BerandaIndustryImpor adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Manfaatnya Bagi Sektor Bisnis

Impor adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Manfaatnya Bagi Sektor Bisnis

Dalam perdagangan internasional istilah impor sudah tak asing lagi. Sebagian besar dari Anda pasti pernah mendengar istilah tersebut atau bahkan sudah melakukannya. Kegiatan ekspor maupun impor memiliki peranan yang cukup penting dalam suatu negara. Kedua aktivitas tersebut berhubungan erat dengan sektor ekonomi pada suatu negara. 

Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021, istilah dalam impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Kebalikan dari impor, ekspor merupakan kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Asuransi, transportasi hingga tenaga asing juga termasuk dalam hitungan import. 

Salah satu manfaat komoditas impor indonesia adalah memperoleh barang dan jasa yang tidak bisa dihasilkan oleh negara karena faktor geografis maupun keterbatasan lainnya. Walaupun memiliki beberapa manfaat untuk negara, terdapat juga dampak negatif dari import. Dampaknya adalah produk dalam negeri akan mengalami persaingan lebih ketat dengan produk impor.

impor adalah

Apa Itu Impor? Berikut Definisinya 

Impor adalah kegiatan yang dilakukan oleh negara dengan memasukkan komoditas ke dalam negeri
sumber: Kompas

Impor adalah suatu proses dalam istilah perdagangan internasional yang artinya suatu kegiatan membeli produk berupa barang atau jasa dari negara lain. Hal tersebut dilakukan secara legal untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam negeri karena faktor keterbatasan. Selain karena keterbatasan, alasan lainnya ialah untuk mendapatkan keuntungan.

Secara umum, impor terjadi dalam proses perdagangan oleh pelaku usaha. Importir adalah orang atau lembaga yang mendatangkan barang tersebut ke dalam negeri. Karena aktivitas tersebut berjalan secara legal, maka perlu proses pendampingan oleh bea cukai. Pihak pemerintah akan mengenakan tarif pajak atas setiap barang impor sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Karena produk import dikenakan pajak, harganya lebih mahal karena telah dibebankan oleh tarif pajak. Namun, tidak semua barang dapat masuk sebagai barang impor. Pihak pemerintah khususnya Direktorat Bea Cukai mempunyai aturan ketat terkait hal tersebut. Barang-barang yang tidak diperbolehkan adalah obat-obatan terlarang, hewan, hingga senjata api.

Baca juga: Apa Bedanya Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)?

Istilah-istilah dalam Impor

Berikut ini adalah istilah penting dalam perdagangan internasional khususnya kegiatan ekspor dan impor, 

  • FOB (Free on Board) : belum termasuk biaya pengiriman kapal, penawaran harga barang hanya sampai barang Anda keatas kapal.
  • Custom Clearance : proses pemeriksaan dokumen kepabeanan, seperti perhitungan total pajak, dan pengeluaran barang dari Negara tujuan kiriman barang tersebut.
  • CNF (Cost and Freight): penawaran harga hanya mencangkup harga barang dan pengiriman barang.
  • CIF (Cost, Insurance, and Freight) : penawaran harga yang mencangkup harga barang, biaya kapal/pengiriman, dan asuransi.
  • OFR (Ocean Freight Rate) : tarif dasar untuk ongkos pengiriman jalur laut. Umumnya harga yang tertera adalah per-cubic meter atau kubikasi. Cara menghitung kubikasi juga berdasarkan P x L x T / 6000  
  • AFR (Air Freight Rate) : tarif dasar untuk ongkos pengiriman jalur udara dan umumnya satuan yang digunakan adalah kilogram atau pounds (lbs)
  • PIB (Pemberitahuan Impor Barang) : dokumen pemberitahuan dari pihak importir kepada pemerintah dalam hal ini bea cukai atas barang yang di import.

Tujuan import

Berikut tujuan-tujuan dari kegiatan impor dalam perdagangan internasional: 

  • Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri.
  • Memperkuat posisi neraca pembayaran.
  • Memenuhi kebutuhan dasar dalam negeri.
  • Mendapatkan bahan baku.

Manfaat impor

Selain tujuan dari kegiatan import, terdapat juga manfaat-manfaat yang dihasilkan untuk negara. Beberapa manfaat tersebut adalah: 

  • Memperoleh barang dan jasa yang tidak bisa dihasilkan oleh negara karena faktor geografis maupun keterbatasan lainnya.
  • Memperoleh bahan baku.
  • Mendapatkan teknologi yang lebih canggih atau modern.

Baca juga: Proses Produksi: Pengertian, Jenis, Tahapan, dan Karakteristik

Mengapa Kita Perlu Melakukan Kegiatan Impor? 

Setiap negara pasti memiliki suatu keterbatasan yang berakibat tidak mempunyai ketersediaan yang cukup untuk negaranya. Ketersediaan ini dapat berupa bahan baku, alat teknologi modern, hingga kendaraan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka suatu negara akan memasukkan barang ke dalam negeri, kegiatan ini disebut impor.

Salah satu dampak yang mungkin timbul apabila suatu negara memiliki keterbatasan namun tidak melakukan impor adalah tingginya biaya produksi domestik. Bahwasannya, pemerintah melakukan kegiatan tersebut agar produk atau jasa yang dibutuhkan penduduknya dapat diperoleh dengan harga yang lebih murah atau efisien.

