Laporan industri manufaktur dari Zipdo mencatat bahwa gangguan operasional yang terjadi tanpa perencanaan bisa menyerap hingga sekitar 15% dari total biaya operasional. Situasi seperti ini juga kerap ditemui pada perusahaan di Indonesia yang bergantung pada mesin dan aset produksi.
Di lapangan, penyebabnya tidak selalu soal kerusakan mesin. Jadwal perawatan yang terlewat, catatan maintenance yang tidak konsisten, hingga minimnya visibilitas kondisi aset sering membuat masalah baru terlihat ketika operasional sudah terganggu.
Kondisi tersebut membuat banyak bisnis mulai menata ulang cara mereka mengelola perawatan aset. Penggunaan maintenance management systems membantu aktivitas maintenance lebih terpantau, sehingga operasional dapat berjalan lebih stabil.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Pengertian Maintenance Management
Maintenance management adalah proses mengelola pemeliharaan aset dan peralatan. Proses ini melibatkan otomasi penjadwalan perawatan rutin, pemantauan kondisi, dan perbaikan, sehingga mencegah kerusakan dan memperpanjang umur operasional aset.
Selain manajemen aset, maintenance management system menjadi hal yang krusial, terlebih bagi perusahaan yang memiliki banyak aset. Maintenance sistem adalah rangkaian yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelacakan, pengendalian hingga pengevaluasian.
Semakin sering penggunaan aset, maka semakin besar juga kemungkinan terjadi kerusakannya. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan manajemen pemeliharaan secara berkala.
Pentingnya Maintenance Management Systems
Mengapa maintenance management penting? Berikut adalah alasannya.
1. Menjaga performa dan kualitas
Peralatan yang dirawat secara terencana akan bekerja lebih stabil dan konsisten. Sistem membantu mendeteksi gejala masalah lebih awal sehingga gangguan pada performa dan kualitas produk bisa dicegah.
2. Memaksimalkan usia dan daya guna aset
Perawatan rutin dan perbaikan tepat waktu membuat aset bertahan lebih lama. Dengan begitu, kebutuhan penggantian mesin baru bisa ditunda dan investasi yang sudah dikeluarkan lebih maksimal pemakaiannya.
3. Mencegah pemakaian berlebihan
Melalui pencatatan dan pemantauan penggunaan, perusahaan dapat menetapkan batas pemakaian yang wajar untuk tiap aset. Hal ini membantu menghindari overload atau penggunaan di luar kapasitas yang mempercepat kerusakan.
4. Memudahkan penyusunan anggaran pemeliharaan
Jadwal servis dan histori perbaikan yang tercatat rapi memudahkan estimasi biaya perawatan ke depan. Anggaran pemeliharaan jadi lebih terukur dan tidak lagi sekadar biaya dadakan.
5. Meminimalkan kerusakan dan potensi kerugian
Tanpa perawatan yang jelas, kerusakan mendadak lebih sering terjadi dan mengganggu proses produksi. Dengan maintenance management, risiko downtime, biaya perbaikan besar, dan hilangnya peluang pendapatan bisa ditekan secara signifikan.
Jenis-Jenis Maintenance Management
Menurut Mgruppen Partner pada buku berjudul Industrial Maintenance Management, manajemen pemeliharaan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu corrective maintenance, preventive maintenance, dan improvement maintenance.
Setiap aset memiliki kebutuhan pemeliharaan yang berbeda, tergantung pada metode, biaya dan kerumitannya. Penjelasan dari jenis-jenis manajemen pemeliharaan adalah sebagai berikut:
1. Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)
Jenis pemeliharaan ini umumnya berfungsi untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada peralatan atau aset perusahaan dengan mengganti suku cadang secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kerusakan dan meminimalisir biaya perbaikan.
Biasanya dilakukan berdasarkan waktu pemakaian, sehingga bisa berupa pemeliharaan harian, mingguan atau berdasarkan jam operasional. Pemeliharaan dapat berupa pembersihan, pengencangan baut-baut, penyetelan, pelumasan dan penggantian.
2. Pemeliharaan terjadwal (scheduled maintenance)
Melakukan system maintenance secara terjadwal dengan mengandalkan seseorang yang kompeten sangat penting agar kegiatan pemeliharaan dapat berjalan dengan lancar.
Namun, saat ini pemeliharaan jenis ini dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien jika terintegrasi dengan software maintenance untuk alat berat. Sistem ini membantu menjadwalkan, memantau, dan mencatat setiap aktivitas perawatan secara otomatis.
Bahkan, jenis manajemen pemeliharaan ini termasuk salah satu yang paling efektif untuk mengantisipasi kerusakan tidak terduga dan menjaga performa alat tetap optimal.
3. Pemeliharaan prediktif (predictive maintenance)
Salah satu jenis maintenance management systems dengan cara mengganti suku cadang berdasarkan prediksi dari penggunaan suatu alat. Biasanya pemeliharaan jenis ini berfokus pada teknik untuk menentukan jadwal pemeliharaan yang tepat.
