CNBC Awards
×

Kerja Lebih Tenang di Bulan Ramadan!

Diskon 20% untuk Semua Modul!*

Manfaatkan promo spesial ini dan pastikan bisnis tetap lancar selama Ramadan!

Sisa Waktu --:--:--

*hanya untuk 100 klaim pertama

ESG Manufacturing: Pengertian, Strategi, dan Contoh Penerapan

Diterbitkan:

ESG Manufacturing kini bukan lagi sekadar isu citra perusahaan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi bisnis industri. Hal ini makin relevan karena sektor industri tercatat menghasilkan 9,0 gigaton CO2 pada 2022, setara dengan sekitar seperempat emisi CO2 dari sistem energi global.

Di sisi lain, tekanan untuk menerapkan ESG juga datang dari pasar dan investor. PwC mencatat bahwa 71% investor menilai perusahaan perlu mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi korporasi.

Bagi perusahaan manufaktur, kondisi ini membuat ESG bukan hanya soal kepatuhan tetapi juga tentang efisiensi operasional, pengelolaan risiko, dan membangun kepercayaan jangka panjang dari pelanggan, mitra, hingga pemangku kepentingan.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Key Takeaways

      • ESG adalah prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam aktivitas produksi untuk meminimalkan dampak perusahaan.
      • Keuntungan ESG adalah peningkatan efisiensi operasional dan penghematan biaya serta meningkatkan reputasi perusahaan.
      • Strategi ESG mencakup penilaian dampak, penetapan tujuan, keterlibatan pemangku, investasi teknologi, dan pelaporan rutin secara transparan.

      Apa itu ESG dalam Industri Manufaktur?

      Sebelum membahas lebih lanjut mengenai ESG manufacturing, penting bagi Anda untuk memahami apa itu ESG secara menyeluruh. Hal tersebut akan memberikan gambaran dan pemahaman yang jelas mengenai prinsip ESG pada keberlanjutan perusahaan manufaktur Anda. 

      Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan tiga standar utama industri manufaktur dalam pengembangan dan keberlanjutan perusahaan. Ketiga standar utama ESG mencakup dampak kinerja perusahaan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

      Dengan memperhatikan ketiga standar tersebut, industri manufaktur dapat mengembangkan pembangunan dan keberlanjutan perusahaan yang terintegrasi. Selain itu, penerapan ESG pada perusahaan manufaktur juga dapat mendukung pertumbuhan perusahaan jangka panjang. 

      Keuntungan Menerapkan ESG Manufacturing

      Berikut keuntungan yang akan didapatkan jika menerapkan ESG dalam proses kinerja perusahaan manufaktur Anda:

      1. Mengurangi risiko operasional dan hukum

      Penerapan praktik ESG membantu perusahaan mengurangi risiko operasional dan hukum secara signifikan. Perusahaan yang mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan lebih terlindungi dari gangguan produksi dan masalah sosial.

      2. Mempermudah akses pembiayaan

      Investor semakin mempertimbangkan faktor ESG dalam keputusan alokasi dana mereka. Perusahaan manufaktur yang menerapkan perencanaan ESG manufaktur yang baik memiliki akses yang lebih mudah ke modal dan finansial. 

      Selain itu, perusahaan yang dapat mengelola risiko lingkungan dan sosial dengan baik dinilai lebih tangguh menghadapi krisis dan lebih berpeluang untuk berkelanjutan, sehingga menarik minat lebih banyak investor.

      3. Meningkatkan reputasi perusahaan

      Industri manufaktur yang menerapkan ESG akan mendapatkan reputasi yang lebih baik. Dengan adanya komitmen ESG dan transparansi yang nyata dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dan memperkuat loyalitas pelanggan.

      Di pasar yang semakin peduli dengan produk berkelanjutan, perusahaan dengan kredibilitas ESG yang kuat juga lebih terlihat dan dapat membedakan diri dari pesaing serta mampu menarik peluang bisnis baru.

      4. Inovasi dan peluang pasar baru

      Industri manufaktur yang fokus pada ESG dapat lebih mendorong inovasi pasar, seperti pengembangan produk berkelanjutan dan proses produksi efisien energi yang akan membuka peluang pasar baru.

      Permintaan produk ramah lingkungan dapat terus meningkat, dan perusahaan yang sukses berinovasi dalam ESG dapat memperkuat keunggulan kompetitif mereka sehingga menciptakan perusahaan yang berkelanjutan.

      5. Peningkatan efisiensi operasional dan penghematan biaya

      Praktik ESG, terutama yang berfokus pada lingkungan, dapat menurunkan biaya operasional dalam waktu jangka panjang dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan efisiensi energi.  

