Punya armada kendaraan operasional memang memudahkan bisnis Anda. Namun, pernahkah Anda merasa fleet management costs-nya “bocor” tanpa tahu persis ke mana? BBM membengkak, servis mendadak, dan angkanya selalu lebih besar dari perkiraan.
Tanpa data yang jelas, Anda hanya bisa menebak mana pengeluaran yang wajar dan mana yang tidak.
Kabar baiknya, fleet management costs bukan sesuatu yang harus Anda terima apa adanya. Dengan memahami komponen biaya dan tahu di mana titik-titik kebocoran terjadi, Anda bisa mengambil kendali mulai dari hari ini.
Key Takeaways
|
Daftar Isi:
Apakah Fleet Management Costs Itu?
Sederhananya, fleet management costs adalah seluruh biaya yang Anda keluarkan untuk menjaga armada tetap beroperasi. Lebih dari sekadar “biaya kendaraan”, fleet management cost bergantung pada TCO (Total Cost of Ownership) yang menentukan apakah armada Anda jadi aset produktif atau beban yang diam-diam menggerus margin.
Masalahnya, banyak perusahaan hanya fokus pada biaya di invoice, seperti BBM, servis, pajak. Padahal ada biaya tersembunyi yang sering luput, seperti rute boros, kendaraan terlalu sering idle, atau kerusakan kecil yang dibiarkan membesar.
Fleet management costs yang sehat bukan soal menekan angka sekecil mungkin, tapi soal tahu persis setiap rupiah Anda pergi ke mana dan apakah itu sepadan dengan nilai yang dihasilkan.
2 Jenis Biaya Fleet yang Wajib Anda Bedakan agar Tidak Salah Pangkas
Sebelum bicara efisiensi, Anda perlu tahu dulu ke mana uang bisnis Anda mengalir. Biaya armada pada dasarnya terbagi dua: yang pasti keluar setiap bulan (tetap), dan yang naik-turun tergantung pemakaian (variabel).
Pahami perbedaan keduanya lebih lanjut di sini:
1. Biaya tetap: Keluar meski kendaraan diam
Ini pengeluaran yang harus Anda bayar, entah armada jalan atau parkir di garasi. Misalnya, cicilan atau leasing, depresiasi nilai kendaraan, pajak, asuransi, hingga izin operasional seperti KIR.
Angkanya relatif stabil dan bisa diprediksi, tapi juga sulit ditekan dalam jangka pendek.
2. Biaya variabel: Naik-turun sesuai pemakaian
Di sinilah “permainan” sebenarnya. BBM biasanya jadi kontributor terbesar, bisa menyedot hingga 60% dari total biaya operasional. Lalu ada perawatan rutin, penggantian ban, tol, dan lembur driver.
Biaya Tersembunyi (Hidden Cost) yang Sering Luput dari Radar
Selain angka-angka di invoice, hati-hati akan adanya “pembunuh diam-diam” dalam anggaran armada Anda. Biaya ini tidak terlihat langsung tapi dampaknya nyata.
Contoh paling umum terjadi saat waktu tim habis untuk urusan administratif manual, alih-alih menjalankan fleet optimization berbasis data lewat fleet management system. Misalnya, staf masih mencatat BBM di spreadsheet dan mengejar jadwal servis satu per satu, padahal waktunya bisa dipakai untuk aktivitas yang lebih produktif.
Lalu ada downtime. Saat kendaraan mogok mendadak, kerugiannya bukan cuma biaya bengkel. Ada keterlambatan pengiriman, potensi penalti klien, dan reputasi yang tercoreng. Satu unit berhenti, efek dominonya bisa panjang.
Strategi Menekan Fleet Management Costs Tanpa Mengorbankan Kualitas
Hampir seluruh aspek telah Anda pahami, selanjutnya adalah pembahasan langkah rill yang dapat Anda terapkan untuk menekan biaya manajemen kendaraan.
| Strategi | Tindakan | Dampaknya |
| Perawatan Prediktif | Jadwalkan servis berdasarkan data, bukan tunggu rusak | Umur kendaraan lebih panjang, nol kejutan biaya besar |
| Optimasi Rute & BBM | Rencanakan rute efisien, hindari jarak tempuh sia-sia | Hemat BBM hingga 20% per tahun |
| Monitoring Perilaku Driver | Latih driver berdasarkan data telematika | Kurangi keausan kendaraan & risiko kecelakaan |
| Right-Sizing Armada | Analisis utilisasi, jual unit yang jarang terpakai | Hilangkan biaya tetap tidak produktif |
Usia Armada Ideal: Kapan Titik Balik Biaya Terjadi?
Setiap kendaraan memiliki “sweet spot“, titik di mana biaya mempertahankannya mulai lebih mahal daripada menggantinya. Bagaimana cara mengenalinya? Anda perlu memperhatikan dua hal, yaitu:
- Frekuensi perbaikan; dan
- Total biaya maintenance tahunan.
Ketika biaya perawatan dalam setahun sudah menyentuh 50% dari nilai kendaraan saat ini, itu sinyal kuat untuk mulai mempertimbangkan penggantian. Contoh:
- Kendaraan ringan (mobil operasional): Titik optimal biasanya di usia 5–7 tahun atau 150.000–200.000 km
- Truk dan kendaraan berat: Sekitar 7–10 tahun, tergantung intensitas pemakaian dan kualitas perawatan
Tentu angka ini bukan patokan mutlak. Kendaraan yang dirawat dengan baik dan punya riwayat servis lengkap bisa bertahan lebih lama.
Dampak Regulasi ODOL terhadap Struktur Biaya Armada
Bagi pelaku logistik di Indonesia, regulasi ODOL (Over Dimension Over Load) bukan sekadar aturan di atas kertas, melainkan mengubah cara Anda menghitung biaya per pengiriman.
Sebelum pengetatan ODOL, banyak perusahaan “mengakali” kapasitas. Satu truk diisi melebihi batas untuk efisiensi. Sekarang, dengan pembatasan tonase yang lebih ketat, muatan per trip berkurang. Artinya:
- Lebih banyak trip untuk volume yang sama;
- Konsumsi BBM dan biaya operasional naik; dan
- Kebutuhan armada bertambah jika ingin menjaga kapasitas angkut total.
Maka dari itu, hitung ulang biaya per ton atau per km sesuai regulasi terbaru, sambil memperkuat pengelolaan pengemudi terpusat agar kepatuhan dan biaya operasional tetap terjaga. Margin yang dihitung berdasarkan aturan lama bisa menyesatkan, terutama untuk kontrak jangka panjang.
Kesimpulan
Fleet management costs bukan sekadar soal mencatat pengeluaran, tetapi soal memahami ke mana uang mengalir, mengenali titik-titik kebocoran, dan punya sistem yang membantu Anda mengambil keputusan berbasis data.
Dari memisahkan biaya tetap dan variabel, hingga menyesuaikan strategi dengan regulasi terbaru seperti ODOL, semuanya saling memengaruhi profitabilitas bisnis Anda.
Tidak mudah memang, oleh karena itu, jika Anda bingung harus mulai dari mana, Anda tidak harus memikirkannya sendirian. Tim ahli kami siap membantu menganalisis tantangan spesifik bisnis Anda tanpa biaya dan komitmen. Temukan jalan keluarnya mulai dari banner di bawah ini.
Pertanyaan Seputar Fleet Management System
-
Apa komponen biaya terbesar dalam manajemen armada?
Biaya variabel, khususnya bahan bakar, biasanya merupakan porsi terbesar (hingga 60%) dari total biaya operasional armada, diikuti oleh depresiasi kendaraan.
-
Bagaimana cara menghitung biaya armada per kilometer?
Untuk menghitung biaya per kilometer, bagilah total biaya armada (biaya tetap + biaya variabel) dalam periode tertentu dengan total kilometer yang ditempuh pada periode tersebut.
-
Apakah software manajemen armada bisa mengurangi biaya?
Ya, dengan mengotomatiskan jadwal perawatan, mengoptimalkan rute untuk hemat BBM, dan memantau perilaku pengemudi, software dapat menurunkan TCO secara signifikan.