Tujuan utamanya adalah untuk memperkirakan melalui berbagai metode pengujian, sehingga proses pemeliharaan dapat berjalan tepat waktu tanpa mengacaukan proses produksi.
4. Pemeliharaan korektif (corrective maintenance)
Pemeliharaan ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi peralatan atau aset yang kurang atau sudah tidak berfungsi. Pemeliharaan jenis ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kesalahan yang ada menjadi lebih baik.
Dengan kata lain, maintenance sistem adalah improvisasi. Dengan begitu, memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas peralatan atau fasilitas. Biasanya, jenis ini juga disebut pemeliharaan modifikasi atau improvement maintenance.
5. Pemeliharaan waktu rusak (breakdown maintenance)
Jenis Maintenance Management Systems ini adalah dengan melakukan perbaikan ketika kondisi mesin rusak. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan pencegahan atau preventive maintenance.
Sistem maintenance ini hanya cocok jika memiliki suku cadang yang memadai. Perusahaan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi seperti Software Repair Management untuk membantu mengoptimalkan proses pemeliharaan waktu rusak, sehingga dapat selesai tepat waktu.
Tujuan Maintenance Management
Umumnya, maintenance systems bertujuan untuk mengoptimalkan proses pemeliharaan dengan melakukan peningkatan terhadap keandalan dan ketersediaan dari suatu sistem atau peralatan.
Saat ini, maintenance management system telah mengalami peningkatan dengan adanya sistem manajemen pemeliharaan terkomputerisasi. Perusahaan membutuhkan sistem yang tepat, seperti Asset Management System untuk mempermudah pencapaian tujuan dan target pemeliharaan yang telah ditentukan.
Berikut beberapa tujuan perusahaan dalam melakukan maintenance management:
1. Meningkatkan performa dan efektivitas aset
Dengan perawatan yang tepat dan terjadwal, aset dapat beroperasi pada kapasitas optimalnya, menghasilkan hasil yang lebih baik, dan berkontribusi secara signifikan terhadap produktivitas dan keuntungan perusahaan.
2. Memaksimalkan usia aset
Hal ini mengurangi kebutuhan akan penggantian aset secara teratur, yang pada gilirannya mengurangi biaya investasi dalam peralatan baru. Dikutip dari Finances Online, tidak melakukan perawatan mesin dapat memengaruhi 34% performa aset perusahaan.
3. Meminimalisir kerugian atau pendapatan yang hilang
Manajemen pemeliharaan bertujuan untuk meminimalkan kerugian produksi, penurunan produktivitas, atau pendapatan yang hilang akibat ketidaktersediaan aset.
4. Memudahkan identifikasi biaya pemeliharaan
Dengan memahami secara rinci biaya-biaya terkait maintenance system, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih bijak dalam alokasi anggaran.
5. Meningkatkan profitabilitas aset
Melalui maintenance system yang tepat, aset dapat beroperasi lebih efisien, menghasilkan lebih banyak produk atau layanan, dan dengan demikian, meningkatkan profitabilitas.
6. Meminimalkan pengadaan aset
Perusahaan dapat mengurangi kebutuhan untuk mengganti atau membeli aset baru secara teratur. Ini mengurangi pengeluaran modal dan membantu perusahaan memanfaatkan investasi aset yang sudah ada.
Strategi Maintenance Management yang Efektif untuk Perusahaan
Berikut adalah strategi maintenance management yang bisa Anda terapkan agar proses perawatan di perusahaan Anda menjadi efektif:
1. Preventive maintenance
Strategi preventive maintenance melibatkan penjadwalan pemeliharaan rutin untuk peralatan atau aset, seperti pembersihan, pelumasan, atau penggantian suku cadang, sebelum kerusakan terjadi.
2. Condition-based maintenance
Pemeliharaan ini dilakukan dengan memantau kondisi aktual peralatan melalui sensor atau inspeksi rutin. Pemeliharaan hanya dilakukan ketika parameter tertentu menunjukkan bahwa peralatan memerlukan perawatan.
3. Predictive maintenance
Dengan menggunakan data historis dan alat analitik, strategi predictive maintenance memungkinkan perusahaan untuk memprediksi kapan peralatan akan memerlukan perawatan.
4. Inventory management
Mengelola persediaan suku cadang dengan efektif sangat penting dalam maintenance management. Perusahaan dapat mencegah keterlambatan perbaikan dan menjaga kelancaran operasi.
5. Training and development
Melatih tim pemeliharaan secara berkala memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan terbaru dalam menangani peralatan. Pelatihan ini juga dapat mencakup penanganan teknologi baru atau prosedur pemeliharaan yang lebih efisien.
6. Asset tracking
Menggunakan teknologi seperti barcode atau RFID untuk melacak status dan riwayat pemeliharaan aset memungkinkan manajer untuk memiliki gambaran lengkap tentang kondisi setiap peralatan.
7. Continuous improvement
Strategi ini melibatkan evaluasi rutin terhadap proses system maintenance, mencari cara untuk mengoptimalkan efisiensi dan mengurangi biaya. Dengan strategi ini, maintenance management dapat disesuaikan dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Contoh Studi Kasus Maintenance Management
Studi kasus PT Astra International Tbk menunjukkan bahwa pengelolaan maintenance pada perusahaan berskala besar membutuhkan strategi yang terencana. Dengan fokus pada perawatan preventif dan pemantauan kondisi aset, Astra dapat menjaga keandalan mesin dan mengurangi potensi gangguan operasional.
Pendekatan tersebut umumnya didukung oleh sistem digital untuk mencatat aset, jadwal perawatan, dan riwayat maintenance. Melalui solusi pengelolaan aset berbasis sistem, perusahaan seperti Astra dapat memantau kondisi peralatan secara lebih terstruktur dan mengambil keputusan berdasarkan data.
Cara Memilih Maintenance Management Systems yang Tepat
Kesalahan dalam memilih maintenance management systems dapat berdampak buruk bagi keuangan perusahaan, sehingga perusahaan yang memiliki banyak aset perlu memilih software maintenance terbaik.
Sistem yang tepat juga dapat mendukung strategi enterprise asset management secara keseluruhan agar lebih terarah dan efisien.
Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih maintenance management system.
- Fitur dan fungsionalitas: Pilih maintenance system dengan fitur yang mendukung kebutuhan perusahaan, seperti pemantauan real-time dan pengingat otomatis.
- Kemudahan penggunaan: Pastikan maintenance sistem yang Anda pertimbangkan memiliki antarmuka intuitif dan mudah digunakan oleh semua tim.
- Kemampuan integrasi: System maintenance yang ideal harus dapat terintegrasi dengan sistem eksternal ataupun yang sudah ada dalam perusahaan.
- Skalabilitas: Pilih maintenance management systems yang dapat berkembang seiring pertumbuhan perusahaan.
- Dukungan pelanggan: Pastikan penyedia maintenance sistem memberikan dukungan pelanggan yang baik dan pembaruan sistem rutin.
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan berbeda dalam melakukan maintenance management, sehingga sistem yang dapat perusahaan kustomisasi juga menjadi poin tambahan.
Kesimpulan
Maintenance management berperan penting dalam menjaga aset dan peralatan tetap berfungsi optimal dalam operasional bisnis. Pengelolaan perawatan yang tepat membantu meminimalkan gangguan dan menjaga produktivitas tetap stabil.
Pemilihan jenis maintenance management yang sesuai dengan kondisi aset membantu perusahaan merencanakan perawatan secara lebih terarah. Pendekatan ini mendukung pengawasan aset dan pengambilan keputusan operasional yang lebih terukur.
Bagi perusahaan yang ingin menata ulang pengelolaan maintenance, sesi konsultasi gratis dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal untuk mengevaluasi kebutuhan perawatan aset. Pendekatan ini membantu menentukan strategi yang paling relevan sebelum diterapkan.
Pertanyaan Seputar Maintenance Management Systems
-
Pekerjaan maintenance itu apa?
Maintenance adalah rangkaian kegiatan pemeliharaan yang mencakup pemeriksaan fungsional, servis, perbaikan, atau penggantian perangkat, peralatan, mesin, infrastruktur bangunan, dan utilitas pendukung yang diperlukan dalam instalasi industri, bisnis, dan perumahan.
Baca selengkapnya di sini!
-
Apa saja tahapan maintenance management systems?
Tahapan dalam maintenance system melibatkan tiga langkah, yang mencakup perencanaan kegiatan, pengorganisasian dan perancangan kegiatan, serta pengendalian kegiatan.
-
Apa keuntungan jika melakukan maintenance secara teratur?
Melakukan maintenance management secara teratur memungkinkan perusahaan untuk menjamin bahwa sistem selalu berada dalam kondisi optimal dan siap digunakan. Tindakan ini dapat mengurangi biaya perbaikan signifikan, meningkatkan kinerja sistem, memperpanjang umur pakai, dan meningkatkan efisiensi penggunaan sistem.
-
Kapan dilakukan maintenance?
Maintenance dilakukan ketika semua aset dan peralatan masih beroperasi dengan baik untuk mendeteksi kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan pada aset selama proses produksi berlangsung.
-
Apa yang dimaksud dengan server sedang maintenance?
Server yang sedang maintenance adalah serangkaian langkah proaktif yang secara teratur diterapkan pada sistem server yang menjadi inti operasional dalam suatu perusahaan. Fokus utama dari pemeliharaan server adalah menjaga agar server tetap berada dalam kondisi optimal.