      Penerapan prinsip ESG tentunya dapat mengurangi limbah dan biaya pembuangan, serta mengoptimalkan penggunaan air dan material untuk meningkatkan margin operasional.

      ESG Framework & Standard Industri Manufaktur

      esg manufacturing

      Setelah memahami pengertian, kriteria, dan keuntungan pada ESG, kita akan melihat bagaimana kerangka kerja dan standar ESG bekerja dalam aktivitas perusahaan industri manufaktur. 

      Kerangka dan standar ESG merupakan panduan yang digunakan oleh industri manufaktur untuk melaporkan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kerangka ESG berfungsi sebagai panduan umum dan pedoman informasi keberlanjutan utama yang harus dilaporkan. 

      Contoh kerangka ESG yang umum digunakan oleh industri manufaktur meliputi: 

      • Global Reporting Initiative (GRI): Kerangka kerja pelaporan keberlanjutan yang mencakup berbagai isu lingkungan, sosial, dan tata kelola.
      • Integrated Reporting Framework: Kerangka kerja yang dirancang untuk membantu perusahaan menyajikan laporan yang mengintegrasikan informasi keuangan dan non-keuangan terhadap ESG. 
      • Suistainbility Accounting Standards Board (SASB): Kerangka kerja pelaporan yang berfokus pada isu keberlanjutan material dalam sektor manufaktur.
      • Task Force on Climate-related Financial Disclosure (TCFD): Panduan terkait risiko dan peluang perubahan iklim dalam konteks keuangan perusahaan. 
      • Carbon Disclosure Project (CDP): Kerangka kerja dalam mengukur dan mengelola dampak lingkungan, termasuk emisi karbon dan penggunaan air. Khusunya pada bidang mining, yang dimana diperlukan ESG Mining.

      Sedangkan standar ESG lebih berfokus pada detail spesifik, memberikan persyaratan dan metrik pengukuran untuk isu tertentu seperti emisi karbon atau keselamatan kerja. Beberapa contoh standar ESG pada industri manufaktur adalah 

      • GRI Standards: Standar yang diakui secara global untuk pelaporan berbagai isu keberlanjutan.
      • SASB: Standar yang berfokus pada pelaporan isu keberlanjutan yang material di sektor keuangan.
      • TCFD: Standar yang dirancang untuk pelaporan risiko dan peluang terkait perubahan iklim.
      • ISO 26000: Standar internasional yang mengatur tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
      • ISO 14001: Standar untuk sistem manajemen lingkungan yang bertujuan untuk mengelola dampak lingkungan perusahaan. 

      Secara keseluruhan, kerangka kerja ESG memberikan panduan luas, sementara standar ESG menawarkan detail untuk memastikan pelaporan ESG yang lebih menyeluruh dan sesuai dengan praktik terbaik industri manufaktur. 

      Tantangan Penerapan ESG Manufacturing

      Selain memiliki keuntungan dalam penerapannya, ESG yang digunakan untuk industri manufaktur tentunya memiliki berbagai tantangan yang muncul dan terbagi atas masing-masing kriteria. Mari kita bahas lebih dalam mengenai tantangan tersebut bersama-sama. 

      1. Aspek lingkungan

      Industri manufaktur pastinya memiliki dampak lingkungan yang signifikan, terutama pada penggunaan energi, sumber daya alam, jejak karbon, serta produksi emisi dan limbah. Adapun pengelolaan limbah dan air yang sulit diolah atau didaur ulang.

      Industri manufaktur menghasilkan emisi besar dan menghadapi regulasi ketat. Untuk membantu mengimbanginya, beberapa perusahaan mulai memanfaatkan carbon credit sebagai solusi tambahan selain upaya pengurangan emisi langsung.

      Selain itu, perusahaan harus terus menyesuaikan aktivitas perusahaan terhadap kebijakan dengan regulasi lingkungan yang terus berubah untuk menghindari dampak negatif, sanksi dan terus memastikan kepatuhan.

      2. Aspek sosial

      Dari segi sosial, sektor manufaktur memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan kerja yang adil, aman, dan sehat bagi para karyawannya. Tetapi, banyak fasilitas produksi yang memiliki risiko fisik dan operasional yang membutuhkan pengawasan dan perawatan. 

      Tantangan lain adalah kesetaraan dan implementasi pengelolaan standar ketenagakerjaan terhadap keberagaman. Selain itu, perusahaan manufaktur sering berada dalam lingkungan dengan potensi pelanggaran hak asasi manusia. 

      3. Aspek tata kelola

      Tantangan tata kelola mencakup peningkatan transparansi dan akuntabilitas, terutama jika terdapat regulasi yang lemah. Perusahaan manufaktur juga perlu mengelola sistem tata kelola yang kuat untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan standar ESG. 

      Meskipun kompleks, tantangan ini juga memberikan peluang bagi perusahaan manufaktur untuk berinovasi dan memperoleh keunggulan kompetitif.

      Strategi Penerapan ESG Manufacturing

      Memiliki strategi yang tepat dalam penerapan ESG sangatlah penting untuk meminimalisir resiko lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dihasilkan oleh aktivitas industri manufaktur sehingga dapat meningkatkan keberlanjutan dan menjadi keunggulan bagi perusahaan.

      Berikut beberapa ESG Strategy yang dapat diterapkan: 

      1. Menilai dampak saat ini

      Industri manufaktur dapat melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Penilaian tersebut berupa analisis dalam penggunaan energi, praktik ketenagakerjaan, dan struktur tata kelola yang benar. Penilaian dapat didapatkan dari sebuah ESG Audit.

      2. Menetapkan tujuan ESG

      Industri manufaktur perlu menetapkan tujuan ESG yang lebih spesifik dan terintegrasi. Tujuan ini mencakup penurunan emisi karbon, peningkatan standar keselamatan kerja, penerapan kebijakan, serta peningkatan transparansi dalam tata kelola perusahaan.

      3. Melibatkan pemangku kepentingan 

      Dengan melibatkan pemangku kepentingan seperti karyawan, investor, dan pelanggan merupakan kunci keberhasilan  ESG. Perusahaan perlu menyediakan saluran untuk menerima masukan dan mendorong kolaborasi yang selaras dengan tujuan ESG. 

      4. Investasi dalam teknologi

      Teknologi seperti Internet of Things (IoT), AI, dan blockchain dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi, menekan penggunaan sumber daya, serta meningkatkan transparansi dalam rantai pasokan. 

      5. Melaporkan dan mengkomunikasikan kemajuan

      Transparansi sangat penting untuk membangun kepercayaan dengan pemangku kepentingan. Perusahaan manufaktur perlu secara rutin melaporkan kemajuan ESG dala bentuk ESG Score sebagai bukti komitmen terhadap keberlanjutan dan praktik etika perusahaan. 

      Kesimpulan

      ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam industri manufaktur merujuk pada prinsip-prinsip yang mendukung keberlanjutan perusahaan. Penerapan ESG membantu mengurangi risiko operasional, mendorong inovasi, serta meningkatkan efisiensi. 

      Untuk memanfaatkan penerapan ESG dengan efektif dan menerapkan strategi ESG dengan praktis, penggunaan teknologi dapat menjadi solusi yang tepat untuk membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan dengan lebih mudah.

      Software ESG HashMicro memiliki berbagai fitur unggulan seperti Carbon Footprint & Energy Monitoring, Auto-Generate PDF Report, dan ESG Firm Consulting sehingga telah terintegrasi untuk mendukung pengelolaan ESG secara otomatis.

      Jika Anda ingin mencoba bagaimana software ini bekerja dan merasakan kemudahan mengelola ESG perusahaan Anda sekarang, klik di sini untuk memulai demo gratisnya!

      ERP_Definisi

      Pertanyaan Seputar ESG Manufacturing

      • Apa yang dimaksud dengan sustainable manufacturing?

        Sustainable manufacturing atau manufaktur berkelanjutan adalah pendekatan strategis dalam memproduksi barang secara efisien dengan memanfaatkan komponen yang mengurangi limbah serta meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan.

      • Mengapa perusahaan manufaktur harus menerapkan green manufacturing?

        Penerapan green manufacturing dapat memberikan keuntungan bagi bisnis, seperti efisiensi biaya, kepatuhan regulasi, peningkatan citra, perlindungan konsumen dan karyawan, pengurangan dampak lingkungan, serta dapat menjadi kebutuhan strategis bagi keberlanjutan bisnis.

      • Bagaimana cara menyusun esg reporting untuk perusahaan manufaktur?

        Menyusun ESG report dimulai dengan penilaian kesiapan, membangun struktur tata kelola, dan memastikan kualitas data yang dikumpulkan. Selanjutnya, tentukan informasi yang akan diungkapkan sesuai standar seperti GRI atau SASB, lalu pilih saluran komunikasi yang tepat untuk menyampaikan laporan secara transparan.

      Hendra Gunawan

      Hendra Gunawan - Senior Content Writer - ERP Specialist

      Hendra adalah ERP Specialist senior dengan pengalaman lebih dari 6 tahun dalam implementasi dan optimasi sistem ERP di berbagai industri. Ia berspesialisasi dalam menulis artikel seputar implementasi dan integrasi modul bisnis, sistem ERP untuk manajemen operasional, dan otomatisasi proses bisnis.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya