberikan informasi dasar seperti total penjualan harian. Bahkan, terkadang pegawai masih harus membuat laporan penjualan secara manual.
Di sisi lain, sistem POS mampu menyediakan wawasan bisnis yang lebih dalam, seperti tren penjualan, performa produk, dan pola transaksi. Tentunya ini bermanfaat untuk pemilik bisnis dalam mengambil keputusan secara objektif, bukan subjektif.
Kelebihan Mesin POS Dibanding Mesin Kasir
Berikut ini beberapa kelebihan yang dimiliki POS dan tidak dimiliki kasir biasa:
- Update transaksi secara otomatis dan real-time
- Minim kecurangan (fraud) oleh pegawai kasir
- Bisa memantau pemasukan dari tiap cabang setiap saat
- Mampu terintegrasi dengan sistem bisnis lainnya, misalnya sistem akuntansi atau inventaris
- Terdapat backup data secara offline jika tidak mendapat koneksi internet, ketika kembali online maka data akan otomatis sinkron dengan database pusat
- Bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah (jenis POS mobile)
Kombinasikan Kasir dengan Sistem POS
Mesin kasir dan POS memang berbeda, namun keduanya bisa dikombinasikan untuk integrasi bisnis yang lebih baik. Jika Anda memiliki banyak cabang bisnis, sebaiknya segera menggunakan sistem POS agar data bisa terpusat di satu database yang sama.
Anda bisa meminta demo produk sistem POS dari kami untuk merasakan pengalaman bisnis yang lebih baik. Nantinya, segala kebutuhan bisa disesuaikan dengan sistem POS, misalnya penambahan fitur atau menu khusus untuk bisnis Anda.





