CNBC Awards

Cara Menentukan Bonus Akhir Tahun Karyawan

Diterbitkan:

Menjelang akhir tahun, suasana kantor menjadi lebih sibuk dan penuh harapan. Selain mengejar target closing, bonus tahunan untuk apresiasi atas kerja keras selama 12 bulan terakhir menjadi momen yang paling dinanti oleh tim Anda.

Namun, menentukan jumlah bonus yang tepat sering kali menjadi tantangan bagi pemilik bisnis dan HR. Perhitungan yang transparan dapat meningkatkan motivasi, tetapi skema yang kurang jelas bisa menimbulkan kecemburuan sosial di antara karyawan.

Merumuskan kebijakan bonus yang adil dan akurat sangat penting untuk menghindari konflik dan menjaga keseimbangan. Mari kita bahas berbagai metode perhitungan bonus yang efektif, sekaligus sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.

Key Takeaways

  • Bonus berbeda dengan THR dan bersifat opsional, sehingga besaran dan waktu pembagiannya dapat disesuaikan dengan kinerja perusahaan atau laba yang diperoleh.
  • Bonus akhir tahun berbasis persentase dihitung dari kinerja, masa kerja, jabatan, departemen, dan kedisiplinan karyawan untuk memastikan keadilan dan akurasi.

Daftar Isi:

    Daftar Isi

      Memahami Regulasi Bonus di Indonesia: Bonus vs THR

      Banyak yang masih menganggap bonus dan Tunjangan Hari Raya (THR) adalah hal yang sama. Secara hukum di Indonesia, keduanya sangat berbeda. THR adalah kewajiban yang diatur dalam undang-undang, sedangkan bonus bersifat opsional tergantung pada kebijakan perusahaan atau perjanjian kerja.

      Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE-07/MEN/1990, bonus merupakan bagian dari pendapatan non-upah. Artinya, besaran dan waktu pembagiannya bisa Anda sesuaikan dengan performa perusahaan atau laba yang berhasil diraih. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk mengatur anggaran tanpa harus terbebani kewajiban hukum yang kaku seperti upah pokok.

      Bagaimana Perusahaan Menentukan Kebijakan Bonus

      Meskipun Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia tidak mewajibkan perusahaan memberikan bonus, peraturan lain seperti PP Nomor 19 Tahun 2016 dan PP Nomor 24 Tahun 2017 mengatur tunjangan penting seperti gaji ke-14 untuk ASN dan PNS. Artinya, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk memberikan bonus berdasarkan kebijakan mereka.

      Namun, jika bonus tercantum dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, perusahaan wajib memenuhi janji tersebut. Ini berlaku untuk Perjanjian Kerja Bersama (PKB), sehingga hak karyawan harus dihormati dan dipenuhi.

      Jika perusahaan tidak memenuhi kewajibannya, dapat berisiko menghadapi keluhan resmi dari karyawan kepada Dinas Ketenagakerjaan atau tindakan hukum sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Pastikan untuk memenuhi komitmen yang telah dijanjikan dan menjaga reputasi perusahaan dengan memberikan bonus sesuai perjanjian.

      Penentuan Bonus Akhir Tahun dengan Sistem Persentase

      Sistem persentase bonus sangat bergantung pada kinerja karyawan. Semakin baik prestasi, semakin lama masa kerja, dan semakin tinggi jabatan, maka semakin besar bonus yang akan diterima.

      Perusahaan dapat memanfaatkan sistem payroll untuk mengelola bonus akhir tahun secara terukur, termasuk menyesuaikan dengan produktivitas masing-masing karyawan. Selain itu, HRD juga dapat mempertimbangkan tingkat kehadiran sebagai indikator kedisiplinan, sehingga perhitungan bonus menjadi lebih objektif dan adil.

      Besaran persentase bonus bisa berbeda antar perusahaan, dan tim HRD dapat menentukan nilai yang sesuai. Untuk memperkirakan pengeluaran terkait penggunaan software ERP dengan manajemen timesheet, Anda bisa menghitungnya melalui skema perhitungan harga.