Komoditas Impor Indonesia 

Kegiatan import dapat terjadi karena permintaan di suatu negara tinggi sedangkan produksinya rendah. Dengan adanya hal ini, menyebabkan pemerintah Indonesia melakukan kegiatan tersebut agar bahan pangan tidak langka. 

Komoditas adalah suatu benda nyata yang diperdagangkan, dan dapat disimpan dalam waktu tertentu. Berikut ini adalah sebagian besar komoditas impor indonesia, 

Alumunium

Aluminium adalah komoditas impor yang terbanyak, pengiriman benda ini berasal dari negara China, dengan nilai impornya mencapai US$ 881,2 juta atau sekitar RP 12,1 triliun. Harga dengan nilai yang cukup besar tersebut berisi 311,11 juta kilogram berat aluminium. 

Buah-buahan dan sayuran

Sebanyak 397,7 juta kilogram buah-buahan dengan nilai mencapai US$ 741,3 juta atau sekitar Rp 10,2 triliun ini juga berasal dari China. Sedangkan, komoditas sayuran mencapai US$ 526,8 juta atau sekitar Rp 7,25 triliun untuk 603,8 juta kilogram.

Pipa besi dan baja 

Komoditas selanjutnya adalah pipa besi dan baja yang diimpor oleh negara China sebanyak 280,4 ribu ton senilai US$ 414,1 juta atau Rp 5,7 triliun. Selain itu, besi dan baja dengan nilai US$ 16,4 juta atau sekitar Rp 226,3 miliar juga diimport dari negara Iran.

Minyak bumi 

Sumber daya alam seperti minyak bumi di Indonesia berlimpah dan terus berkembang jumlahnya. Namun, karena sumber daya manusianya yang masih belum mumpuni akhirnya pemerintah melakukan impor dari negara China sebanyak 436,2 ribu ton senilai dengan US$ 286,7 juta atau sekitar Rp 3,9 triliun.

Beras

Indonesia merupakan negara agraris, walaupun demikian pemerintah Indonesia melakukan impor beras dari berbagai negara untuk memenuhi bahan pangan domestik. Indonesia mengimpor beras dari negara Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar, dan lain-lain. 

Nilai komoditas tersebut sebesar US$ 156,332 juta dengan volume sebesar 302,71 juta kilogram.

Baca juga: 5 Tips Mengembangkan Bisnis Ekspor Impor Anda

Jenis impor

Full Container Load

Jenis pengiriman ini menggunakan layanan angkutan container dengan satu pengirim saja, tidak menggabungkan barang dengan pengirim lainnya. Muatannya hanya berisi barang-barang pemilik satu pengirim ke negara tujuan dengan satu importir. 

Metode pengiriman ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah karena pengirimnya hanya satu tidak perlu khawatir akan bercampur, karena isi muatannya hanya berisi barang-barang satu importir saja. Selain itu, jika terjadi kerusakan barang akan mudah terkendalikan karena barang tidak menyatu dengan barang orang lain. 

Anda tidak perlu menunggu container penuh baru akan berangkat, karena container telah tersewa penuh. Pengiriman barang juga otomatis menjadi lebih efisien dan cepat sampai tujuan.

Metode ini sangat diminati oleh pengusaha besar yang mempermasalahkan waktu pengiriman, karena jenis pengiriman ini lebih cepat sampai. Kekurangannya adalah sebanding dengan kualitasnya, biaya yang akan dikeluarkan lebih mahal. 

Baca juga: 5 Tips Mengoptimalkan Manajemen Transportasi dalam Bisnis Jasa Pengiriman

Less Container Load

Kebalikannya dari metode full container load, jenis pengiriman ini menggunakan container yang berisi barang-barang impor yang lebih dari satu pengirim. Less Container Load atau LCL adalah suatu metode pengiriman barang dengan menggunakan container bercampur dengan pengirim lainnya dan muatannya lebih sedikit. 

Pada pengiriman ini, pengirim harus mengetahui dimensi kargo barangnya dan hanya membayar sesuai dengan hitungan kubikasi. Kelebihan dari pengiriman FCL adalah biayanya yang tidak terlalu mahal. Karena biayanya lebih murah, biasanya cara pengiriman ini lebih diminati oleh perseorangan. 

Kelemahannya adalah waktu pengiriman terhitung lebih lama karena harus menunggu penuh container terlebih dahulu baru akan berangkat.

Mudahkan Kegiatan Impor dengan Software dari HashMicro

impor adalah

Kelola rantai pasok kegiatan impor Anda secara efisien dan efektif. Lacak secara real-time pengiriman barang dengan otomatis dan tepat waktu. Manajemen waktu yang baik merupakan hal yang penting bagi pengusaha sukses. 

Sistem Manajemen Transportasi juga dapat membantu operasional bisnis Anda mulai dari mengatur logistik perusahaan dengan mempermudah proses pengangkutan, pengiriman barang, hingga analisis pendapatan secara cepat dan akurat. Mari tingkatkan kepuasan pelanggan Anda dengan menggunakan Software Logistik dari HashMicro.

Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda?

Annastasya Berliana Dunda
Junior content writer at HashMicro's Company. If you have any questions or cooperation please kindly contact my email.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Butuh Software untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan mengisi form ini dan dapatkan demo GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Nadia

Nadia
Balasan dalam 1 menit

Novia
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+6287888000015
×
Jadwalkan Demo Via WA