Cara Menentukan Bonus Akhir Tahun Karyawan

Dias Marendra
bonus akhir tahun

Selain gaji, ada dua hal lainnya yang ditunggu-tunggu karyawan kedatangannya, yakni THR dan bonus akhir tahun. Namun, pemberian bonus akhir tahun tidaklah sama dengan THR yang mana diatur oleh pemerintah. Bonus diberikan berdasarkan kesepakatan antara karyawan dengan perusahaan pada saat perekrutan.

Selain itu, bonus umumnya diberikan pada saat perusahaan berhasil membukukan keuntungan. Jika pada tahun ini perusahaan tidak mendapatkan untung, bisa jadi bonus tak akan turun seperti tahun-tahun sebelumnya.

Soal besaran bonus, biasanya tiap perusahaan punya kebijakan masing-masing dalam penentuannya. Namun secara umum, besar bonus akhir tahun ditentukan oleh faktor masa kerja, prestasi, jabatan, sampai dengan kehadiran karyawan.

Lalu bagaimana caranya agar perhitungan bonus tersebut terasa adil bagi setiap karyawan? Nah, berikut ini ada dua cara yang bisa dicoba buat para tim HRD:

Penentuan bonus akhir tahun dengan sistem persentase

Sistem persentase ini sangat bergantung dengan kinerja karyawan itu sendiri. Makin baik prestasinya, makin lama masa kerjanya, makin tinggi jabatannya maka makin besar pula bonus yang akan didapatkannya.

Besaran persentase bisa jadi berbeda-beda dari satu perusahaan ke yang lainnya. Contoh yang kami berikan di bawah ini bukanlah aturan mutlak yang harus diikuti. Sebagai tim HRD, Anda bisa menentukan sendiri nilai persentase yang dirasa pas untuk perusahaan Anda.

Masa kerja karyawan

Jika sang karyawan belum satu tahun bekerja di perusahaan Anda, maka aspek yang masa kerja akan dihitung secara prorata. Namun jika sudah lebih dari satu tahun, maka bisa besarannya akan ditentukan berdasarkan persentase.

  • 1 – 2 tahun: 100%
  • 3 – 4 tahun: 110%
  • 5 – 6 tahun: 120%
  • 7 – 8 tahun: 130%
  • 9 – 10 tahun: 140%
  • > 10 tahun: 150%

Tinggi jabatan

Anda bisa memasukkan faktor level jabatan sebagai penentu besarnya bonus yang diterima karyawan. Persentasenya bisa Anda sesuaikan dengan perusahaan tempat Anda bekerja:

  • Operator : 80%
    Foreman : 90%
  • Supervisor : 100%
  • Superintendent : 110%
  • Manajer : 120 %

Tipe departemen

Buat perusahaan-perusahaan yang tiap-tiap departemennya memiliki beban kerja yang berbeda, tipe departemen ini bisa dijadikan faktor penentu besaran bonus:

  • Departemen produksi (atau yang langsung berhubungan dengan produksi) : 120%
  • Non-produksi : 110%
  • Supporting : 100%

Status peringatan

Jika faktor-faktor sebelumnya bisa kita anggap sebagai reward, faktor yang satu ini bisa dibilang sebagai hukuman bagi mereka yang melanggar peraturan perusahaan. Karyawan yang sedang menjalani peringatan akan dikurangi besaran bonusnya:

  • Hanya peringatan tanpa sanksi : 100%
  • SP 1 : 90%
  • SP 2 : 80%
  • SP 3 : 70%
  • Skorsing 3 bulan : 60%
  • Skorsing 6 bulan : 50%

Besaran persentase dan tipe penalti yang diberikan bisa disesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Pilih besaran persentase atau penalti yang dirasa pantas untuk diterapkan di perusahaan Anda.

Setelah mengetahui faktor-faktor yang digunakan untuk melakukan perhitungan, langkah berikutnya adalah menghitung bonus karyawan berdasarkan faktor-faktor tersebut. Berikut rumusnya:

Bonus = (gaji x masa kerja x tinggi jabatan x departemen) x status peringatan

Mari kita contohkan Budi yang memiliki gaji 7 juta rupiah, sudah bekerja selama 5 tahun dengan posisi supervisor di departemen produksi. Sayangnya, ia pernah dikenakan SP 1 karena melanggar peraturan perusahaan.

Lalu, berapa besarkah bonus yang didapatkan Budi di akhir tahun ini? Berikut cara menghitungnya:

Bonus Budi = (7.000.000 x 100% x 120% x 120%) x 90% = 9.072.000

Maka besar bonus yang diterima Budi adalah Rp. 9.072.000. Mudah kan cara menghitungnya?

Sistem bagi hasil

Selain menggunakan persentase, ada juga perusahaan yang membagikan sejumlah keuntungan yang didapatkannya ke karyawan. Kerja keras yang dilakukan karyawan sehingga perusahaan berhasil membukukan keuntungan dibayar dalam bentuk bonus.

Untuk bisa menjalankan metode ini, perusahaan sudah pasti harus membukukan keuntungan. Besarnya bonus yang didapatkan karyawan sudah pasti akan tergantung dari berapa banyak keuntungan yang didapatkan perusahaan dalam periode tertentu.

Umumnya, besaran bonus yang diberikan di sistem bagi hasil sebesar 10% dari total keuntungan yang didapatkan perusahaan. 10% ini yang kemudian dibagi-bagikan ke seluruh karyawan sebagai bonus.

Namun ada juga perusahaan yang memberikan 7,5%, 5%, atau 2,5% dari total keuntungan. Biasanya, besar kecilnya bonus ini ditentukan dari seberapa sering pembagian bonus dilakukan. 10% umumnya dilakukan setahun sekali, sedangkan 2,5% dipilih oleh perusahaan yang membagikan bonus per tiga atau empat bulan sekali.

Biasanya, rumus yang digunakan di sistem bagi hasil adalah sebagai berikut:

Bonus = (total laba x persentase)/ jumlah karyawan

Mari kita ambil contoh si Christy yang bekerja di sebuah perusahaan yang membagikan keuntungan sebesar 10% pada karyawannya. Selain Christy, ada 50 orang karyawan lainnya yang bekerja di perusahaan tersebut. Di tahun ini, perusahaannya berhasil membukukan keuntungan sebesar 10 miliar rupiah.

Maka bonus yang didapatkan Christy dan rekan-rekannya yakni sebesar:

Bonus = (10.000.000.000 x 10%)/50 = Rp. 20.000.000

Kesimpulan

Dua cara menghitung bonus akhir tahun di atas punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cara kedua memang lebih mudah perhitungannya. Namun akan terasa kurang adil dilihat dari kinerja masing-masing karyawan. Baik yang bekerja keras atau pun yang santai-santai saja bisa menikmati jumlah bonus yang sama besarnya.

Cara pertama memang lebih rumit. Apalagi jika Anda masih menghitungnya secara manual. Belum lagi jumlah karyawan perusahaan yang ratusan jumlahnya. Jika demikian, maka Anda butuh bantuan sistem HRM untuk memudahkan pekerjaan Anda.

Sistem HRM bukan hanya memudahkan perhitungan bonus, namun juga mampu mengotomatiskan perhitungan pajak karyawan, gaji, hingga absensi. Tertarik untuk menggunakan sistem HRM? Silahkan isi form di bawah ini berkonsultasi dengan tim kami.

Dapatkan

Konsultasi Software ERP

GRATIS via WhatsApp

related articles