      1. Masa kerja karyawan

      Jika sang karyawan belum satu tahun bekerja di perusahaan Anda, maka aspek yang masa kerja akan dihitung secara prorata. Namun jika sudah lebih dari satu tahun, maka besarannya dapat Anda tentukan berdasarkan persentase.

      • 1 – 2 tahun: 100%
      • 3 – 4 tahun: 110%
      • 5 – 6 tahun: 120%
      • 7 – 8 tahun: 130%
      • 9 – 10 tahun: 140%
      • > 10 tahun: 150%

      2. Tinggi jabatan

      Anda bisa memasukkan faktor level jabatan sebagai penentu besarnya bonus yang karyawan terima. Persentasenya bisa Anda sesuaikan dengan perusahaan tempat Anda bekerja:

      • Operator : 80%
      • Foreman : 90%
      • Supervisor : 100%
      • Superintendent : 110%
      • Manajer : 120 %

      3. Tipe departemen

      Buat perusahaan-perusahaan yang tiap-tiap departemennya memiliki beban kerja yang berbeda, tipe departemen ini bisa perusahaan jadikan faktor penentu besaran bonus:

      • Departemen produksi (atau yang langsung berhubungan dengan produksi) : 120%
      • Non-produksi : 110%
      • Supporting : 100%

      4. Status peringatan

      Jika faktor-faktor sebelumnya bisa kita anggap sebagai reward, faktor yang satu ini bisa dibilang sebagai hukuman bagi mereka yang melanggar peraturan perusahaan. Biasanya karyawan yang sedang menjalani peringatan besaran bonusnya akan perusahaan kurangi sebagai sanksi:

      • Hanya peringatan tanpa sanksi : 100%
      • Surat Peringatan (SP) 1 : 90%
      • SP 2 : 80%
      • SP 3 : 70%
      • Skorsing 3 bulan : 60%
      • Skorsing 6 bulan : 50%

      Besaran persentase dan tipe penalti yang perusahaan berikan bisa Anda sesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Pilih besaran persentase atau penalti yang Anda rasa pantas untuk perusahaan Anda.

      Setelah mengetahui faktor-faktor untuk melakukan perhitungan, langkah berikutnya adalah menghitung bonus karyawan berdasarkan faktor-faktor tersebut. Berikut rumusnya:

      BONUS = Gaji x Masa Kerja x Tinggi Jabatan x Departemen x Status Peringatan

      Mari kita contohkan Budi yang memiliki gaji 7 juta rupiah, sudah bekerja selama 5 tahun dengan posisi supervisor di departemen produksi. Sayangnya, ia pernah mendapatkan SP 1 karena melanggar peraturan perusahaan.

      Lalu, berapa besarkah bonus yang Budi dapatkan di akhir tahun ini? Berikut cara menghitungnya:

      Bonus Budi = (7.000.000 x 100% x 120% x 120%) x 90% = 9.072.000
      Mengelola variabel seperti masa kerja, jabatan, dan tingkat kedisiplinan memerlukan ketelitian tinggi. Agar penentuan bonus lebih akurat dan transparan, gunakan sistem manajemen penggajian yang sesuai kebutuhan bisnis Anda.

       

      Tahukah Anda?

      Dengan software HR HashMicro berbasis AI, Anda dapat mengecek dan menyetujui cuti hanya lewat chatbox, mengelola reimburse dengan mudah, dan membuat laporan cuti instan. Permudah pengelolaan karyawan dengan software HR HashMicro!

      Dapatkan demo gratis sekarang!

      Sistem Bagi Hasil

      Selain menggunakan persentase, perusahaan juga dapat membagikan sebagian keuntungan kepada karyawan sebagai bonus, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.

      Besaran bonus bergantung pada total keuntungan yang dibukukan perusahaan dalam periode tertentu. Umumnya, sistem bagi hasil menetapkan sekitar 10% dari keuntungan untuk dibagikan ke seluruh karyawan.

      Untuk mempermudah perhitungan bonus akhir tahun, perusahaan bisa menggunakan aplikasi slip gaji yang memungkinkan otomatisasi berbagai aspek penggajian secara efisien.

      Namun ada juga perusahaan yang memberikan 7,5%, 5%, atau 2,5% dari total keuntungan. Biasanya, besar kecilnya bonus ini biasanya perusahaan tentukan dari seberapa sering adanya pembagian bonus. Umumnya 10% bonus akan karyawan terima setiap setahun sekali, sedangkan 2,5% perusahaan akan membagikan bonus per tiga atau empat bulan sekali.

      Biasanya, sistem bagi hasil menggunakan rumus berikut:

      Bonus = (Total Laba x Persentase) / Jumlah karyawan

      Mari kita ambil contoh: Christy yang bekerja di sebuah perusahaan yang membagikan keuntungan sebesar 10% pada karyawannya. Selain Christy, ada 50 orang karyawan lainnya yang bekerja di perusahaan tersebut. Di tahun ini, perusahaannya berhasil membukukan keuntungan sebesar 10 miliar rupiah.

      Maka bonus yang Christy dan rekan-rekannya dapatkan yakni sebesar:

      Bonus = (10.000.000.000 x 10%)/50 = Rp. 20.000.000

      Untuk mempermudah pengelolaan sistem bagi hasil, perusahaan dapat menggunakan software HRM terintegrasi yang otomatis menghitung bonus berdasarkan total keuntungan, persentase, dan jumlah karyawan, sehingga perhitungan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan bagi seluruh tim.

      Macam-Macam Bonus yang Bisa Diberikan Perusahaan

      Sebelum membahas jenis-jenis bonus yang diberikan perusahaan, perlu dipahami bahwa meskipun bonus tidak diwajibkan oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan, perusahaan memiliki kebebasan untuk memberikannya sebagai bagian dari kebijakan penghargaan kepada karyawan.

      Bonus ini berfungsi untuk memotivasi karyawan dan mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Berikut adalah beberapa jenis bonus yang umum diterapkan:

      1. Bonus retensi

      Bonus retensi diberikan untuk memastikan karyawan tetap bertahan di perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Bonus ini sering diberikan kepada karyawan di posisi strategis yang berperan penting dalam kesuksesan perusahaan.

      Biasanya, bonus ini disertai kontrak yang mengharuskan karyawan tetap bekerja selama periode yang telah disepakati. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga talenta kunci untuk jangka panjang.

      2. Bonus tahunan

      Bonus tahunan diberikan berdasarkan hasil kinerja perusahaan sepanjang tahun, baik dari segi finansial maupun non-finansial. Biasanya, bonus ini dihitung sebagai persentase dari gaji pokok karyawan dan tergantung pada pencapaian target yang ditetapkan.

      Perusahaan menentukan batas minimum dan maksimum bonus untuk memastikan distribusi yang adil. Bonus ini juga berfungsi untuk menghargai kontribusi karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan.

      3. Bonus akhir tahun

      Bonus akhir tahun diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras karyawan sepanjang tahun. Bonus ini sering kali menjadi motivasi tambahan menjelang tahun baru, untuk mengakui pencapaian luar biasa yang diraih selama periode tersebut.

      Biasanya, bonus akhir tahun diberikan kepada tim yang berhasil melebihi target atau menunjukkan kinerja luar biasa. Ini juga menjadi insentif untuk meningkatkan semangat kerja karyawan di akhir tahun.

      4. Tantiem

      Tantiem merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada karyawan sebagai apresiasi atas kontribusi mereka terhadap keberhasilan perusahaan. Pemberian tantiem diatur oleh hukum dan dihitung sebagai persentase dari laba bersih yang diperoleh.

      Bonus ini memberikan penghargaan kepada karyawan atas usaha mereka dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Tantiem sering kali diimplementasikan sebagai cara untuk memotivasi karyawan agar terus berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan.

      Kesimpulan

      Setiap metode perhitungan bonus akhir tahun memiliki kelebihan dan kekurangan. Sistem berbasis persentase kinerja lebih adil karena mempertimbangkan kontribusi tiap karyawan, meski perhitungannya lebih rumit. Sementara sistem bagi hasil lebih mudah diterapkan, tetapi bisa terasa kurang adil karena semua karyawan menerima jumlah yang sama terlepas dari kinerja mereka.

      Untuk mempermudah proses perhitungan bonus dan memastikan perhitungan gaji, pajak, serta absensi lebih akurat, perusahaan dapat memanfaatkan sistem HRM terintegrasi. Dengan demikian, seluruh proses penggajian menjadi lebih efisien dan transparan.

      Perusahaan yang ingin memahami penerapan sistem HRM secara menyeluruh dapat memanfaatkan layanan konsultasi gratis untuk menentukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

      Pertanyaan Seputar Bonus Akhir Tahun Karyawan

      • Bagaimana sistem presentase untuk bonus akhir tahun?

        Sistem persentase ini sangat bergantung dengan kinerja karyawan itu sendiri. Makin baik prestasinya, makin lama masa kerjanya, makin tinggi jabatannya maka makin besar pula bonus yang akan karyawan Anda dapatkan. Perusahaan dapat menggunakan bantuan Sistem Manajemen Timesheet untuk mengelola bonus akhir tahun karyawan yang dapat Anda sesuaikan dengan produktivitas masing-masing karyawan sebagaimana yang terekam dalam sebuah sistem.

      • Berapa biaya yang diperlukan untuk membuat HRM Software?

        Biaya yang diperlukan tergantung dengan kebutuhan perusahaan, untuk lebih lengkapnya bisa cek disini

      • Bagaimana sistem bagi hasil untuk bonus akhir tahun?

        Untuk bisa menjalankan metode ini, perusahaan sudah pasti harus membukukan keuntungan. Besarnya bonus yang karyawan dapatkan sudah pasti akan tergantung dari berapa banyak keuntungan yang perusahaan dapatkan dalam periode tertentu.

        Umumnya, besaran bonus dari sistem bagi hasil sebesar 10% dari total keuntungan yang perusahaan terima. 10% ini yang kemudian perusahaan bagikan ke seluruh karyawan sebagai bonus.

        Namun ada juga perusahaan yang memberikan 7,5%, 5%, atau 2,5% dari total keuntungan. Biasanya, besar kecilnya bonus ini biasanya perusahaan tentukan dari seberapa sering adanya pembagian bonus. Umumnya 10% bonus akan karyawan terima setiap setahun sekali, sedangkan 2,5% perusahaan akan membagikan bonus per tiga atau empat bulan sekali.

      Victo Glend

      Content Writer

      I am the head of digital marketing and a professional who often publishes informative posts. I frequently compose news stories, press releases, blog posts, technical, cloud, marketing, advice, financial, and business strategies.

      Jessica adalah seorang pakar yang memiliki gelar Bachelor of Science (BSc) dalam Psychology dari University of London yang didukung oleh pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan dinamika organisasi. Latar belakang psikologi ini memberikan keahlian khusus dalam memahami motivasi karyawan, mengelola pengembangan talenta, dan menciptakan kerja sama yang harmonis di dalam tim.. Selama sembilan tahun terakhir, Jessica mendalami bidang Human Resource Management, mengembangkan keahlian dalam strategi rekrutmen, pengelolaan kinerja, pengembangan organisasi, serta implementasi kebijakan HR yang mendukung budaya kerja positif dan pertumbuhan perusahaan.



      HashMicro berpegang pada standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi pemerintah, pedoman industri, serta publikasi terpercaya untuk memastikan konten yang akurat dan relevan. Pelajari lebih lanjut tentang cara kami menjaga ketepatan, kelengkapan, dan objektivitas konten dengan membaca Panduan Editorial kami.


      Nadia

      Nadia
      Balasan dalam 1 menit

      Nadia
      Perlu bantuan atau mau lihat demo singkat dari kami? 😊

      Chat di sini, akan langsung terhubung ke WhatsApp tim kami.
      6281222846776
      ×

      Chapter Selanjutnya