Manfaat Sistem ERP Sekolah di Saat Himbauan Belajar di Rumah

Syifa Fadiyah
belajar di rumah

Himbauan pemerintah untuk belajar di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19 sudah berlaku selama beberapa pekan. Kebijakan ini berlaku mulai dari PAUD hingga tingkat perguruan tinggi. Setidaknya, kini sudah ada puluhan ribu sekolah di Indonesia yang menerapkan pembelajaran berbasis daring.

Metode pembelajaran yang dilakukan cukup beragam mulai dari memberikan instruksi dan informasi melalui grup Whatsapp, melakukan panggilan video melalui Zoom, atau memberikan langganan platform belajar online. Tetapi, apakah cara-cara tersebut sudah cukup efektif dalam melaksanakan proses pembelajaran dan memantau produktivitas siswa?

Perangkat lunak yang dikenal dengan sistem ERP sebetulnya lebih cocok untuk digunakan di saat-saat seperti ini ketika pembelajaran secara tatap muka tidak memungkinkan.

Sistem ERP untuk sekolah mencakup berbagai modul yang mengatur operasional serta adminitstrasi siswa dan guru. Selain itu, sistem ini juga mempermudah komunikasi serta pembagian dokumen secara real-time. Berikut adalah manfaatnya:

Pembagian materi pembelajaran efektif

Melalui sistem e-Learning, guru dapat mempersiapkan bahan ajar yang akan dibagikan sesuai dengan kelas yang diajarnya. Materi tersebut bisa berupa dokumen, buku elektronik, video, atau lainnya. Guru dapat mengatur kapan materi-materi tersebut bisa dibuka.

Dengan demikan, proses pembelajaran bisa efektif karena ketika siswa dan guru berada di platform yang sama, bahan ajar dan instruksi sudah lengkap. Cara ini meminimalisir info yang “tenggelam” karena baik siswa dan guru akan selalu dapat mengakses dokumen tersebut kapan saja.

Baca juga: 3 Manfaat Manajemen Aset Sekolah Berbasis Teknologi

Aktivitas siswa terpantau

Saat belajar di rumah, siswa hanya perlu log-in ke setiap kelas yang sudah terdaftar di sistem. Ketika siswa tersebut sudah masuk ke kelas online-nya, sistem akan mencatat waktu log-in tersebut sebagai pencatatan kehadiran siswa. Ketepatan waktu pun bisa terukur pula.

Seluruh aktivitas siswa selama berada di kelas online juga terpantau. Misalnya ketika pembelajaran dimulai siswa diinstruksikan membaca dokumen tertentu, sistem akan mencatat apakah siswa tersebut benar-benar membuka dokumen tersebut.

Ketika ada pengumpulan tugas, ketepatan waktu siswa dalam melakukannya bisa terukur dengan tepat. Secara keseluruhan, seluruh log aktivitas siswa bisa terpantau selama berada di kelas.

Dapat melakukan ujian secara efektif

Melalui Sistem e-Learning, guru juga bisa melakukan evaluasi pembelajaran siswa dengan berbagai macam jenis ujian seperti kuis, ujian per bab, atau ulangan umum.

Selain itu, guru juga bisa mengatur bentuk tes seperti pertanyaan benar/salah, pilihan ganda, pencocokan gambar, mengisi titik-titik, mencocokkan daftar, dan masih banyak lagi. Medianya yang digunakan juga bisa beragam misalnya menggunakan gambar, video, atau suara.

Untuk memastikan keefektifan ujian, sekolah bisa menggunakan software tambahan yang dapat memonitor gawai siswa. Jadi, saat ujian tengah berlangsung, guru dapat memeriksa apakah siswa tersebut membuka tab lain untuk mencari jawaban dan mencatat semua situs yang dikunjungi saat tes dilakukan.

Rekap nilai siswa otomatis

Setelah melakukan proses pembelajaran dan ujian, para pengajar bisa melakukan penialian terhadap perkembangan siswa dengan mudah. Ketepatan waktu menghadiri kelas dan mengumpulkan tugas, bagus atau tidaknya hasil tugas, dan nilai ujian, dapat dihasilkan secara otomatis.

Sistem ini juga bisa membuat data yang komprehensif bagi guru. Laporan tersebut bisa berisi siswa yang di atas atau di bawah rata-rata dan melihat pola-pola apa yang muncul dari setiap siswa. Analisa dari laporan tersebut akan berguna untuk melihat apakah bahan ajar dan proses pembelajaran efektif atau tidak.

Melibatkan peran orang tua

Saat belajar di rumah, sulit bagi para guru untuk memantau siswa. Di sinilah peran orang tua terlibat. Untungnya, Sistem Manajemen Sekolah dilengkapi dengan portal khusus orang tua siswa dengan berbagai macam fungsi.

Tidak hanya untuk melihat tagihan SPP dan mendapatkan notifikasi jika ada pertemuan orang tua, sistem ini mampu memberikan laporan hasil pembelajaran siswa dengan catatan tambahan. Dengan demikian, guru bisa secara langsung meminta peran orang tua untuk memastikan pembelajaran tetap bisa efektif.

Kesimpulan

Adanya wabah Covid-19 yang mengharuskan siswa belajar di rumah seharusnya menjadi pengingat untuk instansi pendidikan betapa pentingnya investasi di bidang teknologi untuk semua jenjang pendidikan.

Namun demikian, Sistem Manajemen Sekolah dan e-Learning tidak hanya berfungsi sebagai platform proses pembelajaran online yang hanya bermanfaat di masa pandemi ini.

Ketika pembelajaran telah kembali normal, otomatisasi di lingkup sekolah dapat memudahkan pihak sekolah dalam mengatur hal-hal administratif dan bisa fokus untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles